---
title: Contoh Co Branding / Kolaborasi Brand Kosmetik Indonesia
date: 2024-02-12T08:27:39Z
modified: 2025-07-28T03:42:01Z
permalink: "https://adev.co.id/blog/co-branding/"
type: post
status: publish
excerpt: ""
wpid: 24817
categories:
  - Blog
tags:
  - Bisnis Kosmetik
  - Bisnis Skincare
  - Branding
featured_image: "https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/co-branding-kosmetik-adalah.png"
featured_image_alt: Co Branding Kosmetik Adalah
author: Tim Redaksi PT Adev
---

Salah satu _brand_ kosmetik Indonesia, Dear Me Beauty kembali berkolaborasi dengan KFC. Ya, Anda gak salah baca, perusahaan waralaba di bidang makanan dengan slogan #JagonyaAyam. Kedua _brand_ tersebut mengeksekusi strategi _co branding_.

Berbeda dari musim kolaborasi sebelumnya, pada 25 Februari 2022, dua _brand_ tersebut meluncurkan Paket Combo Kulit Cantik yang ditujukan untuk uniseks. Produk yang diluncurkan di antaranya _cushion hybrid,_ pensil alis, dan _eyeliner_.

Kolaborasi dari dua bidang yang berbeda ini telah ramai setahun belakang ini, bahkan berhasil membuat audiens bertanya-tanya, “Kok bisa ya buat kolaborasi seperti ini? Apakah aroma dan rasa ayam ada di dalam _make up_ tersebut?”

Nah, Mitra Adev, produk unik yang diciptakan antara kedua _brand_ tersebut merupakan salah satu strategi marketing bernama _Co-branding_.

Mau tahu selengkapnya tentang apa yang dimaksud dengan co-branding? Simak artikel ini sampai habis ya!

## Apa itu _Co Branding_ atau Kolaborasi Brand?

![Co Branding Kosmetik Adalah](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/co-branding-kosmetik-adalah.png)

**_Co branding_** adalah sebuah strategi pemasaran dengan menggabungkan dua atau lebih _brand_ untuk menciptakan sebuah produk khusus tertentu yang unik dan eksklusif. Co branding disebut juga dengan kolaborasi brand.

Produk yang dihasilkan merepresentasikan gabungan _brand_ tersebut. Keunikan dari produk tersebut dapat tercipta dari kolaborasi logo atau skema warna yang sekaligus berperan menegaskan identitas _brand_.

_Co-branding_ dapat menjadi strategi yang efektif untuk meluaskan jangkauan audiens, meningkatkan _brand awareness_, hingga menambah potensi penjualan. Menarik, bukan?

Terlebih lagi, _brand_ kosmetik sering menggandeng perusahaan dari bidang makanan untuk eksekusi strategi ini. Hasilnya? Kolaborasi antik yang berhasil menarik perhatian banyak orang!

Namun demikian, sebelum melakukan co-branding kosmetik, Anda perlu menganalisa apakah perlu melakukan [rebranding produk kosmetik](https://adev.co.id/blog/rebranding/) terlebih dulu atau tidak.

## Tujuan _Co-branding_

**Tujuan utama** kolaborasi ini adalah menawarkan produk yang unik dan eksklusif untuk meningkatkan pangsa pasar sehingga kedua _brand_ dapat meningkatkan keuntungan dan mendapatkan ROI (_return of investment_) yang baik.

## Manfaat _Co-branding_

Melansir [Investopedia](https://www.investopedia.com/terms/c/cobranding.asp), setiap _brand_ dalam strategi ini menyumbangkan identitas masing-masing _brand_ untuk menciptakan produk baru yang menyatu. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa strategi ini memberikan manfaat di antaranya.

- Menciptakan produk atau layanan baru
- Berkolaborasi dalam pemasaran produk
- Mengembangkan ekuitas _brand_ lebih baik
- Mengurangi biaya operasional

## Kelebihan dan Kekurangan _Co-branding_

_Brand_ yang melakukan strategi pemasaran ini akan mendapatkan banyak keuntungan lho selain yang telah disebutkan di awal. Melansir dari berbagai sumber berikut adalah beberapa kelebihan dari [teknik branding](https://adev.co.id/blog/teknik-branding/ "Mengenal Metode & Teknik Branding dalam Pemasaran") ini:

- Produk unik yang diluncurkan dapat menarik perhatian konsumen baru
- Meningkatkan loyalitas konsumen
- Menciptakan _brand recognition_ atau kemampuan konsumen dalam mengenali sebuah _brand_ dari logo, desain visual, slogan, dll
- Apabila _brand_ berkolaborasi dengan partner yang memiliki reputasi baik, _brand_ akan mendapatkan kredibilitas dan rasa hormat
- Resiko ditanggung oleh _brand_ yang berkolaborasi

Namun, tak hanya memiliki kelebihan, sebuah strategi tentu tak luput dari kekurangan ya Mitra Adev. Beberapa kekurangan dari strategi _Co-branding_ adalah sebagai berikut.

- Kolaborasi akan sulit dilakukan apabila kedua _brand_ tidak saling berbagi kepercayaan, tidak memiliki nilai dan visi yang sama.
- Jika produk kolaborasi tidak populer di pasar yang berbeda, strategi ini mungkin akan menimbulkan kebingungan dan akhirnya strategi tidak berhasil
- Konsumen yang memiliki pengalaman buruk dengan _brand_ partner dapat menciptakan klaim _brand_ Anda juga buruk sehingga berdampak negatif terhadap produk kolaborasi, parahanya dapat merusak ekuitas _brand_

Nah, ada strategi marketing lain yang sering dikaitkan dengan _Co-branding_, yakni _Co-marketing_. Sebenarnya, apakah kedua strategi ini sama?

## Perbedaan _Co-branding dan Co-marketing_

Kedua strategi ini memang memiliki keterkaitan yang erat, tetapi mereka tidak sama persis. Jika _Co-branding_ menciptakan produk baru yang unik, pada strategi _Co-marketing_, _brand_ yang berkolaborasi tidak perlu menciptakan sebuah produk atau layanan baru yang unik.

_Co-marketing_ adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mempromosikan masing-masing produk secara bersamaan.

_Co-marketing_ (pemasaran bersama) terjadi ketika merek dengan audiens serupa bermitra bersama untuk memasarkan dan mempromosikan produk atau layanan satu sama lain.

Perusahaan yang melakukan _Co-marketing_ akan mencari cara yang efektif untuk memperluas target konsumen dan meningkatkan _brand awareness_ yang berkolaborasi. Baca juga ulasan kami tentang [cara branding produk](https://adev.co.id/blog/branding-produk/ "Apa itu Branding Produk Kosmetik & Bagaimana Cara Melakukannya") lainnya.

Supaya memudahkan Anda dalam memahami perbedaan _Co-branding_ dan _co-marketing,_ simak tabel di bawah ini, yuk!



| **Faktor pembeda** | **Co branding** | **Co marketing** |
| --- | --- | --- |
| Produk atau layanan | Menciptakan produk baru hasil kolaborasi kedua _brand_ | Tidak menciptakan produk baru |
| Pemasaran | Pemasaran produk kolaborasi dilakukan secara bersamaan | Pemasaran produk satu sama lain dilakukan secara bersamaan |
| Audiens atau target pasar | Berasal dari pasar yang berbeda | Cenderung berasal dari pasar yang serupa |
| Contoh | Samsung x BTS Oreo x Supreme | Uber x Spotify Sprout Social x Moz |

Mitra Adev, ternyata sudah banyak lho _brand-brand_ ternama yang mengeksekusi strategi ini. Tak hanya di bidang teknologi, transportasi, hiburan, tetapi kosmetik juga turut serta meramaikan.

Selain Dear Me Beauty x KFC yang telah disinggung, berikut beberapa contoh lain _Co-branding_ kosmetik.

## Contoh _Co Branding_ Produk Kosmetik

### Kolaborasi Brand Etude House x KitKat

![Contoh co-branding kosmetik antara merek etude house dan kitkat](https://i.pinimg.com/564x/88/2f/9b/882f9b900b7a9f57d75fed808d8819ee.jpg)

Etude House x KitKatEtude House menggandeng KitKat karena terinspirasi dari produk coklat KitKat. Alhasil, kolaborasi kedua _brand_ tersebut berhasil membuat produk _eyeshadow palette_.

_Eyeshadow palette_ ini hadir dalam dua varian, yakni _original_ dan _strawberry tiramisu_. Palet original terdiri dari beragam warna yang natural, sementara varian lainnya ditambahkan warna merah muda dan _peachy_.

Cara [branding bisnis](https://adev.co.id/blog/branding-bisnis/ "Branding Bisnis: Definisi, Contoh, dan Cara Implementasi") seperti ini bisa membuat irisan audience yang sama dari kedua brand yang berbeda.

### Kolaborasi Brand TonyMoly x Samyang

![Cobranding antara samyang x tonymoly](https://images.tokopedia.net/img/cache/700/attachment/2018/10/19/153995277907968/153995277907968_981f1f9b-75ac-4c1c-b48a-eea809704065.png)

Tony Moly x Samyang_Brand_ mie Samyang yang terkenal super pedas berhasil menarik perhatian Tony Moly. Kolaborasi keduanya menghasilkan produk _Hot Edition Makeup Collection_ yang terdiri dari _cushion, lip balm, lip tint, blush on, highlighter,_ dan _puff._

Menariknya, ketika Anda membeli produk ini, Anda akan diberikan kemasan _cup_ ramen Samyang. Kemasannya saja yang tampak terlihat pedas, _makeup_ ini tetap dengan formula yang sesuai.

Anda juga bisa mendapatkan _insight_ dengan melihat [contoh branding melalui desain kemasan kosmetik](https://adev.co.id/blog/branding-kemasan-produk/ "contoh branding melalui desain kemasan kosmetik") di sini.

### Kolaborasi Brand Upmost Beaute x Tolak Angin

![Cobranding antara upmost beaute x tolak angin](https://i.ytimg.com/vi/a3V4LCZoIXM/maxresdefault.jpg)

Upmost x Tolak AnginUpmost Beaute memilih _brand_ terkenal Tolak Angin untuk berkolaborasi menghasilkan produk _eyeshadow palette_. Terdapat 8 variasi warna netral dan aroma herbal khas Tolak Angin. Menarik ya?

### The Face Shop x Coca Cola

![Cobranding the face shop x coca cola](https://i.ytimg.com/vi/AkHue6CCNXM/hq720.jpg)

Kolaborasi The Face Shop dan Coca Cola menghasilkan produk kosmetik yang menyegarkan. _Makeup_ kit ini terdiri dari _cushion, eyeshadow, lipstick, lip tint_, dan _blotting powder_.

Bagian menariknya, produk untuk bibir memiliki aroma Coca Cola yang siap membuat Anda ingin meminumnya.

### Kolaborasi Brand Kosmetik Innisfree x Mentos

![Cobranding innisfree x mentos](https://image-cdn.hypb.st/https%3A%2F%2Fhypebeast.com%2Fwp-content%2Fblogs.dir%2F6%2Ffiles%2F2020%2F04%2Finnisfree-mentos-no-sebum-powder-collaboration-0.jpg)

Innisfree x MentosKolaborasi satu ini menghasilkan _No-Sebum Mineral Powder_, bedak ‘permen’ yang mengandung mineral alami dan daun mint ini membantu menyerap minyak dan meningkatkan kelembapan kulit.

Bedak hasil kolaborasi Innisfree dan Mentos ini memiliki 6 varian warna dan aroma yang berbeda. Tentunya terinspirasi dari permen segar Mentos, varian tersebut di antaranya Mint, Cherry, Peach, Lemon, Grape, dan Melon.

## Contoh _Co-branding_ yang Gagal

![](https://sleenasblog.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/11/starbucksandkraft.jpg)

Kraft x StarbucksStrategi marketing tak selamanya mulus dan tak selamanya berhasil, seperti yang dialami dua _brand_ yang melakukan kolaborasi satu ini, Kraft dan Starbucks.

Pada mulanya kolaborasi kedua _brand_ tersebut berjalan lancar, berlangsung selama bertahun-tahun. Kraft dapat membantu Starbucks tumbuh dengan menawarkan layanan distribusi dan membantu _brand_ kopi tersebut membangun kehadirannya di toko bahan makanan.

Hingga puncaknya pada 2010, pertempuran besar terjadi. Kraft menganggap Starbucks melakukan pemutusan kontrak secara sepihak. Di lain sisi, Starbucks menuduh Kraft melanggar perjanjian kerja sama, mengatakan Kraft gagal dan mempromosikan _brand_.

Melansir dari [HubSpot](https://blog.hubspot.com/marketing/brand-partnership-fails), kolaborasi kedua _brand_ tersebut gagal akibat komunikasi yang buruk. Jika komunikasi sudah buruk, kemungkinan eksekusinya juga buruk.

## Cara Melakukan _Co-branding_ untuk Produk Kosmetik

![Cara Melakukan Co Branding Kosmetik](https://adev.co.id/wp-content/uploads/2024/02/cara-melakukan-co-branding-kosmetik.png)

Anda tertarik ingin memulai kolaborasi dengan _brand_ lain? Ikuti cara mudah di bawah ini agar strategi kolaborasi Anda berjalan sesuai rencana!

### 1. Temukan Keistimewaan pada _Brand_ Anda

Penting bagi Anda untuk menemukan sesuatu yang istimewa dari _brand_ Anda. Cari tahu apa sih yang membuat _brand_ Anda unik dan berbeda dari _brand_ yang lainnya?

Hal ini akan menarik perhatian konsumen dan tentunya membuat _brand_ yang ingin Anda ajak kolaborasi semakin yakin dengan _brand_ Anda.

### 2. Mantapkan Tujuan Kolaborasi

Sebelum melakukan strategi ini, Anda perlu mengetahui dan memantapkan tujuan Anda melakukan kolaborasi.

Ketika telah mengetahui gagasan yang kuat, Anda akan lebih mudah untuk menjalankan strategi ini. Gagasan atau tujuan yang kuat juga memudahkan Anda menemukan _brand_ yang tepat.

### 3. Temukan _Brand_ yang Tepat

Anda tidak bisa asal dalam memilih _brand_ untuk diajak berkolaborasi. Setelah memantapkan tujuan pemasaran dengan strategi _co-branding_, Anda perlu mempertimbangkan _brand_ yang akan benar-benar membantu Anda mencapai tujuan.

Carilah _brand_ yang tepat dan bisa melengkapi Anda, temukan _brand_ yang memiliki minat yang sama, citra yang baik dan berpengaruh di pasar, atau _brand_ yang memiliki konsumen yang serupa.

Satu hal lagi, Anda harus mendapatkan _brand_ yang juga ingin berkolaborasi untuk memberikan pengalaman unik dan menarik bagi konsumen, bukan bersaing dengan Anda.

### 4. Tentukan Cara Bekerja Sama

Bagaimana cara untuk memicu kerja sama dan membuat _brand_ lain tertarik dengan _brand_ Anda? Jawabannya, Anda perlu menyiapkan **laporan pemasaran** yang terperinci dengan cermat.

Itu langkah awal untuk meyakinkan _brand_ yang ingin Anda ajak bekerja sama.

Selanjutnya, tunjukkan kepada mereka **sesuatu yang berbeda** (lain dari yang lain) sehingga muncul di benak _brand_ tersebut, “Kenapa kami tidak pernah memikirkan hal seperti ini?”

Anda juga bisa menyebutnya dengan sesuatu yang baru dan luar biasa! Dalam hal ini kemampuan kreativitas memang sangat diperlukan untuk menarik perhatian pangsa pasar.

Oleh karena itu tak jarang kita temui contoh _co-branding_ yang berhasil hingga viral dan membuat banyak orang penasaran, lalu bersemangat untuk membeli produk eksklusif tersebut. Lakukan hal yang sama ya Mitra Adev, keluarkan _ide gila_ Anda!

Setelah itu, **rencanakan strategi promosi produk** untuk meningkatkan kesadaran konsumen. Anda dengan _brand_ kolaborasi dapat bersama-sama mempromosikan di seluruh media sosial atau juga di masing-masing toko.

Bangun hubungan yang baik dengan _brand_ mitra Anda, jalinlah komunikasi yang baik dan sehat.

Jika strategi marketing ini berhasil, tak hanya kolaborasi sesaat, tetapi juga menjadi awal **persahabatan _brand_** yang potensinya tak terbatas!

Kerjasama adalah salah satu kunci kesuksesan seorang beautypreneur. Yuk baca penjelasan kami tentang [apa itu beautypreneur dan caranya menjadi sukses](https://adev.co.id/blog/menjadi-beautypreneur-sukses/).

## Kesimpulan

Mitra Adev tertarik untuk mencoba strategi ini? Apakah Anda sudah menargetkan sebuah _brand_ untuk berkolaborasi?

Tentunya dalam strategi ini Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti kecocokan, ekuitas, sumber daya, manfaat, dll. Dengan demikian, sebagai langkah awal, Anda bisa lho mengajak kolaborasi _beauty-influencer_ terlebih dahulu sebelum mengajak _brand_ ternama untuk berkolaborasi.

Jika dirasa _brand_ Anda sudah matang untuk melakukan strategi marketing ini, tunggu apalagi? Mari eksekusi!

Atau mungkin Anda telah melakukan strategi ini, tetapi mengalami kegagalan? Coba ceritakan di kolom komentar faktor apa yang membuat kolaborasi Anda gagal.

Selanjutnya, baca ulasan kami tentang _**[personal branding](https://adev.co.id/blog/personal-branding/ "Pengertian, Manfaat, dan Cara Personal Branding")**_.

## Rujukan

- [What is Co-branding?](https://www.thebrandingjournal.com/2020/10/what-is-co-branding/)
- [Co-branding vs Co-Marketing : How to Use Both to Get New Customers (+ Examples)](https://www.bluleadz.com/blog/co-branding-co-marketing-examples-how-to-use-both)

## Topics

**Categories:** [Blog](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/category/blog.md)

**Tags:** [Bisnis Kosmetik](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/bisnis-kosmetik.md), [Bisnis Skincare](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/bisnis-skincare.md), [Branding](https://adev.co.id/wp-content/uploads/wp-mfa-exports/taxonomy/post_tag/branding.md)