whatsapp-adev

Bisnis Kecantikan

5 Langkah Awal Berbisnis untuk Pemula

Published:

Updated:

Afifah Nur Fariha

No Comments

Memiliki bisnis sendiri merupakan impian banyak orang. Namun bagi sebagian orang, awal berbisnis seringkali terasa menakutkan dan berisiko tinggi. 

Sebelum memutuskan untuk memulai bisnis, Anda perlu mengetahui langkah-langkah awal yang perlu dilakukan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar. 

Dalam artikel ini, akan dijelaskan 5 langkah awal penting untuk memulai bisnis. Mulai dari menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, melakukan riset pasar, membuat rencana, mendaftarkan legalitas, hingga mengumpulkan sumber daya. 

Dengan mengikuti langkah-langkah awal ini, diharapkan Anda dapat memulai bisnis dengan percaya diri dan meraih kesuksesan. 

Kesulitan Memulai Bisnis Pasti Ada. Jangan Takut!

sumber

Memulai bisnis memang bukan hal yang mudah. Bahkan terkadang, orang sudah kebingungan saat akan menentukan jenis bisnis yang ingin dijalankan. 

Selain bingung memilih jenis bisnis, beberapa hal yang mungkin dihadapi saat memulai usaha adalah:

  • Ketakutan akan kegagalan dan mengalami kerugian finansial.
  • Tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan yang cukup tentang berbisnis, misalnya strategi pemasaran dan penjualan. 
  • Kurangnya pendanaan atau tidak memiliki modal usaha yang cukup untuk memulai bisnis. Memulai bisnis membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan untuk mendapatkan pendanaan dari bank atau investor, bukan sesuatu yang mudah. Bahkan, Anda mungkin perlu menggunakan tabungan pribadi atau terpaksa meminjam uang dari keluarga dan teman.
  • Kesulitan dalam mencari lokasi/ tempat yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
  • Manajemen waktu dan keuangan yang membutuhkan proses untuk berjalan dengan efektif. Ketika memulai bisnis, akan ada banyak tanggung jawab yang Anda miliki. Anda perlu mengelola waktu secara efektif agar semuanya berjalan dengan sukses. 
  • Kurangnya tenaga kerja atau karyawan yang dapat membantu dalam menjalankan bisnis.
  • Kurang memahami hukum dan peraturan terkait bisnis. Ada banyak peraturan yang harus Anda pelajari saat memulai bisnis. Anda perlu mengetahui semua persyaratan dan mematuhi aturan tersebut. 

Agar terhindar dari hal-hal tersebut, berikut beberapa tips untuk mengatasi kesulitan awal dalam memulai bisnis:

  1. Lakukan riset: Sebelum memulai bisnis, melakukan riset dan memahami industri yang akan Anda masuki adalah hal penting. Anda akan lebih mudah membuat berbagai keputusan dan menghindari kesalahan dalam memulai bisnis dengan melakukan riset terlebih dahulu. 
  2. Buat rencana bisnis: Rencana bisnis (business plan) berfungsi selayaknya panduan untuk Anda dalam memulai bisnis. Dalam rencana bisnis, Anda dapat mendefinisikan tujuan, mengidentifikasi target pasar, hingga mengembangkan strategi untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan.  
  3. Dapatkan bantuan dari para ahli: Memulai dan mengembangkan bisnis akan lebih mudah jika Anda dibantu oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Termasuk untuk mendapat bantuan modal. Anda bisa mencoba mencari bantuan dari mentor, konsultan atau penasihat bisnis, hingga lembaga pemerintah.
  4. Jangan menyerah: Jika diibaratkan, memulai bisnis sama seperti lari maraton, buka lari cepat. Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Tidak dipungkiri akan ada banyak tantangan dalam menjalaninya. Namun, selama Anda terus berusaha, tujuan bisnis dan kesuksesan yang diinginkan pasti tercapai. 

Selain itu, seseorang biasanya merasa khawatir untuk memulai bisnis karena belum berpengalaman sama sekali dan hanya memiliki modal yang terbatas.

Baca juga konten kami tentang bisnis.

Nah, apakah Anda salah satu orang yang mengalami kekhawatiran-kekhawatiran dalam memulai bisnis seperti yang disebutkan di atas? Tenang saja, ada beberapa pilihan bisnis yang dapat Anda coba sebagai pemula!

Beberapa Pilihan Bisnis yang Cocok untuk Pemula 

awal berbisnis

Sumber 

Sebagai pemula, sepertinya akan lebih mudah jika Anda memilih jenis bisnis yang sesuai dengan minat atau passion, dan tentu saja, kemampuan. Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan karena bisnis yang sesuai dengan passion akan membuat Anda lebih antusias untuk menjalaninya sehingga lebih berpeluang besar untuk bisa berkelanjutan. 

Selain itu, pebisnis pemula mungkin belum sepenuhnya mengerti cara memulai bisnis dan memiliki modal terbatas. Sehingga bisnis yang bisa dikatakan cocok adalah bisnis dengan proses mudah dan tidak memerlukan modal yang banyak. 

Berikut adalah beberapa pilihan bisnis yang cocok untuk pemula di Indonesia:

  • Bisnis makanan dan minuman: Jenis bisnis ini dapat dimulai dengan modal yang tidak terlalu besar, sementara peluangnya cukup besar karena akan selalu ada kebutuhan terhadap makanan dan minuman. Anda dapat memulai bisnis ini dengan membuka stand makanan atau minuman, warung kecil, jasa catering, dan semacamnya. 
  • Bisnis ritel: Bisnis ritel juga salah satu bisnis yang dapat diawali dengan modal yang tidak terlalu besar. Anda bisa memulai bisnis ini dengan berjualan produk-produk kebutuhan sehari-hari atau rumah tangga, berjualan pakaian, dan semacamnya. 
  • Bisnis jasa: Anda banyak bisnis jasa yang dapat Anda coba. Mulai dari jasa kebersihan, jasa laundry, jasa bimbingan belajar, dan masih banyak lagi.
  • Bisnis online: Jenis bisnis ‘kekinian’ yang bisa dikatakan sangat cocok untuk pemula. Anda dapat memulai bisnis online dengan modal awal yang sedikit atau bahkan tanpa modal. Misalnya, menjual produk atau jasa secara online, membuat memulai blog atau situs untuk menghasilkan pendapatan melalui iklan atau pemasaran afiliasi, dan masih banyak lagi.
  • Bisnis waralaba: Salah satu jenis bisnis yang mudah dimulai oleh para pemula karena semua kebutuhannya sudah tersedia. Anda memang perlu berinvestasi dalam bentuk biaya waralaba,  tetapi kebanyakan bisnis waralaba menyediakan fasilitas pelatihan dan tentunya mendapat dukungan dari perusahaan induk.
  • Bisnis kosmetik brand sendiri. Jika tertarik untuk memulai bisnis kosmetik,Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan maklon agar prosesnya lebih mudah karena tidak perlu mencari konsep dan kebutuhan bisnis sendirian. Perusahaan maklon kosmetik akan membantu proses bisnis Anda dari hulu ke hilir. Mulai dari menentukan konsep produk hingga produk jadi sampai ke tangan Anda dan siap untuk dijual.

Ini hanya beberapa pilihan bisnis yang cocok untuk pemula di Indonesia. Ada banyak pilihan lain yang tersedia. Jadi, Anda bisa mencoba untuk melakukan riset dan mencari sesuatu yang Anda minati.

Modal Awal untuk Memulai Bisnis

Modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis memiliki besaran rupiah yang berbeda-beda, tergantung jenis bisnis yang ingin Anda jalankan. Misalnya, modal untuk memulai bisnis online tentu saja berbeda modal bisnis offline yang memiliki kebutuhan berbentuk fisik seperti tempat usaha, peralatan, dan sebagainya. 

Secara umum, untuk memulai bisnis kecil, setidaknya diperlukan modal sekitar 10 juta rupiah. Untuk bisnis menengah, dibutuhkan setidaknya 50 juta rupiah, sedangkan untuk bisnis besar, dibutuhkan setidaknya 100 juta rupiah. (1 USD = sekitar 14.000 IDR).

Dilansir dari situs Kemenkeu, usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM adalah usaha dengan modal kisaran 1 Milyar – 50 Milyar rupiah.

Kemenkeu membagi skala usaha UMKM menjadi 3 golongan berdasar besarnya modal usaha, yaitu:

  • usaha mikro
  • usaha kecil
  • usaha menengah 

Tabel modal usaha UMKM Kemenkeu

KategoriModal UsahaHasil Penjualan Tahunan
Usaha Mikros.d. Rp1.000.000.000,00.s.d. Rp2.000.000.000,00.
Usaha KecilLebih dari Rp1.000.000.000,00 s.d. Rp5.000.000.000,00.lebih dari Rp2.000.000.000,00 s.d. Rp15.000.000.000,00.
Usaha Menengahlebih dari Rp5.000.000.000,00 s.d. Rp10.000.000.000,00.lebih dari Rp15.000.000.000,00 s.d. Rp50.000.000.000,00

* Ket : Modal usaha tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Sementara itu, untuk memulai bisnis tanpa modal besar Anda dapat mencoba menjadi  menjadi agen atau reseller. Modal menjadi agen atau reseller tentu saja jauh lebih terjangkau ketimbang Anda harus membuat produk sendiri. 

Misalnya saja untuk menjadi reseller kosmetik. Dilansir dari salah satu sumber, Anda hanya membutuhkan modal mulai dari Rp200.000 hingga Rp3000.000. Ternyata menjadi reseller kosmetik bisa Anda mulai dengan modal ratusan ribu rupiah saja.

Jika Anda memiliki minat di bidang pemasaran online, membuka toko online juga merupakan pilihan bisnis yang tidak membutuhkan modal besar. Menurut salah satu sumber, modal untuk membangun bisnis online dari segi platformnya bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah. 

Mungkin jika ditotal dengan pembelian produk, misal Anda ingin menjual menjadi reseller kosmetik seperti di atas secara online, total modalnya hanya berkisar hingga Rp 5000.000 – Rp 6000.000 rupiah.  

Masih banyak bisnis dengan proses yang mudah dan modal yang tidak terlalu besar.  Di antaranya adalah bisnis penyedia jasa-jasa tertentu yang cukup mengandalkan keahlian dan peralatan pribadi misalnya jasa desain grafis, jasa bimbingan belajar, dan semacamnya. 

5 Langkah Awal Berbisnis untuk Pengusaha Pemula 

Credit image 

1. Tentukan Ide Bisnismu

Langkah pertama dalam memulai bisnis adalah menentukan bisnis yang ingin dijalankan. Ada banyak ide bisnis yang bisa dijalankan, tapi sekali lagi, yang paling penting adalah memilih bisnis yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

Dalam menentukan ide bisnis, Anda bisa mengambil dari beberapa sumber. Di antaranya adalah 

  • tren bisnis yang sedang berkembang 
  • kebutuhan pasar terkait dengan bisnis yang Anda ingin jalankan. 
  • pengalaman dan keterampilan Anda.
  • hobi dan minat Anda.
  • masalah yang Anda atau orang lain hadapi.
  • penelitian dan pengembangan.
  • berbicara dengan pengusaha lain.
  • menghadiri acara bisnis.
  • membaca buku dan majalah bisnis.
  • berdiskusi secara bergotong-royong dengan teman dan keluarga.
  • lakukan sesi brainstorming.

Mencari ide-ide bisnis dengan beberapa cara di atas akan memudahkan Anda untuk memahami, mengidentifikasi, serta mengambil keputusan yang tepat dalam memulai bisnis sesuai dengan peluang yang ada. Bisnis yang memiliki peluang atau pasar yang potensial tentu akan lebih mudah untuk berkembang.

Misalnya, Anda ingin memulai bisnis di industri kecantikan, Anda bisa membaca data pasar penjualan terkini produk kosmetik yang ingin dibuat, mempelajari pertumbuhan industri per tahunnya, kebutuhan dan tren yang sedang banyak diminati dan dicari oleh konsumen, atau mengikuti kegiatan pameran bisnis kosmetik. Selain itu, mengamati kebutuhan dan potensi pasar akan lebih mudah dengan melakukan riset pasar seperti di bawah ini. 

2. Lakukan Riset Pasar

Setelah menentukan ide bisnis, langkah selanjutnya adalah melakukan riset pasar. Riset pasar berguna untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan dan potensi pasar, serta mengenali pesaing bisnis Anda.

Riset yang Anda lakukan dapat dimulai dari meninjau data pasar terkini. Mempelajari trend  dan mengidentifikasi tren yang berpotensi untuk berkelanjutan. Termasuk tren dari sisi teknologi dan inovasi yang akan berpengaruh kepada industri yang ingin Anda masuki.

Secara umum, riset pasar dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut ini:

  • Tentukan Target Pasar. Dalam riset pasar, Anda juga perlu menentukan target pasar. Menentukan target pasar sangat penting untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif.
  • Analisis Pesaing. Selain itu, riset pasar juga perlu dilakukan untuk mengenali pesaing bisnis Anda. Dengan mengenali pesaing bisnis, Anda bisa memperoleh informasi tentang kekuatan dan kelemahan pesaing, sehingga bisa merancang strategi bisnis yang lebih baik. Menganalisis kompetitor dapat dilakukan agar Anda dapat mempelajari strategi mereka, termasuk ketika harus beradaptasi dengan perubahan pasar.
  • Analisis Prospek Bisnis. Riset pasar juga perlu dilakukan untuk menganalisis prospek bisnis. Dalam analisis prospek bisnis, Anda perlu memperhitungkan potensi keuntungan, potensi pertumbuhan bisnis, dan seberapa besar risiko yang akan dihadapi.

3. Membuat Rencana Bisnis (Business Plan)

Setelah menentukan ide bisnis dan melakukan riset pasar, langkah selanjutnya adalah membuat rencana bisnis (business plan).

Rencana bisnis atau business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana bisnis Anda akan mencapai tujuannya. Dokumen ini harus mencakup segala informasi tentang bisnis Anda, mulai dari produk atau layanan, target pasar, strategi pemasaran dan penjualan, proyeksi keuangan, hingga struktur tim manajemen.

Anda dapat membuat tujuan bisnis dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time Bound). SMART merupakan sebuah kerangka yang memudahkan untuk membuat tujuan bisnis dengan lebih spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki jangka waktu tertentu. (bagian ini nanti dapat dilink ke artikel metode SMART) 

Bagian-bagian spesifik dalam rencana bisnis akan bervariasi tergantung pada jenis bisnis dan tujuannya. Namun, pada umumnya besar rencana bisnis akan mencakup bagian-bagian berikut:

  1. Ringkasan Bisnis: Bagian ini memberikan gambaran singkat tentang bisnis Anda, termasuk misi, produk atau layanan, dan target pasar.
  2. Deskripsi Perusahaan: Bagian ini memberikan informasi lebih detail tentang bisnis Anda, termasuk sejarahnya, keunggulan kompetitifnya, dan tim manajemennya.
  3. Analisis Pasar: Bagian ini menganalisis target pasar Anda, termasuk ukurannya, potensi pertumbuhannya, dan kebutuhannya.
  4. Rencana Pemasaran dan Penjualan: Bagian ini menguraikan strategi Anda untuk mencapai target pasar dan menjual produk atau layanan Anda.
  5. Proyeksi Keuangan: Bagian ini memberikan proyeksi keuangan untuk bisnis Anda, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.
  6. Lampiran: Bagian ini mencakup dokumen pendukung lainnya, seperti laporan keuangan, materi pemasaran, atau brosur produk.

Rencana bisnis adalah alat penting bagi pemilik bisnis untuk menjelaskan tujuan bisnis, mengidentifikasi target pasar, mengembangkan strategi, menarik investor atau mendapatkan pembiayaan, mengukur kesuksesan bisnis yang dijalankan, dan menjadi motivasi dalam mengembangkannya.

Selain itu, rencana bisnis akan memudahkan Anda dalam membuat strategi pemasaran yang efektif agar produk atau jasa yang Anda tawarkan dikenal oleh banyak orang. Sebelumnya, Anda harus mengetahui positioning atau hal-hal ‘unik’ yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor.

Dalam rencana bisnis, strategi pemasaran biasanya mencakup berbagai aspek seperti:

  1. Menentukan branding, yakni bagaimana produk atau bisnis Anda ingin dikenali oleh konsumen.
  2. Melakukan promosi, mulai dari membuat bentuk promosi hingga menentukan saluran pemasaran. Kedua hal tersebut harus relevan dengan target pasar Anda, dan sebisa mungkin anggaran pemasaran.

Proses pemasaran harus terus dimonitoring dan dilakukan evaluasi secara berkala. Hal tersebut dilakukan agar dapat terus dilakukan penyesuaian, karena pada dasarnya, strategi pemasaran bertujuan untuk meningkatkan visibilitas atau keterlihatan produk/bisnis Anda di mata calon konsumen terutama mereka yang potensial untuk menjadi pelanggan.

Membuat rencana bisnis juga akan memudahkan Anda untuk menganalisis kondisi keuangan. Oleh karena itu, rencana bisnis harus dibuat selaras dengan kondisi keuangan yang ada saat Anda memulai bisnis.

Menganalisis kondisi keuangan dimulai dari menghitung secara pasti semua kebutuhan bisnis. Mulai dari biaya awal, misalnya seperti penyewaan tempat, pembuatan produk, pembelian peralatan. Kemudian, pastikan juga Anda sudah memiliki biaya operasional untuk menjalankan bisnis hingga beberapa bulan ke depan.

Jangan lupa, buat proyeksi pendapatan dan pengeluaran yang realistis sehingga Anda dapat mempertimbangkan bisnis yang Anda jalani membutuhkan sumber dana tambahan atau tidak. 

Pastikan bahwa kondisi keuangan akan tetap stabil ketika bisnis berhasil mendapatkan keuntungan atau dalam kondisi terburuk, tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan. 

4. Mendaftarkan Legalitas Bisnis

Setelah Anda menentukan ide bisnis, melakukan riset pasar, dan membuat rencana bisnis, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan legalitas bisnis. Hal ini dilakukan untuk melindungi bisnis dari segi hukum dan menjaga reputasi bisnis yang Anda jalankan.

Ada beberapa legalitas bisnis yang perlu Anda daftarkan, seperti:

  • Akta pendirian perusahaan
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • dan hal-hal lain yang sesuai dengan jenis bisnis yang Anda jalankan.

5. Mengumpulkan Sumber Daya

Langkah terakhir dalam memulai bisnis adalah mengumpulkan sumber daya. Sumber daya yang perlu Anda kumpulkan antara lain tenaga kerja dan peralatan atau mesin yang diperlukan untuk proses produksi dan pemasaran produk atau jasa.

Carilah tenaga kerja yang berkualitas dengan jumlah yang memadai. Hal tersebut tentu sangat penting agar semua elemen dalam bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar dan ideal serta tidak terhambat karena sumber daya manusia yang terbatas. 

Mungkin di awal memulai bisnis, kondisi keuangan dapat membuat Anda memutuskan tidak menggunakan tenaga kerja terlebih dahulu. Tidak mengapa, tetapi,  jika kondisi keuangan Anda mencukupi, segera lakukan perekrutan tenaga kerja. 

Selain tenaga kerja manusia, pastinya Anda juga membutuhkan peralatan atau mesin-mesin yang akan memudahkan atau membuat bisnis Anda berjalan dengan lebih efektif dan efisien. 

Kesimpulan

Memulai bisnis memang tidak mudah, tapi dengan mengikuti 5 langkah awal yang telah disebutkan di atas, Anda bisa memulai bisnis dengan lebih mudah dan terarah.

Penting untuk mengambil waktu untuk merenungkan ide bisnis yang akan Anda jalankan, melakukan riset pasar, membuat rencana bisnis, mendaftarkan legalitas bisnis, dan mengumpulkan sumber daya yang diperlukan.

Dengan langkah-langkah yang tepat, Anda bisa menjalankan bisnis dengan sukses dan meraup keuntungan yang besar.

Sudah mulai paham, kan, bagaimana seharusnya Anda memulai bisnis?  Nah, karena saat ini bisnis sedang marak dilakukan secara online, yuk,  pelajari juga cara belajar memulai bisnis dari nol

5/5 - (3 votes)

Penulis merupakan pribadi yang gemar menulis artikel tentang bisnis dan enterpreneurship. Ia telah berupaya memberikan informasi terbaik dan akurat di artikel ini berdasarkan literasi dan penelitiannya.

Namun artikel ini dibuat hanya untuk tujuan informasi dan tidak ditujukan sebagai saran profesional atau konsultasi bisnis. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan informasi dalam artikel ini dan penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan dalam bentuk apa pun yang diduga timbul dari kesalahan, kelalaian, atau kelalaian dalam menyusun artikel ini.

Tinggalkan komentar


Index