fbpx

Daftar Kandungan Kosmetik yang Berbahaya Menurut BPOM

Bahan berbahaya dalam kosmetik menurut BPOM terbaru 2022.

Produk kosmetik sejatinya digunakan untuk membersihkan dan memperbaiki penampilan. Namun, bagaimana jika produk kosmetik yang kamu gunakan justru memiliki kandungan yang berbahaya dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan? Seperti merusak kulit bahkan berisiko terhadap kesehatan?

Kosmetik yang bisa merusak kulit dan berisiko terhadap kesehatan tersebut bisa saja merupakan kosmetik berbahaya. 

Pada artikel ini, ADEV akan berfokus untuk membahas beberapa bahan kosmetik yang berbahaya, dampak kosmetik palsu dan cara untuk menghindarinya. 

Apa itu Kandungan Kosmetik yang Berbahaya?

Kandungan Kosmetik yang Berbahaya dapat diartikan sebagai produk kosmetik yang diproduksi, diedarkan, atau diperdagangkan memiliki kandungan yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu sehingga membahayakan pengguna produk.

Bahan kimia yang aman dalam kosmetik wajib digunakan oleh BPOM di manufaktur dan industri produk kecantikan dalam komposisi produk yang dibuatnya. Kebutuhan akan kosmetik aman semakin meningkat seiring meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya keamanan produk yang digunakan. Oleh karena itu, BPOM selalu melakukan pengawasan di pasar terhadap peredaran kosmetik yang ada karena bahan kimia berbahaya masih sering dijumpai.

Kosmetik aman bagi ibu hamil adalah produk kecantikan yang sangat penting untuk menunjang penampilan. Dengan menggunakan kosmetik aman, busui dan bumil dapat tetap tampil cantik. Oleh karena itu, bumil harus memilih jenis kosmetika yang mengandung bahan-bahan yang  aman untuk tubuh. 

Namun sayangnya, saat ini peredaran kosmetik semakin mudah. Tak sedikit kosmetik abal-abal atau kosmetik palsu beredar di pasaran. Nah, kosmetik palsu tersebut dapat berdampak negatif tak hanya bagi manusia, tetapi juga pada lingkungan. Inilah mengapa kandungan kosmetik yang aman sangat diutamakan.

Lalu, apa saja sih bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik palsu tersebut? Menurut BPOM, produk kosmetik palsu umumnya mengandung bahan berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3). 

Coba cara cek BPOM kosmetik ini untuk mengetahui apakah produk kosmetik kamu aman digunakan.

Apa dampaknya jika kamu menggunakan kosmetik palsu yang berbahaya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

Dampak Kandungan Kosmetik yang Berbahaya

Kandungan Kosmetik yang Berbahaya  menurut BPOM

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam retinoat, rhodamin B, dan pewarna dilarang (merah K3) dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit.

Hampir setiap tahun akan dikeluarkan daftar kosmetik berbahaya oleh BPOM. Meskipun bahan-bahan yang berbahaya untuk kosmetik telah dilarang, namun masih saja ada produsen kosmetik ilegal yang menggunakan bahan tersebut dalam produknya. Saat membeli kosmetik, pastikan produk aman dan bebas dari bahan berbahaya ya!

Dalam label kemasan produk kecantikan selalu dicantumkan komposisi produk kosmetik tersebut. Kamu hanya perlu teliti saat membaca. Jika kamu menemukan komponen bahan berbahaya,  jangan membeli produk tersebut.

Kamu perlu waspada dan hati-hati dalam memilih dan membeli produk skincare. Pasalnya beberapa produk kosmetik yang beredar di pasaran adalah produk abal-abal alias palsu. Produk tersebut beredar di Indonesia dan tidak memiliki izin edar atau notifikasi edar dari BPOM.

Efek dari penggunaan produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya adalah perubahan warna kulit (pigmentasi), bintik-bintik hitam pada kulit, iritasi kulit dan alergi (rasa gatal dan rasa terbakar).

Tahukah kamu risiko (side effect) yang mungkin bisa terjadi pada kulit karena menggunakan kosmetik abal-abal? Dirangkum dari laman Beautynesia.id, berikut ini beberapa permasalahan yang muncul pada seseorang karena menggunakan kosmetik palsu.

Munculnya jerawat, komedo dan flek hitam di wajah

Niat awal menggunakan cream pemutih untuk memutihkan kulit menjadi bencana karena menggunakan cream pemutih abal-abal. Salah satu masalah kulit yang timbul adalah adanya breakout, yakni reaksi penolakan metabolisme kulit karena ketidakcocokan kandungan produk dengan bahan dalam formula pemutih. Efek lanjutan dari breakout tersebut adalah munculnya jerawat, komedo, flek hitam.

Segera hentikan pemakaian jika muncul indikasi seperti itu. Pemakaian produk yang mengakibatkan kulit menjadi lebih rusak dapat dihindari.

Kulit memerah (tidak normal) ketika terpapar sinar matahari

Pernahkah kamu melihat seorang wanita yang kulit wajahnya tampak kemerahan (tidak wajar) saat terkena sinar matahari? Itu adalah salah satu ciri dari efek samping penggunaan cream pemutih abal-abal.

Jika pemakaian tidak dihentikan, maka bisa mengakibatkan alergi, iritasi, bahkan infeksi. Lebih jauh, jika kamu perhatikan putih wajahnya secara lebih detail maka warna merah di kulitnya tidak normal. Ada yang lebih pekat merah di sebagian titik dan lebih pudar di titik yang lain. Duh, kebayang deh gimana perihnya kulit seperti itu.

Penipisan dermis kulit

Dampak lainnya yang bisa terjadi akibat penggunaan cream pemutih abal-abal adalah munculnya bercak-bercak putih, warna kulit berubah merah muda karena penipisan dermis kulit. Beberapa gejala pada pengaruh kesehatan adalah pusing-pusing, pingsan, memicu gagal ginjal, menyebabkan batu ginjal dan bahkan gangguan pada janin.

Mengapa efek samping pada penggunaan produk krim pemutih wajah tersebut muncul? Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan bahan di dalam cream. Ada beberapa bahan kosmetik berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon. Produk tersebut memang bisa memutihkan kulit dalam waktu cepat, apalagi dengan kadar tinggi.

Kamu perlu mengenal jenis-jenis bahan dasar (kimia) yang boleh dan yg tidak boleh ada di kosmetik. Meskipun brand kosmetik yang kamu gunakan adalah yang termahal di dunia, kamu harus tetap waspada. Pasalnya ada beberapa produk kosmetik terbaik dan terlaris dijual online (booming), namun ternyata mengandung bahan berbahaya (atau tidak halal).

Barang-barang kosmetik yang dipalsukan sangat berbahaya untuk tubuh terutama kulit. Alih-alih ingin mendapatkan harga kosmetik yang murah, tapi kamu harus merogoh kocek lebih dalam karena harus mengeluarkan biaya untuk pemulihan akibat penggunaan kosmetik palsu.

Jadi, penting bagi kamu untuk mengetahui penjual kosmetik yang memang resmi dan produk yang kamu gunakan adalah asli. Selain itu, periksa juga isi dan kandungan dari kosmetik yang kamu beli tersebut.

Barang-barang kecantikan seperti sabun, krim wajah seperti cream BB yang kini sedang meroket, atau bahkan body lotion dan kosmetik biasa serupa bedak dan lipstik bisa merusak penampilan kamu jika produk tersebut palsu atau mengandung bahan yang berbahaya bagi kulit. Akibatnya adalah jika bahan kosmetik tersebut tak cocok dengan kulit, kamu malah akan mendapati kulit kamu berjerawat dan merusak kulit wajah kamu yang cihuy.

Bahan Kosmetik yang Berbahaya

Kulit wajah seringkali dijadikan sebagai bagian yang khusus dan harus dirawat dengan baik. Hal ini dikarenakan kulit wajah memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan dengan kulit di bagian lain. Oleh karena itu mengetahui bahan-bahan berbahaya yang merusak kulit haruslah diketahui dan diidentifikasi sebelum menggunakan kosmetik tersebut. Gunakan kosmetik aman untuk kulit dan bebas bahan berbahaya.

Sebagai konsumen atau pengguna kosmetik yang baik, kamu harus sadar (aware) dan paham tentang bahan-bahan yang terkandung di dalam produk kosmetik. Jangan hanya tergiur dengan bahasa iklan yang terkadang mengandung informasi yang keliru (misleading information). Dengan demikian, kamu dapat terhindar dari bahaya yang mungkin timbul dari penggunaan produk kosmetik tersebut.

Jenis kosmetik seperti serum dan pemutih kulit wajah, merupakan jenis kosmetik yang paling banyak ditemui peredarannya di pasar kosmetik.

Kedua jenis kosmetik tersebut yang paling banyak ditemukan barang ilegalnya di pasaran, sehingga BPOM terus melakukan pengawasan edar.

Ulah pedagang yang curang patut diwaspadai. Mereka hanya mementingkan keuntungan mereka saja tanpa mau tahu produk kosmetik itu aman atau tidak buat konsumen.

Dilansir dari situs treehuger.com, prevention.com disebutkan bermacam-macam bahan kimia yang sering digunakan dalam resep produk kosmetik antara lain.

  • Coal tar (tar batubara)
  • Formaldehyde (formaldehida)
  • Hydroquinone (hidrokuinon)
  • Mercury (merkuri)
  • Paraben
  • Hidroquinon
  • Antibiotik
  • Steroid
  • Tretinoin.
  • Butylated Hydroxyanisole (BHA)
  • DMDM Hydantoin
  • Fragrance dan Parfum sintetis
  • Retinyl Palmitate
  • Triethanolamine

Berikut penjelasan setiap bahan di atas:

Merkuri

Merkuri disebut juga dengan raksa atau hydrargyrum. Dalam tabel periodik merkuri disimbolkan dengan Hg dan memiliki nomor atom 80. Unsur transisi ini berwarna keperakan, berbentuk cair dalam suhu ruang dan mudah menguap.

Fungsi utama bahan ini pada kosmetik adalah membuat wajah tampak lebih putih dalam waktu singkat. Akan tetapi, bahan ini dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi kulit. Terlebih lagi jika penggunaannya terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama.

Kosmetik yang mengandung merkuri akan memberi efek negatif secara langsung seperti iritasi kulit sehingga kulit berwarna kemerahan ketika terpapar sinar matahari. Bahkan, bahan ini dapat menimbulkan efek yang lebih parah seperti merusak sel saraf, saluran pencernaan, ginjal, berpengaruh pada kondisi kesehatan janin, hingga memicu kanker kulit.

Meskipun bahan berbahaya ini sudah tak asing lagi didengar, di luar sana masih banyak oknum-oknum nakal yang membuat kosmetik dengan bahan merkuri. Jadi, tetap waspada ya!

Nah, supaya kamu semakin wawas dalam memilih produk kosmetik yang aman. Berikut kami berikan informasi ciri produk pemutih dengan kandungan merkuri.

Ciri-ciri produk pemutih yang mengandung merkuri

  • Tekstur produk cenderung lengket (pekat)
  • Agar tampak lebih encer, sebagian produsen nakal mencampurkan merkuri dengan bedak dingin (bedak jerawat)
  • Produk tampak tidak homogen, apabila didiamkan maka komponen minyak akan terpisah
  • Tercium bau logam merkuri, tetapi sayangnya pabrikan nakal menambahkan parfum yang menyengat untuk menghilangkan bau logam merkuri tersebut
  • Warna produk umumnya sangat mencolok
  • Apabila diusapkan pada kulit lengan terasa panas dan gatal (gejala iritasi).
  • Kulit dapat berubah putih dalam waktu singkat (kurang 2 Minggu, tergantung kadar kandungan merkuri, makin tinggi makin lebih cepat memberikan warna putih)

Sahabat ADEV, pastikan kamu tidak mudah tergiur dengan harga kosmetik yang murah. Kamu juga bisa menyaksikan cuplikan berita Liputan6 tentang kosmetik oplosan yang mengerikan. Mau tahu kenapa? Kami bocorkan sedikit, pelaku menggunakan bahan oplosan seperti soda kue, pewarna makanan, dan zat kimia merkuri. Hati-hati, ya!

Simak bahaya merkuri dalam tayangan video berikut.

Retinoid atau Asam Retinoat

Retinoid merupakan senyawa kimia yang berkaitan dengan Vitamin A. Manfaat retinoid untuk menjaga kecantikan kulit adalah dengan mengatasi jerawat, kerutan, menjaga elastisitas kulit, serta mencerahkan flek hitam (hiperpigmentasi) akibat paparan sinar matahari.

Bahan retinoid biasanya terdapat pada produk anti jerawat. Beberapa sumber ilmiah menyebutkan bahwa penggunaan kosmetik yang mengandung retinoid dapat meningkatkan resiko cacat pada janin.

Asam retinoat adalah turunan dari vitamin A yang sering disebut dengan tretinoin yang digunakan dalam mengatasi jerawat. 

Menurut Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM, asam retinoat termasuk kategori obat yang harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit (bukan sebagai kosmetik), sehingga dalam produk kosmetika (termasuk pemutih wajah) yang dijual bebas di pasaran tidak boleh ada kandungan asam retinoat

Bahaya penggunaan asam retinoat adalah menimbulkan iritasi kulit, bersifat karsinogenik, dan teratogenik (menyebabkan cacat janin). 

Tujuan penggunaan bahan ini pada awalnya adalah mempercepat regenerasi kulit mati sehingga mudah membentuk sel baru dengan pori-pori yang lebih kecil dan terlihat mulus. Akan tetapi penggunaan yang salah dan tidak cocok dengan kulit wajah akan menyebabkan rusaknya sel pada kulit sehingga tampak kering dan terkelupas. Selain itu bagian yang terkena bahan ini akan terasa panas dan menimbulkan iritasi dan teratogenik.

Asam salisilat

Asam salisilat adalah obat yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya kondisi-kondisi yang disebabkan oleh penebalan dan pengerasan lapisan kulit. Misalnya, kutil, mata ikan, psoriasis, kulit bersisik, infeksi kuku, dan kapalan. Asam salisilat merupakan obat golongan keratolitik. 

Asam salisilat bisa ditambahkan dalam formula sabun, bedak atau cream anti jerawat.  Fungsinya untuk membantu kulit melepaskan sel-sel mati dan mengurangi kemerahan.  Namun, asam salisilat menimbulkan efek samping bagi kulit yang sensitif seperti iritasi pada kulit, kulit menjadi kering dan terasa terbakar. Selain itu, kandungan asam salisilat pada kosmetik dapat menimbulkan alergi seperti ruam/gatal, pusing yang berat, dan sesak napas. Bahkan, walaupun kandungannya dalam kosmetik kurang dari 2%, tapi bahan tersebut juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Hidrokuinon

Hidrokuinon adalah senyawa organik aromatik yang merupakan jenis fenol, turunan dari benzena, memiliki rumus kimia C₆H₆ (OH) ₂.

Hidrokuinon atau Hydroquinone biasanya terdapat pada krim pemutih wajah. Hidrokuinon dapat meresap ke dalam kulit dan masuk dalam peredaran darah, sehingga dapat mengganggu proses pembentukan kulit janin.

Bahan ini digunakan untuk mencerahkan warna kulit, menyamarkan bintik hitam, dan mengatasi hiperpigmentasi . Bahan ini telah dilarang di Inggris. Berdasarkan informasi yang disediakan oleh EWG’s Skin Deep database, bahan ini termasuk dalam kategori paling beracun (rated most toxic). Bahan ini juga terkait dengan kanker dan keracunan (kerusakan) pada sistem reproduksi.

Batas aman penggunaan bahan ini tidak lebih dari 2%. Kendati begitu, Indonesia juga telah melarang penggunaan bahan ini pada kosmetik. Hal ini sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) nomor HK.00.05.42.1018 tanggal 25 Februari 2008.

Efek samping yang umum terjadi setelah seseorang terkena paparan hidrokuinon pada kulit adalah iritasi, kulit menjadi merah (eritema), dan rasa terbakar. Efek ini terjadi segera setelah pemakaian hidrokuinon dengan konsentrasi yang tinggi yaitu diatas 4%. Sedangkan untuk pemakaian hidrokinon dibawah 2% dalam jangka waktu lama secara terus menerus dapat terjadi diskolorasi warna kulit. 

Efek tersebut mulai terlihat setelah penggunaan selama 6 bulan dan kemungkinan tidak dapat dipulihkan.

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida adalah obat yang digunakan untuk mengatasi jerawat. Obat ini berfungsi mengurangi peradangan, membunuh bakteri penyebab jerawat, dan membuka pori-pori kulit yang tertutup.

Penggunaan bahan ini perlu resep dari dokter karena bahan ini bersifat aktif. Apabila penggunaannya tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping bagi kulit. Niatnya ingin mengatasi jerawat malah memperburuk keadaan jerawat.

Efek samping yang timbul dari bahan ini adalah iritasi kulit, jerawat semakin banyak, kulit wajah memerah dan mengelupas. Tak hanya itu, benzoil peroksida dapat menyebabkan jerawat yang baru muncul terasa sangat perih.

Para Aminobenzoic Acid (PABA)

Para aminobenzoic acid atau asam 4-Aminobenzoic adalah senyawa organik dengan rumus H₂NC₆H₄CO₂H. PABA adalah padatan putih, meskipun sampel komersial dapat tampak abu-abu. Bahan ini sedikit larut dalam air, terdiri dari cincin benzena yang digantikan dengan gugus amino dan karboksil. Senyawa terjadi secara alami.

PABA atau singkatan dari Para Amino Benzoic Acid, biasanya terdapat pada tabir surya. Penggunaan produk ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pada beberapa hormon tertentu. Selain itu, PABA dapat menyebabkan fotosensitivitas, yakni reaksi tubuh yang berlebihan ketika terpapar sinar matahari. Misalnya, meskipun sangat minimal terpapar sinar matahari, kulit mudah sensitif, muncul ruam dan kulit terbakar.

Paraben

Dalam istilah kimia, paraben merupakan ester dari p-hydroxybenzoic acid. Jenis paraben yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparaben, propylparaben, and butylparaben.

Paraben adalah salah satu bahan yang biasanya digunakan untuk mengawetkan produk kosmetik dan berfungsi sebagai antimikroba. Namun, paraben juga dapat menimbulkan efek samping hampir mirip dengan merkuri seperti timbulnya ruam, kulit bersisik, bengkak, melepuh dan terasa terbakar. 

Bahan ini juga dikaitkan dengan kanker, hanya saja studinya masih terbatas apakah paraben dapat menyebabkan kanker. Melansir Alodokter, studi tersebut hanya menemukan paraben pada pasien yang mengidap kanker. Terlebih lagi, paraben dianggap sulit mengendap dalam tubuh dan mudah dibuang melalui urin. 

Meskipun begitu, paraben digunakan dalam jumlah atau dosis yang terbatas.

Bahan Pewarna Rhodamin

Bahan pewarna yang digunakan pada kosmetik pada umumnya bertujuan untuk memberikan sentuhan lain pada titik-titik di wajah yang bisa menambah aura kecantikan. Akan tetapi tak sedikit bahan yang menggunakan pewarna yang membahayakan bagi kulit.

Bahan pewarna yang paling sering ditemui dan membahayakan adalah merah K.3 ( CI 15585), merah K.10 (Rhodamin B), dan jingga K.1 (CI 12075). Pewarna-pewarna tersebut  seringkali ditambahkan pada lipstik. Bahan-bahan ini termasuk dalam salah satu bahan paling membahayakan karena bisa menimbulkan kanker dan kerusakan permanen pada kulit jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Akhir-akhir ini makin banyak ditemukan adanya Rhodamin B dalam makanan dan kosmetik. Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Rhodamin adalah jenis pewarna yang berbahaya untuk kesehatan janin dan ibu.

Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan kosmetik.  Paparan jangka pendek penggunaan rhodamin B pada kulit dapat menyebabkan iritasi pada kulit, Selain itu, penggunaan rhodamin B pada kulit dapat juga mengakibatkan efek sistemik dan bersifat mutagenik (menyebabkan perubahan kromosom). 

Produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat agar terhindar dari risiko kesehatan. 

Coal Tar

Coal tar adalah zat kimia yang memiliki warna pekat yang dapat mengaktifkan sel-sel kanker. Dikenal sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker), bahan  ini telah dilarang di Uni Eropa, tetapi masih digunakan di Amerika Utara. Bahan ini sering digunakan pada produk perawatan kulit kering, shampo anti ketombe dan anti-lice. Selain itu juga tercatat sebagai pewarna (colour plus number) seperti: FD&C Red No. 6.

Formaldehyde

Coal tar adalah zat kimia yang memiliki warna pekat yang dapat mengaktifkan sel-sel kanker. Dikenal sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker), bahan  ini telah dilarang di Uni Eropa, tetapi masih digunakan di Amerika Utara. Bahan ini sering digunakan pada produk perawatan kulit kering, shampo anti ketombe dan anti-lice. Selain itu juga tercatat sebagai pewarna (colour plus number) seperti: FD&C Red No. 6.

Video tentang Ciri-ciri Cream Kosmetik Berbahaya

Maraknya Peredaran Kosmetik Berbahaya di Indonesia

Industri kosmetik merupakan industri yang tetap bertumbuh dengan baik walaupun diterpa pandemi. Karena mudahnya transaksi online melalui e-commerce, pandemi COVID-19 tidak berdampak banyak dan menghentikan orang-orang untuk membeli kosmetik.

Hal tersebut dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik selama 7 bulan pandemi mencatat peningkatan 480% transaksi online.

Peningkatan ini juga ternyata dimanfaatkan oleh oknum penjual di e-commerce untuk memasarkan produk kosmetik tanpa izin edar atau ilegal dan mengandung bahan berbahaya. 

Padahal, menurut pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan/mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar/notifikasi atau ilegal dipidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1.5 miliar rupiah.

Munculnya oknum penjual kosmetik berbahaya yang seakan tak pernah jera ini tentu bisa merugikan banyak pihak. Pihak yang bisa dirugikan karena adanya kosmetik palsu berbahaya tanpa izin edar di antaranya adalah konsumen yang menggunakan, pengusaha kosmetik yang produknya dipalsukan, hingga kerugian negara.

Ada beberapa pengusaha kosmetik nakal yang memproduksi kosmetik palsu atau secara ilegal. Jika kamu menyimak berita tentang penggerebekan kosmetik oleh polisi dan BPOM, maka ada ribuan produk kosmetik abal-abal beredar. Kosmetik tersebut terindikasi berbahaya karena mengandung bahan yang tidak memenuhi peraturan BPOM. Misalnya saja menggunakan bahan seperti merkuri atau raksa.

Seperti yang pernah diberitakan oleh News Liputan 6 pada Sigi Investigasi tanggal 28 Februari 2016, bahwa pihak BPOM sendiri terkadang masih kesulitan dalam mendeteksi dan mengawasi peredaran kosmetik ilegal via online. Walaupun hal tersebut sudah dalam pantauan dari pihak atau badan terkait.

Pada dasarnya, tidak seluruh produk kosmetik murah akan memiliki kualitas murahan atau abal-abal. Akan tetapi di era modern yang sudah serba canggih seperti sekarang ini, tidak sedikit juga oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut demi kepentingan sendiri.

Salah satunya yakni memasarkan kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin resmi dari BPOM. Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas, kita dituntut untuk senantiasa waspada terhadap peredaran kosmetik palsu atau ilegal. Tindakan yang bisa dilakukan adalah selektif dan berhati-hati ketika memilih produk kosmetik yang dijual dengan harga murah.

Itulah yang sebaiknya kita waspadai saat membeli produk kosmetik secara online. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming distributor atau agen pemasaran produk kecantikan yang menawarkan kisaran harga murah.

Jika kita selektif dan cermat dalam memilihnya, maka tidak menutup kemungkinan kita pun akan menemukan penjual kosmetik terpercaya, termurah dan terlengkap. Untuk keperluan bisnis, sebaiknya kamu mencari dan menggunakan supplier kosmetik BPOM.

Cara ADEV Lindungi Customer

authentic tools - alat cek keaslian produk kosmetik adev

Nah, lalu bagaimana cara untuk terhindar dari kosmetik berbahaya seperti kosmetik palsu? ADEV Authentic Tools solusinya!

 ADEV menginisiasi untuk membuat fitur Authentic Tools atau cek keaslian produk. Untuk para pebisnis, fitur eksklusif ini bisa mencegah pemalsuan produk sekaligus permainan harga oleh agen/distributor. 

Sedangkan untuk para konsumen, fitur ADEV Authentic Tools ini dapat digunakan untuk mengecek keaslian produk yang kamu terima. Dengan begitu, kamu bisa mengantisipasi jika produk tersebut merupakan produk palsu dan mencegah risiko kesehatan yang diakibatkan produk palsu tersebut. 

Demikian artikel ini, semoga Sahabat ADEV semakin cermat dalam memilih produk kosmetik. Apalagi bagi kamu calon pebisnis kosmetik, jangan sampai produk kosmetik kamu mengandung bahan-bahan berbahaya. Tak hanya membahayakan konsumen, tetapi juga mengancam bisnismu. 

Mau membuat produk kosmetik yang terjamin keamanan bahannya serta memudahkanmu dalam mendapatkan legalitas produk? ADEV solusinya!

4.8/5 - (42 votes)