fbpx

Pernah Bangkrut, Founder Rodeos Kini Jadi Pengusaha Sukses & Berdayakan Masyarakat

Pernahkah Anda mendengar pepatah ‘roda kehidupan pasti berputar’? Pepatah ini seakan menggambarkan kisah Adam Selamet Nugraha, founder brand skincare sabun Rodeos. 

Sebelum membangun brand Rodeos di tahun 2019 dan berhasil raih omzet ratusan juta per bulan, banyak perjuangan yang Adam lakukan untuk melalui kerikil tajam kehidupan. 

Adam Selamet Nugraha adalah bukti bahwa nasib bisa diubah dengan tak pernah berhenti berusaha. 

Yuk, simak cerita inspiratif Adam Selamet Nugraha selaku founder brand Rodeos selengkapnya berikut ini! Semoga bisa menjadi penguat motivasi anda saat menjalankan bisnis.

Alami Kebangkrutan Memotivasi Adam Jadi Pribadi yang Mandiri

Anda pasti setuju jika setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. Beberapa terlahir untuk beruntung, beberapa terlahir untuk menjadi pejuang. 

Adam Selamet Nugraha mungkin merupakan salah satu orang yang terlahir sebagai pejuang.  Karena keadaan finansial yang sulit, sedari kecil Adam sudah mendidik dirinya untuk mandiri dengan berjualan cemilan. 

“Dari kecil, sedari saya SD emang suka jualan. Jualan cemilan dibawa ke sekolah gitu, emang udah nggak ada gengsi-gengsi lah. Kebetulan juga bapak saya sendiri mengalami kebangkrutan pas saya usia SD jadi saya harus lebih mandiri lagi.” 

Tak berhenti di situ, Adam terus berjualan hingga dirinya lulus SMK. Ia tak pernah merasa malu dan gengsi sama sekali. Setelah lulus pun Adam tak langsung menempuh pendidikan di perguruan tinggi karena keterbatasan finansial keluarganya, Ia memilih untuk bekerja terlebih dahulu. 

Setelah dua tahun bekerja, Adam akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah. Dirinya berpikir bahwa untuk memulai sebuah bisnis, harus ada keahlian yang ia miliki.

“Selama dua tahun saya kerja sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah. Nggak memutuskan untuk bisnis karena waktu itu saya berpikir nggak ada bisnis yang signifikan. Terus saya berpikir, kayaknya bisnis juga harus punya keahlian khusus deh.”

Perjuangan pun masih berlanjut ketika dia memutuskan untuk kuliah. Orangtuanya saat itu tidak memiliki biaya untuk membayar kuliah Adam. Sehingga saat itu dirinya harus membagi waktunya antara kuliah dan mencari uang. Ia bahkan mengaku tak bisa menikmati waktu main seperti anak-anak yang lain. 

“Akhirnya kalau pulang kuliah itu saya harus dagang jus, waktu itu saya buka warung juga. Jadi pulang kuliah juga saya nggak bisa main lah. Pokoknya saya lakukan apapun yang bisa menghasilkan uang untuk membiayai kuliah, harus mandiri gitu. Udah gitu saya juga ngajuin beasiswa. Setelah saya lulus, di situ menjadi pemicu saya untuk memulai bisnis yang serius.”

Setelah berjuang mencari uang untuk kuliah, Adam akhirnya lulus dan berkesempatan kerja di bank. Namun, hal itu tak banyak membantu karena kondisi keuangan keluarganya semakin terpuruk jatuh dengan hutang yang besar, bahkan rumahnya pun sempat ingin disita. 

Adam memutar otak untuk berusaha membayar hutang keluarganya tersebut hingga akhirnya Ia terjun di dunia affiliate marketing atau pemasaran afiliasi

“Ini saya harus gimana nih untuk membayar hutang keluarga saya? Karena waktu itu rumah juga sampai mau disegel. Akhirnya saya terjun nyari-nyari di internet, bisnis apa nih yang bisa menyelesaikan masalah saya. Lalu, saya melihat ada affiliate marketing. Saya menemukan rezeki saya di sini.” 

Menjalani dunia affiliate marketing, Adam sempat mengantongi $2000 dalam waktu singkat. Dirinya pun sampai merekrut anak-anak putus sekolah di sekitarnya untuk membantu berjalannya kegiatan affiliate marketing yang Ia lakukan. 

“Akhirnya ketika saya dapet 1000 sampai 2000 dollar, saya kaget dong, karena itu gede banget untuk saya. Akhirnya saya rekrut teman-teman, waktu itu juga langsung rekrut warga di sekitar saya yang putus sekolah. Saya pengen bantu mereka yang putus harapan.” tutur Adam. 

Dari Affiliate Marketing Hingga ‘Nekat’ Putuskan Buat Brand Sendiri

Layaknya hidup, menjalani affiliate marketing juga tak selamanya mudah untuk Adam. Ada jatuh bangun yang harus ia lalui saat itu. Namun, dunia affiliate marketing juga memberinya insight yang sangat berguna sebagai langkah awal dirinya dalam memantapkan membangun bisnis. 

Ketika masih bergelut di dunia affiliate marketing, dirinya sering menghadiri konferensi bisnis yang diadakan satu tahun sekali di Bangkok. Dari konferensi tersebut, Adam mengamati adanya peningkatan pertumbuhan online shop yang signifikan. 

Hal tersebut menunjukan bahwa prospek pasar di Indonesia cukup menjanjikan untuk berjualan di ranah digital seperti online shop. Apalagi Indonesia dengan penduduk 270 juta jiwa merupakan pasar yang potensial. Adam pun mencoba peruntungannya di pasar lokal dan nekat membangun bisnis dengan brand sendiri. 

“Teman-temen saya mulai sih dari dropshipping bukan dari brand sendiri. Tapi mereka kan udah mulai dari beberapa tahun lalu, sedangkan saya baru mulai. Kalau saya ikuti mereka jadi dropshipper, kapan saya mengejarnya ya? Ah, akhirnya saya inisiatif langsung loncat bikin brand sendiri deh, nekat gitu. Dari situlah awal mulanya saya jualan produk.” ungkap Adam.

Baca juga kisah Akbar Tanjung, sang maestro sabun Klinskin.

Kenapa Pilih Bangun Brand Kosmetik Khusus Pria? Ini Jawaban Adam

Sebelum dirinya memilih bisnis kosmetik, Adam terlebih dahulu mencoba peruntungannya di dunia fashion. Namun, usahanya di bidang fashion cukup terhambat karena adanya kendala kekurangan stok. Mau tidak mau, dirinya harus merasakan rumitnya impor stok dari luar negeri. 

Akhirnya, dirinya memutar otak dan mencari bisnis lain yang bisa diproduksi di dalam negeri dan tak harus impor, pilihannya jatuh ke bisnis kosmetik khusus pria dan memilih ADEV sebagai produsen kosmetik. Ini lah awal perjalanannya bersama Rodeos. 

Setiap harinya, pabrik ADEV mampu memproduksi berbagai produk kosmetik dan personal care dengan total keseluruhan kurang lebih 8,5 ton produk. Dengan begitu Adam tak perlu pusing soal stok produk. 

“Nah, ada kan pabrik kosmetik yang bisa produksi sampai 1 juta pcs per bulannya? Ini menjadi tantangan saya juga dong, wah berarti saya nggak usah pusing sama stok produksi nih, masalah saya sudah selesai. Kosmetik dan skincare juga sudah jadi kebutuhan primer, walaupun kan ada kelasnya, ada yang murah, menengah sampai yang mahal. Kita tinggal pilih mau main di market yang mana. Terus adanya kesempatan konsumen repeat order, misalnya ketika sudah habis terus cocok kan ada kemungkinan menjadi berkelanjutan.”

Lalu, kenapa pada awalnya Adam memilih membangun Rodeos, kosmetik skincare khusus pria?

“Kita melihat ada pasarnya (untuk kosmetik pria) dan sekarang juga skincare menjadi kebutuhan primer sejalan dengan trennya media sosial. Banyak selebgram seleb tiktok nggak cowok nggak cewek pengen tampil menarik dengan memperbaiki penampilan. Banyak yang membutuhkan skincare pria juga. Yaudah deh kayaknya ada nih pasarnya, tingkat kompetitifnya juga nggak terlalu berat.”

Tak disangka, produknya dapat diterima di masyarakat karena manfaatnya yang ampuh untuk mengatasi masalah jerawat. Selain konsumen pria, ternyata banyak konsumen wanita yang juga terbantu dengan menggunakan Rodeos Charcoal Soap. 

Maka dari itu, kini Rodeos di-branding sebagai kosmetik yang bisa digunakan oleh semua kalangan baik pria maupun wanita. 

Dari berbagai lika-liku dan perjuangan tersebut, kini Adam Selamet Nugraha telah menjadi pengusaha sukses yang bisa memberdayakan masyarakat dengan membantu memajukan ekonomi di sekitarnya. 

Tak tanggung-tanggung, dirinya kini bisa mencapai omzet senilai ratusan juta sampai milyaran dan telah memiliki lebih dari 100 karyawan.

Ingin Mulai Berbisnis Kosmetik seperti Founder Rodeos? Yuk, Simak Tipsnya!

motivasi bisnis pengusaha sabun rodeos

Membangun bisnis dari nol memang bukan perkara yang mudah, apalagi Adam datang dari keluarga yang kekurangan secara finansial. Adam memberikan beberapa tips untuk Anda yang juga ingin membangun bisnis kosmetik, berikut penuturannya.

“Bisnis apapun ya, bukan hanya bisnis kosmetik, harus ada kemauan dan tujuan kita dulu. Jangan sampai kita hanya ikut-ikutan doang, tapi nggak punya keyakinan kalau bisa menjalaninya.”

Menurutnya, perlu ada riset dan perencanaan yang matang agar bisnis bisa berjalan dengan lancar.

“Ketika terjun di dunia kosmetik, kita juga harus memahami masalahnya seperti apa, risikonya seperti apa, planningnya seperti apa, udah yakin bisa, terus dibalut dengan kemauan. Mulai aja, bisanya itu nggak harus sempurna ya. Saya tambah dengan keyakinan, penyempurnaan itu akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Itu bagian dari proses sih. Pokoknya jangan cuma mau doang dan hanya ikut-ikutan.” jelas Adam kepada tim Marketing PT ADEV Natural Indonesia. 

Nah, itulah sedikit kisah inspiratif yang datang dari Adam Selamet Nugraha, founder brand Rodeos dan salah satu konsumen maklon sabun ADEV. Tertarik membangun bisnis seperti Adam dan Rodeos? Yuk, konsultasikan keinginan Anda dan hubungi ADEV sekarang juga! 

Please rate this post

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau bisnis kosmetik merek sendiri?

WeCreativez WhatsApp Support
Business Consultant
Halo, dengan Damai sebagai Business Consultant di sini. Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top