fbpx

Cara Berbisnis Sukses dan Lancar Berkah Menurut Islam

cara berbisnis sukses

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. Namun bagi seorang muslim, kesuksesan tidak hanya diukur dari segi materi dan prestasi semata. Kesuksesan berbisnis yang sejati adalah ketika bisnis/usaha yang dijalankan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Bisnis yang berkah dalam pandangan Islam adalah bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif secara sosial dan moral. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin memulai bisnis, diperlukan panduan yang tepat agar bisnis yang Anda jalankan dapat mencapai kesuksesan dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Nah, apakah Anda tahu bagaimana cara menghadirkan keberkahan dalam bisnis yang dijalankan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak penjelasan berikut terkait dengan tips dan cara berbisnis sukses berkah menurut islam serta beberapa sosok pebisnis sukses dalam sejarah islam.

Definisi Bisnis Sukses Menurut Islam

Credit Image

Bisnis sukses menurut islam adalah bisnis yang dijalankan dengan mematuhi prinsip-prinsip etika dan moral Islam, menghindari hal-hal yang diharamkan, serta mengutamakan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. 

Dalam hal ini, kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari profit yang diperoleh, tetapi juga dengan mengutamakan ketaqwaan kepada Allah dan keberkahan dalam rezeki.

4 Sosok Pebisnis Sukses dalam Sejarah Islam

Credit Image

Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sosok pebisnis sukses yang dapat Anda jadikan teladan dan inspirasi dalam berbisnis. Diantaranya yaitu:

  • Nabi Muhammad
  • Khadijah
  • Abdurrahman bin Auf
  • Utsman bin Affan

Berikut penjelasan kisahnya untuk Anda.

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi seluruh manusia dalam segala hal, termasuk dalam hal berbisnis.

Nabi Muhammad SAW telah belajar berdagang sejak usia muda. Sejak berusia 12 tahun, beliau ikut berdagang bersama pamannya, Abu Thalib, membawa barang dagangan dari Mekah ke negeri Syam (Suriah). Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW mulai belajar tentang bisnis dan perdagangan.

Ketekunannya membawa hasil, karena pada usia 17 tahun, Nabi Muhammad sudah menjadi seorang saudagar mandiri. Beliau bermitra dengan Khadijah, yang memiliki modal untuk bisnis (shahibul mal).

Meskipun awalnya bermitra dengan Khadijah sebagai rekan bisnis, pada akhirnya Nabi Muhammad SAW memilih untuk menikahinya sebagai istrinya pada usia 25 tahun.

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pengusaha yang jujur dan amanah. Dia berhasil meraih gelar Al-Shiddiq (yang benar dan amanah) dan Al-Amin (yang dapat dipercaya).

Dalam menjalankan bisnisnya, Nabi Muhammad menerapkan prinsip-prinsip dasar dalam berbisnis seperti kepuasan pelanggan, keunggulan pelayanan, efisiensi, kejujuran, dan persaingan yang sehat. Beliau juga selalu menepati janji dan tidak mengambil margin keuntungan yang tinggi, sehingga barang dagangannya selalu laku terjual.

Kecerdasan, kejujuran, dan tanggung jawab Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis menjadikannya pengusaha yang sukses, handal, dan dapat dipercaya. Semua ajaran dan teladan dari Nabi Muhammad SAW ini, dapat Anda jadikan pedoman dalam memulai bisnis.

Khadijah

Khadijah merupakan istri pertama Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok saudagar kaya sekaligus pebisnis wanita hebat.

Khadijah lahir dari keluarga pedagang. Ayahnya, Khuwailid bin Asad, adalah seorang pedagang kaya yang dihormati di kalangan suku Quraisy. Sehingga tak heran, jika sejak kecil ia telah memiliki bakat sebagai “pedagang”.

Khadijah dikenal sebagai wanita yang cerdas, berwirausaha, dan berani mengambil resiko dalam berbisnis. Keberhasilannya dalam perdagangan menunjukkan bahwa kesuksesan dalam dunia bisnis tidak terbatas pada gender.

Kira-kira, faktor apa sajakah yang menjadi kunci sukses keberhasilan bisnis Khadijah?

Berdasarkan informasi detik.com, berikut beberapa faktor yang menjadi kunci kesuksesan Khadijah dalam berbisnis, diantaranya yaitu:

  • Keimanan: Khadijah senantiasa menjalankan bisnisnya dengan tinggi keimanan dan keteguhan hati. Ia percaya bahwa mendekatkan diri pada Allah akan membuka pintu rezeki.
  • Kepandaiannya mengelola modal: Khadijah pandai dalam mengelola modal, baik materi maupun non-materi. Ia memanfaatkan warisan dari orang tua serta kecerdasannya dalam mencari sumber daya manusia untuk berbisnis.
  • Selektif memilih pegawai: Khadijah selalu memilih pegawai yang dapat dipercaya dan berkomitmen tinggi. Salah satu contohnya adalah ketika dia menunjuk Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin kafilah dagangnya.
  • Mengatur bisnis dengan sistem upah: Khadijah memberlakukan sistem upah yang adil bagi para pekerjanya dan membayar mereka dengan tepat waktu.
  • Menjalin mitra bisnis dan jaringan: Khadijah memperluas pasar bisnisnya dengan menjalin mitra bisnis dan mengelola pengeluaran dan pemasukan dengan baik.
  • Mengembangkan bisnis dengan sistem bagi hasil: Salah satu kunci keberhasilannya adalah dengan menggandeng mitra bisnis dan melakukan bagi hasil dengan mereka.
  • Pandai membaca peluang dan pasar: Khadijah pandai dalam membaca peluang dan pasar, serta bijaksana dalam mengelola kekayaannya. Baca juga artikel kami tentang peluang bisnis kecantikan.
  • Sikap terpuji dalam berdagang: Khadijah mengutamakan sikap terpuji dalam berdagang, seperti kejujuran, amanah, ketekunan, dan kecerdasan.

Abdurrahman bin Auf

source

Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan keberhasilannya dalam berbisnis.

Perjalanan kesuksesan Abdurrahman bin Auf dimulai ketika berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW. Di sana, ia dihubungkan dengan Sa’ad bin Rabi, seorang konglomerat Madinah yang amat kaya.

Meskipun Sa’ad berniat untuk memberikan setengah kekayaannya kepada Abdurrahman, namun Abdurrahman menolak tawaran tersebut. Sebagai gantinya, ia meminta Sa’ad untuk memperlihatkan pasar di Madinah.

Setelah sampai di pasar, Abdurrahman melakukan riset dan menemukan bahwa harga sewa lahan di sana sangat tinggi. Melihat hal tersebut, Abdurrahman pun mengusulkan kerjasama dengan Sa’ad untuk mengelola sebidang lahan di samping pasar yang tidak terpakai.

Sa’ad membeli lahan tersebut dan memberikan pengelolaannya kepada Abdurrahman. Ia membagi lahan itu menjadi beberapa bagian kecil untuk disewakan kembali dengan harga lebih terjangkau.

Dari sinilah, kesuksesan Abdurrahman bin Auf sebagai taipan properti dimulai, dan ia pun menjadi salah satu sahabat Rasulullah yang paling sukses.

Penting untuk dicatat bahwa kesuksesan bisnis Abdurrahman bin Auf tidak lepas dari kebaikan dan kemurahan hatinya. Ia terkenal karena sifat kedermawanannya, yang bahkan bisa menyumbangkan ribuan dinar dalam satu majelis.

Salah satu contohnya, ketika Rasulullah dan sahabat-sahabatnya kekurangan perbekalan di Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Dilansir dari finansialku.com, Abdurrahman bin Auf memberikan sumbangan sebesar dua ratus ‘uqiyah emas (setara dengan Rp 2,9 miliar) untuk dikeluarkan di jalan Allah.

Utsman bin Affan

Utsman bin Affan adalah seorang sahabat sekaligus menantu dari Nabi Muhammad SAW yang juga berhasil menjadi pebisnis sukses.

Di dunia bisnis, Utsman bin Affan berhasil meraih kesuksesan sebagai eorang pedagang kain yang kaya.

Selain sukses di bidang dagang, Utsman bin Affan juga dikenal memiliki jumlah ternak terbanyak di antara orang-orang Arab lainnya. Namun, kekayaannya tidak hanya digunakan untuk menafkahi keluarganya, tetapi juga untuk membantu membangun umat dan menyebarkan Islam.

Sebagai seorang pengusaha, prinsip Utsman bin Affan adalah selalu memberi dan membantu sesama karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Ia tidak terlalu memperhitungkan harta yang dimilikinya karena dia menyadari bahwa semua itu adalah karunia dari Allah SWT yang dipercayakan kepadanya.

Kesuksesan Utsman bin Affan dalam bisnisnya dapat menjadi teladan bagi Anda, para calon pebisnis Muslim untuk menggunakan kekayaan dengan bijaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Itulah beberapa sosok pebisnis sukses dalam sejarah islam yang dapat menjadi teladan bagi Anda dalam menjalankan bisnis.

Contoh Pebisnis Terbaik Bagi Umat Islam

Semua empat sosok pebisnis sukses dalam sejarah Islam memiliki kisah inspiratif dan nilai-nilai yang patut dijadikan contoh dalam berbisnis. 

Setiap dari mereka memiliki ciri khas dan prinsip yang berbeda, yang membuat mereka berhasil meraih kesuksesan dalam bidang bisnis mereka.

Namun, dilihat dari berbagai sisi ternyata, Nabi Muhammad SAW dapat dianggap sebagai pebisnis paling sukses. 

Berikut adalah beberapa alasannya:

  • Kebenaran dan Amanah: Nabi Muhammad SAW dikenal dengan gelar Al-Shiddiq dan Al-Amin yang menunjukkan kebenaran dan amanah dalam berbisnis. Sifat ini sangat penting dalam menciptakan kepercayaan dari pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat secara umum.
  • Keberhasilan sejak usia muda: Nabi Muhammad SAW sudah belajar berdagang sejak usia 12 tahun dan menjadi saudagar mandiri pada usia 17 tahun. Kesuksesannya yang tercapai pada usia muda menunjukkan bakat dan ketekunan dalam dunia bisnis.
  • Kemampuan menjalankan bisnis dengan prinsip-prinsip Islami: Nabi Muhammad SAW menerapkan prinsip-prinsip dasar berbisnis yang Islami, seperti kejujuran, keadilan, efisiensi, dan persaingan yang sehat. Ia juga tidak mengambil margin keuntungan yang tinggi, menunjukkan perhatiannya terhadap kepuasan pelanggan.
  • Kemampuan membangun jaringan bisnis dan memilih mitra bisnis yang tepat: Nabi Muhammad SAW berhasil menjalin kemitraan dengan Khadijah, yang menjadi salah satu kunci sukses dalam mengembangkan bisnisnya.
  • Keberhasilan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui bisnisnya: Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfokus pada kesuksesan materi, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai agama Islam melalui bisnisnya, seperti memberikan contoh yang baik dalam berdagang dan menyebarkan ajaran Islam dengan baik.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap sosok pebisnis sukses dalam sejarah Islam memiliki peran dan kontribusi yang berbeda, dan kesuksesan mereka tidak hanya diukur dari segi kekayaan materi. 

Mereka juga dihargai karena peran mereka dalam memajukan umat dan menyebarkan nilai-nilai agama.

Semua empat sosok ini dapat dijadikan inspirasi dan teladan bagi para pebisnis Muslim untuk mengembangkan bisnis yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selanjutnya, yuk ketahui beberapa tips dan cara yang dapat Anda terapkan dalam berbisnis sukses berkah menurut islam berikut ini.

Tips dan Cara Berbisnis Sukses Menurut Islam

Credit Image

1. Tanamkan niat yang baik dalam memulai bisnis

Niat yang baik adalah kunci utama dalam berbisnis. Sebelum memulai bisnis, Anda harus menanamkan niat yang baik dalam hati Anda.

Seorang muslim harus meniatkan bisnisnya sebagai ibadah kepada Allah, bukan hanya untuk mencari keuntungan dunia semata. Tetapi juga, sebagai sarana untuk mencari rezeki yang halal, dan sebagai jalan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Niat yang baik akan membawa berkah dan keberhasilan dalam bisnis yang Anda jalankan. Dengan niat yang baik, Anda juga akan lebih semangat, fokus, dan bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis Anda.

2. Mendalami informasi tentang muamalah bisnis dalam islam

Sebagai seorang muslim, Anda harus memahami dan mengikuti muamalah bisnis dalam islam. Muamalah bisnis adalah aturan-aturan yang mengatur tentang transaksi-transaksi bisnis yang sesuai dengan syariat islam.

Beberapa contoh muamalah bisnis dalam islam adalah larangan riba (bunga), gharar (ketidakpastian), maysir (spekulasi), hingga ihtikar (penimbunan). 

Anda dapat mencari informasi tentang muamalah bisnis ini dari sumber-sumber terpercaya, seperti Al-Quran, Hadits, kitab-kitab fiqih, para ulama, ataupun ahli fiqih.

Dengan mengikuti muamalah, Anda dapat terhindar dari dosa dan kerugian dalam berbisnis. Lantas, cara apa saja yang dapat dilakukan agar lebih memahami muamalah bisnis dalam islam ini?

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang muamalah bisnis dalam Islam, diantaranya yaitu:

  • Studi kitab Al-Quran dan Hadits: Anda dapat memulainya dengan mempelajari ayat-ayat Al-Quran dan hadits yang berkaitan dengan ekonomi, bisnis, dan perdagangan. Banyak ajaran dan petunjuk tentang muamalah bisnis dapat ditemukan di sumber-sumber utama ini.
  • Membaca buku atau literatur Islam: Cari buku, artikel, dan publikasi yang membahas masalah muamalah bisnis dalam perspektif Islam. Ada banyak buku yang ditulis oleh para ulama dan cendekiawan Muslim yang menguraikan prinsip-prinsip bisnis Islami.
  • Mengikuti kursus atau seminar: Cari kursus atau seminar yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga Islam atau komunitas Muslim tentang muamalah bisnis. Ini dapat membantu Anda memahami aspek-aspek yang lebih praktis dan kontemporer.
  • Konsultasikan dengan Ustadz atau Ahli Muamalah: Jika memungkinkan, cari nasihat dari para ustadz atau ahli muamalah yang berpengalaman dalam memberikan panduan berdasarkan ajaran Islam.
  • Gabung dengan komunitas muslim terkait bisnis: Bergabung dengan kelompok atau komunitas Muslim yang aktif dalam bisnis dan ekonomi dapat membantu Anda berbagi pengalaman dan belajar dari praktisi lainnya.

3. Memilih jenis bisnis yang halal

Setelah menanamkan niat yang baik dan mendalami informasi tentang muamalah bisnis, langkah selanjutnya adalah memilih jenis bisnis yang halal.

Jenis bisnis yang halal adalah bisnis yang tidak bertentangan dengan ajaran islam, baik dari segi produk, proses, maupun hasilnya. Apa saja sih contohnya?

Beberapa contoh jenis bisnis yang halal adalah investasi syariah, perbankan syariah, bisnis properti tanpa unsur riba, serta bisnis yang memproduksi dan menjual produk bersertifikat halal.

Dalam memilih jenis bisnis, Anda harus memastikan bahwa jenis bisnis yang Anda pilih tidak melanggar syariat islam dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan tidak merugikan, menyesatkan, dan tidak mengandung unsur-unsur yang haram, seperti riba, judi, minuman keras, makanan tidak halal, barang haram, ataupun jasa-jasa yang melanggar norma agama dan moral.

Dengan memilih jenis yang halal, akan memberikan keuntungan yang berkah dan halal pula bagi Anda.

4. Produk yang dijual berkualitas baik dan sebanding dengan harga yang ditawarkan

Dalam berbisnis, penting bagi Anda sebagai pemilik usaha untuk menjual produk yang berkualitas yang baik dan sebanding harga yang ditawarkan. Mengapa demikian?

Beberapa alasan terkait pentingnya menjual produk yang berkualitas baik dengan harga yang sebanding adalah sebagai berikut:

  • Kepuasan pelanggan: Menjual produk berkualitas akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan akan merasa puas dengan produk yang mereka beli dan mungkin akan kembali membeli produk Anda di masa mendatang atau merekomendasikannya kepada orang lain.
  • Reputasi bisnis: Produk berkualitas akan membantu membangun reputasi bisnis yang baik. Pelanggan yang puas akan memberikan ulasan positif dan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain. Reputasi yang baik akan membantu bisnis Anda berkembang dan bertahan di pasar.
  • Pertahankan pelanggan: Produk berkualitas akan membantu dalam mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Pelanggan cenderung tetap berbelanja dengan Anda jika mereka merasa mendapatkan nilai yang sebanding dengan uang yang mereka keluarkan.
  • Loyalitas pelanggan: Pelanggan yang puas dengan produk berkualitas cenderung menjadi pelanggan setia. 
  • Kepercayaan konsumen: Produk berkualitas akan membangun kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda. 
  • Daya saing: Dalam pasar yang kompetitif, produk berkualitas baik dapat menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan dan menarik pelanggan dari pesaing.
  • Keberlanjutan bisnis: Produk berkualitas yang konsisten akan membantu memastikan kelangsungan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Lantas, seperti apa sih produk yang berkualitas baik itu?

Produk berkualitas baik adalah produk yang memiliki standar kualitas tinggi, sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan, dan dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen.

Anda jangan pernah untuk menipu atau mengecewakan pelanggan Anda dengan memberikan produk yang cacat, rusak, atau tidak sesuai dengan pesanan. Berikanlah pelayanan yang ramah, cepat, dan memuaskan kepada pelanggan.

5. Menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan

Anda harus senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, mulai dari sebelum, selama, maupun setelah transaksi. Hal ini karena pelanggan merupakan aset terpenting dalam berbisnis. Tanpa pelanggan, bisnis yang Anda jalankan tidak akan berkembang dan bertahan.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, yaitu:

  • Memberikan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, dan solutif.
  • Memberikan informasi yang jelas, akurat, dan lengkap tentang produk yang Anda tawarkan.
  • Memberikan garansi atau jaminan atas produk jika ada cacat atau kerusakan.
  • Memberikan diskon atau bonus bagi pelanggan setia atau pelanggan baru.
  • Menanggapi keluhan atau komplain pelanggan dengan cepat dan tepat.

6. Sisihkan sebagian keuntungan bisnis untuk bersedekah

Dalam menjalankan bisnis, usahakan Anda dapat menyisihkan sebagian keuntungan bisnis Anda untuk bersedekah.

Jumlah sedekah tidak harus besar, tetapi harus ikhlas dan rutin. Sedekah adalah memberikan sebagian harta atau pendapatan kepada orang-orang yang membutuhkan atau kepada tujuan-tujuan yang baik tanpa mengharapkan imbalan apapun. 

Anda bisa bersedekah kepada fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, masjid, madrasah, lembaga sosial, atau tujuan-tujuan lain yang sesuai dengan syariat Islam.

Sedekah merupakan salah satu cara untuk membersihkan harta dari hal-hal yang tidak halal atau tidak berkah, untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT, untuk menambah rezeki dari Allah SWT, untuk membantu sesama manusia, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Nah itulah beberapa tips dan cara yang dapat Anda ikuti agar dapat memulai bisnis yang sukses berkah menurut islam. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam meraih kesuksesan dan keberkahan dalam berbisnis sesuai dengan ajaran Islam. 

Kesimpulan

Credit Image

Kesuksesan berbisnis menurut Islam tidak hanya diukur dari segi materi dan prestasi semata, tetapi juga dari aspek moral dan keberkahan dalam bisnis tersebut.

Bisnis yang berkah dalam pandangan Islam adalah bisnis yang mengikuti prinsip-prinsip etika dan moral Islam, menghindari hal-hal yang diharamkan, dan mengutamakan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan.

Terdapat beberapa contoh sosok pebisnis sukses dalam sejarah Islam seperti Nabi Muhammad, Khadijah, Abdurrahman bin Auf, dan Utsman bin Affan yang dapat menjadi teladan bagi Anda dalam berbisnis dengan prinsip-prinsip Islam.

Untuk mencapai kesuksesan berbisnis menurut Islam, ditekankan untuk menanamkan niat baik, memahami muamalah bisnis dalam Islam, memilih jenis bisnis yang halal, menjual produk berkualitas baik dengan harga yang sebanding, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dan menyisihkan sebagian keuntungan bisnis untuk bersedekah.

Nah sekarang, Anda sudah tahu cara berbisnis sukses menurut islam. Selanjutnya yuk baca juga konten kami tentang cara membuka usaha yang baik.

4.9/5 - (26 votes)
Writer at Adev | Website

Ros Diyanti adalah seorang penulis berbakat dan berpengalaman. Saat ini, Ros Diyanti sedang mengejar gelar sarjana dalam bidang Akuntansi di Universitas Negeri Semarang. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman magangnya di UPPD Kabupaten Semarang, penulis ini memiliki pandangan kuat mendalam, cerdas dan analitis tentang bisnis. Kini dia turut mengedukasi dan memberikan wawasan bisnisnya melalui konten berkualitas tinggi.

Slamet Purwanto adalah seorang profesional yang menggabungkan pengetahuan mendalam tentang pengetahuan ketika kuliah di jurusan Teknologi Industri Pertanian dengan keterampilan pemasaran digital. Ia meraih gelar S1 dan S2 di IPB University dan pernah menjadi peneliti di Lembaga Riset LPPM IPB.

Selain berperan sebagai peneliti, Mas Pur (sapan) juga memiliki pengalaman mengajar sebagai dosen di kampus swasta di Ponorogo, di mana ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi di salah satu prodi.

Namun, ketertarikan Mas Pur tidak hanya dalam dunia akademik. Ia mendalami ilmu tentang pemasaran digital, terutama dalam bidang SEO. Ia mengasah keterampilannya melalui kursus-kursus seperti HubSpot Academy dan pelatihan dari Google tentang Google Analytics dan Google Tag Manager.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top