---
title: "Contoh Co Branding / Kolaborasi Brand Kosmetik Indonesia"
description: "Salah satu brand kosmetik Indonesia, Dear Me Beauty kembali berkolaborasi dengan KFC. Ya, Anda gak salah baca, perusahaan waralaba di bidang makanan dengan slogan #JagonyaAyam. Kedua brand tersebut me..."
url: https://adev.co.id/blog/co-branding/
date: 2024-02-12
modified: 2025-07-28
author: "Tim Redaksi PT Adev"
image: https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/co-branding-kosmetik-adalah.png
categories: ["Blog"]
tags: ["Bisnis Skincare", "Bisnis Kosmetik", "Branding"]
type: post
lang: id
---

# Contoh Co Branding / Kolaborasi Brand Kosmetik Indonesia

Salah satu *brand* kosmetik Indonesia, Dear Me Beauty kembali berkolaborasi dengan KFC. Ya, Anda gak salah baca, perusahaan waralaba di bidang makanan dengan slogan #JagonyaAyam. Kedua *brand* tersebut mengeksekusi strategi *co branding*.

Berbeda dari musim kolaborasi sebelumnya, pada 25 Februari 2022, dua *brand* tersebut meluncurkan Paket Combo Kulit Cantik yang ditujukan untuk uniseks. Produk yang diluncurkan di antaranya *cushion hybrid,* pensil alis, dan *eyeliner*.

Kolaborasi dari dua bidang yang berbeda ini telah ramai setahun belakang ini, bahkan berhasil membuat audiens bertanya-tanya, “Kok bisa ya buat kolaborasi seperti ini? Apakah aroma dan rasa ayam ada di dalam *make up *tersebut?”

Nah, Mitra Adev, produk unik yang diciptakan antara kedua *brand* tersebut merupakan salah satu strategi marketing bernama *Co-branding*.

Mau tahu selengkapnya tentang apa yang dimaksud dengan co-branding? Simak artikel ini sampai habis ya!

## Apa itu *Co Branding *atau Kolaborasi Brand?

![Co Branding Kosmetik Adalah](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/co-branding-kosmetik-adalah.png)

***Co branding*** adalah sebuah strategi pemasaran dengan menggabungkan dua atau lebih *brand* untuk menciptakan sebuah produk khusus tertentu yang unik dan eksklusif. Co branding disebut juga dengan kolaborasi brand.

Produk yang dihasilkan merepresentasikan gabungan *brand *tersebut. Keunikan dari produk tersebut dapat tercipta dari kolaborasi logo atau skema warna yang sekaligus berperan menegaskan identitas *brand*.

*Co-branding *dapat menjadi strategi yang efektif untuk meluaskan jangkauan audiens, meningkatkan *brand awareness*, hingga menambah potensi penjualan. Menarik, bukan?

Terlebih lagi, *brand *kosmetik sering menggandeng perusahaan dari bidang makanan untuk eksekusi strategi ini. Hasilnya? Kolaborasi antik yang berhasil menarik perhatian banyak orang!

Namun demikian, sebelum melakukan co-branding kosmetik, Anda perlu menganalisa apakah perlu melakukan [rebranding produk kosmetik](https://adev.co.id/blog/rebranding/) terlebih dulu atau tidak.

## Tujuan *Co-branding*

**Tujuan utama** kolaborasi ini adalah menawarkan produk yang unik dan eksklusif untuk meningkatkan pangsa pasar sehingga kedua *brand* dapat meningkatkan keuntungan dan mendapatkan ROI (*return of investment*) yang baik.

## Manfaat *Co-branding*

Melansir [Investopedia](https://www.investopedia.com/terms/c/cobranding.asp), setiap *brand* dalam strategi ini menyumbangkan identitas masing-masing *brand* untuk menciptakan produk baru yang menyatu. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa strategi ini memberikan manfaat di antaranya.

- Menciptakan produk atau layanan baru
- Berkolaborasi dalam pemasaran produk
- Mengembangkan ekuitas *brand* lebih baik
- Mengurangi biaya operasional

## Kelebihan dan Kekurangan *Co-branding*

*Brand *yang melakukan strategi pemasaran ini akan mendapatkan banyak keuntungan lho selain yang telah disebutkan di awal. Melansir dari berbagai sumber berikut adalah beberapa kelebihan dari [teknik branding](https://adev.co.id/blog/teknik-branding/) ini:

- Produk unik yang diluncurkan dapat menarik perhatian konsumen baru
- Meningkatkan loyalitas konsumen
- Menciptakan *brand recognition* atau kemampuan konsumen dalam mengenali sebuah *brand* dari logo, desain visual, slogan, dll
- Apabila *brand* berkolaborasi dengan partner yang memiliki reputasi baik, *brand* akan mendapatkan kredibilitas dan rasa hormat
- Resiko ditanggung oleh *brand *yang berkolaborasi

Namun, tak hanya memiliki kelebihan, sebuah strategi tentu tak luput dari kekurangan ya Mitra Adev. Beberapa kekurangan dari strategi *Co-branding *adalah sebagai berikut.

- Kolaborasi akan sulit dilakukan apabila kedua *brand* tidak saling berbagi kepercayaan, tidak memiliki nilai dan visi yang sama.
- Jika produk kolaborasi tidak populer di pasar yang berbeda, strategi ini mungkin akan menimbulkan kebingungan dan akhirnya strategi tidak berhasil
- Konsumen yang memiliki pengalaman buruk dengan *brand *partner dapat menciptakan klaim *brand *Anda juga buruk sehingga berdampak negatif terhadap produk kolaborasi, parahanya dapat merusak ekuitas *brand*

Nah, ada strategi marketing lain yang sering dikaitkan dengan *Co-branding*, yakni *Co-marketing*. Sebenarnya, apakah kedua strategi ini sama?

## Perbedaan *Co-branding dan Co-marketing*

Kedua strategi ini memang memiliki keterkaitan yang erat, tetapi mereka tidak sama persis. Jika *Co-branding* menciptakan produk baru yang unik, pada strategi *Co-marketing*, *brand* yang berkolaborasi tidak perlu menciptakan sebuah produk atau layanan baru yang unik.

*Co-marketing *adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mempromosikan masing-masing produk secara bersamaan.

*Co-marketing *(pemasaran bersama) terjadi ketika merek dengan audiens serupa bermitra bersama untuk memasarkan dan mempromosikan produk atau layanan satu sama lain.

Perusahaan yang melakukan *Co-marketing* akan mencari cara yang efektif untuk memperluas target konsumen dan meningkatkan *brand awareness* yang berkolaborasi. Baca juga ulasan kami tentang [cara branding produk](https://adev.co.id/blog/branding-produk/) lainnya.

Supaya memudahkan Anda dalam memahami perbedaan *Co-branding *dan *co-marketing, *simak tabel di bawah ini, yuk!

| **Faktor pembeda** | **Co branding** | **Co marketing** |
| --- | --- | --- |
| Produk atau layanan | Menciptakan produk baru hasil kolaborasi kedua *brand* | Tidak menciptakan produk baru |
| Pemasaran | Pemasaran produk kolaborasi dilakukan secara bersamaan | Pemasaran produk satu sama lain dilakukan secara bersamaan |
| Audiens atau target pasar | Berasal dari pasar yang berbeda | Cenderung berasal dari pasar yang serupa |
| Contoh | Samsung x BTS Oreo x Supreme | Uber x Spotify Sprout Social x Moz |

Mitra Adev, ternyata sudah banyak lho *brand-brand *ternama yang mengeksekusi strategi ini. Tak hanya di bidang teknologi, transportasi, hiburan, tetapi kosmetik juga turut serta meramaikan.

Selain Dear Me Beauty x KFC yang telah disinggung, berikut beberapa contoh lain *Co-branding* kosmetik.

## Contoh *Co Branding *Produk Kosmetik

### Kolaborasi Brand Etude House x KitKat

![Contoh co-branding kosmetik antara merek etude house dan kitkat](https://i.pinimg.com/564x/88/2f/9b/882f9b900b7a9f57d75fed808d8819ee.jpg)*Etude House x KitKat*

Etude House menggandeng KitKat karena terinspirasi dari produk coklat KitKat. Alhasil, kolaborasi kedua *brand* tersebut berhasil membuat produk *eyeshadow palette*.

*Eyeshadow palette* ini hadir dalam dua varian, yakni *original* dan *strawberry tiramisu*. Palet original terdiri dari beragam warna yang natural, sementara varian lainnya ditambahkan warna merah muda dan *peachy*.

Cara [branding bisnis](https://adev.co.id/blog/branding-bisnis/) seperti ini bisa membuat irisan audience yang sama dari kedua brand yang berbeda.

### Kolaborasi Brand TonyMoly x Samyang

![Cobranding antara samyang x tonymoly](https://images.tokopedia.net/img/cache/700/attachment/2018/10/19/153995277907968/153995277907968_981f1f9b-75ac-4c1c-b48a-eea809704065.png)*Tony Moly x Samyang*

*Brand* mie Samyang yang terkenal super pedas berhasil menarik perhatian Tony Moly. Kolaborasi keduanya menghasilkan produk *Hot Edition Makeup Collection *yang terdiri dari *cushion, lip balm, lip tint, blush on, highlighter, *dan *puff.*

Menariknya, ketika Anda membeli produk ini, Anda akan diberikan kemasan *cup* ramen Samyang. Kemasannya saja yang tampak terlihat pedas, *makeup* ini tetap dengan formula yang sesuai.

Anda juga bisa mendapatkan *insight *dengan melihat [contoh branding melalui desain kemasan kosmetik](https://adev.co.id/blog/branding-kemasan-produk/) di sini.

### Kolaborasi Brand Upmost Beaute x Tolak Angin

![Cobranding antara upmost beaute x tolak angin](https://i.ytimg.com/vi/a3V4LCZoIXM/maxresdefault.jpg)*Upmost x Tolak Angin*

Upmost Beaute memilih *brand* terkenal Tolak Angin untuk berkolaborasi menghasilkan produk *eyeshadow palette*. Terdapat 8 variasi warna netral dan aroma herbal khas Tolak Angin. Menarik ya?

### The Face Shop x Coca Cola

![Cobranding the face shop x coca cola](https://i.ytimg.com/vi/AkHue6CCNXM/hq720.jpg)

Kolaborasi The Face Shop dan Coca Cola menghasilkan produk kosmetik yang menyegarkan. *Makeup* kit ini terdiri dari *cushion, eyeshadow, lipstick, lip tint*, dan *blotting powder*.

Bagian menariknya, produk untuk bibir memiliki aroma Coca Cola yang siap membuat Anda ingin meminumnya.

### Kolaborasi Brand Kosmetik Innisfree x Mentos

![Cobranding innisfree x mentos](https://image-cdn.hypb.st/https%3A%2F%2Fhypebeast.com%2Fwp-content%2Fblogs.dir%2F6%2Ffiles%2F2020%2F04%2Finnisfree-mentos-no-sebum-powder-collaboration-0.jpg)*Innisfree x Mentos*

Kolaborasi satu ini menghasilkan *No-Sebum Mineral Powder*, bedak ‘permen’ yang mengandung mineral alami dan daun mint ini membantu menyerap minyak dan meningkatkan kelembapan kulit.

Bedak hasil kolaborasi Innisfree dan Mentos ini memiliki 6 varian warna dan aroma yang berbeda. Tentunya terinspirasi dari permen segar Mentos, varian tersebut di antaranya Mint, Cherry, Peach, Lemon, Grape, dan Melon.

## Contoh *Co-branding* yang Gagal

![](https://sleenasblog.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/11/starbucksandkraft.jpg)*Kraft x Starbucks*

Strategi marketing tak selamanya mulus dan tak selamanya berhasil, seperti yang dialami dua *brand* yang melakukan kolaborasi satu ini, Kraft dan Starbucks.

Pada mulanya kolaborasi kedua *brand* tersebut berjalan lancar, berlangsung selama bertahun-tahun. Kraft dapat membantu Starbucks tumbuh dengan menawarkan layanan distribusi dan membantu *brand* kopi tersebut membangun kehadirannya di toko bahan makanan.

Hingga puncaknya pada 2010, pertempuran besar terjadi. Kraft menganggap Starbucks melakukan pemutusan kontrak secara sepihak. Di lain sisi, Starbucks menuduh Kraft melanggar perjanjian kerja sama, mengatakan Kraft gagal dan mempromosikan *brand*.

Melansir dari [HubSpot](https://blog.hubspot.com/marketing/brand-partnership-fails), kolaborasi kedua *brand* tersebut gagal akibat komunikasi yang buruk. Jika komunikasi sudah buruk, kemungkinan eksekusinya juga buruk.

## Cara Melakukan *Co-branding* untuk Produk Kosmetik

![Cara Melakukan Co Branding Kosmetik](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/cara-melakukan-co-branding-kosmetik.png)

Anda tertarik ingin memulai kolaborasi dengan *brand* lain? Ikuti cara mudah di bawah ini agar strategi kolaborasi Anda berjalan sesuai rencana!

### 1. Temukan Keistimewaan pada *Brand *Anda

Penting bagi Anda untuk menemukan sesuatu yang istimewa dari *brand *Anda. Cari tahu apa sih yang membuat *brand* Anda unik dan berbeda dari *brand* yang lainnya?

Hal ini akan menarik perhatian konsumen dan tentunya membuat *brand* yang ingin Anda ajak kolaborasi semakin yakin dengan *brand *Anda.

### 2. Mantapkan Tujuan Kolaborasi

Sebelum melakukan strategi ini, Anda perlu mengetahui dan memantapkan tujuan Anda melakukan kolaborasi.

Ketika telah mengetahui gagasan yang kuat, Anda akan lebih mudah untuk menjalankan strategi ini. Gagasan atau tujuan yang kuat juga memudahkan Anda menemukan *brand* yang tepat.

### 3. Temukan *Brand* yang Tepat

Anda tidak bisa asal dalam memilih *brand* untuk diajak berkolaborasi. Setelah memantapkan tujuan pemasaran dengan strategi *co-branding*, Anda perlu mempertimbangkan *brand* yang akan benar-benar membantu Anda mencapai tujuan.

Carilah *brand* yang tepat dan bisa melengkapi Anda, temukan *brand *yang memiliki minat yang sama, citra yang baik dan berpengaruh di pasar, atau *brand* yang memiliki konsumen yang serupa.

Satu hal lagi, Anda harus mendapatkan *brand* yang juga ingin berkolaborasi untuk memberikan pengalaman unik dan menarik bagi konsumen, bukan bersaing dengan Anda.

### 4. Tentukan Cara Bekerja Sama

Bagaimana cara untuk memicu kerja sama dan membuat *brand* lain tertarik dengan *brand* Anda? Jawabannya, Anda perlu menyiapkan **laporan pemasaran** yang terperinci dengan cermat.

Itu langkah awal untuk meyakinkan *brand* yang ingin Anda ajak bekerja sama.

Selanjutnya, tunjukkan kepada mereka **sesuatu yang berbeda** (lain dari yang lain) sehingga muncul di benak *brand* tersebut, “Kenapa kami tidak pernah memikirkan hal seperti ini?”

Anda juga bisa menyebutnya dengan sesuatu yang baru dan luar biasa! Dalam hal ini kemampuan kreativitas memang sangat diperlukan untuk menarik perhatian pangsa pasar.

Oleh karena itu tak jarang kita temui contoh *co-branding* yang berhasil hingga viral dan membuat banyak orang penasaran, lalu bersemangat untuk membeli produk eksklusif tersebut. Lakukan hal yang sama ya Mitra Adev, keluarkan *ide gila* Anda!

Setelah itu, **rencanakan strategi promosi produk** untuk meningkatkan kesadaran konsumen. Anda dengan *brand* kolaborasi dapat bersama-sama mempromosikan di seluruh media sosial atau juga di masing-masing toko.

Bangun hubungan yang baik dengan *brand* mitra Anda, jalinlah komunikasi yang baik dan sehat.

Jika strategi marketing ini berhasil, tak hanya kolaborasi sesaat, tetapi juga menjadi awal **persahabatan *brand*** yang potensinya tak terbatas!

Kerjasama adalah salah satu kunci kesuksesan seorang beautypreneur. Yuk baca penjelasan kami tentang [apa itu beautypreneur dan caranya menjadi sukses](https://adev.co.id/blog/menjadi-beautypreneur-sukses/).

## Kesimpulan

Mitra Adev tertarik untuk mencoba strategi ini? Apakah Anda sudah menargetkan sebuah *brand* untuk berkolaborasi?

Tentunya dalam strategi ini Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti kecocokan, ekuitas, sumber daya, manfaat, dll. Dengan demikian, sebagai langkah awal, Anda bisa lho mengajak kolaborasi *beauty-influencer* terlebih dahulu sebelum mengajak *brand* ternama untuk berkolaborasi.

Jika dirasa *brand* Anda sudah matang untuk melakukan strategi marketing ini, tunggu apalagi? Mari eksekusi!

Atau mungkin Anda telah melakukan strategi ini, tetapi mengalami kegagalan? Coba ceritakan di kolom komentar faktor apa yang membuat kolaborasi Anda gagal.

Selanjutnya, baca ulasan kami tentang ***[personal branding](https://adev.co.id/blog/personal-branding/)***.

## Rujukan

- [What is Co-branding?](https://www.thebrandingjournal.com/2020/10/what-is-co-branding/)
- [Co-branding vs Co-Marketing : How to Use Both to Get New Customers (+ Examples)](https://www.bluleadz.com/blog/co-branding-co-marketing-examples-how-to-use-both)
