fbpx

5 Model Bisnis Skincare Menjanjikan yang Bisa Anda Pilih

model bisnis skincare menjanjikan

Lagi cari model bisnis skincare menjanjikan terbaru tahun ini?

Bisnis skincare dapat dikatakan memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pasar sincare global yang meningkat tiap tahunnya.

Grand View Research melaporkan, bahwa pada tahun 2024 nilai pasar skincare global akan mencapai USD 196,67 miliar, dengan pertumbuhan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 4,4% dari tahun 2019-2024. 

Wahhh…luar biasa, bukan?

Distributor kosmetik berperan penting dalam bisnis skincare, yang menghubungkan pabrikan (manufaktur) dengan penjual skala kecil (grosir, agen) di bawahnya. Anda bisa menjadi distributor kosmetik setelah anda memiliki izin usaha sebagai distributor.

Perkembangan industri kecantikan yang sangat pesat, membuat banyak model bisnis skincare bermunculan dengan menawarkan keuntungan yang menarik.

Mau tahu yang paling cocok untuk bisnis anda? Yuk baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Model Bisnis Skincare?

Model bisnis skincare adalah konsep bisnis yang berfokus pada penjualan produk perawatan kulit, seperti krim, serum, lotion, masker, dan lain sebagainya.

Model bisnis ini melibatkan pembuatan, pemasaran, dan penjualan produk-produk skincare ke konsumen.

Harian Media Indonesia menyebutkan bahwa Industri kosmetika di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat. Data dari BPOM menunjukkan bahwa jumlah perusahaan di industri kosmetika meningkat hingga 20,6% pada September 2022. 

Macam-macam Model Bisnis Skincare Menjanjikan

E-commerce

Banyak perusahaan skincare di Indonesia yang menjual produknya secara online melalui situs (web), platform e-commerce dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli.

Laman investor.id melaporkan bahwa perkembangan e-commerce di Indonesia terus berkembang pesat, terutama setelah pandemi Covid-19 melanda dunia.

Berbagai strategi dan inovasi dilakukan oleh perusahaan e-commerce, termasuk meningkatkan kapasitas wadah yang dapat mendukung penjual agar bisa mempertahankan keberlangsungan bisnis.

Dari berbagai perusahaan e-commerce yang ada di Indonesia, terdapat tiga e-commerce yang terkenal dan paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia saat ini, yaitu:

  • Shopee
  • Tokopedia
  • Lazada.

Data dari App Annie dan SimilarWeb pada 2022 menunjukkan Shopee sebagai platform belanja daring nomor satu di Indonesia dengan jumlah total unduhan (download) terbanyak di Google Play Store (android) maupun Apple Store. Laporan katatada, Shopee telah dikunjungi sebanyak 191,6 juta.

Sementara itu, Tokopedia berada di urutan kedua dengan rata-rata 136,7 juta pengunjung setiap bulan, sedangkan Lazada di urutan ketiga dengan angka 82,3 juta pengunjung.

Pada penghujung 2022, perusahaan e-commerce dinilai paling banyak menghadirkan fitur interaktif, bernama live shopping, demi menggaet hati lebih banyak pengguna, dimana Shopee Live merupakan fitur interaktif paling populer dipilih oleh 37% responden.

Fenomena yang terjadi disebabkan oleh penggunaan internet di Indonesia yang semakin meningkat dan memudahkan konsumen untuk membeli produk dengan mudah melalui internet.

Salah satu faktor penyebab tingginya penggunaan internet di Indonesia adalah pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Laman indonesiabaik.id menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023, meningkat 2,67% dari periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna.

Tingkat penetrasi internet Indonesia pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar 1,17 persen dibandingkan pada 2021-2022 yang sebesar 77,02%. Jumlah pengguna internet tersebut setara dengan 78,19% dari total populasi Indonesia yang sebanyak 275,77 juta jiwa.

Tingkat penetrasi internet yang semakin tinggi menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka dan melek teknologi.

Lantas, berapa jumlah kisaran modal yang dibutuhkan dalam model bisnis e-commerce skincare ini? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Modal bisnis skincare via e-commerce

Ada 3 komponen modal yang perlu Anda tahu dalam membangun bisnis skincare melalui e-commerce, yaitu:

  • Modal awal, yaitu biaya yang digunakan untuk membeli stok produk skincare dari supplier, membuat logo dan kemasan, serta membayar izin usaha dan pajak. 

Secara umum, modal awal untuk bisnis e-commerce skincare berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.

  • Modal operasional, yaitu biaya yang digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari bisnis e-commerce skincare, seperti biaya pengiriman, gaji karyawan, serta biaya listrik dan internet. 

Untuk modal operasional dalam bisnis skincare ini berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per bulan

  • Modal pengembangan, yaitu biaya yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas bisnis e-commerce skincare, seperti melakukan promosi dan branding serta memperluas jangkauan pasar. 

Umumnya, modal pengembangan untuk bisnis e-commerce skincare ini berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 50 juta per tahun.

Nah, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah modal bisnis e-commerce skincare tidak dapat ditentukan secara pasti. 

Hal tersebut karena jumlah modal bisnis e-commerce skincare tergantung oleh banyak faktor, seperti jenis produk skincare yang dijual, skala bisnis, strategi pemasaran yang digunakan, dan biaya operasional lainnya.

Namun, sebagai gambaran awal, dapat diasumsikan bahwa jumlah modal minimal untuk memulai bisnis e-commerce skincare adalah sekitar Rp 15 juta (modal awal Rp 10 juta + modal operasional Rp 5 juta). 

Tentu saja, angka ini bisa berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda sebagai pelaku bisnis.

Peluang bisnis skincare via e-commerce

Bisnis skincare melalui e-commerce dapat menjadi peluang yang menarik bagi Anda, para pelaku bisnis di Indonesia.

Industri kosmetik dan skincare di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang pesat saat ini. Kebutuhan akan produk skincare tidak hanya dibutuhkan oleh wanita tetapi juga oleh pria. 

Berdasarkan laporan dari kunci.com, kategori perawatan kecantikan merupakan salah satu kategori yang paling diminati dalam transaksi penjualan di e-commerce dengan persentase sebesar 46,8%. Selain itu, nilai total transaksi di pasar online telah mencapai Rp 40 miliar pada awal tahun 2021.

Hasil riset compas yang dihimpun katadata tahun 2022, diketahui bahwa market lokal mulai menyukai brand-brand lokal. Pada produk serum wajah yang dijual di marketplace, 8 dari 10 brand merupakan brand lokal. 

silahkan melihat gambar berikut.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bisnis skincare dan kosmetik e-commerce Indonesia memiliki potensi yang besar dan prospek yang cerah. Anda perlu bekerjasama dengan pabrikan kosmetik lokal untuk membuat brand skincare anda sendiri.

Ketika membangun brand kosmetik sendiri, anda perlu menggunakan brand ambassador berupa public figure Korea. Pasalnya, pasar lokal teredukasi dengan tayangan Korean wave. Cara tersebut juga telah diterapkan oleh brand skincare lokal dan terbukti laris terjual di pasaran. Lihat saja brand seperti Somethinc, Scarlett, dan Avoskin.

Wah…sungguh mengagumkan, bukan?

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis skincare dan kosmetik di Indonesia tidak hanya karena minat konsumen yang tinggi tetapi juga karena minat para pelaku bisnis yang melihat peluang yang bagus dari bisnis tersebut. 

Namun, perlu diingat juga bahwa industri kosmetik dan perawatan kulit harus dijalankan dengan memperhatikan kualitas produk dan keamanan konsumen.

Pemasaran langsung

Model bisnis skincare dengan pemasaran langsung merupakan model bisnis yang melibatkan penggunaan komunikasi langsung untuk mempromosikan produk skincare kepada pelanggan.

Komunikasi langsung ini dapat melalui surat, e-mail, pesan teks, tatap muka, pamflet, brosur, atau panggilan telepon. Tujuan dari pemasaran langsung adalah untuk meningkatkan kesadaran merek dan penjualan produk skincare, serta meningkatkan loyalitas pelanggan. 

Sebagai contoh, dilansir dari lokalsupportlokal.id, Somethinc merupakan salah satu brand skincare yang melakukan pemasaran langsung dengan e-mail marketing.

Mereka mengirimkan informasi seputar produk yang sedang diskon atau produk terbaru yang akan diluncurkan kepada pelanggan yang sudah berlangganan melalui email.

Selain itu, Somethinc juga memberikan informasi menarik lainnya seperti event atau promo yang dapat menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan minat mereka untuk membeli produk.

Namun, perusahaan skincare harus memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan dan etika pemasaran langsung agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan potensial.

Lantas, berapa sih kisaran modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis skincare dengan model pemasaran langsung? berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Modal bisnis skincare via penjualan langsung

Modal bisnis skincare dengan pemasaran langsung tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis produk skincare yang Anda pilih, jumlah stok yang disiapkan, dan seberapa besar skala bisnis yang Anda ingin jalankan.

Namun secara umum, jumlah modal awal yang dibutuhkan berkisar sekitar Rp 10.000.000,- yang terbagi menjadi modal investasi dan modal operasional. Julo menyebutkan bahwa modal investasi di bisnis skincare adalah Rp 4 juta, sedangkan modal operasionalnya sekitar Rp 6 juta.

Modal tersebut digunakan untuk membeli produk skincare, biaya kuota internet, kebutuhan packing produk, biaya iklan atau promosi, dan biaya operasional lainnya.

Peluang bisnis skincare melalui pemasaran langsung

Bisnis skincare dengan model pemasaran langsung adalah peluang bisnis yang menarik dan menguntungkan.

Saya tidak menemukan data dari lembaga riset terkait nilai penjualan dan persentase peluang bisnis skincare dengan pemasaran langsung. Namun, berdasarkan laporan Fortune Business Insights, produk perawatan kulit (skincare) adalah segmen produk yang paling banyak dijual secara langsung di pasar kosmetik global.

Skincare menjadi produk yang diminati oleh masyarakat, terutama sejak pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan kulit semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Selain itu, pasar skincare tidak hanya terbatas pada segmen konsumen perempuan, tetapi juga dapat mencakup konsumen laki-laki.

Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa pasar skincare dengan pemasaran langsung di Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan tinggi.

Bila anda mau memasuki bisnis skincare dengan penjualan langsung, maka anda perlu memperhatikan brand yang duluan sukses, seperti Somethinc. Untuk memasarkan produknya, Somethinc berkolaborasi dengan public figure Korea, NCT Dream.

Laman marketeers.com melaporkan bahwa Somethinc menerapkan beberapa cara pemasaran saat menggunakan brand ambassador NCT Dream, yaitu:

  • Pembelian Paket Produk secara Pre-Order
  • Membagikan Photocard
  • Pasang Billboard di Jalan-Jalan Utama
  • Foto Bersama Standee

Cara tersebut sukses melejitkan Somethinc sebagai brand kosmetika kenamaan di Indonesia.

Anda bisa membuat brand kosmetik dengan nama asing dan kerjasama dengan figure yang mewakili target market anda.

Pemasaran berjenjang (multi level marketing)

Pemasaran berjenjang (multi level marketing) merupakan model bisnis skincare yang melibatkan jaringan distributor dan akan mendapatkan komisi dari penjualan produk serta perekrutan anggota baru. 

Dilansir dari rumah.com, beberapa perusahan MLM yang populer antara lain Tiens, Amway, Herbalife, Tupperware, NU Skin, Young Living, Jeunesse Global, dan Oriflame. 

Tiens dan Herbalife menawarkan produk yang berfokus pada kesehatan dan diet, sedangkan Amway dan Tupperware menawarkan berbagai produk termasuk kosmetik dan skincare. Kemudian untuk NU Skin, Young Living, Jeunesse Global, dan Oriflame berfokus pada produk perawatan kulit dan kecantikan.

Berbicara tentang omzet bisnis, Amway merupakan salah satu perusahaan MLM terbesar dengan omzet mencapai 8,8 miliar dolar AS. Sedangkan Herbalife meraup omzet hingga 4,5 miliar dolar AS. 

NU Skin dan Young Living masing-masing memiliki omzet sebesar 1,9 miliar dolar AS, Jeunesse Global memiliki omzet sebesar 1,41 miliar dolar AS, dan Oriflame memiliki omzet sebesar 1,5 miliar dolar AS.

Modal bisnis skincare via pemasaran berjenjang

Ada beberapa model bisnis penjualan via MLM (bersistem), diantaranya adalah membangun bisnis MLM, kerjasama dengan perusahaan MLM yang telah ada dan menjadi member perusahaan MLM dengan hak jualnya.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis skincare dengan pemasaran berjenjang (multi level marketing) bervariasi tergantung model bisnis MLM yang dipilih.

Jika anda mau mambangun perusahaan bersistem, maka Anda membutuhkan modal sangat besar. Menurut Sardjono, pendirian perusahaan Bersistem membutuhkan modal diatas Rp.100 milyar bahkan sampai triliunan rupiah.

Bila anda ingin memulai bisnis dengan menjadi member perusahaan MLM kosmetik, maka anda perlu mendaftar terlebih dahulu. Biasanya biaya pendaftaran atau registrasi anggota berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan.

Brand kosmetik Kimstella menawarkan paket member mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 2.400.000. Setiap paket memiliki benefit yang berbeda.

Nah, itulah perkiraan modal yang harus Anda siapkan jika ingin berbisnis skincare dengan pemasaran berjenjang (multi level marketing). 

Kemudian, bagaimana sih peluang dari model bisnis ini? Berikut penjelasannya untuk Anda.

Peluang bisnis skincare via pemasaran berjenjang

Model bisnis skincare dengan pemasaran langsung atau multi-level marketing (MLM) dapat dikatakan masih menjadi salah satu industri yang berkembang pesat dan memiliki peluang besar.

Berdasarkan data dari pasardana.id, potensi model bisnis multi-level marketing (MLM) cukup besar dengan perputaran uang sebesar Rp 14 triliun per bulan pada tahun 2019, yang meningkat dari tahun sebelumnya. 

Model bisnis MLM skincare ini dapat memberikan kesempatan untuk Anda menghasilkan uang secara pasif dari komisi penjualan dan rekrutmen anggota baru.

Namun, sebelum memulai bisnis MLM skincare, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lalu, apa saja hal yang harus diperhatikan tersebut?

Pertama, anda cari tahu brand kosmetik yang sukses menjalankan bisnisnya melalui MLM. Selanjutnya, analisa mengapa mereka bisa sukses dan anda tiru cara yang berhasilnya.

Salah satu brand kosmetik yang sukses berjualan dengan MLM adalah Oriflame. Oriflame menawarkan produk berkualitas yang terbuat dari bahan natural (alami), mengenalkan perusahaan dari luar negeri (Swedia), dan memasarkan dengan personal selling.

Salah satunya, Anda harus memastikan bahwa produk skincare yang akan Anda jual berkualitas tinggi dan memiliki sertifikasi resmi. Produk skincare yang tidak berkualitas dapat merugikan bisnis Anda dan dapat mengurangi kepercayaan pelanggan.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan program kompensasi, biaya, aturan dan kebijakan bisnis sebelum memutuskan untuk bergabung perusahaan MLM tertentu. 

Dengan persiapan yang baik dan kerja keras, bisnis MLM skincare dapat memberikan peluang penghasilan yang menguntungkan bagi Anda.

Dropshipping

Bisnis skincare dengan sistem dropshipping merupakan model bisnis yang menjual produk skincare tanpa harus memiliki stok atau inventaris produk, melainkan dengan melakukan pemesanan produk dari supplier ketika ada permintaan dari konsumen.

Ada beberapa platform yang menyediakan sistem dropship produk skincare, antara lain RAENA, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. 

Dengan memanfaatkan platform tersebut, Anda bisa langsung menghubungkan supplier dengan pelanggan yang memesan, sehingga Anda tidak perlu repot mengurus pengiriman barang dan stok.

Menurut raenabeauty.com, RAENA menawarkan lebih dari 250+ brand dan 1000+ produk kecantikan original dengan harga yang kompetitif dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dengan menjadi dropshipper hingga 10 juta Rupiah dalam sebulan.

Lantas, berapa ya modal yang harus dipersiapkan dalam memulai bisnis dropship skincare? Berikut penjelasannya.

Modal bisnis skincare via dropshipping

Dalam bisnis dropshipping skincare, Anda tidak memerlukan modal yang besar.

Hal ini, karena seorang dropshipper tidak perlu menyediakan stok barang terlebih dahulu dan hanya perlu mempromosikan produk, sehingga tidak memerlukan modal. 

Anda hanya perlu membuat website atau toko online, lalu menawarkan produk-produk skincare dari supplier atau produsen. 

Kemudian, ketika ada pelanggan yang melakukan pembelian, pesanan akan langsung diteruskan ke supplier atau produsen untuk dikirimkan kepada pelanggan.

Peluang bisnis skincare via dropshipping

Saat ini peluang bisnis dropshipping skincare semakin menarik dan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya merawat kulit wajah. 

Saya tidak menemukan data terbaru dari lembaga riset terkait nilai penjualan dropshipping skincare.

Namun, Alliedmarketresearch.com menyebutkan bahwa pasar dropshipping global memiliki nilai sebesar $155,6 miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan mencapai $1670,1 miliar pada tahun 2031, dengan pertumbuhan CAGR sebesar 27,1% dari tahun 2022 hingga 2031. WOW…!!!

Hal tersebut menunjukkan adanya potensi pertumbuhan yang besar bagi pasar dropshipping di masa depan. 

Nah, bagi Anda yang ingin berbisnis skincare dengan peluang besar dan modal kecil, maka menjadi dropshipper skincare mungkin cocok untuk Anda coba.

Private label (maklon)

Credit Image 

Model bisnis ini semakin populer di Indonesia, di mana perusahaan skincare membuat produk dengan merek dagang mereka sendiri dan menjualnya langsung ke konsumen.

Salah satu perusahaan yang menyediakan jasa maklon kosmetik dan skincare adalah ADEV. ADEV sudah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dalam membuat berbagai produk kosmetik, mulai dari sabun bar, skincare, hair care, body care, parfum, hingga kosmetik dekoratif. 

Dengan model bisnis private label (maklon) skincare, jasa pembuatan produk skincare disesuaikan dengan permintaan Anda mulai dari formulasi, bahan baku, hingga kemasan produk skincare.

Selain itu, menggunakan jasa maklon skincare juga dapat membuat Anda memiliki produk skincare dengan merk sendiri tanpa perlu repot mengurus proses produksi dan perizinan.

Modal bisnis skincare via private label (maklon)

Dalam bisnis private label (maklon) skincare, modal yang dibutuhkan juga tergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah dan jenis produk skincare yang ingin produksi, kualitas dan kuantitas bahan baku, kemasan yang digunakan, serta biaya jasa maklon yang ditawarkan oleh perusahaan maklon skincare.

Namun secara umum, modal untuk bisnis private label skincare bisa dimulai dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. 

Modal tersebut biasanya sudah termasuk biaya formulasi produk, registrasi BPOM, HALAL, HaKI, kemasan dan label produk, serta produksi minimal order quantity (MOQ).

Peluang bisnis skincare via private label (maklon)

Peluang model bisnis private label (maklon) skincare semakin terbuka lebar seiring dengan banyaknya masyarakat yang memperhatikan kesehatan kulit dan kecantikan.

Mengutip dari lifestyle.kompas.com, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, industri kosmetika di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 9.61% pada tahun 2021. 

Sementara itu, BPOM mencatat bahwa jumlah perusahaan pada industri kosmetik di Indonesia mengalami kenaikan hingga 20.6% pada tahun 2023. Dengan adanya pertumbuhan industri kosmetik tersebut, membuat permintaan untuk jasa maklon skincare juga semakin meningkat. 

Berdasarkan informasi diatas, Anda juga dapat memanfaatkan jasa maklon skincare untuk menghemat biaya dan waktu produksi, serta menghasilkan produk skincare yang lebih berkualitas.

Namun, pastikan Anda memilih penyedia jasa maklon yang terpercaya dan memiliki izin BPOM agar produk yang Anda jual aman digunakan oleh konsumen.

Perbandingan 5 Model Bisnis Skincare

Credit Image

Berikut adalah tabel perbandingan tentang Model Bisnis seperti E-commerce, Pemasaran Langsung, Pemasaran Berjenjang (MLM), Dropshipping, Private Label (Maklon):

Nama Model Bisnis
Modal yang Diperlukan (Rp)
Kelebihan
Kekurangan
Potensi Bisnis
E-commerce
Sekitar Rp 15 juta (modal awal Rp 10 juta + modal operasional Rp 5 juta). 
– Bisa dioperasikan dari rumah
– Bisa menjual berbagai jenis produk dan mempunyai pasar yang luas
– Persaingan yang ketat
– Memerlukan keterampilan khusus dalam manajemen e-commerce
– Dibutuhkan investasi awal yang besar
– Besar, terus berkembang dan mudah diakses oleh konsumen
– Dapat meraih konsumen dari seluruh dunia
Pemasaran Langsung
Modal awal yang dibutuhkan berkisar sekitar Rp 10.000.00 (modal investasi Rp 4 juta + modal operasional  Rp 6 juta)
– Memberikan pengalaman langsung kepada konsumen
– Dapat meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan konsumen
– Dapat menawarkan penawaran khusus untuk konsumen
– Terbatasnya jangkauan pasar
– Tidak efektif untuk produk dengan harga yang tinggi
– Biaya promosi yang tinggi
– Dapat menjangkau konsumen yang belum tereksploitasi
– Membutuhkan keterampilan komunikasi dan pemasaran yang baik
Pemasaran Berjenjang (MLM)
Pendirian perusahaan bersistem membutuhkan modal diatas Rp.100 milyar bahkan sampai triliunan rupiah
– Dapat memberikan penghasilan pasif
– Dapat mengembangkan jaringan sosial
– Produk dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi
– Terkadang dikaitkan dengan skema ponzi dan penipuan
– Persaingan yang ketat
– Tidak semua orang cocok menjadi penjual MLM
– Potensi penghasilan yang besar jika berhasil
– Menawarkan peluang bisnis kepada orang yang berminat
Dropshipping
Tidak memerlukan modal 
– Tidak perlu memiliki stok barang
– Biaya operasional yang rendah
– Dapat menjangkau pasar yang lebih luas
– Keterbatasan pengontrolan kualitas produk
– Terkadang diperlukan biaya tambahan untuk pengiriman cepat
– Persaingan yang ketat
– Potensi keuntungan yang besar dengan risiko yang rendah
– Potensi pasar yang besar dengan biaya yang rendah
Private Label (maklon)
Modal untuk bisnis private label (maklon) skincare bisa dimulai dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. 
– Dapat menawarkan produk eksklusif dengan merek sendiri
– Memiliki kendali penuh atas merek dan kualitas
Biaya produksi yang tinggi
– Peluang untuk mengembangkan merek dengan eksklusivitas tinggi

Catatan: Kelebihan dan kekurangan di atas hanya sebagai gambaran umum, masing-masing model bisnis skincare memiliki kelebihan dan kekurangan yang lebih detail dan spesifik tergantung pada situasi dan kondisi bisnis yang dihadapi.

Kesimpulan

Credit Image

Meningkatnya permintaan akan produk skincare beberapa tahun ini, membuat peluang bisnis skincare semakin menjanjikan.

Banyak orang yang tertarik untuk memulai bisnis ini karena potensi pasarnya yang cukup besar. Namun, tidak semua orang sukses dalam menjalankan bisnis ini.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis skincare, pastikan untuk memilih model bisnis yang tepat. 

Ada lima model bisnis skincare yang dapat Anda pilih. Diantaranya, model bisnis e-commerce, pemasaran langsung, pemasaran berjenjang (multi level marketing), dropshipping, dan private label (maklon) skincare.

Perlu Anda ingat, bahwa sangat penting untuk memilih model bisnis yang sesuai dengan modal dan kemampuan Anda. 
Nah sekarang, Anda telah memahami beberapa model bisnis skincare yang menjanjikan. Selanjutnya, yuk baca juga konten kami tentang bisnis skincare korea.

5/5 - (23 votes)
Writer at Adev | Website

Sedang belajar akutansi di Universitas Negeri Semarang dan pernah magang kerja di UPPD Kabupaten Semarang

Ayah 3 anak yang suka ngopi "tanpa gula". Menjadi content editor dan penanggungjawab performa website secara organik "SEO Wordpress".

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top