fbpx

8 Cara Memulai Bisnis Kosmetik/Skincare dari Nol

Ada 8 langkah untuk memulai bisnis kosmetik/skincare yang dapat Anda jadikan panduan, diantaranya adalah menentukan model bisnis, melakukan riset pasar, menentukan sumber pendanaan dan lokasi bisnis, mengurus perizinan, membuat branding bisnis, memulai pemasaran, serta mengembangkan bisnis dan melakukan evaluasi.

Akan tetapi, memulai bisnis kosmetik/skincare merupakan proses yang cukup menantang. Anda harus siap menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang mungkin muncul dimasa depan. 

Namun, kemungkinan tersebut dapat diminimalisir jika bisnis kosmetik/skincare Anda dijalankan dengan benar. Oleh karena itu, yuk cari tahu bagaimana cara memulai bisnis kosmetik/skincare dengan benar agar bisnis Anda sukses. Berikut penjelasan lengkapnya.

Cara Memulai Bisnis Kosmetik dan Skincare

1. Tentukan model bisnis kosmetik/skincare yang ingin dijalankan

Credit Image 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam memulai bisnis kosmetik/skincare adalah menentukan model bisnis. 

Tahu nggak sih, apa saja model bisnis kosmetik/skincare itu?

Ada berbagai model bisnis kosmetik/skincare yang dapat Anda pilih, seperti menjadi produsen, distributor, reseller, serta dropshipper kosmetik/skincare.

Produsen kosmetik/skincare

Dalam model bisnis ini, Anda akan memiliki kontrol penuh atas produksi dan pengembangan produk kosmetik/skincare. Berikut beberapa tips jika Anda memilih menjadi produsen kosmetik/skincare:

  • Lakukan riset pasar yang komprehensif untuk memahami tren terkini dan kebutuhan kosmetik/skincare konsumen yang belum terpenuhi [store.sirclo.com].
  • Pelajari proses produksi yang diperlukan dan pastikan Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam formulasi dan manufaktur produk kosmetik atau skincare.
  • Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan ahli formulasi atau jasa produsen kosmetik (jasa maklon) yang sudah berpengalaman untuk mempercepat proses produksi dan memastikan kualitas produk yang baik [www.hashmicro.com].
  • Buat merek yang kuat dan fokus pada pemasaran untuk membangun kesadaran dan kepercayaan konsumen terhadap produk Anda [kledo.com].

Distributor kosmetik/skincare

Sebagai distributor, Anda bertanggung jawab untuk mendistribusikan produk kosmetik atau skincare ke pengecer atau saluran distribusi lainnya. Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi distributor kosmetik/skincare:

  • Cari produsen atau merek kosmetik dan skincare yang berkualitas dan populer untuk menjadi mitra bisnis Anda [landx.id].
  • Bangun hubungan baik dengan produsen dan perluas jaringan mitra distribusi Anda untuk mencapai lebih banyak pasar.
  • Pastikan Anda memiliki sistem inventaris yang efisien untuk mengelola stok produk dan memenuhi permintaan konsumen dengan baik.
  • Fokus pada strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan produk-produk yang Anda distribusikan [kledo.com].

Reseller kosmetik/skincare

Dengan menjadi reseller, Anda akan menjual produk kosmetik atau skincare dari produsen atau distributor ke konsumen akhir. Berikut beberapa tips untuk menjadi reseller kosmetik/skincare:

  • Teliti dalam memilih produk-produk kosmetik/skincare yang ingin Anda jual. Pastikan produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan tren kosmetik atau skincare terkini [economy.okezone.com].
  • Cari mitra bisnis yang dapat menyediakan produk kosmetik/skincare dengan harga yang kompetitif dan persediaan yang memadai.
  • Perhatikan kebutuhan dan preferensi konsumen dalam memilih produk kosmetik/skincare untuk dijual.
  • Fokus pada pemasaran yang efektif, seperti memanfaatkan media sosial dan mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan potensial [kledo.com].

Dropshipper kosmetik/skincare

Sebagai dropshipper, Anda akan menjual produk kosmetik atau skincare tanpa harus menyimpan stok atau melakukan pengiriman sendiri. Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi dropshipper kosmetik/skincare:

  • Cari produsen atau distributor yang menyediakan layanan dropshipping untuk mitra bisnis [kledo.com].
  • Pastikan Anda memilih mitra yang dapat diandalkan dan menyediakan produk dengan kualitas yang baik.
  • Fokus pada pemasaran produk melalui platform online, seperti situs web atau media sosial.
  • Jalin kerja sama yang baik dengan mitra bisnis Anda dan pastikan komunikasi yang efektif untuk menghindari kesalahan pengiriman atau masalah lainnya.

Setiap model bisnis tersebut, memiliki besaran modal dan persyaratan yang berbeda-beda. Pastikan untuk memilih model bisnis yang sesuai dengan modal, minat, dan tujuan Anda.

2. Lakukan riset pasar

Credit Image

Setelah menentukan model bisnis kosmetik/skincare yang ingin Anda jalankan, selanjutnya adalah melakukan riset pasar. Apakah Anda tahu bagaimana cara melakukan riset pasar?

Riset pasar dapat Anda lakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan survei online, wawancara langsung, observasi lapangan, atau dengan studi literatur.

Sebagai contoh riset pasar adalah kita ingin mengetahui angka pertumbuhan bisnis di industri kosmetik.

Menurut informasi Poskota.co berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2021, industri kosmetika di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 9.61%, lho…

Selain itu, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) juga mencatat adanya peningkatan jumlah perusahaan dalam industri kosmetika sebesar 20.6% pada tahun 2022. 

Artinya, industri kosmetika di Indonesia terus berkembang pesat, terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di sektor ini. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa bisnis kosmetik/skincare punya potensi sukses yang besar. Setuju, bukan?

Berdasar angka hasil riset pasar tersebut, Anda tahu bahwa bisnis ini potensial untuk dijalankan.

Langkah selanjutnya anda perlu lebih dalam mengetahui kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen, sehingga produk atau brand yang anda pasarkan dapat terserap pasar.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa alasan mengapa riset pasar sangat penting dalam memulai bisnis kosmetik/skincare:

  1. Memahami kebutuhan konsumen: Melalui riset pasar, Anda dapat mengetahui produk kosmetik/skincare apa yang sedang diminati dan diperlukan oleh konsumen[kiriminaja.com]. Seperti yang Anda lihat dari gambar berikut:

Credit Image

Menurut informasi katadata, hasil survei PT Zulu Alpha Papa (ZAP) dan MarkPlus Inc pada Oktober-November 2022 melaporkan bahwa serum menjadi produk skincare lokal yang paling banyak diminati oleh perempuan di Indonesia, dengan persentase 53,9%.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa serum merupakan jenis produk skincare yang sedang populer dan banyak dibutuhkan masyarakat pada periode tersebut. Sehingga, memulai bisnis skincare dengan menjual produk serum bisa jadi peluang cukup yang menjanjikan untuk Anda coba.

Nah, dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan konsumen, Anda dapat mengembangkan produk kosmetik/skincare yang lebih sesuai dengan permintaan pasar.

  1. Mengidentifikasi persaingan: Riset pasar juga membantu Anda untuk mengidentifikasi kompetitor dan menganalisis kekuatan serta kelemahan mereka [midtrans.com]. Anda dapat mengetahui merek-merek apa saja yang sudah ada di pasar, produk apa yang mereka tawarkan, serta strategi pemasaran yang mereka gunakan [hashmicro.com]. Dengan pemahaman yang baik tentang persaingan, Anda dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk membedakan produk Anda dan menarik perhatian konsumen.
  1. Mengikuti tren dan inovasi: Melalui riset pasar, Anda dapat mengikuti tren terbaru dalam kecantikan, termasuk produk-produk terbaru yang diluncurkan oleh merek-merek terkenal [hashmicro.com]. Anda dapat mengetahui tentang bahan-bahan baru yang populer, teknologi terkini dalam formulasi produk, serta metode pemasaran yang efektif [store.sirclo.com]. Dengan mengikuti tren dan inovasi, Anda dapat mengembangkan produk yang lebih relevan dan menarik bagi konsumen.
  1. Menghindari risiko dan kesalahan: Riset pasar membantu mengurangi risiko dan kesalahan dalam memulai bisnis kosmetik/skincare. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar dan konsumen, Anda dapat menghindari mengembangkan produk yang tidak diminati atau tidak memenuhi kebutuhan konsumen [kiriminaja.com]. Riset pasar juga dapat membantu Anda dalam menentukan harga yang kompetitif, strategi distribusi yang efisien, serta merencanakan kampanye pemasaran yang tepat [hashmicro.com].

3. Tentukan sumber pendanaan

Credit Image

Langkah selanjutnya yaitu menentukan sumber pendanaan untuk bisnis kosmetik/skincare. Dalam hal ini, pendanaan merupakan uang atau aset yang Anda perlukan untuk memulai dan menjalankan bisnis. 

Jumlah dana yang dibutuhkan dalam memulai bisnis kosmetik/skincare bervariasi tergantung model bisnis yang Anda pilih. Oleh karena itu, pilihlah sumber pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Lalu, darimana saja sumber pendanaan bisnis kosmetik/skincare?

Nah, ada beberapa sumber pendanaan bisnis kosmetik/skincare yang bisa Anda pertimbangkan, yaitu:

Sumber pendanaan bisnis dari modal pribadi

Modal pribadi bisa berasal dari tabungan, gaji, ataupun aset yang Anda miliki. Jika Anda memiliki tabungan yang cukup, ini bisa menjadi sumber pendanaan yang baik untuk memulai bisnis kosmetik/skincare Anda. 

Namun, jangan lupa untuk mempertimbangkan berapa banyak uang yang ingin dialokasikan untuk memulai bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi Anda.

Sumber pendanaan bisnis dari pinjaman bank atau lembaga lain

Jika Anda tidak memiliki tabungan yang cukup, Anda dapat mengajukan pinjaman kepada bank atau lembaga lain. Sebelum memutuskan melakukan pinjaman, pastikan Anda memahami persyaratan pinjaman, suku bunga, serta jadwal pembayarannya dengan baik.

Berdasarkan data dari idxchannel.com, berikut daftar lembaga pemberi pinjaman modal bisnis yang dapat Anda pertimbangkan, yaitu:

No.
Lembaga Pemberi Pinjaman Modal
1.
Investree 
2.
Akseleran
3.
Modalku
4.
Kredit Mikro Sampoerna
5.
KTA Bisnis Commonwealth Bank
6.
Koinworks
7.
KUR Bank
8.
Tokopedia
9.
OVO
10.
Jenius Flexi Cash

Sumber pendanaan bisnis dari investor 

Untuk bisnis kosmetik/skincare dengan skala besar atau yang memerlukan modal besar, Anda dapat mencari investor yang bersedia membantu menyediakan modal tambahan untuk bisnis kosmetik/skincare Anda. 

Biasanya, investor akan tertarik jika bisnis kosmetik/skincare Anda memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Jika Anda mempertimbangkan sumber pendanaan ini, penting bagi Anda untuk menyusun rencana bisnis (business plan) yang baik dan meyakinkan untuk menarik minat investor.

Sumber pendanaan bisnis dari program pemerintah atau lembaga keuangan

Anda juga dapat memanfaatkan program pemerintah atau lembaga keuangan tertentu sebagai sumber pendanaan modal bisnis Anda. Terkadang pemerintah atau lembaga keuangan tersebut menawarkan program pendanaan khusus untuk UMKM. Misalnya, ada program pinjaman dengan suku bunga rendah atau subsidi yang dapat membantu pemilik bisnis mendapatkan dana tambahan dengan syarat tertentu. 

Berdasarkan informasi dari antaranews.com, di tahun 2023 ini terdapat program Akselerasi Keuangan Syariah Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang dihadirkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk membantu para UMKM memperoleh alternatif permodalan dan membuat usahanya menjadi naik kelas.

4. Tentukan lokasi yang cocok untuk bisnis kosmetik/skincare

Credit Image

Langkah keempat dalam memulai bisnis kosmetik/skincare adalah menentukan lokasi bisnis.

Lokasi bisnis merupakan tempat dimana Anda menjalankan aktivitas produksi, distribusi, penyimpanan, ataupun penjualan produk kosmetik/skincare. Dalam hal ini, lokasi bisnis bisa berupa toko fisik, kantor, ataupun gudang. 

Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis kosmetik/skincare sebagai produsen, distributor, ataupun reseller, maka memilih lokasi bisnis menjadi hal sangat penting.

Berikut ada beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam memilih lokasi bisnis yang tepat, diantaranya yaitu:

  • Pilih lokasi yang mudah dijangkau oleh calon pelanggan, seperti di pusat kota, dekat dengan tempat ramai, atau di pusat perbelanjaan.
  • Usahakan lokasi bisnis Anda tidak bersaing dengan bisnis sejenis yang sudah ada di sekitar daerah tersebut.
  • Pastikan lokasi yang Anda pilih memiliki akses parkir yang mudah sehingga dapat menarik lebih banyak pelanggan.
  • Pilih lokasi yang memiliki jaminan keamanan yang memadai untuk melindungi bisnis Anda dan pelanggan.
  • Jika Anda menyewa sebuah tempat untuk menjalankan bisnis, maka pastikan lokasi yang anda pilih memiliki tarif sewa yang terjangkau dan sesuai dengan budget yang anda miliki.

5. Mengurus perizinan bisnis kosmetik/skincare

Credit Image

Setelah Anda menentukan sumber pendanaan dan lokasi bisnis, selanjutnya Anda perlu mengurus perizinan bisnis. 

Perizinan bisnis adalah dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah atau lembaga berwenang yang memberikan izin kepada Anda untuk menjalankan aktivitas bisnis tertentu. 

Perizinan bisnis ini sangat penting dilakukan karena untuk memastikan kelegalan dan keamanan produk kosmetik/skincare yang Anda jual. Lantas, perizinan apa saja yang biasanya diperlukan dalam memulai bisnis kosmetik/skincare?

Beberapa perizinan yang umumnya dibutuhkan dalam bisnis kosmetik/skincare, yaitu:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Izin edar BPOM
  • Sertifikat halal MUI

Berikut penjelasan lengkapnya.

Nomor Induk Berusaha (NIB)

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas yang diperlukan oleh pelaku usaha di Indonesia untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Dalam konteks bisnis kosmetik atau skincare, NIB juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi. 

NIB berbentuk nomor induk yang terdiri dari 13 digit angka dan dapat merekam tanda tangan elektronik serta dilengkapi dengan pengaman. 

Dilansir dari kominfo, setiap pelaku usaha bisa melakukan pendaftaran NIB melalui OSS (Online Single Submission) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. 

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Bagi Anda pelaku bisnis kosmetik/skincare, SIUP adalah salah satu izin yang wajib didapatkan. SIUP ini merupakan izin untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan dalam bidang kosmetik/skincare.

Proses pembuatan SIUP tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan tingkat kabupaten, Kantor Pelayanan Perizinan, atau Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). 

Selain itu, saat ini juga tersedia pendaftaran SIUP secara online melalui sistem OSS (Online Single Submission) sehingga Anda dapat mengurus surat izin usaha dengan cepat dan mudah

Izin edar BPOM

Selanjutnya, produk kosmetik/skincare yang akan Anda jual juga harus memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Izin edar ini menunjukkan bahwa produk kosmetik/skincare telah memenuhi persyaratan keselamatan serta kelayakan yang ditetapkan oleh BPOM, sehingga terjamin keamanannya.

Anda dapat mengurus izin edar BPOM secara online maupun offline. Berikut penjelasannya:

  • Prosedur Online:
  1. Pendaftaran Badan Usaha: Pendaftar (badan usaha atau perorangan) harus mendaftarkan badan usaha terlebih dahulu [adev.co.id].
  2. Mengisi Formulir dan Mengunggah Dokumen: Pemohon mengisi formulir pendaftaran badan usaha dan mengunggah/mengunggah dokumen administrasi yang telah diisi [adev.co.id].
  3. Pengiriman Dokumen: Pemohon mengirimkan dokumen administrasi sesuai persyaratan ke Badan POM [adev.co.id].
  4. Evaluasi dan Verifikasi: Dokumen yang telah dikirim akan dievaluasi dan diverifikasi oleh Badan POM [adev.co.id].
  5. Izin Edar/Notifikasi Kosmetik: Jika dokumen dan produk memenuhi persyaratan, izin edar atau notifikasi kosmetik akan diberikan [adev.co.id].
  • Prosedur Offline:
  1. Pendaftaran Online: Pemohon mengisi formulir administrasi elektronik badan usaha secara online terlebih dahulu [adev.co.id].
  2. Kunjungi Kantor Badan POM: Pemohon datang langsung ke kantor Badan POM untuk menyerahkan dokumen administrasi sesuai persyaratan [adev.co.id].
  3. Setelah Menyerahkan Dokumen: Dokumen yang telah diserahkan akan dievaluasi oleh Badan POM [adev.co.id].
  4. Izin Edar/Notifikasi Kosmetik: Jika dokumen dan produk memenuhi persyaratan, izin edar atau notifikasi kosmetik akan diberikan [adev.co.id].

Sertifikat halal MUI

Sertifikat halal menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan kehalalan yang ditetapkan oleh MUI. Dengan kata lain, produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang haram, sehingga pelanggan akan merasa lebih nyaman dan aman menggunakan produk tersebut.

Dalam berbisnis kosmetik/skincare, sertifikat halal ini penting Anda miliki, apalagi jika Anda menyasar pasar muslim. 

Sertifikat halal MUI dapat meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim terhadap produk kosmetik/skincare yang mereka gunakan. Selain itu, sertifikat halal juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk konsumen non-Muslim.

6. Buat branding yang menarik

Credit Image 

Dengan branding yang menarik, bisnis kosmetik/skincare Anda akan lebih mudah dikenali, dan diingat, dan dipilih oleh konsumen dibandingkan dengan kompetitor. Branding juga dapat membentuk citra dan reputasi bisnis Anda di mata konsumen. 

Lalu, bagaimana cara membuat branding yang menarik untuk bisnis kosmetik/skincare? 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan, yaitu:

  1. Buat nama brand yang mudah diingat, unik, dan relevan dengan produk dan target pasar Anda. Misalnya, jika produk kosmetik/skincare Anda menggunakan bahan-bahan alami, Anda bisa memilih nama brand yang mengandung kata-kata seperti “natural”, “green”, atau “eco”.
  2. Desain logo dan kemasan harus menarik, profesional, dan mudah dikenali. Dengan logo dan kemasan yang menarik dapat membuat produk Anda lebih menonjol di rak toko dan online.
  3. Sebutkan manfaat dan keunggulan produk kosmetik/skincare Anda dibandingkan kompetitor. Anda harus bisa menyampaikan manfaat dan keunggulan produk tersebut secara jelas dan menarik melalui konten promosi ataupun testimoni pelanggan.
  4. Berikan kualitas produk dan pelayanan yang terbaik. Anda harus memastikan bahwa produk kosmetik/skincare Anda memiliki kualitas yang baik, aman, halal, dan memiliki izin edar BPOM. Anda juga harus memberikan layanan konsumen yang ramah, responsif, dan profesional. Dengan begitu, konsumen akan merasa puas dan loyal terhadap brand kamu.
  5. Buat slogan atau tagline yang menarik dan bermakna. Slogan atau tagline adalah kalimat pendek yang menggambarkan produk atau nilai-nilainya secara singkat dan menarik. Slogan atau tagline harus mudah diingat dan mengandung pesan yang kuat dan positif bagi konsumen. Contoh slogan atau tagline untuk bisnis kosmetik/skincare adalah “Beauty is power” atau “Love your skin”.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk membuat branding yang menarik untuk bisnis kosmetik/skincare Anda. Dengan menerapkan tips tersebut, diharapkan Anda dapat membuat brand yang lebih dikenal dan dipercaya oleh konsumen.

7. Mulai pemasaran 

Credit Image 

Setelah membuat branding yang menarik, langkah selanjutnya adalah memasarkan produk kosmetik/skincare Anda kepada konsumen.

Ada dua jenis pemasaran yang dapat Anda lakukan, yaitu pemasaran secara offline dan online. 

Pemasaran offline

Pemasaran offline adalah pemasaran yang dilakukan melalui media cetak, radio, televisi, dan dilakukan dengan membagikan brosur, flyer, kartu nama, ataupun spanduk di tempat-tempat strategis.

Pemasaran online

Pemasaran online adalah pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan internet, seperti media sosial, website/blog pribadi, email marketing, iklan online, atau marketplace.

Baca artikel kami tentang cara berbisnis online.

Berdasarkan informasi dari idntimes.com, berikut tabel perbandingan mengenai perbedaan pemasaran offline dan pemasaran online, yaitu sebagai berikut:

Perbandingan
Pemasaran Offline
Pemasaran Online
Jumlah Modal
Memerlukan modal yang lebih besar karena menggunakan media massa dan marketing kit fisik (brosur, baliho, dll.)
Memerlukan modal yang lebih kecil karena dilakukan melalui media daring (iklan digital) dan tidak memerlukan marketing kit fisik
Jangkauan Pemasaran
Terbatas karena tergantung pada kehadiran fisik dan publikasi melalui media fisik
Tidak terbatas karena dapat mencapai audiens secara global melalui media internet
Waktu
Terikat dengan waktu, pesan hanya tersampaikan saat kampanye berjalan
Terus berjalan tanpa terikat waktu, konten pemasaran dapat diakses kapanpun oleh audiens
Jenis Produk
Produk ditampilkan secara langsung kepada pembeli
Produk ditampilkan melalui gambar dan deskripsi, juga dapat menggunakan konten video
Sistem Pemasaran
Memerlukan tenaga ekstra dan usaha seperti menyebarkan brosur cetak, memasang baliho, dan menggunakan jasa videotron
Lebih mudah dan praktis, tidak memerlukan tenaga ekstra, dan mengandalkan media daring seperti iklan digital

Nah, itulah penjelasan singkat terkait pemasaran offline dan online. Anda dapat menggunakan keduanya secara bersamaan untuk mencapai hasil yang optimal.

Dengan melakukan pemasaran offline dan online, Anda dapat meningkatkan penjualan hingga memperluas pasar bisnis kosmetik/skincare.

8. Kembangkan bisnis dan lakukan evaluasi bisnis secara rutin

Credit Image 

Langkah terakhir adalah mengembangkan bisnis dan melakukan evaluasi secara rutin untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan bisnis kosmetik/skincare Anda.

Bisnis kosmetik/skincare harus terus dikembangkan, misalnya dengan meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan varian produk kosmetik/skincare baru, memperluas jangkauan pasar, ataupun menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Anda juga perlu melakukan evaluasi bisnis secara rutin dengan cara mengukur kinerja keuangan, mengetahui kelemahan dan kekuatan bisnis, hingga kepuasan konsumen. 

Dengan melakukan evaluasi bisnis secara rutin, Anda dapat mengetahui apa yang sudah berhasil dicapai dan apa yang perlu diperbaiki dalam menjalankan bisnis Anda. 

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dari evaluasi bisnis secara rutin, yaitu:

  1. Mengidentifikasi masalah: Evaluasi bisnis rutin membantu Anda mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul dalam kegiatan bisnis Anda [finance.detik.com]. Dengan mengetahui masalah tersebut, Anda dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya sehingga bisnis Anda dapat terus berkembang.
  2. Memperbaiki kinerja: Melalui evaluasi rutin, Anda dapat melihat kinerja bisnis Anda dari waktu ke waktu. Hal ini membantu Anda mengevaluasi apakah bisnis Anda mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan. Jika terdapat ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai dengan harapan, Anda dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kinerja bisnis Anda [koinworks.com].
  3. Mengumpulkan data: Evaluasi bisnis secara rutin juga memberikan kesempatan untuk mengumpulkan data terkait bisnis Anda. Data ini dapat berupa data keuangan, data penjualan, umpan balik pelanggan, atau data lain yang relevan. Dengan memiliki data yang akurat dan terperinci, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dan berdasarkan fakta dalam mengembangkan bisnis Anda [umkm.kompas.com].
  4. Mengidentifikasi peluang: Evaluasi bisnis rutin membantu Anda mengidentifikasi peluang baru yang mungkin muncul dalam bisnis Anda. Dengan melihat tren pasar, kebutuhan pelanggan, dan perkembangan industri, Anda dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengembangkan bisnis Anda dan memanfaatkan peluang yang ada [harmony.co.id].

Untuk melakukan evaluasi bisnis secara rutin, Anda dapat memilih interval waktu yang sesuai, seperti per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, atau per tahun. 

Kesimpulan

Credit Image 

Di era digital ini, bisnis kosmetik/skincare merupakan salah satu bisnis yang punya peluang menjanjikan.

Namun, untuk memulai bisnis kosmetik/skincare dari nol tidaklah mudah. Ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan dan pelajari sebelum memulai bisnis ini.

Sebagai panduan, ada 8 langkah dalam memulai bisnis kosmetik/skincare yang dapat Anda ikuti.

Langkah-langkah tersebut, diantaranya yaitu menentukan model bisnis, melakukan riset pasar, menentukan sumber pendanaan dan lokasi bisnis, mengurus perizinan, membuat branding bisnis, memulai pemasaran, serta mengembangkan bisnis dan melakukan evaluasi.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, diharapkan Anda dapat menjalankan bisnis kosmetik/skincare dari nol dengan sukses dan menghasilkan keuntungan besar.

Sekarang, Anda sudah tahu tentang bagaimana cara memulai bisnis kosmetik/skincare. Selanjutnya, yuk baca juga konten kamu tentang cara memulai usaha dari rumah.

5/5 - (24 votes)
Writer at Adev | Website

Ros Diyanti adalah seorang penulis berbakat dan berpengalaman. Saat ini, Ros Diyanti sedang mengejar gelar sarjana dalam bidang Akuntansi di Universitas Negeri Semarang. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman magangnya di UPPD Kabupaten Semarang, penulis ini memiliki pandangan kuat mendalam, cerdas dan analitis tentang bisnis. Kini dia turut mengedukasi dan memberikan wawasan bisnisnya melalui konten berkualitas tinggi.

Slamet Purwanto adalah seorang profesional yang menggabungkan pengetahuan mendalam tentang pengetahuan ketika kuliah di jurusan Teknologi Industri Pertanian dengan keterampilan pemasaran digital. Ia meraih gelar S1 dan S2 di IPB University dan pernah menjadi peneliti di Lembaga Riset LPPM IPB.

Selain berperan sebagai peneliti, Mas Pur (sapan) juga memiliki pengalaman mengajar sebagai dosen di kampus swasta di Ponorogo, di mana ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi di salah satu prodi.

Namun, ketertarikan Mas Pur tidak hanya dalam dunia akademik. Ia mendalami ilmu tentang pemasaran digital, terutama dalam bidang SEO. Ia mengasah keterampilannya melalui kursus-kursus seperti HubSpot Academy dan pelatihan dari Google tentang Google Analytics dan Google Tag Manager.

2 komentar untuk “8 Cara Memulai Bisnis Kosmetik/Skincare dari Nol”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top