fbpx

Kosmetik Haram & Daftar Kosmetik Halal Menurut LPPOM MUI

Kosmetik haram menurut MUI adalah kosmetik yang mengandung bahan haram dan tidak halal. Suatu kosmetik dapat dikatakan haram jika produk mengandung bahan najis atau bahan non halal.

Penting bagi muslim dan muslimah untuk mengetahui daftar kosmetik haram dan atau daftar kosmetik halal (telah mendapat sertifikat halal LPPOM MUI). Dengan demikian, terhindar dari perkara yang dilarang dalam agama Islam.

Dalam artikel ini, Adev akan menjelaskan tentang kandungan kosmetik & skincare yang haram, ketentuan hukum menggunakan kosmetik menurut MUI, rekomendasi ketika menggunakan kosmetik, daftar kosmetik halal produksi Adev.

Halal Haram Kosmetik Bagi Umat Islam

daftar bahan kosmetik haram atau kosmetik halal

Persoalan halal dan haram kosmetik bagi umat Islam merupakan sesuatu yang penting. Sebagaimana tertuang dalam Al-Quran bahwa setiap muslim diperintahkan untuk menggunakan serta mengkonsumsi produk yang halalan thoyyiban (halal lagi baik).

Dalam hal ini, baik dimaksud dengan memberikan manfaat dan tidak berbahaya. Produk halal juga tidak melulu soal makanan dan minuman, kosmetik bisa termasuk didalamnya.

Sesuai ajaran Islam, dua hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan produk kosmetika adalah kebersihan dan kesucian. Artinya, kosmetika harus halal dan suci.

Kosmetik yang mungkin hanya untuk pemakaian luar pun juga diharuskan untuk memiliki sertifikasi Halal dari LPPOM MUI.

Sedangkan, haram adalah hukum yang berlawanan dengan halal. Sesuatu yang haram berarti tidak boleh dilakukan atau tidak boleh dikonsumsi dan harus dihindari.

Dalam panduan umat Islam, Al Quran dan hadis, bahan yang disebutkan haram atau belum jelas halal haramnya (syubhat) jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan bahan yang mubah atau halal.

Berikut ini penjelasan tentang beberapa bahan haram dalam kosmetik dan skincare.

Kandungan Haram dalam Skincare & Kosmetik

  • Bahan kandungan dari babi dan anjing
  • Bahan kandungan dari hewan buas
  • Bahan kandungan dari tubuh manusia
  • Darah
  • Bangkai
  • Hewan halal yang penyembelihannya tidak sesuai dengan syariat Islam
  • Khamar (alkohol)
kandungan bahan haram dalam kosmetik dan skincare

Bahan yang disebutkan pada umumnya haram jika menggunakan lemak atau bagian tubuh yang berasal dari hewan yang dinyatakan haram. Selain itu juga ada bahan lain seperti alkohol yang diharamkan karena sifatnya yang memabukkan.

Ada perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang penggunaan alkohol, terutama untuk alasan medis dan kecantikan. Ada yang berpendapat boleh, namun ada pula yang berpendapat tidak boleh (makruh).

Bahan Syubhat (Meragukan antara Halal atau Haram)

  • Plasenta
  • Gliserin
  • Kolagen
  • Lactic Acid
  • Hormon
  • Gelatin
  • Keratin
  • Aneka pewarna, pewangi dan lain-lain
bahan kosmetik/skincare yang syubhat (ragu halal atau haram)

Syariat agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk menggunakan atau mengkonsumsi barang/produk halal, tak terkecuali kosmetik.

Kosmetik yang dibuat dari hewan atau bagian hewan yang haram (tidak halal) seperti babi, dilarang untuk digunakan. Meskipun produk dari olahan babi telah mengalami proses sedemikian rupa sehingga tidak lagi menyerupai struktur dari babi, tetaplah diharamkan.

Menurut Fatwa MUI, plasenta atau ari-ari itu boleh digunakan sebagai bahan kosmetik jika berasal dari jenis hewan yang halal dan hanya untuk penggunaan luar. Misalnya, sapi yang melahirkan kemudian plasenta bayinya digunakan.

Ketika sapi mati saat sedang hamil, lalu diambil plasentanya maka hukumnya menjadi haram. Hal ini karena status hewannya sudah mati.

Plasenta dari hewan yang haram, seperti babi, juga tidak boleh digunakan. Apalagi dengan plasenta manusia. Di luar negeri, plasenta manusia masih bisa digunakan sebagai bahan kosmetik.

Selain plasenta, titik kritis halal produk kosmetik adalah bahan waterproof. Bahan ini menjadi titik kritis karena air wudhu tidak dapat membilas kulit secara sempurna.

kosmetik waterproof adalah tiitk kritis halal dan haram

Daftar kandungan haram dalam kosmetik/skincare tersebut dikutip dari Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2013 tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetika dan Penggunaannya.

8 Ketentuan Hukum Menggunakan Kosmetik Menurut MUI

Kosmetik Haram Menurut MUI: Ketentuan Hukum dan Rekomendasi MUI

Kosmetik haram menurut MUI – Dalam laman webnya, pastihalal.com menyebutkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berisi tentang ketentuan hukum dan rekomendasi tentang penggunaan kosmetik.

Berikut adalah ketentuan penggunaan kosmetik dan rekomendasi penggunaan kosmetik berdasarkan fatwa MUI:

  • Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat: bahan yang digunakan adalah halal dan suci, ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar’i; dan tidak membahayakan.
  • Penggunaan kosmetika dalam (untuk dikonsumsi/masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram hukumnya haram.
  • Penggunaan kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi dibolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathhir syar’i).
  • Penggunaan kosmetika yang semata-mata berfungsi tahsiniyyat, tidak ada rukhshah (keringanan) untuk memanfaatkan kosmetika yang haram.
  • Penggunaan kosmetika yang berfungsi sebagai obat memiliki ketentuan hukum sebagai obat, yang mengacu pada fatwa terkait penggunaan obat-obatan.
  • Produk kosmetika yang mengandung bahan yang dibuat dengan menggunakan mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia hukumnya haram.
  • Kosmetika yang menggunakan bahan (bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan) dari turunan hewan halal (berupa lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya hukumnya makruh tahrim, sehingga harus dihindari.
  • Kosmetika yang menggunakan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya apakah dari babi, harus dihindari sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

Selanjutnya kita simak, bagaimana MUI memberikan rekomendasi tentang tata cara penggunaan kosmetik. Rekomendasi penggunaan kosmetik ini penting bagi muslim yang sadar dan peduli tentang halal haram kosmetik.

5 Rekomendasi Penggunaan Kosmetik Menurut MUI

MUI merekomendasikan penggunaan kosmetik agar terhindar dari produk kosmetik haram, berikut di antaranya:

  • Masyarakat dihimbau untuk memilih kosmetika yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk kosmetika yang haram dan najis, makruh tahrim dan yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.
  • Pemerintah mengatur dan menjamin ketersediaan kosmetika halal dan suci dengan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.
  • Usaha diminta untuk memastikan kesucian dan kehalalan kosmetika yang diperjualbelikan kepada umat Islam.
  • LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan haram dan najis, baik untuk kosmetika dalam maupun luar.
  • LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan dan kesuciannya, sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

Apa Itu Kosmetik Halal?

kosmetik halal

Kosmetik halal adalah kosmetik yang telah mendapatkan pengakuan halal dalam bentuk sertifikat dari LP POM MUI setelah melalui serangkaian tahapan audit dari MUI.

Tahapan audit MUI meliputi penilaian bahan baku, proses pembuatan produk, proses pengendalian kualitas, peralatan, gedung, dan personel yang terlibat dalam produksi kosmetik.

Untuk mendapatkan legitimasi halal, produk kosmetik harus memenuhi standar tertentu seperti dibuat dari bahan yang halal, proses pembuatan (alat, mesin, tahapan produksi) yang tidak mengandung unsur haram.

Kosmetik halal harus memenuhi standar mutu yang sesuai dengan syariat atau ajaran agama Islam. Menurut sebagian ahli dan peneliti, halal merupakan standar mutu yang tertinggi.

Perlu diketahui bahwa halal meliputi segala aspek, mulai dari bahan itu berasal dan cara memperolehnya, proses dan teknologi pembuatan yang digunakan, alat dan bahan yang digunakan, hingga proses pengiriman barang tersebut sampai ke tangan kosumen.

Di momen ramadhan ini, yuk, raih lebih banyak keberkahan dengan menggunakan kosmetik yang halal dan sesuai dengan syariat islam. 

Selain lebih berkah, terdapat beberapa alasan penting mengapa Anda harus memilih kosmetik halal, lho. Apa saja? yuk, simak di bawah ini. 

Trend Kosmetik Halal di Indonesia dan Dunia

bahan non halal dalam kosmetik dan skincare yang perlu kamu tahu

Memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim sebanyak 87,2%, membuat Indonesia menjadi pasar dengan permintaan kosmetik halal yang besar. Mayoritas umat Islam Indonesia yang diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan kosmetik halal. 

Laporan Future Market Insight (FMI) September 2015 memperkirakan pasar kosmetik halal di Asia Tenggara termasuk Indonesia akan tumbuh rata-rata 9,9% pada periode 2015-2020.

Namun, menurut Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, kesadaran konsumen akan kosmetik halal di Indonesia muncul sedikit terlambat dibandingkan dengan negara lain. 

Padahal dalam pandangan Islam, perilaku konsumen tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga memenuhi kebutuhan spiritual. 

Dengan kata lain, kini pemilihan kosmetik yang dilakukan oleh konsumen muslim selayaknya merupakan bagian dari ibadah sehingga harus sesuai dengan kaidah Islam. 

Artikel ini akan membahas alasan mengapa Anda harus beralih dan meningkatkan kesadaran pada produk kosmetik halal.

Permintaan kosmetik halal yang tinggi tersebut sangatlah wajar. Alasannya karena jumlah penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Angkanya sekitar 87,2% (berdasarkan sensus penduduk oleh BPS tahun 2010) dari total penduduk 237.641.326 jiwa (237,6 juta jiwa). Sebagai tambahan informasi buat anda, berikut kami tampilkan data penduduk Indonesia berdasarkan agama yang dianut dalam bentuk grafik (pie chart).

grafik penduduk indonesia berdasarkan agama

Kesadaran menggunakan kosmetik halal juga makin meningkat karena akses informasi tentang aturan agama juga mudah. Banyak wanita muslim makin berhati-hati mengenai apa yang dia gunakan, mulai dari pakaian hingga apa yang digunakan untuk kulitnya. Maka tidak heran jika perkembangan bisnis kosmetik halal semakin baik di Indonesia. Selain itu, tren mengenai penggunaan bahan-bahan yang alami dan aman dalam sebuah bisnis kosmetik akan terus berkembang seiring dengan kampanye-kampanye yang dilakukan saat ini.

Sesungguhnya kosmetik yang halal tidak hanya diminati oleh mereka yang beragama Islam, tetapi juga oleh sebagian besar wanita non muslim. Kosmetik yang mendapat sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) memiliki nilai lebih, tidak hanya dari proses pembuatan tetapi juga proses pembuatannya. Perlu anda ketahui bahwa penggunaan kosmetik halal saat ini sedang menjadi tren di kalangan wanita Indonesia. Mengapa? Berikut ini adalah asalan-alasannya.

Ada fenomena menarik bahwa wanita muslim mulai beralih untuk menggunakan kosmetik halal. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jenis kosmetik yang selama ini ada di pasaran kosmetik, belum memiliki sertifikasi halal. Bagi wanita muslimah yang taat, kosmetik tidak hanya digunakan karena memiliki khasiat yang efektif untuk kulit, tetapi juga memiliki komposisi bahan yang sesuai dengan aturan agama Islam.

Jumlah penduduk muslim yang demikian besar menjadikan pangsa Indonesia sebagai pangsa pasar yang empuk bagi supplier kosmetik halal. Aneka produk kecantikan yang dibranding (dilabeli) halal, lebih mudah diterima konsumen muslim. Terutama, wanita yang taat pada ajaran agama Islam. Oleh karena itu, kosmetik impor yg ada di pasaran perlu mendapat sertifikasi halal dari LP POM MUI jika ingin dilabeli sebagai kosmetik halal. Dengan demikian, kosmetik halal menjadi daya tarik sendiri di mata konsumen muslim di Indonesia.

Mengapa Harus Kosmetik Halal?

kosmetik harus halal

Rasa Aman dalam Menggunakan Kosmetik

Pemberian sertifikat halal pada suatu produk kosmetik sejatinya bertujuan untuk melindungi konsumen muslim terhadap produk yang tidak halal dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen untuk menggunakan suatu produk. 

Karena tidak ada keraguan lagi bahwa produk tersebut terindikasi dari hal-hal yang diharamkan sesuai Syariat Islam.

Selain untuk memastikan segala proses pembuatan produk telah mengikuti Syariat Islam, tahapan audit MUI untuk sertifikasi halal sebenarnya juga dilakukan untuk menjamin kelayakan dan kualitas produk.

Sertifikat halal ini penting untuk memastikan tubuh tidak terkontaminasi bahan-bahan yang diharamkan Islam, sekaligus menjadi penentu ibadah seorang muslim diterima oleh Allah SWT.

Bagi produsen, sertifikasi halal merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab perusahaan untuk menyediakan produk yang berkualitas, aman, dan nyaman digunakan terutama bagi konsumen muslim di Indonesia. 

Formulasi yang Terjamin

Kosmetik yang memiliki sertifikasi halal bisa dikatakan sudah terjamin formulasinya, karena telah melalui pengujian dari  LPPOM MUI. 

Selain itu, menurut perspektif islam, kosmetik halal sendiri adalah kosmetik yang tidak terbuat dari bahan najis, bahan berbahaya, bersih dari kotoran, memberikan nilai kemurnian, kebaikan, kesehatan, keamanan, kecantikan, dan memberi manfaat bagi umat baik secara spiritual maupun materil. 

Jadi, Anda dapat merasa aman dalam menggunakan produk kosmetik yang halal karena formulasinya sudah pasti baik serta bebas dari segala bahan berbahaya. 

Pertimbangan teologis Islam pun menginstruksikan setiap muslim untuk memilih konsumsi halal dan thayyib (baik) dan menjauhi yang haram, untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Ramah Lingkungan

Selain digunakan oleh konsumen muslim, kosmetik bersertifikasi halal juga banyak diminati oleh konsumen non-muslim. 

Hal tersebut disebutkan pada sebuah penelitian dalam Journal of Marketing Management and Consumer Behavior, bahwa Non-Muslim pun tertarik pada kosmetik berlabel halal karena bahan-bahannya yang alami dan ramah lingkungan.

Kosmetik halal telah melalui serangkaian proses yang hati-hati dari masih bahan mentah hingga produk sampai di tangan pelanggan. 

Sertifikasi halal dan sertifikasi bahan meningkatkan standar etika, dan mereka terhubung dengan konsep tanggung jawab sosial dan gagasan saling ketergantungan dan keberlanjutan, yang mencakup lingkungan, komunitas, ekonomi dan manajemen bisnis dan praktik manufaktur.

Kosmetik halal disebutkan lebih ramah lingkungan, organik dan hijau, dengan pendekatan non-eksploitasi dan kemanusiaan. 

Merek kosmetik yang benar-benar mengikuti persyaratan halal secara langsung juga melawan kekejaman pada binatang dan pencemaran lingkungan. 

Terbukti bahwa produk halal lebih alami dan ramah lingkungan, tidak hanya memenuhi persyaratan agama tetapi juga menyelamatkan alam semesta secara keseluruhan.

Tidak Membahayakan Hewan (Animal Cruelty Free)

maklon kosmetik bogor

Pernahkah Anda mendengar istilah animal cruelty free? Sesuai namanya, animal cruelty free merupakan prosedur pembuatan produk kosmetik yang tidak menggunakan hewan sebagai bahan percobaan.  

Seperti yang disebutkan di atas, ketentuan sertifikasi kosmetik halal tak hanya berdasarkan pada bahan yang digunakan saja. Namun juga termasuk proses pembuatan produk, proses pengendalian kualitas, peralatan, gedung, dan personel yang terlibat.

Dalam islam, segala bentuk penyiksaan terhadap hewan diharamkan. Maka, kosmetik halal bisa dikatakan merupakan kosmetik yang juga berlabel animal cruelty free, yaitu bebas dari tindakan kekerasan terhadap hewan. 

Nah, itulah beberapa alasan mengapa Anda harus memilih kosmetik halal. ADEV sebagai perusahaan jasa maklon kosmetik halal bisa membantu Anda untuk membuat beragam produk kosmetik yang legal serta halal. 

Seluruh bahan baku, bahan tambahan, proses produksi, dan pengendalian kualitas di pabrik maklon kosmetik ADEV telah memenuhi standar halal yang ditetapkan. 

Anda juga tak perlu khawatir soal pengurusan sertifikasi halal untuk produk kosmetik, karena ADEV akan membantu segala prosesnya hingga produk siap untuk dijual.

Bagaimana? Tertarik untuk memulai maklon kosmetik dan membangun brand kosmetik halal dengan brand Anda sendiri? Yuk, hubungi ADEV sekarang juga!

Untuk lebih meyakinkan Anda tentang status halal haram produk kosmetik, LP POM Halal MUI telah membuat daftar produk kosmetik halal.

daftar kosmetik halal buatan Adev dan daftar bahan kosmetik haram

Cara Cek Kosmetik Halal via Website

  1. Kunjungi situs halalmui.org
  2. Pilih nama produk, nama produsen atau nomor sertifikat di kolom pertama
  3. Masukkan data berupa nama produk, nama produsen atau nomor sertifikat
  4. Klik tombol “Cari”
  5. Nantinya website akan menampilkan data produk yang kamu maksud di layar

Dengan menggunakan tools tersebut, anda bisa mengecek beberapa merek produk kosmetik tergolong halal atau haram. Acuan Sertifikasi Halal yang digunakan adalah HAS 23000.

Misalnya saja vaseline lip therapy original adalah halal dengan nomor sertifikat 00150091171018 dan vaseline lip therapy rosy tinted juga halal dengan nomor sertifikat 00150091171018.

Setelah cek di situs halal MUI, ditemukan beberapa merek kosmetik halal berikut:

  • Wardah
  • Implora
  • Kelly
  • Maybelline
  • Loreal
  • Nivea

Daftar Kosmetik Halal 2021 Menurut LPPOM MUI yang Diproduksi Adev

No
Nama Produk
Nomor Sertifikat Halal
1
ADEV Sabun Bar Kunyit
150077530616
2
AL HINAYAH Sabun With Sarai (Sereh)
150077530616
3
BIOFUR Biofur Bar Soap
150077530616
4
BIOFUR Liquid Soap
150077530616
5
CERADERM Ceraderm Bar Soap
150077530616
6
CERADERM Liquid Soap
150077530616
7
GLYCOCID Glycocid Bar Soap
150077530616
8
GLYCOCID Liquid Soap
150077530616
9
GLYSOR Glysor Bar Soap
150077530616
10
GOVE Liquid Natural Soap
150077530616
11
GOVE Natural Soap.
150077530616
12
HN Body Scrub with Aloevera.
150077530616
13
HN Lotion Yellow.
150077530616
14
HN transparant soap.
150077530616
15
JELLYS Body Lotion
150077530616
16
LIEF White Tea With Collagen Skin Care Bar Soap
150077530616
17
Madu Murni Alami
8120011241120
18
MAHIRA Beauty Soap.
150077530616
19
MAHKOTA BEAUTY Lotion Pink
150077530616
20
NATURAL PROPOLIS Body Soap sabun propolis
150077530616
21
Nektar Kelapa Raw
8120011241120
22
Nektar Kelapa Soft Karamel
8120011241120
23
ORIFRESH Rice Milk Soap With Collagen & Propolis
150077530616
24
RADEYA Beauty Soap
150077530616
25
SR 12 Coffee Soap
150077530616
26
SR 12 Honey Soap
150077530616
27
SR 12 Sabun Bulus
150077530616
28
SR12 Facial Wash
150077530616
29
SR12 Facial Wash With Bulus
150077530616
30
SR12 Massage Oil Bulus
150077530616
31
SR12 Milky Rice Soap
150077530616
32
SR12 Rice Soap
150077530616
33
VITSA BEAUTY CARE Transparant Soap
150077530616
Sumber: halalmui.org

Jasa Pembuatan Kosmetik Halal

Bagi pengusaha kosmetik yang ingin memiliki produk kosmetik yang halal dan aman, Anda dapat mempercayakan pembuatan produk kepada jasa produksi kosmetik halal seperti PT ADEV Natural Indonesia.

Kami telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun dalam memproduksi beragam kosmerik, mulai dari sabun seperti sabun transparan, sabun cair, sabun batang, dan jenis sabun lainnya.

Selain sabun, kami juga memproduksi kosmetik seperti lotion, cream, scrub, serum, masker, hingga maklon parfum.

Perusahaan pembuat kosmetik seperti ADEV Natural Indonesia juga menawarkan jasa pembuatan kosmetik halal. Anda dapat menggunakan jasa maklon kami. Produk kosmetik seperti lotion, cream, sabun kecantikan dan lainnya dapat Anda pesan di ADEV.

Untuk informasi lebih lanjut, isi formulir dengan klik tombol di bawah ini dan Business Consultant kami akan segera menghubungi Anda.

4.3/5 - (47 votes)

9 komentar untuk “Kosmetik Haram & Daftar Kosmetik Halal Menurut LPPOM MUI”

    1. Hai Zahra, mohon maaf. Kami tidak memiliki kapasitas menjawab pertanyaan apakah Olay itu haram atau tidak. Namun dari penelusuran kami di situs MUI, kami mendapati 2 produk terdaftar halal di sana. Untuk lebih lengkapnya silahkan cek di http://www.halalmui.org/

      1. Nama Produk :IKAN SC OLAY. Nomor Sertifikat :06350012571218
      2. Nama Produk :Pail 10 kg ( Putih ) Olay. Nomor Sertifikat :07170018941013
  1. Siti Aida Uswatun Hasanah

    Maaf kak mau tanya, apakah produk vaseline lip therapy rosy lips halal? Soalnya gaada logo halal di produknya, kalo BPOM nya aman tapi saya ragu sama kehalalannya

        1. Ada perbedaan pendapat mengenai penggunaan alkohol (termasuk cetyl alcohol). Sebagian berpendapat alkohol boleh digunakan.
          Berikut kutipannya:

          Penggunaan alkohol/etanol hasil industri non khamr (baik merupakan hasil sintesis kimiawi [dari petrokimia] ataupun hasil industri fermentasi non khamr) untuk proses produksi produk makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan, hukumnya: mubah, apabila secara medis tidak membahayakan.

          Untuk lebih jelasnya, silahkan cek di laman MUI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau bisnis kosmetik merek sendiri?

WeCreativez WhatsApp Support
Business Consultant
Halo, dengan Damai sebagai Business Consultant di sini. Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top