---
title: Storytelling Marketing di Bisnis Kosmetik dan Skincare
date: 2022-06-10T02:05:00Z
modified: 2026-07-11T12:49:17Z
permalink: "https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/"
type: post
status: publish
excerpt: ""
wpid: 4771
categories:
  - Blog
tags:
  - Bisnis Skincare
  - Bisnis Kosmetik
featured_image: "https://adev.co.id/wp-content/uploads/2022/06/storytelling-marketing-adalah.png"
featured_image_alt: Storytelling Marketing Adalah
author: Tim Redaksi PT Adev
---

Ketika memikirkan merek kecantikan, beberapa nama langsung muncul di benak kita seperti Wardah, Ms. Glow, atau Scarlet. Tidak bisa dipungkiri, mereka merupakan _beauty brand_ yang telah menguasai pikiran audiens dengan kekuatan _storytelling marketing_.

Storytelling (penceritaan) memang strategi menakjubkan yang telah terbukti menghasilkan banyak keuntungan bagi bisnis kecantikan.

Penasaran bagaimana cerita bisa menghipnotis manusia? Ingin tahu _storytelling marketing_ dalam bisnis kosmetik?

Jangan tinggal diam, kamu wajib menggunakan teknik _storytelling marketing_ agar brand-mu semakin melekat di benak dan di hati pelanggan. Yuk, kuasai strategi ini mulai dari artikel ini!

Daftar Isi
[Toggle](#)

- [Apa itu Storytelling Marketing?](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Apa_itu_Storytelling_Marketing)
- [Mengapa Storytelling Penting dalam Bisnis Kosmetik?](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Mengapa_Storytelling_Penting_dalam_Bisnis_Kosmetik)
    - [Storytelling adalah Strategi yang Menarik](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Storytelling_adalah_Strategi_yang_Menarik)
    - [Storytelling Menyederhanakan Pesan yang Kompleks](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Storytelling_Menyederhanakan_Pesan_yang_Kompleks)
    - [Storytelling Mengajak Audiens Ikut Terlibat](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Storytelling_Mengajak_Audiens_Ikut_Terlibat)
- [Manfaat Storytelling Marketing dalam Bisnis Kosmetik](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Manfaat_Storytelling_Marketing_dalam_Bisnis_Kosmetik)
- [5 Strategi Menggunakan Storytelling Marketing ](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#5_Strategi_Menggunakan_Storytelling_Marketing)
    - [Kenali Audiens Kamu](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Kenali_Audiens_Kamu)
    - [Ketahui Inti Pesan](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Ketahui_Inti_Pesan)
    - [Gunakan Bahasa yang Sederhana](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Gunakan_Bahasa_yang_Sederhana)
    - [Gunakan Call to Action (CTA)](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Gunakan_Call_to_Action_CTA)
    - [Pilih Media untuk Membagikan Cerita](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Pilih_Media_untuk_Membagikan_Cerita)
- [Cara Membuat Storytelling yang Ciamik](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Cara_Membuat_Storytelling_yang_Ciamik)
    - [Ciptakan Protagonis yang Terhubung dengan Audiens](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Ciptakan_Protagonis_yang_Terhubung_dengan_Audiens)
    - [Ceritakan Sesuatu yang Benar dan Autentik](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Ceritakan_Sesuatu_yang_Benar_dan_Autentik)
    - [Bangun Sisi Emosional Audiens](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Bangun_Sisi_Emosional_Audiens)
    - [Hindari Detail Cerita yang Tidak Perlu](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Hindari_Detail_Cerita_yang_Tidak_Perlu)
    - [Sisipkan Fakta dan Angka pada Cerita](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Sisipkan_Fakta_dan_Angka_pada_Cerita)
- [Cara Penyampaian Storytelling yang Efektif](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Cara_Penyampaian_Storytelling_yang_Efektif)
- [Contoh Brand Storytelling Marketing dalam Bisnis Kosmetik](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Contoh_Brand_Storytelling_Marketing_dalam_Bisnis_Kosmetik)
    - [Wardah](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Wardah)
    - [Zam Cosmetic](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Zam_Cosmetic)
- [Penutup](https://adev.co.id/blog/storytelling-marketing/#Penutup)



## Apa itu Storytelling Marketing?

![Storytelling Marketing Adalah](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2022/06/storytelling-marketing-adalah.png)

Melansir [Hubspot](https://blog.hubspot.com/marketing/storytelling), _storytelling marketing_ adalah proses pemasaran menggunakan fakta dan narasi untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada audiens.

Cerita yang disampaikan bisa sesuai dengan fakta, tetapi juga bisa diperindah atau ditambahkan untuk tujuan memperjelas inti pesan.

Storytelling adalah seni yang dapat dinikmati oleh lintas budaya dan lintas generasi. Cerita merupakan bahasa universal yang akrab dalam keseharian.

Semua orang sepakat bahwa strategi pemasaran menggunakan teknik bercerita lebih disukai karena mampu membangun imajinasi, semangat, dan sisi emosional audiens.

Oleh karena itu, _storytelling_ disebut sebagai jantung dari strategi [inbound marketing](https://adev.co.id/blog/inbound-marketing/). Keputusan audiens untuk membeli sebuah produk atau jasa boleh jadi hasil dari cerita yang relevan atau menyentuh emosional.

Sudah pernah menerapkan teknik _storytelling_ _marketing_ dalam branding atau pemasaran produkmu? Masih mencari alasan mengapa strategi ini penting pebisnis kosmetik terapkan?

Ini dia jawabannya!

## Mengapa Storytelling Penting dalam Bisnis Kosmetik?

### Storytelling adalah Strategi yang Menarik

Coba lihat contoh promosi kosmetik berikut.

![Contoh Iklan Skincare Anti Jerawat Dengan Storytelling](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2022/06/contoh-iklan-skincare-anti-jerawat-dengan-storytelling-1200x719.jpg)

Kira-kira, mana iklan yang menarik perhatianmu? Mungkin kita akan sepakat memilih gambar nomor 2.

Maka, alasan pertama mengapa kamu perlu mencoba teknik ini karena “_Storytelling is an attracting strategy”._ Storytelling mampu menarik perhatian audiens dan membuat mereka bertahan menonton sebuah iklan atau melanjutkan membaca sebuah konten tulisan.

Storytelling mampu menarik audiens untuk melakukan transaksi pembelian.

### Storytelling Menyederhanakan Pesan yang Kompleks

Pernah mendengar seseorang menjelaskan sebuah konsep yang rumit, berisi data-data, dan ia membawa pesan tersebut dengan cara yang bertele-tele?

Bagaimana reaksimu? Mungkin beberapa kali kamu menguap, kelopak matamu berair karena menahan kantuk, rasanya ingin cepat-cepat pergi meninggalkan orang tersebut.

Hal serupa bisa–malah banyak terjadi ketika iklan atau konten promosi kosmetik tidak menggunakan teknik ini. Audiens bisa langsung _skip_ (melewati) dan meninggalkan iklanmu.

Hubspot menjelaskan bahwa _storytelling_ (penceritaan) dapat menyederhanakan pesan yang kompleks dan memperkuat konsep yang abstrak. Sama halnya denganmu, audiens menginginkan sebuah informasi yang mudah dimengerti dan memenuhi kepuasan mereka.

### Storytelling Mengajak Audiens Ikut Terlibat

Percaya atau tidak, setiap orang memiliki pengalaman atau cerita yang sama atau nyaris sama. Mungkin kamu juga sering menemui di sebuah unggahan media sosial banyak yang berkomentar, _“Aku bisa terhubung dengan cerita itu, aku pernah merasakan hal itu,”_

Di dunia kecantikan juga begitu, banyak orang-orang yang sebenarnya memiliki permasalahan kulit yang sama, pengalaman menggunakan produk kosmetik yang serupa, atau juga punya pengalaman pahit dengan produk kosmetik abal-abal.

Kamu bisa mengangkat kisah tersebut untuk menyadarkan bahwa mereka tidak sendiri. Lalu, kamu bisa mengajak mereka terlibat dalam konten sehingga menciptakan koneksi antar audiens sehingga terbentuk komunitas dan koneksi antara audiens dengan brand.

Tertarik menggunakan teknik ini dalam _branding_ dan pemasaran produkmu? Supaya semakin memperkuat bisnismu melakukan teknik penceritaan dalam pemasaran produk, berikut sejumlah manfaat _storytelling marketing_!

## Manfaat Storytelling Marketing dalam Bisnis Kosmetik

![Manfaat Storytelling Di Bisnis Kosmetik](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2022/06/manfaat-storytelling-di-bisnis-kosmetik.png)

Tiga alasan di atas sebenarnya sudah memberitahumu peran penting dari strategi penceritaan (_storytelling_). Akan tetapi, kami ingin kamu tahu bahwa _storytelling marketing_ dapat….

- Memberikan pengalaman yang nyata bagi audiens
- Menambahkan nilai sisi kemanusiaan
- Menciptakan hubungan yang erat dengan audiens
- Memperkuat _brand image_
- Membuat _brand_ mudah diingat dan berkesan
- Memasarkan produk kosmetik secara halus tanpa paksaan (_soft selling_)
- Membentuk perilaku konsumen sehingga tercipta keputusan pembelian

Selain itu, produk kosmetik atau _skincare_ yang sifatnya personal akan memiliki nilai yang lebih kuat ketika _branding_ dan pemasarannya dilakukan menggunakan _storytelling_.

Sudah siap menerapkan teknik ini? Tunggu dulu, kamu harus menjalankan strategi ini agar _storytelling marketing_ membuahkan hasil!

## 5 Strategi Menggunakan Storytelling Marketing 

![Storytelling adalah metode pemasaran produk dengan bercerita](https://img.freepik.com/free-vector/content-author-writer-job-concept_74855-7064.jpg?t=st=1738226250~exp=1738229850~hmac=aca22a613e2e5549f06a0a94193f8d79465b1ece73f2997f1257bd7453fd8fbd&w=1800)

### Kenali Audiens Kamu

Sebelum membagikan cerita, kamu perlu mengetahui siapa audiens kamu.

Karena apapun strategi marketing yang kamu gunakan, mengenali audiens adalah poin utama yang harus dilakukan. Dengan begitu, strategi bisa berjalan dengan mulus dan tepat sasaran.

Misalnya, kamu menjual produk _anti aging_ dengan target pasar wanita berusia 30 tahun ke atas. Kamu bisa membawakan sebuah cerita yang relevan dengan mereka seperti keresahan mereka akan kulit wajah penuh kerutan di usia yang terbilang masih muda.

Kamu harus mengenali audiens mulai dari perilaku dan kebiasaan mereka, media sosial yang mereka gunakan, dan sebagainya.

### Ketahui Inti Pesan

Siapa yang tidak kesal ketika sudah menghabiskan waktu selama 30 menit untuk mendengarkan cerita, tetapi tidak mendapatkan inti pesannya?

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui inti pesan yang kamu sampaikan dari sebuah kisah yang dibawakan. Inti pesan ini yang akan memberi wawasan audiens dan memengaruhi mereka untuk mengambil sebuah tindakan.

Inti pesan juga berkaitan dengan tujuan kamu melakukan teknik _storytelling_.

### Gunakan Bahasa yang Sederhana

Bahasa adalah penghubung antar manusia. Bagaimana caranya agar cerita tersampaikan dengan baik dan memberi kepuasan sehingga koneksi dapat terbangun?

Maka, kamu perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens, bahasa yang sederhana, tidak perlu bahasa yang tinggi yang sulit dipahami.

Kamu perlu menggunakan bahasa yang akrab di telinga mereka agar hubungan yang terbangun terasa lebih erat, tak sekadar hubungan _brand_ dengan audiens.

### Gunakan Call to Action (CTA)

Sebuah bisnis tentu telah menentukan tujuan atau objektif ketika menerapkan strategi _storytelling marketing_. Apakah menjual suatu produk, mengedukasi masyarakat, atau tujuan yang lainnya?

Sebagai contoh, tujuanmu adalah menyebarluaskan informasi _beauty hacks_ terbaru, maka kamu perlu mengarahkan audiens untuk mengambil aksi yang mendukung tujuanmu itu. Nah, arahanmu terhadap audiens ini disebut dengan “_Call to Action_”.

Dengan objektif atau tujuan tersebut, kamu bisa membuat CTA seperti ini:

**“Bagikan informasi ini agar semua tahu jadi cantik itu mudah!”**

Melansir [Wikipedia](https://id.wikipedia.org/wiki/Call_to_action_(pemasaran)), _call to action_ dalam bisnis dan marketing adalah sebuah instruksi yang dirancang agar khalayak (audiens) dapat melakukan aktivitas atau memberikan tanggapan secara langsung. Aktivitas ini nanti akan menghasilkan konversi.

### Pilih Media untuk Membagikan Cerita

Sekarang, pilih media tempat kamu membagikan cerita. Mulai dari media tulisan, audio, atau video. Semua media ini termasuk alat strategi _inbound marketing._

Promosi produk kosmetik melalui media tulisan bisa menggunakan artikel, blog, mikroblog atau _carousel_ di Instagram, buku atau _ebook_. Audio menggunakan Podcast, dan video menggunakan _platform_ YouTube, TikTok, dan Reels Instagram.

## Cara Membuat Storytelling yang Ciamik

![5 Cara Membuat Storytelling](https://masterabd.hypotheses.org/files/2021/01/6926263837_b1a74af2f0_b.jpg)

### Ciptakan Protagonis yang Terhubung dengan Audiens

Sebuah cerita selalu punya protagonis (karakter utama). Kamu perlu menciptakan protagonis yang dapat terhubung dengan audiens. Mengapa begitu, ya?

Audiens atau targetmu hanya akan berempati pada karakter jika mereka merasa _relate_ (berhubungan) dengan karakter ceritamu. Oleh karena itu, kamu perlu menempatkan konsumen sebagai protagonis dalam cerita.

Kamu perlu meneliti persona target ideal kamu, mulai dari kesukaan, ketidaksukaan, masalah, dan rasa sakit mereka sehingga kamu dapat membuat sebuah cerita yang berhasil menarik empati dan memenangkan hati mereka.

### Ceritakan Sesuatu yang Benar dan Autentik

Storytelling yang sedang kita bicarakan ini bukanlah sebuah dongeng yang berisi imajinasi, cerita khayalan yang jauh dari kebenaran.

Kepalsuan sama sekali bukan pilihan, sebuah _brand_ ketika menjalankan _storytelling marketing_ perlu memastikan ceritanya benar, dapat dirasakan, dan dapat dipercaya.

Selain itu, jaga selalu nilai dan prinsip _brand_ kamu karena keautentikan dapat membedakan kamu dengan pesaing. Cerita yang segar dan unik akan selalu berhasil menarik perhatian audiens.

### Bangun Sisi Emosional Audiens

[StoryChief Insights](https://storychief.io/blog/complete-guide-storytelling-content-marketing) menyebut emosi sebagai sesuatu yang membuat cerita semakin nyata dan manusiawi.

Sia-sia saja jika cerita yang _brand_ kamu bawakan tidak membangkitkan emosi pembaca dan terasa hambar bagi mereka. Oleh karena itu, sisi emosional audiens jangan sampai kamu abaikan.

Kamu bisa membangun ketakutan, kemarahan, kebahagiaan, atau emosi lainnya yang bisa membuat pembaca atau pendengar merasa terhubung dengan _brand_-mu dan tergerak melakukan sesuatu. Menggunakan jasa atau membeli produkmu, misalnya.

### Hindari Detail Cerita yang Tidak Perlu

Buatlah audiens menikmati ceritamu sampai habis hingga timbul dalam benak mereka kebutuhan akan produk yang kamu tawarkan. Jadi, jangan sampai mereka kehilangan fokus, bingung, atau bosan akibat detail cerita yang tidak perlu.

Karena fakta mengungkap, _storytelling marketing_ yang sukses adalah cerita yang ringkas, tepat sasaran, dan tidak menyimpang sedikit pun.

Penceritaan akan efektif jika fokus pada protagonis, kebutuhan, masalah mereka, dan menghadirkan solusi yang selama ini mereka cari.

### Sisipkan Fakta dan Angka pada Cerita

Poin ini tak kalah penting, lho. Jangan karena berpikir storytelling bersifat naratif, kamu tidak menampilkan data berupa fakta atau angka.

Padahal, keduanya bisa membuat cerita semakin lebih kaya. Namun tentu saja penyisipan fakta maupun angka, jangan sampai membuat audiens sakit kepala.

Terjemahkan data-data pendukung tersebut ke dalam kalimat yang lebih bersahabat, kalimat yang mudah dipahami.

Data-data ini dapat membuat audiens semakin percaya dengan _brand_-mu. Bahkan audiens akan berterima kasih karena mereka mendapatkan wawasan baru.

## Cara Penyampaian Storytelling yang Efektif

[Penelitian](https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4445577/) mengungkapkan bahwa cerita dapat melepaskan oksitosin yang kemudian memengaruhi sikap, perilaku, dan keputusan konsumen seperti yang disebutkan dalam StoryChief Insight.

Maka penting bagi setiap bisnis membuat sebuah cerita yang menarik yang dapat membangun pengalaman konsumen sehingga terbentuk persepsi positif hingga terjadi konversi.

Supaya _storytelling marketing_ berlangsung efektif, kamu perlu memperhatikan sejumlah hal berikut ini.

- Gunakan judul yang memikat
- Pastikan konten tetap singkat dan sederhana
- Buat narasi yang jelas dan mudah dimengerti
- Tambahkan visualisasi (gambar, animasi, dsb)
- Kemas dengan desain yang menarik

## Contoh Brand Storytelling Marketing dalam Bisnis Kosmetik

Storytelling marketing telah digunakan oleh banyak _brand_ kecantikan, dua diantaranya adalah Wardah dan Zam Cosmetic.

Strategi _storytelling_ mereka telah berhasil membuat _brandimage_ semakin kuat dan tentunya berdampak pada penjualan produk yang semakin meningkat.

Yuk, sama-sama kita bahas contoh _storytelling_ kedua brand tersebut!

### Wardah



Siapa yang tak kenal Wardah? Merek kecantikan dari PT Paragon Technology Innovation ini merupakan top brand lokal. Wardah tak pernah kehabisan akal agar mereknya dekat dengan pelanggan.

Salah satu contoh strategi _storytelling marketing_ dari brand ini adalah [Wardah Heart to Heart](https://www.wardahbeauty.com/id/news/bincang-positif-bersama-dian-sastrowardoyo-tentang-arti-wanita-kuat-dan-mandiri) yang dipandu oleh Dewi Sandra sebagai Brand Ambassador.

Program ini merupakan _talk show_ yang diisi oleh wanita-wanita inspiratif seperti Dian Sastrowardoyo, Cut Meyriska, dan Dinda Hauw. Mereka membagikan pengalaman hidup sambil mengkampanyekan #LangkahBaikmuBerarti.

Kebanyakan teknik _storytelling_ Wardah menggunakan media video, mulai dari Talk Show hingga Movie Series.

Brand ini memang selalu membuat kampanye kecantikan yang mengikuti isu terkini atau sesuatu yang relevan dengan masyarakat seperti Wardah [\#AkuWajahIndonesia](https://youtu.be/YYJ77W3UI7E), [\#IbuInspirasiDuniaku](https://youtu.be/l1D_kU9iA70), [\#CantikDariHati](https://youtu.be/i7zi28lpB28), dan masih banyak yang lainnya.

Kamu bisa nih mencontoh Wardah membuat tayangan berisi penceritaan (_storytelling_), sehingga _brand_-mu dapat semakin dekat dengan masyarakat.

### Zam Cosmetic

Zam Cosmetic merupakan _brand_ kosmetik milik artis Zaskia Adya Mecca dan keluarganya. Zam Cosmetic masuk ke dunia kecantikan pada 2017 lalu, dari yang hanya menjual _Lip Matte_ hingga kini beragam _skincare_ yang diklaim Halal, non SLS, dan non paraben.

Tania Ray Mina, Co-Founder brand ini mengatakan bahwa ketika mereka memutuskan sebagai bisnis yang berfokus di media digital, konten merupakan suatu hal yang amat penting di samping produk yang berkualitas.

Ia juga menambahkan bahwa konten pemasaran sebuah merek harus dikemas dengan strategi _storytelling_ agar konsumen merasa dekat dan terhubung dengan suatu produk.

Video _storytelling_ mereka seringkali langsung dibawakan oleh Zaskia Adya Mecca dan keluarganya. Mereka selalu mengangkat tema tertentu seperti tentang keberagaman dan pemberdayaan perempuan.

Selain menggunakan media YouTube, baik Wardah maupun Zam juga menggunakan strategi penceritaan ini di media sosial lainnya dengan mengunggah konten-konten edukatif dan interaktif.

## Penutup

Nah, itu dia penjelasan mengenai _storytelling marketing_ yang wajib kamu coba dalam bisnismu.

Seperti yang dikatakan Co-founder Zam Cosmetic, _storytelling content_ sangat penting di samping produk kosmetik yang berkualitas. Yuk, diterapkan!

Kalau belum punya produk kosmetiknya, kami bisa membantumu mewujudkan produk berkualitas sesuai impianmu!

## Topics

**Kategori:** [Blog](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/category/blog.md)

**Tag:** [Bisnis Skincare](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/bisnis-skincare.md), [Bisnis Kosmetik](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/bisnis-kosmetik.md)