---
title: Jasa Uji Laboratorium untuk Kosmetik dan Skincare
date: 2025-01-04T10:41:45Z
modified: 2026-08-01T00:23:41Z
permalink: "https://adev.co.id/layanan/jasa-uji-laboratorium/"
type: layanan
status: publish
excerpt: Pastikan kualitas dan keamanan produk kosmetik Anda melalui layanan jasa uji laboratorium profesional dari Adev. Kami menyediakan berbagai pengujian penting seperti SPF, Anti Mikroba, Hypoallergenic, hingga Dermatology Tested untuk memperkuat klaim brand Anda. Dapatkan estimasi biaya transparan dan konsultasi mendalam untuk membantu pengembangan produk yang lebih terukur, aman, dan siap bersaing di pasar kecantikan.
wpid: 26302
kategori-layanan:
  - Layanan Pengurusan Legalitas & Serfitikasi
featured_image: "https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/hero-uji-laboratorium.webp"
featured_image_alt: Analis laboratorium berhijab memeriksa sampel sunscreen untuk uji lab kosmetik bersama ADEV — uji aman, klaim valid.
author: Tim Redaksi PT Adev
timestamp: 2026-08-01T00:23:41Z
tags:
  - Layanan Pengurusan Legalitas & Serfitikasi
---

Setiap produk kosmetik dan skincare yang ingin beredar di Indonesia harus melewati satu gerbang penting sebelum bisa dinotifikasi ke BPOM, yaitu **uji laboratorium**.

Tanpa data hasil uji, Dokumen Informasi Produk (DIP) Anda tidak akan lengkap. Tanpa DIP yang lengkap, notifikasi BPOM tidak bisa diproses. Di sinilah banyak brand owner, terutama pemula, mulai merasa kewalahan.

Tidak perlu khawatir. ADEV hadir sebagai **fasilitator** yang menghubungkan brand owner seperti Anda dengan laboratorium pengujian terakreditasi. Kami tidak melakukan uji sendiri di lab internal. Peran kami adalah memetakan kebutuhan uji Anda dan merekomendasikan jenis pengujian yang tepat. Kami juga memberikan estimasi biaya transparan. Selanjutnya, kami mendampingi seluruh proses hingga hasil uji siap digunakan untuk notifikasi BPOM.

Enam jenis uji laboratorium yang kami fasilitasi mencakup **SPF In Vitro** (uji pendahuluan), **SPF In Vivo** (gold standard klaim SPF), **Anti Mikroba**, **Hypoallergenic**, **Dermatology Tested**, dan **Booster Whitening**. Setiap jenis uji memiliki fungsi, estimasi biaya, dan durasi yang berbeda. Kami akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan produk dan klaim yang Anda targetkan.

\[ht-ctc-chat\]

## 1. Mengapa Uji Laboratorium Wajib Sebelum Produk Kosmetik Beredar?

> **Ringkasan:** Uji laboratorium adalah bukti ilmiah bahwa produk Anda aman, stabil, dan sesuai klaim. Tanpa hasil uji, DIP tidak lengkap dan notifikasi BPOM tidak bisa diproses. Biaya uji di awal selalu lebih rendah daripada risiko produk ditolak atau ditarik dari pasar.

![Ilustrasi kewajiban uji laboratorium kosmetik sebagai syarat notifikasi BPOM.](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/gerbang-notifikasi-bpom-800x497.webp)

Hasil uji lab adalah komponen wajib Dokumen Informasi Produk (DIP) untuk lolos gerbang notifikasi BPOM.Uji laboratorium bukan sekadar formalitas untuk memenuhi dokumen BPOM. Ia adalah bukti ilmiah bahwa produk Anda **aman**, **stabil**, dan **sesuai dengan klaim** yang tercantum di kemasan.

Produk kosmetik termasuk dalam kategori YMYL (Your Money or Your Life) dalam standar konten Google. Kategori ini menyangkut kesehatan dan keselamatan konsumen. Satu produk yang gagal uji dan tetap dipasarkan bisa berujung pada sanksi administratif, penarikan produk dari pasaran, hingga tuntutan hukum.

Regulasi Indonesia melalui **PerBPOM No. 17 Tahun 2023** tentang Pedoman DIP Kosmetik mewajibkan setiap pelaku usaha untuk mendokumentasikan data mutu (Bagian III DIP) dan data keamanan (Bagian IV DIP). Kedua bagian ini mensyaratkan hasil uji laboratorium sebagai data dukung \[Sumber: BPOM RI, “PerBPOM No. 17 Tahun 2023 tentang Pedoman DIP Kosmetik”, [https://pom.go.id](https://pom.go.id/)\]. Produk yang tidak dilengkapi data uji tidak akan lolos notifikasi.

Lebih dari itu, uji laboratorium melindungi investasi bisnis Anda. Bayangkan Anda sudah memproduksi ribuan unit produk, menghabiskan anggaran pemasaran, dan membangun distribusi. Kemudian produk ditarik karena gagal uji keamanan. Biaya uji laboratorium yang memadai di awal pengembangan produk selalu lebih rendah dibandingkan biaya yang timbul akibat kegagalan di kemudian hari.

Konsultasikan kebutuhan uji lab produk Anda sekarang juga melalui WhatsApp kami.

## 2. Regulasi BPOM Terkait Uji Laboratorium Kosmetik

Memahami regulasi yang berlaku membantu Anda sebagai brand owner untuk tahu persis jenis uji apa yang wajib dan apa dasar hukumnya. Berikut adalah regulasi kunci yang perlu Anda ketahui.

![Infografik regulasi BPOM untuk uji laboratorium kosmetik — DIP, klaim, dan fakta sunscreen.](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/regulasi-bpom-3-kartu-800x497.webp)

Tiga regulasi kunci: DIP dan uji lab (PerBPOM 17/2023), klaim kosmetika (PerBPOM 3/2022), dan fakta 16,67% sunscreen gagal klaim SPF.### 2.1 Dokumen Informasi Produk (DIP) dan Peran Uji Laboratorium

PerBPOM No. 17 Tahun 2023 menetapkan bahwa setiap produk kosmetik yang akan dinotifikasi wajib memiliki DIP yang lengkap. DIP terdiri dari empat bagian utama. Dua di antaranya, yaitu Bagian III (Data Mutu) dan Bagian IV (Keamanan), memerlukan data hasil uji laboratorium sebagai bukti pendukung \[Sumber: BPOM RI, “PerBPOM No. 17 Tahun 2023 tentang Pedoman DIP Kosmetik”, [https://pom.go.id](https://pom.go.id/)\].

Audit DIP dilakukan BPOM secara berkala. Ketidaklengkapan data uji bisa berakibat pada pembatalan notifikasi. Untuk panduan lengkap proses notifikasi, kunjungi halaman [layanan registrasi produk ke BPOM](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/layanan/registrasi-produk-ke-badan-pom.md) kami.

### 2.2 Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika (PerBPOM No. 3/2022)

PerBPOM No. 3 Tahun 2022 mengatur secara spesifik tentang persyaratan teknis klaim kosmetika. Beberapa ketentuan penting yang perlu Anda catat \[Sumber: BPOM RI, “PerBPOM No. 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika”, [https://pom.go.id](https://pom.go.id/)\]:

- **Klaim SPF** wajib didukung data uji in vivo sebagai gold standard. Data uji in vitro saja tidak cukup untuk klaim final.
- **Klaim “dermatology tested”** hanya dapat digunakan apabila hasil uji menunjukkan produk bersifat non-irritant di bawah pengawasan dokter spesialis kulit.
- **Klaim “hypoallergenic”** memerlukan uji khusus untuk membuktikan rendahnya potensi alergi pada kulit sensitif.

Ketiga klaim ini tidak bisa dicantumkan begitu saja tanpa data uji yang valid. Pelanggaran terhadap ketentuan ini bisa dikenakan sanksi oleh BPOM.

### 2.3 Fakta BPOM, 16,67% Sunscreen Tidak Penuhi Klaim SPF

Data temuan BPOM menunjukkan bahwa hampir **satu dari enam produk sunscreen (16,67%)** tidak memenuhi ketentuan data dukung klaim SPF \[Sumber: IML Research, “Sunscreen Klaim SPF Lolos Uji”, [https://imlresearch.com/sunscreen-klaim-spf-lolos-uji](https://imlresearch.com/sunscreen-klaim-spf-lolos-uji)\]. Angka ini menegaskan bahwa uji SPF bukan sekadar opsional. Ini adalah keharusan bisnis bagi brand yang serius ingin membangun kepercayaan konsumen.

Jika produk sunscreen Anda masuk dalam statistik 16,67% tersebut, konsekuensinya bukan hanya penolakan notifikasi BPOM. Kepercayaan konsumen yang sudah terlanjur dibangun bisa runtuh dalam semalam. Uji SPF yang benar sejak awal adalah investasi untuk melindungi reputasi brand Anda dalam jangka panjang.

## 3. Jenis-Jenis Uji Laboratorium Kosmetik dan Skincare

> **Ringkasan:** ADEV memfasilitasi enam jenis uji lab: SPF In Vitro, SPF In Vivo, Anti Mikroba, Hypoallergenic, Dermatology Tested, dan Booster Whitening. Biaya berkisar dari Rp2,3 juta hingga Rp70 juta tergantung kompleksitas dan durasi pengujian.

Memilih jenis uji yang tepat adalah langkah krusial dalam pengembangan produk. Setiap jenis uji memiliki tujuan, metode, estimasi biaya, dan durasi yang berbeda. ADEV memfasilitasi enam jenis pengujian berikut melalui jaringan laboratorium rekanan terakreditasi.



| Jenis Uji | Tujuan Pengujian | Cocok Untuk | Estimasi Biaya | Durasi\* |
| --- | --- | --- | --- | --- |
| **SPF In Vitro** | Perkiraan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV, uji pendahuluan | Brand yang sedang mengembangkan formula sunscreen, ingin screening awal | Rp2.350.000 | 2–4 minggu |
| **SPF In Vivo** ⭐ | Penentuan nilai SPF pada subjek manusia, gold standard BPOM | Brand yang siap klaim SPF di kemasan dan notifikasi BPOM | Rp33.800.000 | 4–8 minggu |
| **Anti Mikroba** | Evaluasi efektivitas antimikroba terhadap mikroorganisme target | Produk dengan klaim antibakteri, produk acne, deodoran | Rp2.331.000 | 2–4 minggu |
| **Hypoallergenic** | Uji potensi iritasi dan alergi pada kulit sensitif | Produk untuk kulit sensitif, baby care, skin barrier | Rp30.525.000 | 4–6 minggu |
| **Dermatology Tested** | Uji non-irritant di bawah pengawasan dermatolog | Brand ingin klaim “dermatology tested, non irritant” | Rp33.800.000 | 4–6 minggu |
| **Booster Whitening** | Uji efektivitas bahan pencerah (brightening/whitening) | Produk dengan klaim whitening, brightening, dark spot | Rp70.000.000 | 6–12 minggu |

> ⭐ = Direkomendasikan BPOM untuk klaim SPF final
> 
> \*Estimasi durasi dapat bervariasi tergantung kompleksitas produk dan antrian lab. Estimasi biaya bersifat indikatif dan dapat menyesuaikan kebutuhan spesifik produk Anda. \[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia\]

Tabel di atas menunjukkan variasi biaya uji yang signifikan. Rentangnya mulai dari Rp2,3 juta untuk uji SPF In Vitro hingga Rp70 juta untuk Booster Whitening. Variasi ini mencerminkan perbedaan kompleksitas, durasi, dan kredibilitas hasil yang dihasilkan.

📱 Tanyakan Estimasi Biaya yang Sesuai Produk Anda.

\[ht-ctc-chat\]

## 4. Perbandingan Uji SPF In Vitro dan In Vivo

> **Ringkasan:** SPF In Vitro adalah uji pendahuluan dengan spektrofotometer (Rp2,35 juta), sedangkan SPF In Vivo adalah gold standard pada subjek manusia (Rp33,8 juta) yang diwajibkan BPOM. Strategi terbaik: mulai dengan In Vitro saat R&D, lanjutkan ke In Vivo saat formula final.

Banyak brand owner bertanya: apa perbedaan antara uji SPF In Vitro dan SPF In Vivo?



| Aspek | SPF In Vitro | SPF In Vivo ⭐ |
| --- | --- | --- |
| **Metode** | Spektrofotometer UV pada substrat (kaca/film) | Paparan UV terkontrol pada subjek manusia |
| **Standar** | ISO 24443 / COLIPA | ISO 24444 |
| **Hasil** | Perkiraan / estimasi nilai SPF | Nilai SPF aktual (gold standard) |
| **Digunakan BPOM** | ❌ Tidak cukup untuk klaim final | ✅ Wajib untuk data dukung klaim SPF |
| **Biaya** | Mulai Rp2.350.000 | Rp33.800.000 |
| **Durasi** | 2–4 minggu | 4–8 minggu |
| **Kapan Digunakan** | Tahap R&D, screening formula | Sebelum notifikasi BPOM dan peluncuran produk |

Strategi paling efisien yang kami rekomendasikan adalah pendekatan bertahap. Mulailah dengan **SPF In Vitro** saat Anda masih mengembangkan dan menyempurnakan formula sunscreen. Uji ini memberikan estimasi nilai SPF dengan biaya terjangkau, sehingga Anda bisa melakukan beberapa kali iterasi formula tanpa menguras anggaran. Setelah formula final dan Anda siap mengajukan notifikasi BPOM, lanjutkan ke **SPF In Vivo** sebagai bukti definitif yang diakui regulator.

Pendekatan ini menghemat biaya di tahap awal pengembangan. Pada saat yang sama, pendekatan ini tetap memberikan validasi final yang kuat. Produk Anda siap diluncurkan ke pasar dengan data uji yang diakui regulator \[Sumber: ISO 24443:2021 dan ISO 24444:2019, International Organization for Standardization\].

## 5. Estimasi Biaya Jasa Uji Laboratorium Kosmetik

> **Ringkasan:** Estimasi biaya uji lab berkisar Rp2,3 juta (SPF In Vitro/Anti Mikroba) hingga Rp70 juta (Booster Whitening). Harga bersifat indikatif dan dapat menyesuaikan kebutuhan spesifik. Investasi uji lab selalu lebih kecil daripada risiko produk ditolak BPOM atau ditarik pasar.

Biaya uji laboratorium kosmetik bervariasi sesuai jenis uji, kompleksitas produk, dan laboratorium yang dipilih. Tabel di bagian sebelumnya (Bagian 3) memberikan gambaran estimasi biaya per jenis uji yang difasilitasi ADEV. Biaya tersebut bersifat indikatif dan dapat menyesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik produk Anda.

Sebagai gambaran menyeluruh, berikut ringkasan rentang estimasi biaya berdasarkan kategori:

- **Uji pendahuluan (SPF In Vitro, Anti Mikroba):** Rp2.331.000 – Rp2.350.000
- **Uji klaim standar (SPF In Vivo, Dermatology Tested):** Rp33.800.000
- **Uji klaim khusus (Hypoallergenic):** Rp30.525.000
- **Uji klaim premium (Booster Whitening):** Rp70.000.000

Angka-angka ini mungkin terlihat besar, terutama untuk brand owner pemula. Namun, coba bandingkan dengan risiko yang Anda hindari. Produk bisa ditolak notifikasi BPOM, ditarik dari pasaran, atau yang paling merugikan, kehilangan kepercayaan konsumen.

Investasi uji lab selalu jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian finansial dan reputasi. Kerugian tersebut bisa timbul akibat produk yang gagal memenuhi standar keamanan atau klaim.

Untuk informasi lebih lanjut tentang proses notifikasi BPOM secara keseluruhan, kunjungi halaman [layanan registrasi produk ke BPOM](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/layanan/registrasi-produk-ke-badan-pom.md) kami.

## 6. Proses Konsultasi dan Alur Uji Lab di ADEV

![Alur proses konsultasi dan uji lab kosmetik di ADEV — 6 langkah dari konsultasi hingga hasil.](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/alur-6-langkah-uji-lab-800x482.webp)

Enam langkah transparan: Konsultasi, Rekomendasi, Estimasi, Kirim Sampel, Pengujian, dan Hasil — siap untuk DIP dan notifikasi BPOM.Bekerja sama dengan ADEV untuk kebutuhan uji lab produk Anda mengikuti alur yang sederhana dan transparan. Berikut enam langkah prosesnya:

1. **Konsultasi Kebutuhan.** Anda menceritakan jenis produk, klaim yang diinginkan, dan target pasar. Semakin detail informasi yang Anda berikan, semakin tepat rekomendasi yang bisa kami susun. Jika produk Anda dalam proses maklon, kunjungi juga [layanan maklon kosmetik ADEV](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/post/jasa-maklon.md).
2. **Rekomendasi Jenis Uji.** Tim ADEV memetakan jenis uji yang paling relevan dan wajib sesuai regulasi BPOM. Kami memastikan Anda tidak membayar uji yang tidak diperlukan, dan tidak melewatkan uji yang wajib.
3. **Estimasi Biaya dan Timeline.** Kami menyampaikan estimasi biaya dan perkiraan durasi pengujian secara transparan, tanpa biaya tersembunyi.
4. **Pengiriman Sampel.** Sampel produk Anda dikirim ke laboratorium rekanan yang telah terakreditasi dan berpengalaman menangani produk kosmetik.
5. **Proses Pengujian.** Uji berjalan sesuai standar yang berlaku, baik ISO maupun standar yang diakui BPOM. Anda mendapatkan informasi perkembangan secara berkala.
6. **Hasil dan Pelaporan.** Hasil uji diserahkan dalam format yang siap digunakan sebagai data dukung DIP dan notifikasi BPOM. Tim kami juga siap membantu interpretasi hasil.

**Penting untuk diketahui:** ADEV adalah **fasilitator**, yaitu jembatan yang menghubungkan brand owner dengan laboratorium pengujian terpercaya. Kami didukung oleh tim formulator dan apoteker tersertifikasi CPKB Golongan A yang memahami seluk-beluk regulasi dan teknis pengujian kosmetik \[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia\].

🚀 Mulai Konsultasi Uji Lab Sekarang.

\[ht-ctc-chat\]

## 7. Siapa yang Membutuhkan Jasa Uji Laboratorium Ini?

![Lima profil yang membutuhkan jasa uji laboratorium kosmetik — dari brand owner baru hingga klinik kecantikan.](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/5-persona-uji-lab-800x497.webp)

Brand Owner Baru, Brand Eksisting, Product Developer, Klinik Kecantikan, dan Startup Skincare — semuanya membutuhkan data uji yang valid.Layanan fasilitasi uji laboratorium ADEV cocok untuk berbagai profil brand owner dan pelaku industri kosmetik.

Berikut adalah beberapa di antaranya:

- **Brand Owner Baru** yang sedang menyiapkan produk pertama dan membutuhkan arahan tentang jenis uji wajib BPOM. Proses notifikasi pertama sering kali menjadi yang paling membingungkan, dan pendampingan yang tepat bisa menghemat waktu serta biaya.
- **Brand Eksisting** yang ingin menambahkan klaim baru pada produk yang sudah beredar. Misalnya, menambahkan klaim SPF, whitening, atau hypoallergenic. Semuanya memerlukan data uji baru.
- **Product Developer** yang sedang melakukan reformulasi dan perlu memvalidasi formula baru sebelum diproduksi massal. Perubahan bahan baku atau komposisi bisa memengaruhi stabilitas dan keamanan produk.
- **Klinik Kecantikan** yang ingin mengembangkan private label dengan klaim teruji. Kredibilitas klinik bergantung pada kualitas produk yang dijual, dan uji lab adalah fondasi kredibilitas tersebut.
- **Startup Skincare** yang ingin membangun kepercayaan konsumen sejak awal. Di era konsumen yang semakin kritis, transparansi data uji menjadi nilai jual yang kuat.

Jika Anda masih dalam tahap pengembangan sampel produk, kunjungi juga halaman [layanan pembuatan sampel produk](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/layanan/pembuatan-sampel-produk.md) kami untuk memahami bagaimana sampel dan uji lab bekerja bersama.

## 8. Mengapa Memilih ADEV untuk Kebutuhan Uji Lab Anda?

> **Ringkasan:** ADEV adalah fasilitator berpengalaman sejak 2007 dengan jaringan lab terakreditasi KAN. Didukung formulator dan apoteker CPKB Golongan A, kami menyediakan konsultasi end-to-end dari pemilihan uji hingga hasil siap DIP.

Memilih mitra yang tepat untuk kebutuhan uji lab produk Anda adalah keputusan penting. Berikut adalah alasan mengapa ADEV layak menjadi pilihan Anda:



| Keunggulan | Detail |
| --- | --- |
| **Fasilitator Berpengalaman** | Sejak 2007, ADEV telah membantu ratusan brand kosmetik di Indonesia melewati proses uji lab dan notifikasi BPOM |
| **Laboratorium CPKB Gol. A** | Formulator dan apoteker tersertifikasi, fasilitas berstandar CPKB BPOM Golongan A |
| **Jaringan Lab Terpercaya** | Terhubung dengan laboratorium pengujian terakreditasi KAN dan diakui BPOM |
| **Konsultasi End-to-End** | Dari pemilihan jenis uji, estimasi biaya, hingga hasil uji siap untuk DIP |
| **ISO 9001 dan 22716** | Sistem manajemen mutu dan GMP kosmetik terstandar internasional |

\[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia\]

Pengalaman kami sejak 2007 dalam mendampingi brand kosmetik memberikan pemahaman mendalam tentang standar BPOM. Kami tahu persis apa yang dicari oleh reviewer dan apa yang paling sering menyebabkan penolakan. Pengetahuan ini kami tuangkan dalam setiap rekomendasi yang kami berikan kepada Anda.

![Mengapa memilih ADEV untuk jasa uji laboratorium kosmetik — 5 keunggulan utama.](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2025/01/badge-of-trust-adev-800x497.webp)

Sejak 2007, CPKB Gol. A, Lab Terakreditasi KAN, End-to-End, dan ISO 9001 & 22716 — 5 pilar keunggulan ADEV.Untuk melihat bagaimana layanan uji lab terintegrasi dengan layanan lain ADEV, kunjungi halaman [maklon kosmetik ADEV](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/category/maklon.md). Untuk kelengkapan legalitas produk, Anda juga bisa melihat layanan [sertifikasi halal produk](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/layanan/sertifikasi-halal-produk.md) kami.

## 9. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

**Q: Apa itu jasa uji laboratorium untuk kosmetik dan skincare?**

A: Jasa uji laboratorium untuk kosmetik dan skincare adalah layanan pengujian untuk mengevaluasi kualitas, keamanan, dan performa produk sebelum dipasarkan. Pengujian ini merupakan bagian penting dari Dokumen Informasi Produk (DIP) yang diwajibkan BPOM. ADEV bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan brand owner dengan laboratorium pengujian terakreditasi.

**Q: Berapa biaya jasa uji laboratorium kosmetik dan skincare?**

A: Biaya jasa uji laboratorium bervariasi tergantung jenis pengujian. Di ADEV, estimasi biaya berkisar dari Rp2.331.000 (Anti Mikroba) hingga Rp70.000.000 (Booster Whitening). Harga bersifat estimasi dan dapat menyesuaikan kebutuhan spesifik produk Anda. Konsultasi awal tidak dikenakan biaya.

**Q: Apakah harga uji lab sudah pasti?**

A: Harga yang tercantum merupakan estimasi. Biaya aktual dapat menyesuaikan berdasarkan kompleksitas produk, jumlah sampel, dan permintaan spesifik pelanggan. Kami merekomendasikan konsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat sesuai produk Anda.

**Q: Apa saja jenis uji lab yang tersedia di ADEV?**

A: ADEV memfasilitasi enam jenis pengujian: SPF In Vitro (estimasi nilai SPF), SPF In Vivo (gold standard klaim SPF sesuai BPOM), Anti Mikroba, Hypoallergenic (uji untuk kulit sensitif), Dermatology Tested (uji non-irritant), dan Booster Whitening (uji efektivitas pencerah).

**Q: Apa perbedaan SPF In Vitro dan SPF In Vivo?**

A: SPF In Vitro menggunakan alat spektrofotometer di laboratorium untuk memperkirakan nilai SPF. Cocok untuk screening awal dengan biaya mulai Rp2.350.000. SPF In Vivo diuji langsung pada subjek manusia. Ini adalah standar utama (gold standard) yang diwajibkan BPOM untuk klaim SPF di kemasan produk, dengan biaya Rp33.800.000.

**Q: Apa itu uji Dermatology Tested?**

A: Uji Dermatology Tested adalah pengujian di bawah pengawasan dokter spesialis kulit untuk memastikan produk tidak menyebabkan iritasi (non-irritant). Klaim “dermatology tested” hanya dapat digunakan untuk hasil uji non-irritant. Estimasi biaya pengujian ini di ADEV adalah Rp33.800.000.

**Q: Mengapa perlu konsultasi sebelum memilih uji lab?**

A: Konsultasi penting karena setiap produk memiliki karakteristik dan kebutuhan uji yang berbeda. Tim ADEV akan membantu memetakan jenis uji yang paling relevan dengan klaim produk dan persyaratan BPOM, sehingga Anda tidak membayar uji yang tidak diperlukan atau melewatkan uji yang wajib.

---

📞 Hubungi Tim ADEV via WhatsApp — 0813-8680-2213

\[ht-ctc-chat\]

---

_Artikel ini disusun dengan bantuan teknologi AI dan telah ditinjau oleh tim editor profesional untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap standar konten Google._

**Penulis:** Tim Konten PT ADEV Natural Indonesia. Didukung oleh data internal dan pengalaman industri maklon kosmetik sejak 2007.

## Topics

**Kategori Layanan:** [Layanan Pengurusan Legalitas & Serfitikasi](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/kategori-layanan/legalitas-serfitikasi.md)