Ingin tahu rahasia mengatur biaya izin produksi sabun agar bisnis Anda tetap kompetitif?
Pelajari rincian lengkap biaya izin produksi sabun, termasuk prosedur, lembaga terkait, dan contoh biaya untuk berbagai jenis sabun.
Dapatkan gambaran lengkap agar Anda bisa menegosiasikan harga jasa maklon dengan lebih percaya diri dan hemat biaya.
Baca panduan lengkap biaya izin produksi sabun ini hingga selesai dan mulai rencanakan pertumbuhan bisnis Anda hari ini!
Apa itu Biaya Izin Produksi Sabun?
Dalam konteks kerjasama dengan perusahaan maklon, biaya izin produksi sabun adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh izin resmi dari otoritas terkait guna memulai dan menjalankan proses produksi sabun secara legal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Biaya ini meliputi pengurusan dokumen perizinan, inspeksi, serta persyaratan administratif lainnya yang diperlukan untuk memastikan bahwa proses produksi memenuhi standar keamanan, kualitas, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Pentingnya Memahami Biaya Izin Produksi Sabun untuk Kesuksesan Bisnis Anda
Memulai bisnis sabun, baik sabun mandi, sabun cuci piring, maupun produk sabun lainnya, memerlukan pengurusan izin resmi agar secara legal dan aman untuk dipasarkan.
Perencanaan biaya izin produksi sabun yang matang akan membantu pelaku usaha menghindari kendala hukum di kemudian hari dan memastikan proses produksi berjalan lancar sesuai regulasi.
Selain itu, pemahaman ini menjadi pondasi dalam menyusun anggaran yang realistis dan kompetitif.
Biaya izin produksi sabun, termasuk biaya izin edar pkrt dan biaya izin edar bpom, merupakan salah satu komponen penting dalam struktur biaya produksi.
Jika biaya ini tidak diperhitungkan secara tepat, bisa berdampak langsung terhadap margin keuntungan dan harga jual produk sabun.
Oleh karena itu, pengusaha harus mampu menyeimbangkan antara biaya perizinan dan harga pasar agar tetap kompetitif dan menguntungkan.
Izin produksi sabun, seperti izin edar pkrt dan izin edar bpom, adalah bukti bahwa produk telah melewati uji laboratorium dan memenuhi standar keamanan serta kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kepatuhan ini tidak hanya melindungi konsumen dari risiko bahan baku berbahaya, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand Anda, termasuk untuk bisnis sabun organik atau usaha sabun homemade.
Jenis-jenis Izin yang Diperlukan untuk Produksi Sabun

Untuk memulai dan menjalankan bisnis produksi sabun, terdapat beberapa jenis perizinan yang harus dipenuhi, tergantung pada skala usaha dan jenis produk yang dihasilkan.
Memahami kategori izin ini sangat penting untuk memastikan legalitas dan keberlangsungan bisnis Anda.
Izin Produksi Sabun (PKRT) di Indonesia untuk Skala Kecil dan UMKM
Untuk produk sabun, yang dikategorikan sebagai Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), jenis izin yang wajib dipenuhi dan diperoleh adalah Izin Edar PKRT yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Hal ini berbeda dengan produk makanan/minuman skala kecil yang umumnya hanya memerlukan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Proses pengurusan Izin Edar PKRT ini terintegrasi dalam sistem perizinan berusaha secara elektronik, yaitu:
- Sistem Online Single Submission (OSS):
- Langkah awal adalah mengurus perizinan berusaha melalui portal resmi oss.go.id.
- Anda harus mendaftarkan badan usaha dan menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang relevan. Untuk produksi sabun dan PKRT sejenis, KBLI yang digunakan adalah KBLI 20231 (Industri Sabun dan Bahan Pembersih Rumah Tangga).
- Melalui OSS, pelaku usaha akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berfungsi sebagai identitas legal dan dasar untuk perizinan selanjutnya.
- Sistem REGALKES:
- Setelah mendapatkan NIB, proses dilanjutkan ke sistem khusus perizinan alat kesehatan dan PKRT, yaitu REGALKES (regalkes.kemkes.go.id) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) Kemenkes.
- Pada tahap ini, pelaku usaha akan mengurus pemenuhan komitmen izin edar PKRT.
Pemenuhan Komitmen untuk Izin Edar PKRT:
Untuk mendapatkan Izin Edar resmi (yang merupakan persetujuan untuk memproduksi dan mengedarkan produk sabun Anda), ada beberapa komitmen utama yang harus dipenuhi:
- Pemenuhan Persyaratan Sarana Produksi (CPOPKRTB/CPKB): Pabrik atau fasilitas produksi harus memenuhi standar Cara Pembuatan PKRT yang Baik (CPOPKRTB) atau Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), tergantung klasifikasi produk sabun tersebut (bila ada unsur kosmetika). Ini biasanya melibatkan inspeksi lapangan oleh pihak Kemenkes atau otoritas terkait.
- Uji Laboratorium (Uji Mutu dan Keamanan): Produk sabun harus diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan mutu, keamanan, dan efektivitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengujian meliputi parameter mikrobiologi, kandungan bahan aktif, pH, dan lainnya. Hasil uji lab ini wajib dilampirkan dalam proses registrasi.
- Pendaftaran Merek: Kepemilikan dan pendaftaran merek produk di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham sangat penting sebagai bagian dari dokumen legalitas.
- Dokumen Produk (Dokumen Teknis): Pelaku usaha wajib menyiapkan dokumen teknis produk (dokumen mutu/formulasi, spesifikasi bahan baku, metode produksi, desain kemasan/etiket, safety data sheet (SDS), dan bukti klaim) secara lengkap dan akurat untuk dievaluasi oleh tim penilai di Kemenkes.
Setelah semua komitmen dipenuhi, dievaluasi, dan disetujui oleh Kemenkes melalui REGALKES, barulah Izin Edar PKRT resmi diterbitkan, yang memungkinkan produk sabun Anda dipasarkan secara legal.
Izin Usaha Industri Sabun dari DPMPTSP
Untuk mendapatkan izin usaha industri sabun, Anda perlu mengurusnya melalui sistem Online Single Submission (OSS) dari DPMPTSP. Langkah pertama adalah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 20232 (Industri Sabun dan Bahan Pembersih Keperluan Rumah Tangga).
Setelah NIB didapatkan, proses selanjutnya adalah melengkapi dokumen standar teknis. Sistem OSS akan mengarahkan Anda ke aplikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengurus Izin Edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), yang berbeda dengan izin dari BPOM.
Proses Pengajuan Izin Edar PKRT Kemenkes meliputi:
- Pendaftaran OSS dan pengisian data perusahaan serta produk.
- Pengunggahan Dokumen, termasuk:
- Denah lokasi produksi.
- Standard Operating Procedure (SOP).
- Certificate of Analysis (CoA) bahan baku.
- Spesifikasi kemasan produk.
- Hasil uji laboratorium produk.
- Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
- Evaluasi oleh Kementerian Kesehatan hingga izin edar diterbitkan.
Izin Edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Izin edar dari BPOM merupakan persyaratan mutlak yang harus dimiliki sebelum produk sabun Anda dapat dijual secara bebas di pasaran. Izin ini menjamin bahwa produk telah melalui serangkaian pengujian dan memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat yang ditetapkan.
- Kategori Produk:
- Kosmetik: Izin BPOM wajib untuk sabun mandi, sabun wajah, sabun tangan (hand soap), dan produk perawatan tubuh lain yang dikategorikan sebagai kosmetik. Prosesnya meliputi registrasi notifikasi.
- PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga): Izin BPOM juga diperlukan untuk sabun cuci piring, sabun deterjen, dan pembersih rumah tangga lainnya.
- Fungsi Utama: Izin ini memberikan kepastian kepada konsumen bahwa produk tidak mengandung bahan berbahaya, diproduksi dengan cara yang benar (CPKB), dan labelnya tidak menyesatkan. Tanpa izin BPOM, produk Anda dianggap ilegal dan berisiko ditarik dari peredaran.
Izin dan Legalitas Penunjang Lain yang Relevan
Selain izin utama di atas, pelaku usaha juga harus memperhatikan aspek legalitas lain yang mendukung operasional bisnis secara menyeluruh:
- Izin Lingkungan: Sangat penting, terutama bagi industri menengah dan besar, untuk memastikan bahwa kegiatan produksi sabun (terutama pengelolaan limbah cair dan padat) tidak mencemari lingkungan. Izin ini bisa berupa Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL), Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tergantung skala usaha.
- Izin Usaha Berbasis Risiko (NIB): Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas tunggal yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha, baik perorangan maupun badan usaha. NIB diperoleh melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan menjadi dasar untuk mengurus perizinan lainnya.
- Sertifikasi Halal: Bagi produk yang menargetkan pasar Muslim, sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi nilai tambah yang krusial.
- Standar Nasional Indonesia (SNI): Meskipun umumnya bersifat sukarela, memiliki sertifikasi SNI menunjukkan komitmen perusahaan terhadap mutu produk yang diakui secara nasional.
Komponen Biaya Izin Produksi Sabun
Biaya administrasi dan pengurusan dokumen
Biaya ini merupakan komponen awal yang signifikan dalam proses pengurusan izin produksi sabun.
Secara umum, biaya ini meliputi pengurusan dokumen legalitas perusahaan seperti Akta Pendirian, Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas pelaku usaha, dan perizinan dasar lainnya.
Biaya ini meliputi pengurusan surat permohonan resmi ke BPOM untuk izin edar (Notifikasi/Izin Produksi Kosmetika atau PIRT, tergantung jenis sabun), serta biaya administrasi di dinas perindustrian atau kesehatan setempat untuk pendaftaran fasilitas produksi.
Biaya administrasi di setiap lembaga dapat bervariasi dan seringkali mencakup biaya materai, fotokopi dokumen, serta biaya retribusi atau pungutan resmi lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah daerah atau pusat.
Penganggaran yang cermat diperlukan untuk menghindari penundaan yang disebabkan oleh kekurangan dana administrasi pada tahap ini.
Biaya inspeksi dan pengujian laboratorium
Untuk memastikan keamanan, mutu, dan kepatuhan produk sabun terhadap regulasi yang berlaku, serangkaian inspeksi dan pengujian laboratorium wajib dilakukan.
Biaya inspeksi meliputi audit fasilitas produksi oleh petugas berwenang (misalnya BPOM) untuk memastikan penerapan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), termasuk biaya perjalanan dan akomodasi petugas.
Biaya pengujian laboratorium adalah biaya analisis sampel bahan baku dan produk akhir (uji stabilitas, pH, mikroba, iritasi, zat aktif/berbahaya). Biaya ini sangat tergantung pada kompleksitas formula, jumlah parameter yang diuji, dan tarif lab terakreditasi (Labkesda, Balai Besar POM, atau swasta). Sabun dengan klaim khusus (antibakteri/herbal) mungkin memerlukan pengujian yang lebih banyak dan berbiaya lebih tinggi.
Biaya konsultasi dan jasa maklon
Bagi pelaku usaha yang tidak memiliki fasilitas produksi atau keahlian dalam proses perizinan, biaya ini menjadi komponen penting.
Biaya konsultasi dikeluarkan untuk mendapatkan panduan dari konsultan perizinan atau ahli kimia/farmasi.
Jasa mereka sangat berharga untuk menyusun dokumen teknis, memastikan formulasi sesuai regulasi, dan memperlancar komunikasi dengan BPOM.
Biaya jasa maklon (kontrak manufaktur) timbul jika perusahaan memilih untuk menyerahkan proses produksi kepada pihak ketiga yang sudah memiliki fasilitas dan izin standar (CPKB).
Dalam skema maklon, biaya yang dibayarkan kepada penyedia jasa maklon biasanya sudah bersifat all-in atau terintegrasi, yang mencakup biaya bahan baku, proses produksi, pengemasan, dan bahkan seringkali termasuk biaya pengurusan izin edar (Notifikasi BPOM) atas nama pemilik merek.
Memilih jasa maklon yang profesional, terdaftar, dan berpengalaman sangat krusial; meskipun biayanya mungkin lebih tinggi, hal ini secara signifikan akan mempercepat waktu time-to-market dan meminimalkan risiko kegagalan teknis maupun administrasi.
Biaya perizinan berkelanjutan dan perpanjangan
Izin produksi dan izin edar sabun bukanlah izin yang berlaku seumur hidup. Biaya ini harus dipertimbangkan dalam model bisnis jangka panjang.
Biaya perizinan berkelanjutan mencakup biaya pemeliharaan mutu, seperti pengujian rutin (misalnya pengujian stabilitas tahunan atau pengujian ulang produk jika terjadi perubahan formula kecil), biaya audit internal, dan biaya pembaruan sertifikat sistem mutu (misalnya CPKB).
Sementara itu, biaya perpanjangan adalah biaya yang harus dikeluarkan secara periodik untuk memperbarui izin edar (Notifikasi Kosmetika biasanya memerlukan perpanjangan setiap beberapa tahun) dan perizinan usaha lainnya (misalnya perpanjangan sertifikat legalitas).
Kegagalan untuk memperpanjang izin tepat waktu dapat mengakibatkan penarikan produk dari pasar dan pengenaan sanksi.
Oleh karena itu, perencanaan anggaran yang mencakup biaya perpanjangan secara berkala wajib dimasukkan ke dalam perhitungan operasional dan modal kerja perusahaan.
Rincian Izin Biaya Produksi Sabun
Berikut adalah rincian biaya izin produksi sabun tahun 2026 berdasarkan jenis produk dan lembaga yang berwenang:
1. Perizinan Berusaha Dasar (OSS – BKPM)
Sebelum mengurus izin edar produk, Anda wajib memiliki legalitas perusahaan.
| Jenis Izin | Lembaga | Estimasi Biaya (Rp) | Keterangan |
| NIB (Nomor Induk Berusaha) | OSS RBA | Gratis | Dilakukan mandiri di oss.go.id. |
| Pendaftaran Merek | DJKI Kemenkumham | Rp500.000 – Rp1.800.000 | Rp500rb untuk UMK; Rp1,8jt untuk Umum (per kelas). |
2. Izin Edar Produk (Sesuai Kategori Sabun)
Biaya izin edar berbeda tergantung apakah sabun tersebut untuk tubuh (kosmetik) atau untuk pembersih rumah tangga (PKRT).
A. Sabun Mandi (Kosmetik)
Izin ini wajib bagi sabun batang atau cair yang digunakan pada tubuh.
| Jenis Izin | Lembaga | Estimasi Biaya (Rp) | Keterangan |
| Notifikasi Kosmetik | BPOM | Rp500.000 | Per varian produk, berlaku selama 3 tahun. |
| Sertifikasi CPKB | BPOM | Rp1.000.000 – Rp5.000.000 | Tergantung skala usaha (UMK biasanya mendapat tarif khusus/subsidi). |
B. Sabun Cuci Piring, Deterjen, & Karbol (PKRT)
Izin ini untuk sabun yang bukan untuk tubuh.
| Jenis Izin | Lembaga | Estimasi Biaya (Rp) | Keterangan |
| Sertifikat Standar (Produksi) | Kemenkes | ± Rp1.000.000 | Izin untuk sarana/pabrik produksi. |
| Izin Edar PKRT (PKD) | Kemenkes | Rp1.500.000 – Rp3.500.000 | Melalui sistem Regalkes. Biaya bervariasi sesuai kelas risiko. |
3. Sertifikasi Penunjang
Sertifikasi ini penting untuk meningkatkan daya saing produk di pasar Indonesia.
| Jenis Sertifikasi | Lembaga | Estimasi Biaya (Rp) | Keterangan |
| Sertifikat Halal | BPJPH (Kemenag) | Gratis (Sehati) atau Rp300.000 – Rp650.000 | Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) tersedia untuk kuota 1,35 juta UMK di tahun 2026. |
| Uji Laboratorium | Lab Terakreditasi | Rp1.500.000 – Rp2.500.000 | Untuk menguji efektivitas, kadar cemaran, atau iritasi produk. |
Ringkasan Tips:
- UMK (Usaha Mikro Kecil): Manfaatkan program fasilitasi gratis dari pemerintah seperti subsidi biaya BPOM atau Sertifikasi Halal Gratis 2026.
- Metode Maklon: Jika biaya pembuatan pabrik terlalu mahal, Anda bisa menggunakan jasa Maklon Sabun. Anda hanya membayar biaya notifikasi produk (±Rp500rb) dan biaya produksi, sementara izin pabrik ditanggung penyedia jasa.
Tips Negosiasi Harga Maklon dan Biaya Izin Produksi Sabun
1. Strategi negosiasi dengan penyedia jasa maklon
Sebagai langkah awal, lakukan perbandingan penawaran dari beberapa jasa maklon sabun untuk mendapatkan opsi terbaik.
Tanyakan secara lengkap mengenai rincian biaya, termasuk pengurusan izin, proses produksi, dan pengujian laboratorium.
Selain itu, negosiasikan harga berdasarkan volume pesanan dan skala produksi yang diinginkan guna mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan.
2. Memahami rincian biaya yang wajar dan transparan
Pastikan semua biaya tercantum secara jelas dan tidak ada biaya tersembunyi. Transparansi ini penting agar anggaran tetap realistis.
Selain itu, disarankan untuk melakukan verifikasi terhadap setiap penawaran dari penyedia jasa atau vendor agar memastikan tidak adanya biaya tambahan yang tidak terduga.
Melakukan perbandingan harga dan meminta penjelasan tertulis mengenai rincian biaya dapat membantu menghindari potensi konflik di kemudian hari dan memastikan bahwa anggaran yang telah disusun dapat dipenuhi secara akurat.
Pendekatan ini juga meningkatkan kepercayaan antara semua pihak terkait dan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek atau kegiatan yang direncanakan.
3. Menyusun anggaran yang realistis dan fleksibel
Sediakan dana cadangan untuk biaya tak terduga, seperti perpanjangan izin dan pengujian ulang.
Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi berkala terhadap penggunaan dana cadangan tersebut agar dana tersebut tetap tersedia dan cukup untuk menghadapi situasi tak terduga yang mungkin muncul di masa mendatang.
Pengelolaan yang transparan dan akuntabel juga menjadi kunci dalam memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan prioritas proyek.
Dengan demikian, kesiapan finansial dapat terjaga dan risiko gangguan terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan dapat diminimalisir.
4. Pentingnya kontrak tertulis dan kesepakatan biaya
Dokumen kontrak akan melindungi kedua belah pihak dan memastikan proses berjalan sesuai kesepakatan.
Dokumen kontrak yang lengkap dan jelas juga meminimalisir potensi sengketa di kemudian hari, karena kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai hak dan kewajiban masing-masing.
Selain itu, kontrak yang terperinci dapat menjadi acuan apabila terjadi ketidaksepahaman atau pelanggaran, sehingga proses penyelesaian masalah dapat dilakukan secara lebih efisien dan adil.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua aspek penting tercantum secara rinci dan disusun secara profesional agar kontrak tersebut benar-benar menjadi perlindungan yang efektif bagi semua pihak yang terlibat.
Kesimpulan
Memahami biaya izin produksi sabun merupakan langkah penting untuk memulai dan mengembangkan bisnis secara legal dan berkelanjutan.
Dalam perencanaan anggaran, perlu dipertimbangkan secara matang berbagai jenis izin dan komponen biaya yang terkait. Rincian biaya ini dapat berbeda tergantung pada jenis produk, skala usaha, serta lokasi usaha.
Proses pengurusan izin membutuhkan dokumen lengkap dan waktu yang cukup, meskipun dapat dipercepat dengan bantuan jasa pengurusan yang berpengalaman.
Perencanaan biaya yang matang tidak hanya membantu pengusaha menjaga margin keuntungan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar terhadap bisnis yang dijalankan.
Punya minat bisnis sabun tetapi tidak tahu tentang perizinan legalitasnya? Anda bisa kerjasama maklon dengan PT Adev Natural Indonesia. Hubungi Kami:
Referensi dan Sumber Informasi Terbaru
- Website resmi BPOM
- Panduan lengkap pengurusan izin produksi sabun
- Konsultasi profesional dan jasa pengurusan izin dari Adev Natural Indonesia dan perusahaan manufaktur terpercaya
- Informasi terbaru tentang biaya izin edar pkrt dan izin edar bpom dapat diakses melalui lembaga terkait dan portal resmi pemerintah.



