fbpx

Daftar Bahan Berbahaya dalam Kosmetik menurut BPOM

Bahan berbahaya dalam kosmetik menurut BPOM terbaru 2021.

Produk kosmetik sejatinya digunakan untuk membersihkan dan memperbaiki penampilan. Namun, bagaimana jika produk kosmetik yang Anda gunakan justru menimbulkan efek yang tidak diinginkan? Seperti merusak kulit bahkan berisiko terhadap kesehatan?

Kosmetik yang bisa merusak kulit dan berisiko terhadap kesehatan tersebut bisa saja merupakan kosmetik berbahaya. 

Pada artikel ini, ADEV akan berfokus untuk membahas beberapa bahan kosmetik yang berbahaya, dampak kosmetik palsu dan cara untuk menghindarinya. 

Apa itu Kosmetik Berbahaya?

Bahan kimia yang aman dalam kosmetik wajib digunakan oleh BPOM di manufaktur dan industri produk kecantikan dalam komposisi produk yang dibuatnya. Kebutuhan akan kosmetik aman memang makin meningkat seiring meningkatnya kesadaran konsumen akan kosmetik sehat. Oleh karena itu, BPOM selalu melakukan pengawasan di pasar terhadap peredaran kosmetik yang ada karena bahan kimia berbahaya masih sering dijumpai.

Kosmetik aman bagi ibu hamil adalah produk kecantikan yang sangat penting untuk menunjang penampilan. Dengan menggunakan kosmetik aman, busui dan bumil dapat tetap tampil cantik. Oleh karena itu, bumil harus pandai memilih jenis kosmetika yang aman untuk tubuh. Jadi, tidak bisa sembarang memakai kosmetik karena ada perubahan hormon.

Peredaran kosmetik yang semakin mudah di pasaran tentu memudahkan konsumen untuk memilih produk kecantikan yang paling tepat. 

Namun sayangnya, peredaran kosmetik yang semakin mudah ini juga menimbulkan masalah, salah satunya adalah munculnya kosmetik berbahaya di pasaran. Lalu, apa itu kosmetik berbahaya?

Produk kosmetik berbahaya dapat diartikan sebagai kosmetik yang diproduksi, diedarkan, atau diperdagangkan tanpa memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu sehingga membahayakan pengguna produk, karena mengandung bahan berbahaya. 

Selain itu, kosmetik dikatakan berbahaya bila mengandung bahan-bahan berbahaya, baik bagi tubuh manusia maupun kepada lingkungan. Nah, kosmetik palsu yang beredar di pasaran bisa termasuk kedalam kosmetik berbahaya, lho. 

Apa saja bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik palsu tersebut? Menurut BPOM, produk kosmetik palsu umumnya mengandung bahan berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3). 

Coba cara cek BPOM kosmetik ini untuk mengetahui apakah produk kosmetik kamu aman digunakan.

Apa dampaknya jika Anda menggunakan kosmetik palsu yang berbahaya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

Dampak Kosmetik Berbahaya

Bahan Berbahaya dalam Kosmetik menurut BPOM

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa bahan dalam kosmetik berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3) pada kosmetik palsu secara umum dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit.

Hampir setiap tahun akan dikeluarkan daftar kosmetik berbahaya oleh BPOM. Meskipun bahan bahan yang berbahaya untuk kosmetik telah dilarang, namun masih saja ada produsen kosmetik ilegal yang menggunakan dalam produknya. Kamu perlu memilih kosmetik bebas bahan berbahaya saat membeli kosmetik girls.

Dalam label kemasan produk kecantikan selalu dicantumkan komposisi produk kosmetik tersebut. Anda hanya perlu teliti membaca. Jjika anda menemukan komponen bahan berbahaya seperti berikut ini, jangan dibeli produk tersebut.

Bagi sebagian wanita, menggunakan skincare merupakan cara tersimpel dalam memutihkan kulit karena praktis saat diaplikasikan ke kulit. Selain itu, produk skincare mudah dibawa kemana-mana. Oleh karena itu, wajar kiranya banyak wanita menggunakan kosmetik ini sebagai alat untuk memutihkan.

Anda perlu waspada dan hati-hati dalam memilih dan membeli produk skincare. Pasalnya beberapa produk kosmetik yang beredar di pasaran adalah abal-abal alias palsu. Produk tersebut beredar di Indonesia dan tidak memiliki izin edar atau notifikasi edar dari BPOM.

Tahukah Anda resiko (side effect) yang mungkin bisa terjadi pada kulit karena menggunakan kosmetik abal-abal? Dirangkum dari laman beautynesia.id, berikut ini beberapa permasalahan yang muncul pada seseorang karena menggunakan kosmetik palsu.

Munculnya jerawat, komedo dan flek hitam di wajah

Niat awal menggunakan cream pemutih untuk memutihkan kulit menjadi bencana karena menggunakan cream pemutih abal-abal. Salah satu masalah kulit yang timbul adalah adanya breakout, yakni reaksi penolakan metabolisme kulit karena ketidakcocokan kandungan produk dengan bahan dalam formula pemutih. Efek lanjutan dari breakout tersebut adalah munculnya jerawat, komedo, flek hitam.

Segera hentikan pemakaian jika muncul indikasi seperti itu. Pemakaian produk yang mengakibatkan kulit menjadi lebih rusak dapat dihindari.

Kulit memerah (tidak normal) ketika terpapar sinar matahari

Pernahkah anda melihat seorang wanita yang kulit wajahnya nampak kemerahan (tidak wajar) saat terkena sinar matahari? Itu adalah salah satu ciri dari efek samping penggunaan cream pemutih abal-abal.

Jika pemakaian tidak dihentikan, maka bisa mengakibatkan alergi, iritasi, bahkan infeksi. Lebi jauh, jika Anda perhatikan putih wajahnya secara lebih detil maka warna merah di kulitnya tidak normal. Ada yang lebih pekat merah di sebagian titik dan lebih pudar di titik yang lain. Duh, kebayang deh gimana perihnya kulit seperti itu.

Penipisan dermis kulit

Dampak lainnya yang bisa terjadi akibat penggunaan cream pemutih abal-abal adalah munculnya bercak-bercak putih, warna kulit berubah merah muda karena penipisan dermis kulit. Beberapa gejala pada pengaruh kesehatan adalah pusing-pusing, pingsan, memicu gagal ginjal, menyebabkan batu ginjal dan bahkan gangguan pada janin.

Mengapa efek samping pada penggunaaan produk krim pemutih wajah tersebut muncul? salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan bahan di dalam cream. Ada beberapa bahan kosmetik berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon. Produk tersebut memang bisa memutihkan kulit dalam waktu cepat, apalagi dengan kadar tinggi.

Anda perlu mengenal jenis jenis bahan dasar (kimia) yang boleh dan yg tidak boleh ada di kosmetik. Meskipun brand kosmetik yang anda gunakan adalah yg termahal di dunia, anda mesti tetap waspada. Pasalnya ada beberapa produk kosmetik terbaik dan terlaris dijual online (booming), namun ternyata mengandung bahan berbahaya (atau tidak halal).

Barang-barang kosmetik yang dipalsukan sangat berbahaya untuk tubuh terutama kulit. Alih-alih ingin mendapatkan harga kosmetik yang murah, tapi anda harus merogoh kocek lebih dalam karena harus mengeluarkan biaya untuk pemulihan akibat penggunaan kosmetik palsu.

Jadi penting bagi anda untuk mengetahui penjual kosmetik yang memang resmi dan produk yang anda gunakan adalah asli. Selain itu, periksa juga isi dan kandungan dari kosmetik yang anda beli tersebut.

Barang-barang kecantikan seperti sabun, krim wajah seperti cream BB yang kini sedang meroket, atau bahkan body lotion dan kosmetik biasa serupa bedak dan lipstik bisa merusak penampilan anda jika produk tersebut palsu atau mengandung bahan yang berbahaya bagi kulit. Akibatnya adalah jika bahan kosmetik tersebut tak cocok dengan kulit, anda malah akan mendapati kulit anda berjerawat merusak kulit wajah anda yang cihuy.

Bahan Kosmetik yang Berbahaya

Kulit wajah seringkali di jadikan sebagai bagian yang khusus dan harus dirawat dengan baik. Hal ini dikarenakan kulit wajah memiliki sensitifitas lebih tinggi dibandingkan dengan kulit dibagian lain. Oleh karena itu mengetahui bahan bahan berbahaya yang merusak kulit haruslah diketahui dan diidentifikasi sebelum menggunakan kosmetik tersebut. Gunakan kosmetik aman untuk kulit dan bebas bahan berbahaya.

Sebagai konsumen atau pengguna kosmetik yang baik, anda harus sadar (aware) dan faham tentang bahan-bahan yang terkandung di dalam produk kosmetik. Jangan hanya tergiur dengan bahasa iklan yang terkadang mengandung informasi yang keliru (misleading information). Dengan demikian, anda dapat terhindar dari bahaya yang mungkin timbul dari penggunaan produk kosmetik tersebut.

Dilansir dari situs treehuger.com, prevention.com disebutkan bermacam-macam bahan kimia yang sering digunakan dalam resep produk kosmetik.

Berikut kami sampaikan 5 bahan yang perlu anda ketahui:

  • Coal tar (tar batubara)
  • Formaldehyde (formaldehida)
  • Hydroquinone (hidrokuinon)
  • Mercury (merkuri)
  • Paraben
  • Hidroquinon
  • Antibiotik
  • Steroid
  • tretinoin.
  • Butylated Hydroxyanisole (BHA)
  • DMDM Hydantoin
  • Fragrance dan Parfum sintetis
  • Retinyl Palmitate
  • Triethanolamine

Berikut penjelasan setiap bahan di atas:

Merkuri

Merkuri disebut juga dengan raksa atau hydrargyrum. Dalam table periodik merkuri disimbolkan dengan Hg dan memiliki nomor atom 80. Unsur transisi ini berwarna keperakan, berbentuk cair dalam suhu ruang dan mudah menguap.

Fungsi utama dari bahan ini pada kosmetik adalah membuat wajah nampak lebih putih. Akan tetapi bahan ini adalah bahan yang berbehaya bagi kulit jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.

Agar kulit tampak putih berseri, produk kosmetik pemutih kian banyak bermunculan di pasaran. Hanya saja, tidak sedikit dari produk-produk tersebut mengandung bahan yang sangat berahaya bagi kesehatan, salah satunya merkuri.

Kosmetik yang mengandung bahan tersebut akan memberi efek negatif secara langsung, yakni menyebabkan iritasi kulit berwarna kemerahan saat terpapar sinar matahari secara langsung. Karena digunakan untuk kulit, maka zat ini dapat terserap ke pembuluh darah sehingga mengancam pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Merkuri termasuk dalam logam berat yang berbahaya dan bersifat racun bagi kulit. Beberapa efek jika menggunakan merkuri dalam kosmetik adalah timbulnya bintik-bintik hitam, iritasi kulit, alergi sehingga timbul bercak merah, kerusakan sel saraf yang menghubungkan ke otak, dan bahkan menyebabkan kanker. Jadi bahan ini sangatlah tidak dianjurkan untuk digunakan.

Merkuri berbahaya jika masuk ke dalam tubuh karena tidak dapat diurai oleh tubuh. Merkuri bersifat korosif pada kulit. Jika anda mengoleskan merkuri pada kulit, maka akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Paparan tinggi karena merkuri dapat mengakibatkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal. Jika bahan logam akan mengendap di ginjal, maka bisa merusak ginjal. Jika terpapar pada ibu hamil maka akan berpengaruh pada kondisi kesehatan janin.

Bahan ini dikenal sebagai alergen yang mengganggu perkembangan otak. Bahan ini umumnya ditemukan pada maskara dan eyedrops.

Bahan kimia yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi didengar. Merkuri sering digunakan oleh oknum-oknum nakal yang membuat kosmetik berbahaya. 

Dampak buruk dari penggunaan merkuri pada produk pemutih kulit memberi efek karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat memicu kanker. Selain penggunaannya mungkin untuk meningkatkan risiko penyakit kanker kulit. 

Merkuri juga merupakan bahan kimia yang bersifat teratogenik atau mengakibatkan cacat pada janin.

Ciri ciri produk pemutih dengan kandungan merkuri

  • Tekstur produk cenderung lengket (pekat)
  • Agar tampak lebih encer, sebagian produsen nakal mencampurkan merkuri dengan bedak dingin (bedak jerawat)
  • Produk tampak tidak HOMOGEN, bila didiamkan maka komponen minyak akan terpisah.
  • Tercium bau logam merkuri. Pabrikan nakal menambahkan parfum yang menyengat untuk menghilangkan bau logam merkuri tersebut.
  • Warna produk umumnya sangat mencolok
  • Bila diusapkan pada kulit lengan terasa panas dan gatal (gejala iritasi).
  • Kulit dapat berubah putih dalam waktu singkat (kurang 2 Minggu, tergantung kadar kandungan merkuri, makin tinggi makin lebih cepat memberikan warna putih)

Rereferensi: fimela.com

Salah satu kandungan kosmetik berbahaya yang kerap digunakan dalam ramuan kosmetik adalah merkuri atau raksa. Sebagai cuplikan berita yang dimuat dan diulas Liputan6 tentang kosmetik oplosan atau kosmetik palsu.

Dalam berita tersebut, pelaku menggunakan bahan berbahaya dalam kosmetik palsu seperti soda kue, pewarna makanan, dan zat kimia berbahaya seperti merkuri. Oleh karena itu jangan hanya tergiur oleh harga kosmetik murah.

Simak bahaya merkuri dalam tayangan video berikut.

Retinoid atau Asam Retinoat

Retinoid merupakan senyawa kimia yang berkaitan dengan Vitamin A. Manfaat retinoid untuk menjaga kecantikan kulit adalah dengan mengatasi jerawat, kerutan, menjaga elastisitas kulit, serta mencerahkan flek hitam (hiperpigmentasi) akibat paparan sinar matahari.

Bahan retinoid biasanya terdapat pada produk anti jerawat. Beberapa sumber ilmiah menyebutkan bahwa penggunaan kosmetik yang mengandung retinoid dapat meningkatkan resiko cacat pada janin.

Asam retinoat adalah turunan dari vitamin A yang sering disebut dengan tretinoin yang digunakan dalam mengatasi jerawat. 

Menurut Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM, asam retinoat termasuk kategori obat yang harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit (bukan sebagai kosmetik), sehingga dalam produk kosmetika (termasuk pemutih wajah) yang dijual bebas di pasaran tidak boleh ada kandungan asam retinoat

Bahaya penggunaan asam retinoat adalah menimbulkan iritasi kulit, bersifat karsinogenik, dan teratogenik (menyebabkan cacat janin). 

Tujuan penggunaan bahan ini pada awalnya adalah mempercepat regenerasi kulit mati sehingga mudah membentuk sel baru dengan pori-pori yang lebih kecil dan terlihat mulus. Akan tetapi penggunaan yang salah dan tidak cocok dengan kulit wajah akan menyebabkan rusaknya sel pada kulit sehingga tampak kering dan terkelupas. Selain itu bagian yang terkena bahan ini akan terasa panas dan menimbulkan iritasi dan teratogenik.

Asam salisilat

Asam salisilat adalah obat yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya kondisi-kondisi yang disebabkan oleh penebalan dan pengerasan lapisan kulit. Misalnya, kutil, mata ikan, psoriasis, kulit bersisik, infeksi kuku, dan kapalan. Asam salisilat merupakan obat golongan keratolitik.

Asam salisilat bisa ditambahkan dalam formula sabun, bedak atau cream anti jerawat. Walaupun kandungannya dalam kosmetik kurang dari 2%, tapi bahan tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Hidrokuinon

Hidrokuinon adalah senyawa organik aromatik yang merupakan jenis fenol, turunan dari benzena, memiliki rumus kimia C₆H₄ (OH) ₂.

Hidrokuinon atau Hydroquinone biasanya terdapat pada krim pemutih wajah. Hidrokuinon dapat meresap ke dalam kulit dan masuk dalam peredaran darah, sehingga dapat mengganggu proses pembentukan kulit janin.

Bahan ini digunakan sebagai pencerah warna kulit (lightening skin). Bahan ini telah dilarang di Inggris. Berdasarkan informasi yang disediakan oleh EWG’s Skin Deep database, bahan ini termasuk dalam kategori paling beracun (rated most toxic). Bahan ini juga terkait dengan kanker dan keracunan (kerusakan) pada sistem reproduksi.

Hidrokuinon adalah senyawa kimia yang bila digunakan pada produk kosmetik berbahaya bersifat sebagai pemutih atau pencerah kulit. Efek samping yang umum terjadi setelah seseorang terkena paparan hidrokinon pada kulit adalah iritasi, kulit menjadi merah (eritema), dan rasa terbakar. 

Efek ini terjadi segera setelah pemakaian hidrokuinon dengan konsentrasi yang tinggi yaitu diatas 4%. Sedangkan untuk pemakaian hidrokinon dibawah 2% dalam jangka waktu lama secara terus menerus dapat terjadi diskolorasi warna kulit. 

Efek tersebut mulai terlihat setelah penggunaan selama 6 bulan dan kemungkinan tidak dapat dipulihkan. 

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida adalah obat yang digunakan untuk mengatasi jerawat. Obat ini berfungsi mengurangi peradangan, membunuh bakteri penyebab jerawat, dan membuka pori-pori kulit yang tertutup.

Para aminobenzoic acid (PABA)

para aminobenzoic acid atau asam 4-Aminobenzoic adalah senyawa organik dengan rumus H₂NC₆H₄CO₂H. PABA adalah padatan putih, meskipun sampel komersial dapat tampak abu-abu. Ini sedikit larut dalam air. Ini terdiri dari cincin benzena yang digantikan dengan gugus amino dan karboksil. Senyawa terjadi secara alami.

Paba, atau singkatan dari para Amino Benzoid Acid, biasanya terdapat pada tabir surya. Penggunaan produk ini dapat mengakibatkan ketidak seimbangan pada beberapa hormon tertentu.

Paraben

Dalam istilah kimia, paraben merupakan ester dari p-hydroxybenzoic acid. Jenis paraben yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparaben, propylparaben, and butylparaben.

Paraben adalah salah satu bahan yang biasanya digunakan untuk mengawetkan produk kosmetik. Efeknya sampingnya hampir mirip dengan merkuri.

Bahan ini digunakan sebagai pengawet (preservative) dan ditemukan pada banyak produk. Bahan ini terkait dengan kanker, kerusakan endokrin dan kerusakan pada reproduksi.

Bahan pewarna Rhodamin

Bahan pewarna yang digunakan pada kosmetik pada umumnya bertujuan untuk memberikan sentuhan lain pada titik-titik di wajah yang bisa menambah aura kecantikan. Akan tetapi tak sedikit bahan yang menggunakan pewarna yang membahayakan bagi kulit.

Bahan pewarna yang paling sering ditemui dan membahayakan adalah merah K.3 ( CI 15585), merah K.10 (Rhodamin B), dan jingga K.1 (CI 12075). Pewarna-pewarna tersebut  seringkali ditambahkan pada lipstik. Bahan-bahan ini termasuk dalam salah satu bahan paling membahayakan karena bisa menimbulkan kanker dan kerusakan permanen pada kulit jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Akhir-akhir ini makin banyak ditemukan adanya rhodamin B dalam makanan dan kosmetik. Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Rhodamin adalah jenis pewarna yang berbahaya untuk kesehatan janin dan ibu.

Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan kosmetik. 

Paparan jangka pendek penggunaan rhodamin B pada kulit dapat menyebabkan iritasi pada kulit, Selain itu, penggunaan rhodamin B pada kulit dapat juga mengakibatkan efek sistemik dan bersifat mutagenik (menyebabkan perubahan kromosom). 

Produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat agar terhindar dari risiko kesehatan. 

Coal Tar

Dikenal sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker). Bahan ini telah dilarang di Uni Eropa, tetapi masih digunakan di Amerika Utara. Bahan ini sering digunakan pada produk perawatan kulit kering, sampo anti ketombe dan anti-lice. Selain itu juga tercatat sebagai pewarna (colour plus number) seperti: FD&C Red No. 6.

Formaldehyde

Formaldehid diduga bersifat karsinogen dan iritan (penyebab iritasi). Bahan ini umumnya ditemukan pada produk perawatan kuku, pewarna rambu (hair dye), fake eyelash adhesives, dan sampo. Bahan ini telah dilarang untuk digunakan di wilaya Uni Eropa.

Saran: Hindari aneka macam produk yang menggunakan komposisi bahan yang telah disebutkan di atas. Menggunakan produk yang tidak mengandung bahan berbahaya, tentu akan membuat kesehatan janin menjadi lebih terjamin.

Video tentang Ciri-ciri Cream Kosmetik Berbahaya

Maraknya Peredaran Kosmetik Berbahaya di Indonesia

Industri kosmetik merupakan industri yang tetap bertumbuh dengan baik walaupun diterpa pandemi. Karena mudahnya transaksi online melalui e-commerce, pandemi COVID-19 tidak berdampak banyak dan menghentikan orang-orang untuk membeli kosmetik.

Hal tersebut dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik selama 7 bulan pandemi mencatat peningkatan 480% transaksi online.

Peningkatan ini juga ternyata dimanfaatkan oleh oknum penjual di e-commerce untuk memasarkan produk kosmetik tanpa izin edar atau ilegal dan mengandung bahan berbahaya. 

Padahal, menurut pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan/mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar/notifikasi atau ilegal dipidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1.5 miliar rupiah.

Munculnya oknum penjual kosmetik berbahaya yang seakan tak pernah jera ini tentu bisa merugikan banyak pihak. Pihak yang bisa dirugikan karena adanya kosmetik palsu berbahaya tanpa izin edar di antaranya adalah konsumen yang menggunakan, pengusaha kosmetik yang produknya dipalsukan, hingga kerugian negara.

Ada beberapa pengusaha kosmetik nakal yang memproduksi kosmetik palsu atau secara ilegal. Jika anda menyimak berita tentang penggerebekan kosmetik oleh polisi dan BPOM, maka ada ribuan produk kosmetik abal-abal beredar. Kosmetik tersebut terindikasi berbahaya karena mengandung bahan yang tidak memenuhi standar BPOM. Misalnya saja menggunakan bahan seperti merkuri atau raksa.

Seperti yang pernah diberitakan oleh News Liputan 6 pada Sigi Investigasi tanggal 28 Februari 2016, bahwa pihak BPOM sendiri terkadang masih kesulitan dalam mendeteksi dan mengawasi peredaran kosmetik ilegal via online. Walaupun hal tersebut sudah dalam pantauan dari pihak atau badan terkait.

Pada dasarnya, tidak seluruh produk kosmetik murah akan memiliki kualitas murahan atau abal-abal. Akan tetapi di era modern yang sudah serba canggih seperti sekarang ini, tidak sedikit juga oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut demi kepentingan sendiri.

Salah satunya yakni memasarkan kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin resmi dari BPOM. Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas, kita dituntut untuk senantiasa waspada terhadap peredaran kosmetik palsu atau ilegal. Tindakan yang bisa dilakukan adalah selektif dan berhati-hati ketika memilih produk kosmetik yang dijual dengan harga murah.

Itulah yang sebaiknya kita waspadai saat membeli produk kosmetik secara online. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming distributor atau agen pemasaran produk kecantikan yang menawarkan kisaran harga murah.

Jika kita selektif dan cermat dalam memilihnya, maka tidak menutup kemungkinan kita pun akan menemukan penjual kosmetik terpercaya, termurah dan terlengkap. Untuk keperluan bisnis, sebaiknya anda mencari dan menggunakan supplier kosmetik BPOM.

Cara ADEV Lindungi Customer

Nah, lalu bagaimana cara untuk terhindar dari kosmetik berbahaya seperti kosmetik palsu? ADEV Authentic Tools solusinya!

Sebagai jasa maklon kosmetik yang memiliki slogan ‘Solusi Kosmetik Legal’, ADEV menginisiasi untuk membuat fitur Authentic Tools atau cek keaslian produk. Untuk para pebisnis, fitur eksklusif ini bisa mencegah pemalsuan produk sekaligus permainan harga oleh agen/distributor. 

Sedangkan untuk para konsumen, fitur ADEV Authentic Tools ini dapat digunakan untuk mengecek keaslian produk yang Anda terima. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi jika produk tersebut merupakan produk palsu dan mencegah risiko kesehatan yang diakibatkan produk palsu tersebut. 

4.8/5 - (42 votes)

0 komentar untuk “Daftar Bahan Berbahaya dalam Kosmetik menurut BPOM”

  1. Ketika memutuskan untuk membeli kosmetik tertentu memang yang menjadi dasar adalah tayangan iklan yang sangat menarik. Apalagi pas dengan masalah yang kita hadapi.
    Kadang proses pengecekan formulasi atau daftar bahan tidak lagi dibaca.
    Artikel ini memberikan penjelasan yang begitu detil, saya pikir sudah sangat cukup.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau bisnis kosmetik merek sendiri?

WeCreativez WhatsApp Support
Business Consultant
Halo, dengan Damai sebagai Business Consultant di sini. Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top