10 Komponen & Contoh Label Sabun Sesuai Peraturan BPOM & Kemenkes

Botol sabun cair premium dengan desain label sabun merek adev yang sesuai standar BPOM.

Temukan 10 elemen wajib dan contoh label sabun yang inspiratif dan mematuhi Peraturan BPOM Nomor 30 Tahun 2020 dalam artikel ini.

Dapatkan panduan lengkap tentang atribut penting yang harus tercantum agar produk Anda aman, legal, dan menarik di mata konsumen.

Panduan ini dirancang khusus untuk beautypreneur pemula, pemilik brand lokal (UMKM), dan desainer kemasan yang ingin memenangkan pasar kosmetik Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 1,94 Miliar pada tahun 2025 (Sumber: Statista Consumer Market Outlook).

Pendahuluan

Mengapa label produk kosmetik harus mematuhi aturan BPOM?

Sebagai beautypreneur, memahami regulasi adalah fondasi bisnis. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki mandat ketat melalui Peraturan BPOM No. 30 Tahun 2020 tentang Pengawasan Penandaan Kosmetika.

Label yang patuh (compliant) bukan sekadar formalitas, melainkan benteng perlindungan konsumen dari bahan berbahaya seperti Merkuri atau Hidrokuinon.

Bagi pelaku industri di sentra manufaktur seperti Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat – yang dikenal sebagai lokasi berbagai pabrik maklon kosmetik besar seperti PT Adev maupun skala rumahan – kepatuhan ini adalah syarat mutlak untuk menembus pasar ritel modern.

Dampak kepatuhan terhadap kepercayaan konsumen dan legalitas

Data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap produk lokal meningkat 60% jika produk tersebut memiliki izin edar yang valid.

  • Untuk Sabun Wajah/Badan: Wajib memiliki Nomor Notifikasi BPOM (NA).
  • Untuk Sabun Cuci Piring: Wajib memiliki Izin Edar PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) dari Kemenkes RI.

Ketidakpatuhan dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana, serta penarikan produk (product recall) yang dapat menghancurkan reputasi brand dalam sekejap.

Peran label dalam branding dan daya tarik visual

Label adalah “salesman diam” produk Anda. Riset dari Nielsen menyebutkan bahwa 64% konsumen mencoba produk baru karena kemasannya menarik.

Penggunaan elemen visual seperti Tipografi Sans Serif yang modern atau warna Pastel Earth Tone dapat memperkuat identitas brand.

Di pasar yang kompetitif seperti Jabodetabek, visual yang kuat membantu produk Anda menonjol di rak drugstore (seperti Watson/Guardian) maupun marketplace digital.

10 Contoh Elemen Label Sabun yang Wajib Ada (Checklist BPOM)

Detail informasi wajib pada label sabun seperti nomor notifikasi BPOM dan komposisi bahan.
Pastikan nomor notifikasi BPOM dan daftar komposisi tercetak jelas pada kemasan sabun Anda.

Berikut adalah detail teknis dan atribut yang wajib ada pada label sabun kosmetik Anda:

1. Nama Produk dan Kegunaan (Function)

  • Aturan: Harus jelas dan tidak menyesatkan.
  • Contoh Entitas: “GlowNatural Brightening Soap” atau “Sabun Mandi Susu Kambing Etawa”.
  • Atribut: Sertakan jenis sediaan. Jika sabun cair, tulis “Liquid Body Wash”.
  • Tips Desain: Gunakan hierarki visual. Nama brand (misal: Bekasi Beauty Lab) harus lebih kecil daripada Nama Produk.

2. Nomor Notifikasi (Izin Edar)

  • Aturan: Kode unik yang dikeluarkan BPOM.
  • Format Data: Terdiri dari 2 huruf dan 11 angka.
    • NA18230500xxx (NA = Produk Asia/Lokal, 18 = Kode Benua/Negara, 23 = Tahun notifikasi).
  • Lokasi: Wajib dicantumkan di kemasan primer (wadah) dan sekunder (dus).

3. Komposisi Lengkap (Ingredients) sesuai INCI Name

  • Aturan: Menggunakan standar International Nomenclature Cosmetic Ingredient (INCI).
  • Contoh: Jangan hanya menulis “Lidah Buaya”, tapi tulis “Aloe Barbadensis Leaf Extract”. Jangan tulis “Vitamin E”, tapi “Tocopheryl Acetate”.
  • Urutan: Bahan ditulis urut dari persentase terbesar ke terkecil. Bahan di bawah 1% boleh ditulis tidak berurutan.

4. Nama dan Alamat Lengkap Produsen/Distributor

  • Aturan: Harus menyertakan Nama Perusahaan, Kota, dan Negara.
  • Contoh Entitas:
    • Diproduksi oleh: PT Kosmetika Sejahtera, Jl. Sultan Agung Km. 28, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17132.
    • Untuk: CV Brand Lokal Maju, Jakarta Selatan.
  • Relevansi: Mencantumkan alamat spesifik seperti “Medan Satria, Bekasi” meningkatkan kredibilitas karena area tersebut dikenal sebagai hub industri.

5. Netto (Berat/Isi Bersih)

  • Aturan: Menggunakan satuan metrik (gram atau ml).
  • Value: “Netto: 100g” atau “Isi Bersih: 250 ml”.
  • Ketentuan: Tinggi huruf minimal 3 mm untuk kemasan kecil agar terbaca jelas.

6. Nomor Bets (Batch Number)

  • Aturan: Kode untuk penelusuran riwayat produksi.
  • Contoh Data: “Batch No: B231005” (Artinya: Produksi Bekasi, Tahun 2023, Bulan Oktober, Urutan 05).
  • Fungsi: Krusial jika terjadi penarikan produk.

7. Tanggal Kedaluwarsa (Expired Date)

  • Aturan: Penulisan tanggal, bulan, dan tahun masa simpan.
  • Format: “Exp. Date: 12/2026” atau “Baik digunakan sebelum: Des 2026”.
  • Warna: Gunakan tinta inkjet hitam di atas latar putih/terang.

8. Peringatan dan Perhatian (Warning)

  • Aturan: Wajib untuk sediaan tertentu.
  • Contoh: “Hindari kontak dengan mata. Jika terjadi iritasi, hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter.”
  • Penting: Untuk sabun exfoliating (mengandung AHA/BHA), wajib mencantumkan peringatan sensitivitas matahari.

9. Cara Penggunaan

  • Aturan: Instruksi jelas dalam Bahasa Indonesia.
  • Teks: “Busakan sabun pada telapak tangan, usapkan ke seluruh tubuh, lalu bilas hingga bersih.”

10. Informasi Tambahan (Logo Halal & 2D Barcode)

  • 2D Barcode BPOM: Wajib dicantumkan untuk dipindai melalui aplikasi BPOM Mobile.
  • Halal: Logo Halal Indonesia (ungu) wajib jika produk sudah bersertifikat Halal dari BPJPH, lengkap dengan Nomor Sertifikat (ID000xxxxxx).

Inspirasi Desain & Tren Visual 2025 untuk Brand Sabun Lokal

Gaya Minimalis Modern

Cocok untuk target pasar milenial di kota besar seperti Bekasi dan Jakarta.

  • Warna: Sage Green, Dusty Pink, atau Monokrom.
  • Font: Sans Serif bersih (contoh: Helvetica, Montserrat).
  • Material: Kertas Kraft coklat daur ulang untuk kesan eco-friendly.

Gaya Keaslian Lokal (Heritage)

Menonjolkan asal usul bahan baku.

  • Ilustrasi: Gambar tangan (doodle) bahan utama seperti Zaitun atau Sereh.
  • Copywriting: Mengangkat narasi lokal, misal: “Dibuat dengan kearifan lokal industri rumahan Jawa Barat.”

Tips Teknis: Sabun Kosmetik dan Sabun Cuci Piring

Penting untuk membedakan perizinan berdasarkan fungsinya agar tidak salah langkah:

  1. Sabun Wajah & Badan (Skincare):
    • Regulator: BPOM (Kedeputian Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik).
    • Izin: Notifikasi Kosmetik (NA).
  2. Sabun Cuci Piring & Laundry (Household):
    • Regulator: Kemenkes RI (Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan).
    • Izin: Izin Edar PKD (Produksi Dalam Negeri) atau PKL (Luar Negeri).
    • Tips: Jika Anda memproduksi sabun cuci piring di area industri rumah tangga (IRT) Medan Satria, pastikan mengurus izin PKRT melalui sistem Sipnap atau OSS.

Kesimpulan

Label kemasan adalah pertemuan pertama antara brand Anda dan konsumen. Dengan melengkapi 10 elemen wajib sesuai Peraturan BPOM No. 30 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan untuk PKRT, Anda tidak hanya menghindari masalah hukum tetapi juga membangun aset kepercayaan.

Bagi pengusaha di Kota Bogor dan sekitarnya, manfaatkan kedekatan dengan sentra industri kemasan dan bahan baku di wilayah Ring Road Yasmin untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas visual produk.

Jadikan kepatuhan regulasi sebagai keunggulan kompetitif brand Anda di tahun ini.

Referensi dan Sumber Data

Paket Promo Maklon Adev Express 2-1
Saya Mau Promo Ini
promo paket makloon terus 2025
Saya Mau Promo Ini