fbpx

Cara Mudah Hindari Kosmetik Berbahaya dengan ADEV Authentic Tools

Produk kosmetik sejatinya digunakan untuk membersihkan dan memperbaiki penampilan. Namun, bagaimana jika produk kosmetik yang Anda gunakan justru menimbulkan efek yang tidak diinginkan? Seperti merusak kulit bahkan berisiko terhadap kesehatan?

Kosmetik yang bisa merusak kulit dan berisiko terhadap kesehatan tersebut bisa saja merupakan kosmetik berbahaya. 

Pada artikel ini, ADEV akan berfokus untuk membahas kosmetik berbahaya yaitu kosmetik palsu dan cara untuk menghindarinya. 

Apa itu Kosmetik Berbahaya

Peredaran kosmetik yang semakin mudah di pasaran tentu memudahkan konsumen untuk memilih produk kecantikan yang paling tepat. 

Namun sayangnya, peredaran kosmetik yang semakin mudah ini juga menimbulkan masalah, salah satunya adalah munculnya kosmetik berbahaya di pasaran. Lalu, apa itu kosmetik berbahaya?

Produk kosmetik berbahaya dapat diartikan sebagai kosmetik yang diproduksi, diedarkan, atau diperdagangkan tanpa memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu sehingga membahayakan pengguna produk, karena mengandung bahan berbahaya. 

Selain itu, kosmetik dikatakan berbahaya bila mengandung bahan-bahan berbahaya, baik bagi tubuh manusia maupun kepada lingkungan. Nah, kosmetik palsu yang beredar di pasaran bisa termasuk kedalam kosmetik berbahaya, lho. 

Apa saja bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik palsu tersebut? Menurut BPOM, produk kosmetik palsu umumnya mengandung bahan berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3). 

Apa dampaknya jika Anda menggunakan kosmetik palsu yang berbahaya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

Dampak Kosmetik Berbahaya

kosmetik berbahaya
  • Save

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa bahan dalam kosmetik berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3) pada kosmetik palsu secara umum dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit. Berikut penjelasan selengkapnya: 

  1. Merkuri

Bahan kimia yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi didengar. Merkuri sering digunakan oleh oknum-oknum nakal yang membuat kosmetik berbahaya. 

Dampak buruk dari penggunaan merkuri pada produk pemutih kulit memberi efek karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat memicu kanker. Selain penggunaannya mungkin untuk meningkatkan risiko penyakit kanker kulit. 

Merkuri juga merupakan bahan kimia yang bersifat teratogenik atau mengakibatkan cacat pada janin.

  1. Hidrokuinon 

Hidrokuinon adalah senyawa kimia yang bila digunakan pada produk kosmetik berbahaya bersifat sebagai pemutih atau pencerah kulit. Efek samping yang umum terjadi setelah seseorang terkena paparan hidrokinon pada kulit adalah iritasi, kulit menjadi merah (eritema), dan rasa terbakar. 

Efek ini terjadi segera setelah pemakaian hidrokuinon dengan konsentrasi yang tinggi yaitu diatas 4%. Sedangkan untuk pemakaian hidrokinon dibawah 2% dalam jangka waktu lama secara terus menerus dapat terjadi diskolorasi warna kulit. 

Efek tersebut mulai terlihat setelah penggunaan selama 6 bulan dan kemungkinan tidak dapat dipulihkan. 

  1. Asam Retinoat

Asam retinoat adalah turunan dari vitamin A yang sering disebut dengan tretinoin yang digunakan dalam mengatasi jerawat. 

Menurut Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM, asam retinoat termasuk kategori obat yang harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit (bukan sebagai kosmetik), sehingga dalam produk kosmetika (termasuk pemutih wajah) yang dijual bebas di pasaran tidak boleh ada kandungan asam retinoat

Bahaya penggunaan asam retinoat adalah menimbulkan iritasi kulit, bersifat karsinogenik, dan teratogenik (menyebabkan cacat janin). 

  1. Rhodamin B 

Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan kosmetik. 

Paparan jangka pendek penggunaan rhodamin B pada kulit dapat menyebabkan iritasi pada kulit, Selain itu, penggunaan rhodamin B pada kulit dapat juga mengakibatkan efek sistemik dan bersifat mutagenik (menyebabkan perubahan kromosom). 

Produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat agar terhindar dari risiko kesehatan. 

Maraknya Peredaran Kosmetik Berbahaya di Indonesia

  • Save
https://www.pom.go.id/new/admin/dat/20201222/konpers_ilegal_(4).jpeg

Industri kosmetik merupakan industri yang tetap bertumbuh dengan baik walaupun diterpa pandemi. Karena mudahnya transaksi online melalui e-commerce, pandemi COVID-19 tidak berdampak banyak dan menghentikan orang-orang untuk membeli kosmetik.

Hal tersebut dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik selama 7 bulan pandemi mencatat peningkatan 480% transaksi online.

Peningkatan ini juga ternyata dimanfaatkan oleh oknum penjual di e-commerce untuk memasarkan produk kosmetik tanpa izin edar atau ilegal dan mengandung bahan berbahaya. 

Padahal, menurut pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan/mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar/notifikasi atau ilegal dipidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1.5 miliar rupiah.

Munculnya oknum penjual kosmetik berbahaya yang seakan tak pernah jera ini tentu bisa merugikan banyak pihak. Pihak yang bisa dirugikan karena adanya kosmetik palsu berbahaya tanpa izin edar di antaranya adalah konsumen yang menggunakan, pengusaha kosmetik yang produknya dipalsukan, hingga kerugian negara. 

Nah, lalu bagaimana cara untuk terhindar dari kosmetik berbahaya seperti kosmetik palsu? ADEV Authentic Tools solusinya!

Cara Hindari Kosmetik Berbahaya dengan Fitur ADEV Authentic Tools

ADEV Authentic Tools

Sebagai jasa maklon kosmetik yang memiliki slogan ‘Solusi Kosmetik Legal’, ADEV menginisiasi untuk membuat fitur Authentic Tools atau cek keaslian produk. Untuk para pebisnis, fitur eksklusif ini bisa mencegah pemalsuan produk sekaligus permainan harga oleh agen/distributor. 

Sedangkan untuk para konsumen, fitur ADEV Authentic Tools ini dapat digunakan untuk mengecek keaslian produk yang Anda terima. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi jika produk tersebut merupakan produk palsu dan mencegah risiko kesehatan yang diakibatkan produk palsu tersebut. 

Cara Cek Produk Menggunakan ADEV Authentic Tools

Bagaimana cara untuk menggunakan ADEV Authentic Tools? Masukan kode produk, kode aktivasi dan Nomor Produk ke dalam formulir di situs Authentic Tools. 

  • Save

Setelah memasukan kode ke dalam formulir Authentic Tools, begini hasil yang akan muncul jika produk yang Anda terima merupakan produk asli.

  • Save

Untuk informasi selengkapnya mengenai penggunaan ADEV Authentic Tools, yuk, simak video berikut ini! 

Nah itu dia cara menghindari pemalsuan produk dengan ADEV Authentic Tools. Kami menghimbau Anda untuk tetap teliti dan waspada ketika membeli kosmetik. Pastikan produk yang Anda beli merupakan kosmetik yang legalitasnya terdaftar di BPOM dan merupakan kosmetik asli. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Last Updated on 25 Maret 2021 by Desya Nur Fitriyani

0 Shares

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Business Consultant
Halo, dengan Yorda sebagai Business Consultant di sini. Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top
Copy link
Powered by Social Snap