Pengertian & Jenis Notes Parfum: Top, Middle, Base Note

Botol parfum Adev dikelilingi bahan alami lemon, mawar, dan cendana, mengilustrasikan komposisi notes parfum

Membuat parfum bukanlah sekadar aktivitas mencampur cairan kimia di laboratorium; ini adalah seni bercerita yang tidak terlihat namun sangat terasa.

Bayangkan sebuah simfoni orkestra yang memukau – ada intro yang menghentak untuk mencuri perhatian, melodi utama yang menyentuh hati, dan penutup yang megah serta membekas dalam ingatan.

Dalam dunia perfumery, struktur komposisi parfum dikenal sebagai Notes Parfum atau Perfume Notes.

Bagi Mitra Adev, baik Anda seorang fragrance enthusiast yang ingin lebih cerdas memilih aroma, atau calon brand owner yang sedang meriset langkah-langkah dalam cara memulai bisnis parfum brand sendiri, memahami konsep Piramida Wangi (Fragrance Pyramid) adalah fundamental.

Mengapa wangi parfum berubah setelah beberapa jam pemakaian? Jawabannya terletak pada sains di balik seni tersebut.

Aroma parfum tidak bersifat statis; ia adalah entitas yang hidup dan berevolusi melalui proses penguapan (volatilitas) yang kompleks. Sebuah komposisi parfum dirancang untuk bergerak dinamis dari Top Notes yang segar dan ringan, bertransisi menuju Middle Notes (jantung aroma) yang berkarakter, hingga akhirnya menetap pada Base Notes yang hangat dan tahan lama.

Di artikel ini, kita akan membedah lapisan-lapisan struktur parfum secara mendalam, memberikan Anda “kacamata” seorang perfumer untuk tidak hanya sekadar mencium wewangian, tetapi benar-benar “membaca” komposisi dan merancang visi aroma Anda sendiri bersama Adev.

Apa Itu Notes dalam Parfum?

Secara teknis, Notes dalam parfum adalah lapisan-lapisan aroma individual yang dirancang dengan cermat untuk membentuk keseluruhan komposisi parfum. Jika parfum adalah sebuah bangunan, notes adalah batu bata yang menyusunnya. Namun, sebagai seorang peracik, kami di Adev lebih suka memandangnya sebagai sebuah karya seni yang hidup.

Bayangkan parfum sebagai sebuah komposisi musik yang harmoni. Dalam sebuah simfoni, Anda tidak mendengar semua instrumen bermain keras secara bersamaan di satu detik yang sama. Ada intro yang memikat, ada bagian chorus atau inti lagu yang emosional, dan ada penutup yang memudar perlahan.

Demikian pula dengan parfum, notes terbagi menjadi tiga tingkatan (fase) yang muncul secara berurutan seiring waktu:

  1. Top Notes (Kepala): Kesan pertama yang meledak namun singkat.
  2. Middle Notes (Jantung): Karakter utama yang menjembatani aroma.
  3. Base Notes (Dasar): Fondasi yang memberikan kedalaman dan ketahanan.

Pemahaman mengenai notes parfum ini sangat krusial karena menjelaskan fenomena evolusi aroma.

Banyak konsumen yang bingung mengapa wangi parfum saat pertama kali disemprotkan di toko berbeda dengan wanginya setelah dipakai seharian di rumah. Hal ini terjadi karena setiap bahan baku parfum memiliki tingkat volatilitas (kecepatan penguapan) yang berbeda-beda.

Memahami interaksi antar lapisan ini akan membantu Mitra Adev dalam mengidentifikasi jenis-jenis aroma parfum yang berkualitas dan merancang produk yang memiliki transisi aroma yang mulus.

Piramida Notes Parfum

Untuk mempermudah visualisasi bagaimana sebuah parfum bekerja, industri wewangian menggunakan model standar yang dikenal sebagai Piramida Wangi (Olfactory Pyramid). Struktur segitiga ini tidak hanya menggambarkan urutan munculnya aroma, tetapi juga proporsi dan peran masing-masing lapisan dalam menjaga keutuhan wangi.

Infografis piramida wangi (fragrance pyramid) yang menampilkan lapisan lemon sebagai top notes, bunga mawar sebagai middle notes, dan kayu cendana sebagai base notes, bersanding dengan botol parfum maklon Adev.
Piramida Wangi: Ilustrasi visual bagaimana notes parfum terbagi menjadi tiga lapisan aroma—Top, Middle, dan Base—yang menentukan karakter dan ketahanan wewangian Anda. (Visualisasi oleh Adev)

Secara struktural, piramida ini terbagi menjadi tiga tingkatan komposisi:

  • Top Notes (Puncak): Berada di posisi paling atas, ini adalah aroma pembuka yang agresif namun cepat berlalu. Fungsinya vital untuk menarik perhatian instan.
  • Middle Notes (Tengah): Bagian yang lebih luas di tengah piramida. Ini adalah “badan” dari parfum yang memberikan karakter sesungguhnya.
  • Base Notes (Dasar): Fondasi piramida yang menopang seluruh struktur di atasnya. Tanpa base notes yang kuat, aroma akan terasa dangkal dan cepat hilang.

Prinsip Ilmiah dalam Notes Parfum: Volatilitas dan Berat Molekul

Mengapa urutan notes dimulai dari top, middle, dan base? Mengapa aroma jeruk (Citrus) selalu muncul di awal, sementara aroma kayu (Woody) muncul di akhir?

Jawabannya terletak pada Volatilitas (laju penguapan) dan berat molekul dari bahan baku parfum yang digunakan.

  • Molekul Ringan (Top Notes): Bahan-bahan seperti minyak sitrus memiliki molekul yang sangat kecil dan ringan. Top note memiliki volatilitas tinggi, artinya mereka sangat mudah menguap begitu terkena udara atau panas tubuh.
  • Molekul Berat (Base Notes): Sebaliknya, bahan seperti Musk atau Sandalwood terdiri dari molekul yang besar, berat, dan kompleks. Volatilitasnya rendah, sehingga base note membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai menguap dan tercium, namun mampu bertahan (menempel) jauh lebih lama di kulit.

Memahami prinsip sains sederhana ini akan membantu Mitra Adev menyadari bahwa perubahan aroma bukanlah cacat produk, melainkan bukti bahwa parfum tersebut memiliki struktur yang kompleks dan dinamis.

Macam-Macam Notes Parfum

Sebuah parfum yang dirancang dengan baik tidak pernah berdiri pada satu dimensi aroma saja. Ia memiliki kedalaman dan lapisan yang terungkap secara perlahan.

Sebagai seorang scent composer, tugas kami bukan hanya mencampurkan bahan, melainkan menempatkan setiap bahan tersebut pada “kamar” yang tepat sesuai dengan karakteristik penguapannya.

Mari kita bedah satu per satu lapisan anatomi parfum ini untuk memahami peran unik, karakteristik, dan bahan-bahan ikonik yang membangun identitas sebuah wewangian.

1. Top Notes Parfum

Peran top notes: Kesan Pertama yang Memikat.

Jika parfum adalah sebuah pertemuan, maka Top Notes adalah jabat tangan pertamanya. Ini adalah aroma yang pertama kali menyapa indra penciuman Anda begitu parfum disemprotkan dari botol.

Fotografi makro irisan bergamot dan lemon yang jatuh ke air, merepresentasikan kesegaran aroma top notes.

Fungsi top notes sangat krusial dalam pemasaran produk wewangian karena top notes-lah yang sering kali menjadi penentu apakah seseorang akan membeli parfum tersebut atau tidak dalam hitungan detik pertama. Sifatnya “mengundang” dan bertugas membuka pintu persepsi terhadap keseluruhan komposisi.

Karakteristik & Durasi Top Notes

Secara kimiawi, top notes terdiri dari molekul-molekul yang paling kecil, paling ringan, dan memiliki volatilitas paling tinggi. Karena sifatnya yang sangat mudah menguap, aroma pada lapisan ini menyebarkan aroma dengan tajam dan segar, namun tidak bertahan lama.

  • Durasi: Biasanya hanya bertahan selama 5 hingga 15 menit pertama sebelum mulai transisi ke lapisan berikutnya.
  • Kesan: Segar, tajam (sharp), ringan, dan energetik.

Contoh Aroma Top Notes Parfum

Karena membutuhkan molekul yang ringan, aroma yang mengisi lapisan ini didominasi oleh kelompok sitrus, buah-buahan ringan, dan tanaman herbal segar. Beberapa entitas bahan baku yang paling populer meliputi:

  • Citrus (Jeruk-jerukan). Ini adalah raja dari top notes. Contohnya meliputi Bergamot (memberi kesan earl grey tea yang elegan), Lemon, Jeruk Mandarin, dan Grapefruit.
  • Aromatic & Herbal. Memberikan sentuhan “hijau” dan pedas yang menyegarkan, seperti Lavender, Mint, Basil, dan Rosemary.
  • Light Fruits. Buah-buahan berair yang tidak terlalu manis, seperti Apel Hijau, Pir, dan Berries.

Bagi Mitra Adev yang ingin menciptakan produk Eau de Cologne atau Body Mist yang menyegarkan untuk iklim tropis Indonesia, memaksimalkan kualitas dan kombinasi pada top notes adalah strategi kunci yang sangat kami rekomendasikan.

2. Middle Notes Parfum

Peran middle notes: Jantung dan Jiwa Parfum.

Jika top notes adalah jabat tangan pembuka, maka Middle Notes (sering disebut juga Heart Notes) adalah percakapan panjang yang mendalam. Ini adalah inti cerita sesungguhnya dari sebuah parfum. Fase ini dianggap sebagai bagian terpenting karena menentukan kategori aroma (fragrance family) dominan dari produk tersebut – apakah ia berkarakter floral, spicy, atau fruity.

Fotografi makro bunga mawar merah muda dan melati putih, merepresentasikan aroma floral pada middle notes parfum.
Middle Notes: Sering disebut sebagai ‘jantung’ parfum, lapisan ini didominasi oleh aroma bunga seperti Mawar dan Melati yang memberikan karakter utama.

Secara teknis, middle notes juga memiliki fungsi “kosmetik” yang vital, yaitu berfungsi untuk menyamarkan aroma dari base notes yang terkadang bisa tercium kurang menyenangkan atau terlalu keras di fase awal, sembari menunggu base notes tersebut matang dan menyatu dengan kulit.

Karakteristik & Durasi Middle Notes Parfum

Lapisan ini mulai menampakkan dirinya tepat saat kesegaran top notes mulai memudar. Molekulnya memiliki ukuran sedang dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan aroma pembuka.

  • Durasi: Middle notes biasanya bertahan cukup lama, mulai dari 20 menit hingga 4 jam setelah penyemprotan.
  • Kesan: Lebih “bulat”, lembut (mellow), kompleks, dan harmonis.

Contoh Aroma Middle Notes Parfum

Sekitar 70% dari total aroma yang Anda cium dalam sebuah parfum biasanya berasal dari middle notes. Bahan-bahan yang digunakan seringkali diambil dari unsur bunga-bungaan, rempah, dan buah yang lebih berat.

  • Floral (Bunga), merupakan bintang utama di fase ini. Mawar (Rose), Melati (Jasmine), Tuberose, Lavender (bisa di top atau middle), dan Ylang-ylang memberikan kesan feminin dan romantis.
  • Spicy (Rempah), memberikan kehangatan dan karakter eksotis, seperti Kayu Manis (Cinnamon), Cengkeh (Clove), Kapulaga, dan Pala (Nutmeg).
  • Green & Fruity, seperti Galbanum (aroma dedaunan hijau) atau buah-buahan berat seperti Peach dan Plum.

Bagi Anda yang sedang merancang produk parfum, pemilihan heart notes sangat krusial karena inilah wangi yang akan menemani pengguna Anda menjalani sebagian besar aktivitas harian mereka.

Di Adev, kami sering mengingatkan klien bahwa harga bibit parfum yang berkualitas untuk middle notes (terutama absolute bunga asli) adalah investasi yang sangat mempengaruhi persepsi kemewahan produk akhir.

3. Base Notes (Aroma Dasar) Parfum

Peran base note: Fondasi dan Memori yang Abadi.

Jika parfum adalah sebuah film, Base Notes adalah credit title yang meninggalkan kesan mendalam setelah layar meredup. Ini adalah fase penutup yang sering disebut sebagai Dry Down.

Komposisi bahan baku kayu cendana, vanilla, dan getah amber, merepresentasikan aroma hangat dan tahan lama pada base notes.
Base Notes: Fondasi aroma yang hangat dan sensual, dibangun dari bahan-bahan berkarakter kuat seperti Kayu Cendana dan Vanilla untuk ketahanan maksimal.

Peran base note sangat fundamental, yaitu memberikan kedalaman (depth), soliditas, dan yang paling penting, menjadi pengikat (fixative) agar aroma top dan middle notes tidak menguap terlalu cepat.

Seringkali, aroma base note diasosiasikan orang sebagai “bau khas” Anda, karena inilah wangi yang menempel di baju atau kulit setelah seharian beraktivitas. Base notes bekerja dengan cara meresap ke dalam kulit dan bercampur dengan kimia tubuh alami pemakainya, menciptakan aroma unik yang personal (skin scent).

Karakteristik & Durasi Base Notes Parfum 

Molekul-molekul pada lapisan base notes parfum adalah yang terbesar, terberat, dan paling lambat menguap. Karena sifatnya yang “berat”, aroma ini mungkin tidak langsung tercium saat pertama kali disemprot, dan baru muncul sepenuhnya setelah aroma lain mulai menipis.

  • Durasi: Biasanya baru mulai muncul secara dominan setelah 1 hingga 2 jam pemakaian, namun mampu bertahan 6 jam hingga lebih dari 24 jam, terutama pada jenis parfum dengan konsentrasi tinggi seperti Extrait de Parfum.
  • Kesan: Berat, hangat, kaya (rich), sensual, dan menenangkan.

Contoh Aroma Base Notes Parfum 

Bahan-bahan base notes parfum sering kali berasal dari kayu-kayuan, getah resin, atau unsur hewani (yang sekarang banyak digantikan sintetis demi etika). Indonesia patut bangga karena merupakan salah satu penghasil bahan baku base notes terbaik di dunia.

  • Aroma Woody (Kayu), memberikan kesan kokoh dan elegan. Contohnya Cendana (Sandalwood) yang creamy, Cedarwood yang kering, Vetiver, dan tentu saja Nilam (Patchouli) – emas hijau dari Indonesia yang menjadi primadona di dunia perfumery.
  • Aroma Resinous & Amber memberikan kesan manis dan hangat, seperti Amber, Kemenyan (Benzoin), dan Vanilla yang memberikan sentuhan gourmand (manis seperti makanan).
  • Aroma Musky: Musk (kesturi) adalah bahan ajaib yang memberikan kesan “bersih”, sensual, dan berfungsi sebagai pengawet aroma alami yang sangat baik.

Tabel Anatomi & Karakteristik Notes Parfum

Tabel berikut ini membedah struktur piramida wangi untuk membantu Anda memahami fungsi dan karakteristik unik dari setiap lapisan aroma.

Jenis NotesPeran & Fungsi UtamaEstimasi DurasiContoh Aroma Populer
Top Notes
(Head Notes)
“The Opener” (Pembuka)
Memberikan kesan pertama yang memikat, segar, dan agresif untuk menarik perhatian instan.
5 – 15 Menit
(Sangat Volatil)
• Citrus: Lemon, Bergamot, Mandarin
• Herbal: Mint, Basil
• Fruit: Apel Hijau, Berries
Middle Notes
(Heart Notes)
“The Character” (Inti)
Menjadi jantung yang menentukan keluarga aroma (fragrance family) dan menyeimbangkan komposisi.
20 Menit – 4 Jam
(Volatilitas Sedang)
• Floral: Mawar (Rose), Melati (Jasmine)
• Spicy: Kayu Manis, Cengkeh
• Green: Daun-daunan, Galbanum
Base Notes
(Dry Down)
“The Foundation” (Dasar)
Memberikan kedalaman, kehangatan, dan berfungsi sebagai pengawet (fixative) agar aroma tahan lama.
6 Jam – 24 Jam+
(Volatilitas Rendah)
• Woody: Cendana (Sandalwood), Nilam (Patchouli)
• Oriental: Amber, Vanilla
• Animalic: Musk

Memahami base notes membantu Anda mengerti tingkatan konsentrat parfum. Semakin tinggi konsentrasi minyak parfum, biasanya semakin kaya komponen base notes-nya, membuat wanginya jauh lebih tahan lama dibandingkan body mist yang hanya mengandalkan top notes sesaat.

Cara Membaca Notes Parfum Terkenal

Membaca deskripsi notes pada botol parfum terkadang membingungkan, seperti membaca menu makanan dalam bahasa asing.

Anda melihat daftar bahan, tetapi sulit membayangkan bagaimana rasanya – atau dalam hal ini, wanginya.

Untuk memudahkan Mitra Adev memahami bagaimana Top, Middle, dan Base notes bekerja dalam satu harmoni, mari kita bedah salah satu parfum pria paling fenomenal di dekade ini, yaitu Dior Sauvage.

Infografis analisis notes parfum ala Dior Sauvage, menampilkan botol parfum biru gelap dikelilingi bahan bergamot (top), lavender (middle), dan kayu cedar (base).
Bedah Aroma: Visualisasi bahan baku penyusun parfum populer. Perhatikan bagaimana kesegaran Bergamot di top notes didukung oleh heart Lavender dan base Cedarwood yang maskulin.

Mengapa parfum Dior Sauvage begitu sukses? Jawabannya ada pada transisi notes-nya yang kontras namun mulus. Berikut adalah analisis “cerita” aroma dari Dior Sauvage (Eau de Toilette) berdasarkan piramida wanginya:

  • Top Note (Pembuka) – Saat pertama kali disemprotkan, Anda akan disambut oleh ledakan kesegaran dari Calabrian Bergamot. Namun, ini bukan sekadar wangi jeruk biasa; ia dipadukan dengan Pepper (Lada) yang memberikan sensasi pedas dan tajam.
    Analisis Perfumer: Fase ini dirancang untuk “membangunkan” indra dan memberikan kesan bersih, segar, dan percaya diri secara instan.
  • Middle Notes (Transisi) – Setelah 15 menit, kesegaran tajam mereda dan muncul aroma Lavender, Sichuan Pepper, dan Geranium. Lavender memberikan nuansa aromatic (seperti sabun cukur klasik yang maskulin), sementara lada menjaga energinya tetap hidup.
    Analisis Perfumer: Ini adalah fase di mana parfum menunjukkan karakter “Fougere” modern-nya – campuran antara elemen bunga herbal dan rempah yang elegan.
  • Base Note (Penutup) – Inilah rahasia ketahanan Dior Sauvage. Aroma akhirnya didominasi oleh Ambroxan (molekul sintetis yang meniru Ambergris alami) serta sentuhan kayu Cedarwood. Wanginya menjadi hangat, sedikit asin (salty), berkayu, dan sangat menempel di kulit (musky).
    Analisis Perfumer: Penggunaan Ambroxan dalam dosis tinggi adalah kunci yang membuat parfum ini memiliki projection (daya sebar) yang kuat dan bertahan seharian, mengubah kesegaran awal menjadi jejak maskulin yang misterius.

Dengan memahami bedah struktur aroma parfum seperti ini, Anda tidak lagi memilih parfum secara buta. Anda mulai mengerti bahwa jika Anda menyukai wangi yang segar di awal tapi manis di akhir, Anda harus mencari kombinasi Top Citrus dan Base Vanilla/Amber.

Pengetahuan ini sangat berharga, terutama jika Anda berniat mengikuti tren bisnis parfum dengan menciptakan signature scent untuk brand Anda sendiri.

Cara Adev Bantu Anda Meracik Notes Parfum

Mengetahui daftar notes saja tidak serta-merta membuat seseorang bisa menciptakan parfum yang hebat. Daftar notes pada sebuah parfum ibarat daftar pemain dalam sebuah orkestra. Memiliki pemain biola dan penabuh drum terbaik tidak menjamin terciptanya simfoni yang indah jika tidak ada dirigen yang memimpin harmonisasinya.

Di sinilah peran Adev sebagai mitra ahli perfumery Anda.

Seorang perfumer ahli di laboratorium Adev sedang mengevaluasi aroma parfum menggunakan kertas tes strip.

Seni sesungguhnya terletak pada bagaimana seorang Perfumer menyeimbangkan setiap notes dalam proporsi yang tepat untuk menciptakan cerita yang utuh. Berikut adalah bagaimana tim kami membantu mewujudkan visi aroma Anda:

1. Menerjemahkan Visi Abstrak ke Formula Parfum yang Nyata

Seringkali, klien datang kepada kami bukan dengan rumus kimia, melainkan dengan perasaan atau cerita. Anda mungkin berkata, “Saya ingin parfum yang rasanya seperti pagi hari yang cerah di kebun teh, tapi lama-kelamaan menjadi hangat seperti pelukan.”

Tim R&D dan formulator kami di pabrik maklon Adev bertugas menerjemahkan bahasa rasa tersebut menjadi komposisi logis:

  • “Pagi hari yang cerah” diterjemahkan menjadi Top Notes Bergamot dan Green Tea.
  • “Hangat seperti pelukan” diterjemahkan menjadi Base Notes Amber, Musk, atau Sandalwood.

2. Keahlian Meracik Komposisi Parfum

Mencampur minyak wangi itu mudah, tetapi menciptakan transisi yang mulus (smooth transition) adalah keahlian tingkat tinggi. Tantangan terbesar dalam cara meracik parfum adalah menghindari “lubang” aroma – momen di mana top notes sudah hilang tapi middle notes belum muncul sepenuhnya.

Formulator kami memperhitungkan volatilitas setiap bahan dengan presisi. Kami memastikan ada “jembatan” aroma yang menghubungkan kesegaran jeruk di awal dengan kelembutan bunga di tengah, sehingga konsumen Anda merasakan pengalaman wewangian yang mengalir tanpa putus.

3. Kurasi Bahan Baku Parfum Berkualitas

Sebuah Rose Note bisa berbau seperti bunga mawar segar yang mewah, atau bisa juga berbau seperti pewangi ruangan murah, tergantung kualitas bahan bakunya. Adev memahami bahwa kualitas notes sangat menentukan kelas produk akhir. Kami memastikan penggunaan bahan-bahan yang memenuhi standar industri kosmetik (BPOM) untuk menjamin keamanan sekaligus kemewahan aroma, baik itu untuk produk fine fragrance maupun body mist.

FAQ tentang Notes Parfum

Apa perbedaan utama antara Top, Middle, dan Base Note?

Perbedaan utamanya terletak pada waktu muncul dan durasiTop Notes adalah wangi pertama yang tercium, sangat segar, tapi cepat hilang (5-15 menit). Middle Notes adalah inti wangi yang muncul setelahnya dan bertahan hingga 4 jam. Base Notes adalah wangi penutup yang hangat dan menempel paling lama di kulit (bisa lebih dari 6 jam).

Mengapa wangi parfum bisa berubah setelah beberapa jam dipakai?

Fenomena ini terjadi karena prinsip volatilitas. Bahan-bahan parfum menguap dengan kecepatan yang berbeda. Molekul ringan (seperti jeruk) menguap duluan, membuka jalan bagi molekul yang lebih berat (seperti bunga dan kayu) untuk muncul belakangan. Perubahan ini menandakan bahwa parfum tersebut memiliki komposisi yang kompleks dan berkualitas.

Notes parfum apa yang paling tahan lama?

Base Notes adalah lapisan yang paling tahan lama. Bahan-bahan dalam kategori ini memiliki molekul berat yang lambat menguap. Contoh aroma yang paling awet meliputi MuskAmberVanillaOud (Gaharu), dan Sandalwood (Cendana). Jika Anda ingin parfum yang awet seharian, pastikan parfum tersebut memiliki base notes yang kuat.

Apa itu istilah “Dry Down” dalam parfum?

Dry Down adalah fase terakhir dalam siklus hidup parfum, yaitu saat semua top notes dan sebagian middle notes sudah menguap sepenuhnya. Ini adalah momen ketika base notes mulai matang dan bercampur dengan kimia alami kulit tubuh pemakainya, menciptakan aroma akhir yang unik dan personal.

Apakah semua parfum memiliki 3 lapisan notes?

Sebagian besar parfum komersial modern menggunakan struktur piramida ini (Top-Middle-Base). Namun, ada juga parfum “Linear” yang dirancang untuk memiliki wangi yang sama dari awal disemprotkan hingga akhir, tanpa mengalami perubahan atau transisi yang signifikan.

Siap Menulis Brand Story Parfum Anda?

Setiap brand parfum yang ikonik tidak hanya menjual wangi; mereka menjual cerita, memori, dan identitas. Kini setelah memahami bahasa notes – dari ledakan Top Notes yang memikat, Middle Notes yang berkarakter, hingga Base Notes yang abadi – Anda memiliki kerangka kerja untuk menciptakan mahakarya Anda sendiri.

Apakah Anda membayangkan sebuah aroma yang diawali dengan kesegaran citrus pagi hari, bertransisi menjadi keanggunan melati, dan ditutup dengan kehangatan vanilla? Jangan biarkan ide tersebut menguap begitu saja.

Tim perfumer dan konsultan bisnis kami di Adev siap berkolaborasi dengan Anda. Kami tidak hanya menyediakan jasa maklon parfum, tetapi kami juga menjadi mitra strategis yang membantu Anda menyusun setiap lapisan notes menjadi komposisi harmonis yang siap bersaing di pasar.

Mari ubah visi aroma Anda menjadi produk nyata yang dicintai pelanggan.

Rancang Komposisi Parfum Anda Bersama Adev.

Konsultasi Gratis

Paket Promo Maklon Adev Express 2-1
Saya Mau Promo Ini
promo paket makloon terus 2025
Saya Mau Promo Ini