---
title: Siapa yang Mengurus Notifikasi BPOM Saat Dokter Maklon Produk Skincare, Dokter atau Pabriknya?
date: 2026-06-29T06:53:00Z
modified: 2026-07-02T08:04:07Z
permalink: "https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/"
type: post
status: publish
excerpt: ""
wpid: 38378
categories:
  - Blog
tags:
  - Bisnis Skincare
featured_image: "https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/07/notifikasi-bpom-maklon-skincare-dokter-atau-pabrik.webp"
featured_image_alt: Dokter wanita berhijab memegang produk skincare berlabel adev di laboratorium modern — ilustrasi notifikasi BPOM maklon skincare
author: Tim Redaksi PT Adev
---

Banyak dokter yang ingin memiliki produk skincare bermerek sendiri menunda langkah pertama mereka karena satu pertanyaan yang sama: _“Nanti BPOM-nya siapa yang urus — saya sendiri atau pabriknya?”_ Pertanyaan ini sangat wajar, dan jawabannya akan menentukan seberapa besar beban administratif yang harus Anda tanggung.

Artikel ini membahas secara tuntas pembagian peran antara dokter dan pabrik maklon dalam proses notifikasi BPOM — lengkap dengan dokumen apa yang perlu Anda siapkan, berapa biayanya, dan bagaimana alurnya dari awal hingga nomor notifikasi tercetak di kemasan produk Anda.

Daftar Isi[Toggle](#)

- [Apa Itu Notifikasi BPOM untuk Produk Kosmetik?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Apa_Itu_Notifikasi_BPOM_untuk_Produk_Kosmetik)
    - [Definisi dan Dasar Hukum](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Definisi_dan_Dasar_Hukum)
    - [Bedanya Notifikasi vs Izin Edar BPOM](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Bedanya_Notifikasi_vs_Izin_Edar_BPOM)
    - [Mengapa Produk Skincare Dokter Wajib Memilikinya](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Mengapa_Produk_Skincare_Dokter_Wajib_Memilikinya)
- [Siapa yang Berhak Mendaftarkan Notifikasi BPOM Kosmetik?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Siapa_yang_Berhak_Mendaftarkan_Notifikasi_BPOM_Kosmetik)
    - [Ketentuan Resmi BPOM](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Ketentuan_Resmi_BPOM)
    - [Kenapa Dokter Tidak Bisa Mendaftar Sendiri](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Kenapa_Dokter_Tidak_Bisa_Mendaftar_Sendiri)
- [Peran Pabrik Maklon dalam Proses Notifikasi BPOM](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Peran_Pabrik_Maklon_dalam_Proses_Notifikasi_BPOM)
    - [Mendaftarkan Akun Badan Usaha di e-Notifikasi BPOM](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Mendaftarkan_Akun_Badan_Usaha_di_e-Notifikasi_BPOM)
    - [Menyiapkan dan Mengunggah Dokumen Teknis](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Menyiapkan_dan_Mengunggah_Dokumen_Teknis)
    - [Memiliki Sertifikat CPKB sebagai Syarat Wajib](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Memiliki_Sertifikat_CPKB_sebagai_Syarat_Wajib)
    - [Mengurus Pembayaran PNBP](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Mengurus_Pembayaran_PNBP)
- [Peran Dokter sebagai Pemilik Merek](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Peran_Dokter_sebagai_Pemilik_Merek)
    - [Menyediakan Legalitas Merek (HKI/HAKI)](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Menyediakan_Legalitas_Merek_HKIHAKI)
    - [Menentukan Konsep dan Formula Produk](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Menentukan_Konsep_dan_Formula_Produk)
    - [Menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS)](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Menandatangani_Perjanjian_Kerja_Sama_PKS)
- [Alur Proses Notifikasi BPOM dalam Skema Maklon Skincare](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Alur_Proses_Notifikasi_BPOM_dalam_Skema_Maklon_Skincare)
    - [Berapa Lama Proses Notifikasi Selesai?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Berapa_Lama_Proses_Notifikasi_Selesai)
- [Biaya Notifikasi BPOM — Siapa yang Membayar?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Biaya_Notifikasi_BPOM_%E2%80%94_Siapa_yang_Membayar)
    - [Struktur Biaya PNBP Notifikasi Kosmetik](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Struktur_Biaya_PNBP_Notifikasi_Kosmetik)
    - [Bagaimana Biaya Ini Masuk ke Paket Maklon](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Bagaimana_Biaya_Ini_Masuk_ke_Paket_Maklon)
- [Apa yang Terjadi Setelah Nomor Notifikasi Terbit?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Apa_yang_Terjadi_Setelah_Nomor_Notifikasi_Terbit)
    - [Cara Membaca Nomor Notifikasi pada Kemasan](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Cara_Membaca_Nomor_Notifikasi_pada_Kemasan)
    - [Masa Berlaku dan Perpanjangan Notifikasi](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Masa_Berlaku_dan_Perpanjangan_Notifikasi)
- [Mengapa Memilih Pabrik Maklon yang Berpengalaman dalam Proses BPOM Itu Penting?](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Mengapa_Memilih_Pabrik_Maklon_yang_Berpengalaman_dalam_Proses_BPOM_Itu_Penting)
    - [Risiko Jika Pabrik Tidak Kompeten dalam Proses Notifikasi](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Risiko_Jika_Pabrik_Tidak_Kompeten_dalam_Proses_Notifikasi)
    - [Yang Harus Anda Cek Sebelum Memilih Pabrik Maklon](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Yang_Harus_Anda_Cek_Sebelum_Memilih_Pabrik_Maklon)
    - [Bagaimana Kami di PT Adev Natural Indonesia Menangani Proses Ini](https://adev.co.id/blog/notifikasi-bpom-produk-maklon-siapa-yang-urus/#Bagaimana_Kami_di_PT_Adev_Natural_Indonesia_Menangani_Proses_Ini)



## Apa Itu Notifikasi BPOM untuk Produk Kosmetik?

### Definisi dan Dasar Hukum

Notifikasi kosmetik adalah proses pemberitahuan resmi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang wajib dilakukan sebelum produk kosmetik — termasuk skincare — diedarkan di wilayah Indonesia. Kewajiban ini diatur dalam **Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1176/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetika**, yang menegaskan bahwa setiap kosmetika hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar dari Menteri Kesehatan, yang dalam praktiknya diterbitkan melalui mekanisme notifikasi oleh BPOM.

Dasar hukum ini diperkuat oleh [**Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019**](https://peraturan.bpk.go.id/Details/224837/peraturan-bpom-no-23-tahun-2019) dan **Nomor 12 Tahun 2020** yang mengatur lebih teknis tentang persyaratan mutu, keamanan, dan kemanfaatan produk kosmetika yang boleh beredar.

### Bedanya Notifikasi vs Izin Edar BPOM

![Infografis perbedaan notifikasi kosmetik BPOM dan izin edar obat: mekanisme, jenis produk, dan kode kemasan](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/perbedaan-notifikasi-bpom-vs-izin-edar-kosmetik-800x461.webp)

Notifikasi kosmetik berbeda dari izin edar obat — prosesnya lebih ringkas dengan sistem self-declaration dan menggunakan kode “N” pada kemasan.Banyak diantara masyarakat yang masih menyamakan notifikasi kosmetik dengan izin edar obat — padahal keduanya berbeda secara mendasar.

Izin edar berlaku untuk obat dan pangan olahan, dan prosesnya melibatkan evaluasi mendalam oleh BPOM sebelum produk disetujui.

Notifikasi kosmetik, sebaliknya, menggunakan sistem _self-declaration_ — artinya pemohon menyatakan dan bertanggung jawab sendiri bahwa produknya telah memenuhi standar keamanan, dan BPOM melakukan verifikasi dokumen.

Dari sisi kode yang tercetak di kemasan, produk obat dan pangan olahan menggunakan kode **MD/ML**, sementara produk kosmetik yang telah ternotifikasi menggunakan **kode N diikuti 1 huruf dan 11 digit angka** (contoh: NA12345678901). Anda bisa memahami lebih jauh perbedaan ini di artikel kami tentang [apakah produk skincare dokter perlu izin BPOM](https://adev.co.id/blog/izin-bpom-produk-skincare-dokter/).

### Mengapa Produk Skincare Dokter Wajib Memilikinya

Produk skincare yang beredar tanpa nomor notifikasi BPOM dianggap ilegal di Indonesia, tidak peduli seberapa bagus formulasinya. Resikonya tidak hanya soal penarikan produk dari pasaran, tetapi juga menyentuh ranah hukum yang bisa berdampak langsung pada karier Anda sebagai tenaga medis.

Artikel kami tentang [risiko hukum dokter yang menjual krim racikan tanpa izin BPOM](https://adev.co.id/blog/risiko-hukum-krim-racikan-tanpa-bpom/) membahas hal ini secara lebih rinci — termasuk potensi dampaknya terhadap STR dan SIP dokter, yang juga diulas di [apakah menjual skincare bisa mencabut STR atau SIP dokter](https://adev.co.id/blog/risiko-stp-sip-dokter-jual-skincare/).

Selain itu, dari sisi bisnis, konsumen kini semakin cerdas — mereka aktif mengecek nomor BPOM sebelum membeli produk, sehingga keabsahan notifikasi langsung berdampak pada kepercayaan merek Anda.

## Siapa yang Berhak Mendaftarkan Notifikasi BPOM Kosmetik?

### Ketentuan Resmi BPOM

Berdasarkan regulasi BPOM, pendaftaran notifikasi kosmetik **hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang memiliki fasilitas produksi kosmetika**, yaitu industri kosmetik yang telah bersertifikat atau memenuhi aspek Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).

Selain itu, badan usaha pemberi kontrak (pihak yang memberikan pesanan produksi) yang telah memiliki akun terdaftar di sistem e-Notifikasi BPOM pun dapat mengajukan notifikasi, namun dengan persyaratan teknis yang ketat.

Secara ringkas, pihak yang berhak menjadi pemohon notifikasi adalah:

- Industri kosmetika dengan izin produksi (timeline verifikasi akun: **7 hari kerja**)
- Importir kosmetika dan badan usaha pemberi kontrak (timeline verifikasi akun: **14 hari kerja**)

### Kenapa Dokter Tidak Bisa Mendaftar Sendiri

![Infografis empat syarat pendaftaran akun e-Notifikasi Kosmetik BPOM: CPKB, NIB, NPWP, dan surat pernyataan pimpinan](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/syarat-daftar-akun-e-notifikasi-kosmetik-bpom-800x395.webp)

Dokter perorangan tidak dapat mendaftar akun e-Notifikasi BPOM karena tidak memiliki keempat dokumen teknis wajib yang hanya dimiliki industri kosmetik berlisensiIni bukan soal kemampuan, melainkan soal persyaratan teknis dan administratif yang hanya dapat dipenuhi oleh badan usaha di bidang industri kosmetik.

Untuk mendaftar akun di portal [e-Notifikasi Kosmetik BPOM](https://notifkos.pom.go.id), pemohon wajib melampirkan **Sertifikat CPKB, NIB industri kosmetik, NPWP badan usaha, serta surat pernyataan pimpinan perusahaan** — dokumen-dokumen yang tidak dimiliki oleh dokter perorangan maupun klinik.

Inilah mengapa dalam skema maklon, pabrik berperan sebagai pemohon resmi, sementara dokter fokus pada peran yang tidak kalah penting: menjadi pemilik merek. Selengkapnya tentang skema ini bisa Anda baca di panduan [maklon skincare dokter](https://adev.co.id/maklon/maklon-skincare-dokter/) kami.

## Peran Pabrik Maklon dalam Proses Notifikasi BPOM

![Infografis pembagian peran dokter dan pabrik maklon dalam proses notifikasi BPOM produk skincare](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/peran-dokter-vs-pabrik-maklon-notifikasi-bpom-skincare-800x461.webp)

Pabrik maklon bertanggung jawab secara teknis ke BPOM, sementara dokter berperan sebagai pemilik merek yang menyiapkan legalitas dan konsep produk.Dalam skema maklon, pabrik bertindak sebagai **pemohon resmi notifikasi** karena merekalah yang memegang seluruh dokumen legalitas produksi. Ini adalah tanggung jawab inti pabrik maklon yang profesional — dan menjadi salah satu alasan utama mengapa bermitra dengan pabrik berlisensi jauh lebih menguntungkan dibanding mencoba mendirikan fasilitas produksi sendiri.

### Mendaftarkan Akun Badan Usaha di e-Notifikasi BPOM

Langkah pertama adalah pabrik mendaftarkan akun badan usahanya di portal resmi e-Notifikasi Kosmetik BPOM.

Proses ini mencakup verifikasi identitas direksi, legalitas perusahaan (NIB, NPWP), serta konfirmasi bahwa fasilitas produksi telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Setelah akun aktif, pabrik dapat mengajukan notifikasi untuk produk-produk yang diproduksi di fasilitasnya — termasuk produk maklon milik dokter yang bermitra dengan mereka.

### Menyiapkan dan Mengunggah Dokumen Teknis

![Enam dokumen teknis yang disiapkan pabrik maklon untuk notifikasi BPOM kosmetik skincare: formula, DIP, COA, uji lab, kemasan, dan klaim](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/dokumen-teknis-notifikasi-bpom-kosmetik-yang-disiapkan-pabrik-maklon-800x427.webp)

Mulai Dari formula produk hingga data uji laboratorium, semua dokumen teknis untuk notifikasi BPOM disiapkan dan diunggah oleh pabrik maklon — bukan oleh dokter.Ini adalah pekerjaan teknis terbesar dalam proses notifikasi. Pabrik menyiapkan dan mengunggah seluruh dokumen berikut ke sistem BPOM:

- **Formula produk** sesuai standar bahan yang diizinkan BPOM
- **Dokumen Informasi Produk (DIP)** yang memuat spesifikasi lengkap
- **Spesifikasi dan Certificate of Analysis (COA) bahan baku**
- **Hasil uji laboratorium**: uji stabilitas, uji mikroba, dan uji keamanan
- **Desain kemasan/label** yang sudah mencantumkan nama merek dokter
- **Data pendukung klaim** manfaat produk (misalnya klaim _brightening_ atau _anti-aging_)

Mengenai klaim klinis pada label produk dokter, Anda bisa membaca penjelasan lebih lengkap di artikel kami tentang [bagaimana klaim klinis bisa masuk ke label produk](https://adev.co.id/blog/cara-klaim-klinis-skincare-bisa-masuk-label-produk-dokter/).

### Memiliki Sertifikat CPKB sebagai Syarat Wajib

Tanpa sertifikat **Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB)** yang aktif, pabrik tidak dapat mendaftarkan akun badan usaha di sistem BPOM, sehingga otomatis tidak bisa mengajukan notifikasi produk apapun. CPKB adalah standar produksi kosmetik nasional yang mengacu pada [GMP (Good Manufacturing Practice)](https://duanaga.co.id/artikel/pabrik-maklon-skincare-cpkb-gmp) internasional — menjamin bahwa setiap produk yang keluar dari fasilitas tersebut diproduksi secara higienis, konsisten, dan tertelusuri.

Bagi Anda sebagai dokter, bermitra dengan pabrik bersertifikat CPKB bukan sekadar soal legalitas — ini adalah jaminan bahwa produk yang akan menanggung nama merek Anda diproduksi sesuai standar tertinggi.

Pelajari lebih jauh tentang perbedaan standar ini di artikel [perbedaan krim racikan klinik vs produk buatan pabrik maklon berstandar CPKB](https://adev.co.id/blog/perbedaan-krim-racikan-klinik-dan-cream-buatan-pabrik-maklon/).

### Mengurus Pembayaran PNBP

Setelah dokumen diverifikasi dan disetujui oleh BPOM, pabrik akan menerima **Surat Perintah Bayar (SPB)** dan mengurus pembayaran **Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)** — biaya resmi pemerintah per produk yang didaftarkan. Besarannya bervariasi mulai dari **Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per produk** untuk kosmetik umum, dan bisa lebih tinggi untuk kategori produk khusus seperti tabir surya atau produk perawatan bayi.

Dalam praktik maklon, pabrik yang membayar langsung ke kas negara, namun biaya ini sudah termasuk dalam komponen harga paket maklon yang disepakati bersama dokter di awal kontrak — sehingga tidak ada biaya tersembunyi di kemudian hari.

## Peran Dokter sebagai Pemilik Merek

Meski dokter tidak mengakses portal BPOM atau mengunggah satu pun dokumen teknis, ada peran yang **hanya bisa dilakukan oleh dokter** — dan tanpa peran ini, proses notifikasi tidak bisa berjalan sama sekali.

### Menyediakan Legalitas Merek (HKI/HAKI)

Dokumen paling krusial yang harus disiapkan dokter adalah bukti kepemilikan merek dari **Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham** — berupa Sertifikat Merek atau minimal bukti pendaftaran merek yang masih aktif.

Dokumen ini wajib dilampirkan oleh pabrik saat mengajukan notifikasi, sebagai bukti bahwa merek pada produk tersebut memang sah milik pihak yang bersangkutan.

Jika Anda belum mendaftarkan merek, langkah ini sebaiknya dilakukan paralel di awal proses maklon — bukan setelah produk selesai diproduksi, karena proses DJKI membutuhkan waktu tersendiri. Artikel kami tentang [pertanyaan yang sering dokter ajukan sebelum maklon skincare](https://adev.co.id/blog/pertanyaan-dokter-sebelum-maklon-skincare/) membahas lebih lanjut persiapan awal yang perlu Anda lakukan.

### Menentukan Konsep dan Formula Produk

Dokter membawa keahlian klinis yang tidak dimiliki oleh pabrik: pemahaman mendalam tentang kondisi kulit, mekanisme bahan aktif, dan kebutuhan spesifik pasien. Inilah yang menjadi dasar penentuan konsep produk — bahan aktif yang diinginkan, klaim manfaat (misalnya _anti-aging_, _brightening_, atau _barrier repair_), preferensi tekstur, hingga konsentrasi bahan yang sesuai secara klinis.

Input klinis dokter ini yang kemudian diterjemahkan oleh tim formulasi pabrik ke dalam formula teknis yang memenuhi standar BPOM.

Anda bisa menjelajahi lebih dalam kebebasan dokter dalam menentukan bahan aktif di artikel [seberapa bebas dokter menentukan bahan aktif di produknya](https://adev.co.id/blog/kustomisasi-bahan-aktif-skincare-dokter/), dan batasan konsentrasi yang berlaku di [bahan aktif konsentrasi tinggi: apa yang boleh dimasukkan ke produk dokter](https://adev.co.id/blog/bahan-aktif-konsentrasi-tinggi-kosmetik-dokter/).

### Menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau kontrak maklon yang ditandatangani di hadapan notaris adalah landasan hukum seluruh proses ini.

Dokumen PKS ini menegaskan secara legal bahwa produk diproduksi eksklusif untuk dokter, bahwa merek adalah milik dokter, dan bahwa pabrik bertindak sebagai mitra produksi — bukan pemilik produk.

PKS inilah yang menjadi dasar klaim kepemilikan merek ketika pabrik mengajukan notifikasi atas nama dokter ke BPOM.

Tanpa PKS yang sah, pabrik tidak memiliki dasar hukum untuk mencantumkan nama merek dokter dalam dokumen notifikasi. Anda juga bisa membaca lebih lanjut tentang regulasi yang mengatur hal ini di artikel [bagaimana regulasi BPOM terbaru mengatur penjualan skincare oleh tenaga medis](https://adev.co.id/blog/regulasi-bpom-skincare-tenaga-medis/).

## Alur Proses Notifikasi BPOM dalam Skema Maklon Skincare

![Timeline 10 langkah alur proses notifikasi BPOM dalam skema maklon skincare dokter, dari konsultasi hingga produk siap edar](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/alur-proses-notifikasi-bpom-maklon-skincare-dokter-10-langkah-800x497.webp)

Dari konsultasi konsep produk hingga nomor notifikasi tercetak di kemasan, proses ini melibatkan 10 tahapan — dengan pabrik maklon sebagai pelaksana teknis di sebagian besar langkahnya.Berikut adalah gambaran kronologis lengkap proses notifikasi — dari kesepakatan awal hingga produk siap beredar:

1. **Konsultasi dan penentuan konsep produk** — Dokter berdiskusi dengan tim formulasi pabrik tentang bahan aktif, klaim, dan target konsumen
2. **Penandatanganan PKS** — Kontrak maklon disahkan di hadapan notaris sebagai dasar hukum kerja sama
3. **Pendaftaran dan pengesahan merek** — Dokter menyerahkan dokumen HKI/HAKI kepada pabrik
4. **Formulasi dan pengujian produk** — Pabrik menyiapkan formula, melakukan uji laboratorium (stabilitas, mikroba, keamanan)
5. **Perancangan kemasan dan label** — Desain kemasan yang memuat nama merek dokter, nama pabrik, dan ruang untuk nomor notifikasi
6. **Pengajuan notifikasi via e-Notifikasi BPOM** — Pabrik mengunggah seluruh dokumen teknis dan membayar PNBP
7. **Verifikasi dokumen oleh BPOM** — BPOM memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen
8. **Penerbitan nomor notifikasi** — Nomor NA/NB/NC diterbitkan dan diserahkan ke pabrik
9. **Pencetakan nomor pada kemasan** — Nomor notifikasi, nama merek dokter, dan nama pabrik produsen dicantumkan di kemasan
10. **Produk siap diedarkan secara legal**

Alur lengkap proses maklon dari hulu ke hilir juga bisa Anda temukan di panduan [proses maklon kosmetik](https://adev.co.id/maklon/proses-maklon-kosmetik/) kami.

### Berapa Lama Proses Notifikasi Selesai?

Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan pembayaran PNBP terkonfirmasi, **BPOM menerbitkan nomor notifikasi dalam 14 hari kerja**. Namun perlu diingat bahwa hitungan 14 hari tersebut baru dimulai setelah _semua_ dokumen dinyatakan lengkap dan sesuai — artinya jika ada dokumen yang perlu direvisi atau ada permintaan klarifikasi dari BPOM, proses bisa memakan waktu lebih lama.

Faktor-faktor yang dapat memperlambat proses:

- Formula mengandung bahan yang memerlukan evaluasi tambahan
- Desain label belum sesuai ketentuan pencantuman BPOM
- Dokumen merek/HKI belum lengkap atau masih dalam proses di DJKI
- Ketidaksesuaian antara klaim manfaat dan data pendukung yang dilampirkan

## Biaya Notifikasi BPOM — Siapa yang Membayar?

### Struktur Biaya PNBP Notifikasi Kosmetik

Biaya notifikasi kosmetik terdiri dari komponen resmi pemerintah (PNBP) yang dibayarkan langsung ke kas negara melalui sistem BPOM.

Besaran PNBP untuk notifikasi kosmetik berkisar antara **Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per produk** untuk kategori umum, dan dapat lebih tinggi untuk produk dengan klaim khusus seperti tabir surya (SPF) atau produk perawatan bayi.

Di luar PNBP, ada juga komponen biaya uji laboratorium (stabilitas, mikroba, dan keamanan bahan) yang besarannya bervariasi tergantung kompleksitas formula dan jumlah parameter uji yang diperlukan.

### Bagaimana Biaya Ini Masuk ke Paket Maklon

Dalam praktiknya, **pabrik yang melakukan pembayaran PNBP langsung ke BPOM** — dokter tidak perlu repot berurusan dengan portal pembayaran pemerintah. Seluruh biaya yang terkait dengan proses notifikasi (PNBP, uji lab, biaya tenaga regulatori) sudah terhitung dan dimasukkan ke dalam komponen harga paket maklon yang disepakati di kontrak.

Ini berarti Anda cukup membayar satu paket harga kepada pabrik, dan pabrik yang mengurus seluruh pembayaran ke pihak terkait. Untuk memahami lebih detail struktur biaya dalam maklon skincare, simak artikel kami tentang [biaya maklon kosmetik skincare](https://adev.co.id/maklon/biaya-maklon-kosmetik/) dan [berapa modal yang dibutuhkan dokter untuk maklon skincare](https://adev.co.id/blog/modal-dokter-maklon-skincare/).

## Apa yang Terjadi Setelah Nomor Notifikasi Terbit?

### Cara Membaca Nomor Notifikasi pada Kemasan

![Infografis cara membaca nomor notifikasi BPOM pada kemasan kosmetik skincare dengan kode NA, NB, NC dan 11 digit angka](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/cara-membaca-nomor-notifikasi-bpom-kemasan-kosmetik-skincare-800x395.webp)

Nomor notifikasi BPOM menggunakan format N + 1 huruf + 11 angka. Huruf “A” menunjukkan produksi lokal, “B” impor ASEAN, dan “C” impor dari luar ASEANNomor notifikasi kosmetik menggunakan format: **N + 1 huruf + 11 digit angka** (contoh: _NA12345678901_). Huruf setelah “N” menunjukkan kategori produk:

- **NA** — Produk kosmetik yang diproduksi di Indonesia (lokal)
- **NB** — Produk kosmetik impor dari negara ASEAN
- **NC** — Produk kosmetik impor dari luar ASEAN

Pada kemasan produk maklon dokter, nomor ini dicantumkan bersama dengan **nama merek dokter** (sebagai pemilik merek) dan **nama serta alamat pabrik produsen** (sebagai pemohon notifikasi). Keduanya harus tampil di label kemasan sesuai ketentuan BPOM — ini bukan pilihan, melainkan kewajiban regulatoris.

### Masa Berlaku dan Perpanjangan Notifikasi

Nomor notifikasi kosmetik BPOM berlaku selama **3 tahun** sejak tanggal terbit. Setelah masa berlaku habis, produk tidak boleh lagi diedarkan sampai notifikasi diperpanjang. Perpanjangan dilakukan melalui mekanisme yang sama — diajukan oleh pabrik selaku pemohon resmi, dengan dokumen yang diperbarui jika ada perubahan formula atau kemasan.

Kami sarankan proses perpanjangan mulai dipersiapkan **minimal 3 bulan sebelum** tanggal kadaluarsa untuk menghindari jeda distribusi produk. Pabrik maklon Anda yang berpengalaman seharusnya secara proaktif mengingatkan dan mendampingi proses ini.

## Mengapa Memilih Pabrik Maklon yang Berpengalaman dalam Proses BPOM Itu Penting?

### Risiko Jika Pabrik Tidak Kompeten dalam Proses Notifikasi

Proses notifikasi yang gagal atau tertunda bukan sekadar soal administrasi — dampaknya langsung terasa ke bisnis Anda.

Dokumen yang ditolak BPOM berarti proses harus diulang dari awal, jadwal produksi mundur, dan produk terlambat sampai ke tangan konsumen.

Dalam skenario terburuk, jika produk sudah diproduksi namun notifikasi ditolak, Anda berpotensi mengalami kerugian material yang signifikan.

Risiko-risiko yang sering terjadi ketika bermitra dengan pabrik yang tidak kompeten:

- Formula mengandung bahan yang tidak sesuai daftar BPOM sehingga harus diformulasi ulang
- Klaim manfaat pada label tidak memiliki data pendukung yang cukup, menyebabkan penolakan
- Desain kemasan tidak sesuai ketentuan sehingga harus direvisi — menambah biaya cetak
- Komunikasi dengan BPOM yang tidak responsif, memperpanjang waktu pengurusan

Baca juga tentang [cara mengontrol kualitas produk maklon](https://adev.co.id/maklon/cara-mengontrol-kualitas-produk-maklon/) agar Anda tahu hak dan tanggung jawab sebagai pemberi maklon.

### Yang Harus Anda Cek Sebelum Memilih Pabrik Maklon

![Checklist 5 hal wajib dicek sebelum memilih pabrik maklon skincare: CPKB, rekam jejak BPOM, tim regulatori, biaya, dan kemampuan revisi](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2026/06/checklist-memilih-pabrik-maklon-skincare-bersertifikat-bpom-cpkb-800x427.webp)

Sebelum menandatangani kontrak maklon, pastikan pabrik memiliki sertifikat CPKB aktif, tim regulatori internal, dan transparansi biaya lengkap termasuk PNBP.Sebelum menandatangani kontrak dengan pabrik maklon manapun, pastikan Anda memverifikasi hal-hal berikut:

✅ **Sertifikat CPKB aktif** — Minta dokumen asli dan cek masa berlakunya

✅ **Rekam jejak notifikasi** — Tanyakan berapa banyak produk yang sudah berhasil dinotifikasikan

✅ **Tim regulatori internal** — Pabrik harus memiliki tim khusus yang menangani urusan BPOM

✅ **Transparansi biaya** — Pastikan biaya PNBP dan uji lab sudah termasuk dalam penawaran

✅ **Kemampuan handle perubahan** — Tanyakan prosedur jika ada revisi dokumen diminta BPOM

Gunakan panduan [checklist 7 pertanyaan wajib saat memilih pabrik maklon](https://adev.co.id/maklon/checklist-memilih-pabrik-maklon/) kami sebagai panduan lengkapnya. Anda juga bisa membandingkan pilihan melalui artikel [cara memilih penyedia jasa maklon kosmetik dan skincare yang bagus](https://adev.co.id/maklon/cara-memilih-jasa-maklon-kosmetik/).

### Bagaimana Kami di PT Adev Natural Indonesia Menangani Proses Ini

Di **PT Adev Natural Indonesia**, kami memahami bahwa dokter tidak seharusnya dibebani dengan kompleksitas regulasi BPOM.

Sejak awal kerja sama, tim regulatori kami yang berpengalaman akan mendampingi seluruh proses notifikasi — mulai dari verifikasi formula terhadap daftar bahan BPOM, penyiapan dokumen teknis, pengajuan ke sistem e-Notifikasi, hingga koordinasi dengan BPOM jika diperlukan klarifikasi.

Sebagai pabrik maklon kosmetik bersertifikat CPKB, kami telah membantu puluhan dokter dan tenaga medis mewujudkan produk skincare bermerek sendiri yang legal dan beredar di pasaran. Anda cukup fokus pada hal yang paling Anda kuasai: menentukan konsep produk dan membangun kepercayaan pasien terhadap merek Anda. Sisanya, kami yang urus.

Lihat [paket maklon skincare](https://adev.co.id/maklon/paket-maklon-skincare/) kami untuk mengetahui pilihan paket yang tersedia, atau kunjungi halaman [promo maklon 2026](https://adev.co.id/promo/maklon-terus-2026/) untuk penawaran terkini.

Meskipun secara teknis pabrik maklon yang bertindak sebagai pemohon resmi notifikasi BPOM, keberhasilan proses ini adalah hasil kerja sama dua pihak: pabrik yang kompeten secara teknis dan regulatoris, serta dokter yang menyiapkan legalitas merek dan konsep produk yang kuat.

Dengan mitra pabrik yang tepat, urusan BPOM tidak perlu menjadi hambatan — melainkan bagian dari layanan yang sudah Anda bayar dalam paket maklon.

**Siap memulai?** Konsultasikan konsep produk Anda dengan tim kami secara gratis melalui halaman [maklon skincare dokter](https://adev.co.id/maklon/maklon-skincare-dokter/) — kami akan memandu Anda dari langkah pertama hingga produk siap diedarkan.\\
\\

\[ht-ctc-chat\]

## Topics

**Categories:** [Blog](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/category/blog.md)

**Tags:** [Bisnis Skincare](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/bisnis-skincare.md)