fbpx

4 Strategi Sukses Outbound Marketing di Bisnis Kosmetik

Kamu bisa menggunakan strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan produk kosmetik atau meningkatkan brand awareness. Banyak pengusaha di bidang produk kecantikan yang sukses di bisnisnya dengan strategi outbound marketing.

Berbeda dengan inbound marketing yang menarik perhatian audiens dengan pembuatan konten, strategi outbound marketing sangat kental dengan taktiknya yang proaktif melalui media periklanan.

Eits, apakah hanya itu perbedaan kedua strategi marketing tersebut? Apa saja ya kelebihan dan kekurangan outbound marketing? Apakah strategi ini efektif untuk bisnis kosmetik?

Selengkapnya ada di artikel ini!Kamu akan menemukan cara untuk sukses dengan menerapkan outbound marketing yang tepat di bisnis kosmetik

Yuk, langsung simak sampai tuntas!

Apa itu Outbound Marketing?

Outbound Marketing

Outbound marketing adalah metode & strategi pemasaran digital untuk menarik pelanggan dengan cara lebih proaktif sehingga mereka mau membeli dengan produk atau layanan yang kita jual.

Outbound marketing berbeda dengan inbound marketing yang lebih berfokus pada pembuatan dan distribusi konten (content marketing) untuk menarik calon konsumen ke website kamu.

Melansir Hubspot, outbound marketing mencakup berbagai saluran pemasaran seperti iklan TV, iklan radio, iklan cetak (majalah, koran, pamflet, brosur, dsb.), atau cold calling (menghubungi konsumen potensial secara langsung).

Outbound marketing dilakukan dengan cara mengirimkan pesan kepada populasi yang luas. Konsep sederhananya adalah bahwa semakin banyak yang mendapatkan pesan, maka semakin banyak hasil yang didapatkan.

Namun, apakah outbound marketing masih efektif digunakan dalam sebuah bisnis? Sebagai pebisnis kosmetik, perlukah kamu menerapkan outbound marketing? Simak penjelasannya berikut ini!

Apakah Outbound Marketing Masih Efektif Saat Ini?

Strategi inbound marketing mungkin sangat relevan dengan perkembangan zaman yang kian digital. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa outbound marketing masih digunakan, tidak sepenuhnya ditinggalkan, dan masih menghasilkan.

Contohnya, promosi produk kosmetik dengan beriklan di televisi sangat berdampak dibandingkan hanya menggunakan strategi konten media sosial. 

Apalagi, semakin ke sini, iklan televisi semakin menarik karena menggunakan storytelling marketing dan visual yang memikat. Dengan perkembangan iklan televisi tersebut, sebuah brand akan mudah diingat.

Menurut Marketo.com, pemasaran produk menggunakan iklan di televisi dengan tayangan yang berulang-ulang membuat konsumen terbiasa dan mudah percaya.

Jadi, bisa dikatakan bahwa outbound marketing masih efektif jika dilakukan strategi atau cara yang tepat. Nah, sebelum sampai pada bahasan  tersebut, ketahui terlebih dahulu perbedaan outbound dan inbound marketing.

Perbedaan Outbound dan Inbound Marketing

Outbound Marketing Benefits

Melansir Ideoworks, inbound marketing adalah taktik tarik, sementara outbound marketing adalah taktik dorong. Pemasaran inbound yang memanfaatkan konten berkualitas dan interaktif bertujuan menarik audiens untuk lebih mengenal brand. 

Baca selengkapnya mengenai inbound marketing di sini.

Sebaliknya, outbound marketing lebih menerapkan taktik menawarkan produk secara langsung dan terus-menerus untuk mendorong konsumen membeli.

Selengkapnya, berikut adalah perbedaan outbound dan inbound marketing.

Jangkauan Market

Pemasaran outbound dilakukan dengan cara menjangkau populasi besar, menjangkau siapa pun, baik calon konsumen atau bukan. Untuk menjangkau market produk kecantikan, kamu bisa menggunakan jasa beauty influencer.

Sementara inbound marketing memiliki target pasar yang jelas dan terfokus, yakni audiens yang tertarik dengan konten yang dibuat brand

Oleh karena itu, strategi pemasaran inbound yang menggunakan konten-konten berkualitas dapat mendatangkan audiens yang ideal atau sesuai dengan target pasar. Audiens yang berpotensi menjadi leads.

Target Market yang Dituju

Strategi inbound marketing, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, adalah strategi yang memanfaatkan content marketing untuk menarik audiens. Ketika melihat atau membaca konten tersebut maka audience lebih mengenal brand (produk, layanan) kamu.

Adapun outbound marketing merupakan strategi yang hanya menjelaskan produk, tanpa memberi informasi lebih yang bisa bermanfaat bagi calon konsumen. Nah, untuk menggaet target market yang sesuai dengan produk kamu, maka kamu perlu membuat konsep bisnisnya dengan business model canvas.

Misalnya, kamu menjual produk skincare anti-aging. Ketika menggunakan strategi inbound, kamu bisa membuat ragam konten yang berisi masalah penuaan dini, ciri-ciri penuaan dini, bahan-bahan aktif untuk mencegah anti aging, dan lainnya.

Sementara itu, strategi outbound hanya berbicara mengenai produk anti aging saja tanpa memikirkan keinginan konsumen atau masalah yang dihadapinya. 

Interaksi Brand dengan Konsumen

Ketika merespon iklan di televisi atau di radio, kita sudah tahu bahwa brand tidak akan bisa mendengar kita. Sedangkan, saat bermain media sosial, kita bisa meninggalkan komentar berisi masukan atau pertanyaan yang bisa langsung direspon oleh brand.

Begitulah perbedaan interaksi antara brand dengan konsumen. Outbound marketing terjadi komunikasi satu arah, sementara inbound marketing terjadi komunikasi dua arah.

Sepinya interaksi, dengan kata lain brand kamu kurang engage, menandakan brand kamu mulai pudar. Jika brand kamu mulai ditinggalkan pelanggan, maka sebaiknya kamu menerapkan rebranding atau co-branding yang tepat.

Media atau Saluran yang Digunakan

Setelah membaca penjelasan sebelumnya, kamu tentu memahami perbedaan media pada outbound marketing dan inbound marketing.

Selain menggunakan media televisi dan radio, strategi outbound marketing dapat dijalankan menggunakan media email, media cetak, telepon, atau billboard.

Adapun inbound marketing memanfaatkan media sosial, blog, website, atau influencer marketing.

Selain beberapa poin di atas, perbedaan inbound dan outbound marketing selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Inbound Marketing
Outbound Marketing
Konten digital informatif yang ditargetkan pada audiens tertentu, ditulis untuk membantu memecahkan masalah konsumen
Konten non-digital yang dirancang untuk menarik perhatian konsumen dan ditulis untuk menjual produk
Konten disajikan secara interaktif seperti konten media sosial, artikel, podcast, video marketing.
Konten disajikan dalam media cetak (majalah, brosur, katalog, dsb), iklan TV, Radio, papan reklame atau baliho.
Konten berisi pesan yang disesuaikan untuk konsumen tertentu dan dibuat menarik untuk meningkatkan engagement 
Konten berisi penjelasan produk yang harus dikemas dengan menarik dan menonjol di antara jutaan iklan lainnya
Strategi yang mencakup semua di berbagai saluran
Strategi linier dengan saluran terbasa
Mudah diukur melalui perangkat lunak digital marketing
Sulit untuk diukur kinerja penyebaran iklan fisik
Sumber: Adobe Experience Cloud

Kelebihan dan Kekurangan Outbound Marketing

Kelebihan dan Kekurangan Outbound Marketing Kosmetik

Setiap strategi pemasaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, berikut penjelasannya seperti yang disebutkan oleh Toffeedev.

Kelebihan Outbound Marketing

  • Produk yang dipromosikan melalui iklan semakin terlihat nyata dan semakin meyakinkan calon pelanggan
  • Iklan yang dibuat dengan kreativitas tinggi tentu menjadi daya tarik tersendiri
  • Iklan dari strategi outbound lebih mudah diingat dan mudah viral (banyak iklan televisi yang jadi perbincangan di media sosial)
  • Media televisi atau radio punya penikmat setia yang jumlahnya masih banyak, media ini punya ruang sendiri di hati masyarakat

Kekurangan Outbound Marketing

  • Biaya yang tidak murah
  • Target pasar yang terlampau luas (iklan dikirim ke siapa saja)
  • Sulitnya melacak ROI (Return of Investment)
  • Terkesan ketinggalan jaman
  • Dinilai mengganggu   

Meskipun strategi ini dinilai punya banyak kekurangan, ternyata masih banyak bisnis yang tak sepenuhnya meninggalkan outbound marketing. Contohnya Brand Wardah yang menggunakan iklan di televisi, billboard, atau brosur di official storenya.

Namun, di samping itu, Wardah memang menerapkan inbound marketing agar lebih dekat dengan pelanggan. Lantas, bagaimana hasil pemasaran Wardah dengan dua strategi tersebut? Kamu bisa menyimpulkannya sendiri.

Maka dari itu, kamu perlu strategi khusus untuk menerapkan outbound marketing selain menggabungkannya dengan inbound marketing. Yuk, simak bareng-bareng!

4 Strategi Sukses Melakukan Outbound Marketing

1. Buat Audience Lebih Tertarik Melihat Iklanmu

Siapa sih yang di sini suka melihat iklan? Saat asyik menonton film di televisi, kamu tentu geram kalau tiba-tiba muncul iklan. 

Namun, siapa sangka ketika iklan sebuah produk dibuat out of the box membuat penonton menyimak tanpa berkedip bahkan kecanduan. Lihat saja iklan Shampo Pantene x Keanu Agl berikut!

https://youtu.be/JrOAe3GV_js

Baca juga artikel kami tentang perawatan rambut: Maklon Hair Care.

Kolaborasi Pantene dengan influencer Indonesia ternama itu berhasil dibanjiri ribuan komentar positif, salah satu audiens menyampaikan, “Satu-satunya iklan yang gak di-skip (dilewati), malah sengaja dicari lagi (di Youtube),” dan ini dibenarkan oleh banyak audiens yang lainnya.

Nah, tidak hanya iklan di televisi saja, kamu bisa membuat iklan cetak atau iklan di billboard (baliho, reklame) menjadi semenarik mungkin. 

Marketo.com menyebutkan brand perlu membuat iklan yang menonjol daripada seribu iklan lainnya yang dilihat oleh masyarakat setiap hari.

Kalau kamu berhasil membuat masyarakat jatuh hati dengan iklanmu, mereka akan mudah mengingat brand-mu.  Mereka akan mencari tahu brand-mu menggunakan saluran yang lainnya, misalnya di media sosial.

2. Ikuti Pameran Kecantikan

Pameran Kosmetik, K-Beauty
Sumber: Gyeonggido-korea.com

Pameran merupakan momen perkumpulan brand dan konsumen secara besar-besaran. Momen emas ini wajib kamu manfaatkan untuk mengenalkan produk atau layananmu secara langsung. 

Kamu memerlukan tim penjual (sales) yang ahli dalam menyampaikan keunggulan produk kosmetikmu dan mampu meyakinkan calon konsumen untuk membeli produkmu. 

Acara pameran juga waktu yang tepat untuk mengumpulkan data diri konsumen potensial untuk kamu hubungi lebih lanjut. 

Nah, ini dia beberapa contoh pameran kecantikan yang bisa kamu hadiri:

  • K-beauty Expo
  • Cosmobeaute
  • Indo Beauty Expo
  • BeautyFest Asia
  • Halal Beauty & Cosmetic Expo

3. Identifikasi Asal Konsumen Potensial

Leads, Konsumen potensial

Setelah menggunakan beberapa media untuk melakukan outbound marketing, seperti media televisi, cetak, atau pameran, kamu perlu mengidentifikasi dari mana konsumen potensial tersebut berasal?

Apakah berasal dari promosi Word of Mouth (mulut ke mulut)? Dari event pameran atau yang lainnya?

Dengan mengidentifikasi konsumen, kamu dapat mempelajari bagaimana menangani setiap konsumen potensial tersebut. Kamu bisa mengetahui mana konsumen potensial yang harus diprioritaskan, kemudian membangun relasi dengan cara yang tepat.

4. Follow up Konsumen, Jangan Sampai Lolos!

Follow up konsumen

Kamu sudah memiliki daftar konsumen yang benar-benar potensial? Jangan tunggu lama, kamu harus segera melakukan follow up.

Kamu bisa menghubungi mereka dengan mengirimkan pesan penawaran menggunakan Whatsapp, Email, atau melakukan cold calling (menghubungi langsung menggunakan telepon). 

Penting bagimu untuk memiliki sales yang komunikatif, menyenangkan, dan memiliki skill problem solver.

Selama proses follow-up, jangan lupa melakukan dokumentasi, pencatatan, dan analisis hasilnya seperti yang disebutkan dalam Majoo.id, hal ini bertujuan untuk menganalisis kekeliruan dan menyusun formula yang lebih optimal dalam penawaran produk.

Penutup

Nah, itulah beberapa strategi agar outbound marketing dalam bisnis kosmetik sukses menghasilkan. Meskipun strategi pemasaran ini seringkali dipandang sebelah mata, outbound marketing patut kamu coba selain menerapkan inbound marketing.

Strategi outbound marketing yang dikirim atau ditampilkan berulang-ulang dapat membangun ingatan yang kuat di benak calon konsumen, dari yang semula tak kenal sampai tertarik dengan produk yang ditawarkan. 

Namun ingat, lakukan outbound marketing ini dengan taktik yang tepat, ya!

Jadi, gimana, tertarik menggunakan strategi ini? Atau kamu sudah mencoba outbound marketing dalam bisnismu? Sudah sampai tahap mana? Yuk, komentar di bawah!

5/5 - (22 votes)