Pelajari panduan lengkap tentang biaya variabel dalam usaha sabun, mulai dari definisi, macam-macamnya, hingga cara menghitungnya untuk menentukan harga jual yang optimal.
Menurut data 6Wresearch, pasar sabun di Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR sekitar 4,9% sepanjang periode 2023–2029, didorong peningkatan kesadaran kebersihan, tren produk halal dan natural, serta pertumbuhan kanal penjualan online.
Di tengah pertumbuhan ini, artikel ini juga mengulas peran jasa maklon di PT Adev Natural Indonesia di Bogor dalam membantu UMKM dan calon pebisnis skincare mengelola biaya produksi secara efisien, termasuk pilihan produksi mulai dari 1.000–2.000 pcs per batch.
Temukan strategi praktis agar bisnis sabun Anda dapat berkembang dan bersaing di pasar kosmetik yang kompetitif, baik di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee maupun di jaringan reseller dan offline store modern trade.
Pendahuluan
Dalam menjalankan usaha sabun, pengelolaan keuangan yang efektif sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan profitabilitas bisnis, terutama di pasar yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dari segmen kosmetik alami di Indonesia pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 5%.
Salah satu aspek utama dalam pengelolaan keuangan tersebut adalah memahami biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang nilainya berubah sesuai dengan volume produksi atau aktivitas bisnis yang dilakukan, misalnya ketika Anda meningkatkan produksi sabun batang transparan dari 500 pcs menjadi 5.000 pcs per bulan.
Perusahaan maklon seperti PT Adev Natural Indonesia di Kota Bogor, Jawa Barat, yang beroperasi sejak 2007, sehari-hari menggunakan konsep biaya variabel ini untuk membantu klien menentukan skala produksi optimal dan struktur harga.
Dengan memahami dan mengelola biaya variabel secara tepat, calon pebisnis skincare dan UMKM dapat menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus menjaga margin keuntungan.
Peran biaya variabel dalam usaha sabun sangat krusial, terutama dalam menentukan harga pokok produksi dan analisis biaya produksi.
Ketika biaya variabel dikelola dengan baik, bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko kerugian akibat biaya yang tidak terkendali.
Selain itu, pengelolaan biaya variabel yang tepat juga membantu dalam melakukan strategi penetapan harga yang sesuai dengan pasar dan target keuntungan, termasuk saat Anda ingin bersaing dengan brand besar seperti Lifebuoy, Dettol, dan Dove di rak minimarket maupun e-commerce.
Pengertian dan Definisi Biaya Variabel dalam Usaha Sabun
Secara umum, biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya akan berubah seiring dengan jumlah unit produk yang diproduksi atau dijual.
Dalam industri kosmetik, termasuk usaha sabun mandi cair dan sabun batang, biaya variabel mencakup semua pengeluaran langsung yang terkait dengan proses produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya kemasan.
Di pabrik maklon berskala menengah seperti PT Adev (sekitar 51–200 karyawan, berlokasi di kawasan Taman Yasmin, Bogor Barat), biaya variabel dipantau ketat karena berpengaruh langsung pada penawaran harga ke klien UMKM dan brand private label.
Perbedaan utama antara biaya variabel dan biaya tetap terletak pada sifat perubahannya.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun volume produksi meningkat atau menurun, seperti sewa pabrik di Ruko Taman Yasmin Sektor VI Bogor, gaji staf tetap kantor, dan depresiasi mesin mixer skala industri.
Sebaliknya, biaya variabel akan meningkat saat produksi bertambah dan menurun saat produksi berkurang.
Contoh biaya variabel yang umum dalam usaha sabun meliputi biaya bahan baku seperti sabun dasar (soap base), minyak nabati (misalnya minyak kelapa dan minyak sawit), pewarna, parfum, serta biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses pembuatan.
Selain itu, biaya kemasan (botol PET 250 ml, botol HDPE 500 ml, dus folding box), label stiker, dan pengiriman melalui kurir logistik juga termasuk dalam kategori ini.
Macam-macam Biaya Variabel dalam Usaha Sabun
a. Bahan Baku dan Material

Bahan baku merupakan komponen utama dalam pembuatan sabun.
Contohnya adalah sabun dasar transparan, minyak kelapa, minyak zaitun, surfaktan untuk sabun cair, pewarna kosmetik-grade, parfum (fragrance oil) seperti varian lavender atau citrus, serta bahan tambahan seperti ekstrak herbal dan bahan aktif pencerah.
Fluktuasi harga bahan baku di pasar global dan lokal (misalnya harga minyak nabati yang mengikuti pergerakan harga CPO dan minyak kelapa dunia) akan langsung mempengaruhi biaya variabel, sehingga penting untuk melakukan analisis biaya bahan baku secara rutin agar dapat mengantisipasi kenaikan harga dan menyesuaikan harga jual.
b. Upah Langsung Produksi
Gaji tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses pembuatan sabun termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung.
Di lini produksi maklon sabun, ini bisa berupa operator mesin pengaduk, operator filling, dan petugas packing yang dibayar berdasarkan jam kerja atau output per batch.
Jumlah biaya ini akan meningkat seiring dengan peningkatan volume produksi, misalnya ketika PT Adev meningkatkan jadwal produksi dari 1 shift menjadi 2 shift untuk memenuhi pesanan 10.000 pcs sabun mandi cair dari satu brand klien.
Oleh karena itu, pengelolaan tenaga kerja yang efisien sangat penting untuk menjaga biaya produksi tetap terkendali.
c. Kemasan dan Label

Biaya kemasan dan label yang digunakan untuk produk sabun juga termasuk biaya variabel.
Variasi biaya ini tergantung pada desain kemasan, bahan yang digunakan (botol plastik standar vs botol kaca premium, pouch isi ulang, atau karton ramah lingkungan), dan jumlah produk yang diproduksi.
Beberapa penyedia maklon menawarkan paket desain label dengan biaya tambahan sekitar Rp500–Rp1.500 per unit produk, mencakup desain, cetak, dan pemasangan label pada kemasan.
Pemilihan kemasan yang efisien dan sesuai pasar dapat membantu mengurangi biaya produksi sambil tetap menjaga persepsi kualitas brand.
d. Biaya Pengiriman dan Distribusi
Ongkos kirim barang ke pelanggan atau distributor merupakan biaya variabel yang bergantung pada volume pengiriman, jarak, dan jenis layanan logistik yang digunakan (reguler, kargo, atau ekspedisi truk).
Untuk UMKM sabun yang menjual via e-commerce, biaya pengiriman ke gudang fulfillment marketplace atau ke reseller di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan akan ikut membentuk struktur biaya variabel per unit.
Semakin banyak produk yang dikirim, semakin tinggi pula total biaya pengiriman yang harus dikeluarkan.
Pengelolaan logistik yang baik, misalnya konsolidasi pengiriman dalam satu palet atau kerja sama dengan mitra kargo, dapat membantu menekan biaya ini.
e. Biaya Jasa Maklon dan Layanan Pihak Ketiga

Peran jasa maklon di PT Adev sangat penting dalam membantu UMKM dan calon pebisnis skincare memproduksi sabun secara efisien.
PT Adev Natural Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu penyedia jasa maklon kosmetik terkemuka di Indonesia dan berdiri sejak 15 Januari 2007, telah melayani ratusan brand lokal dengan standar CPKB dan sertifikasi mutu lainnya.
Biaya jasa maklon termasuk dalam biaya variabel karena tergantung pada jumlah produk yang diproduksi dan kompleksitas formula.
Estimasi biaya maklon sabun untuk batch pertama di banyak pabrik maklon berada di kisaran Rp15.000.000–Rp25.000.000 untuk sekitar 1.000–2.000 pcs produk jadi, termasuk formulasi, bahan baku, produksi, quality control, dan pengemasan primer.
Dengan menggunakan jasa maklon, bisnis dapat mengurangi kebutuhan investasi alat dan fasilitas produksi sendiri, sehingga biaya variabel dapat lebih terkendali dan risiko operasional lebih rendah.
Selain PT Adev di Bogor, pelaku usaha juga sering membandingkan penawaran dari pabrik maklon lain seperti PT Mash Moshem Indonesia di Jawa Timur yang juga mempublikasikan panduan biaya maklon sabun dengan berbagai faktor penentu seperti jenis formula, kemasan, dan volume produksi.
Namun, pilihan mitra ideal tetap perlu disesuaikan dengan lokasi usaha, strategi brand, dan kebutuhan layanan (misalnya bantuan registrasi BPOM atau Halal MUI).
f. Biaya Utilitas Lainnya
Biaya listrik, air, dan energi lain yang langsung terkait proses produksi juga termasuk biaya variabel, terutama jika penggunaan listrik meningkat signifikan saat mesin pengaduk industri, filling machine, dan sealer beroperasi dalam kapasitas tinggi.
Di fasilitas produksi berskala pabrik, konsumsi energi akan naik saat jadwal produksi bertambah, sehingga biaya listrik per kWh menjadi komponen penting dalam perhitungan biaya variabel per unit sabun.
Penggunaan peralatan produksi yang efisien dan pengelolaan energi yang baik dapat membantu menekan total biaya produksi.
Cara Menghitung Biaya Variabel dalam Usaha Sabun

1. Metode Penghitungan Biaya Variabel Per Unit
Cara paling sederhana untuk menghitung biaya variabel adalah dengan rumus:
Biaya variabel per unit = Total biaya variabel / Jumlah unit produksi
Contohnya, jika total biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung untuk memproduksi 1.000 sabun adalah Rp5.000.000, maka biaya variabel per sabun adalah:
Rp5.000.000÷1.000=Rp5.000
Dalam praktik maklon, jika biaya produksi batch pertama di PT Adev untuk 2.000 pcs sabun mandi cair (sudah termasuk jasa formulasi dan pengemasan primer) adalah Rp20.000.000, maka biaya variabel rata-rata per unit sekitar Rp10.000, di luar biaya tetap seperti pengembangan merek dan pemasaran.
2. Analisis Break-Even Point
Menghitung titik impas (break-even point) membantu menentukan harga jual minimal agar usaha tidak mengalami kerugian.
Dalam analisis ini, biaya variabel dan biaya tetap digunakan untuk menentukan jumlah penjualan yang diperlukan agar total pendapatan sama dengan total biaya produksi.
Misalnya, jika total biaya tetap (sewa tempat produksi kecil di Jakarta, gaji admin, alat dasar) adalah Rp5.000.000 per bulan, biaya variabel per sabun Rp8.000, dan harga jual Rp15.000 per unit, maka Anda dapat menghitung berapa unit yang harus terjual per bulan untuk mencapai titik impas.
3. Menggunakan Sistem Akuntansi Biaya Variabel
Pendekatan ini melibatkan pencatatan langsung semua biaya variabel yang terkait dengan aktivitas produksi.
Keuntungan menggunakan sistem ini adalah memudahkan pengawasan dan pengendalian biaya, serta memberikan gambaran yang jelas tentang margin kontribusi setiap produk.
Banyak perusahaan perawatan tubuh skala global yang menguasai lebih dari 30% pangsa pasar kategori body care mengandalkan analisis seperti ini untuk memutuskan apakah akan mendorong penjualan lewat supermarket, hypermarket, atau kanal online yang tumbuh dengan CAGR lebih dari 7% per tahun.
Strategi dan Tips Mengelola dan Mengurangi Biaya Variabel
- Negosiasi harga bahan baku dan kemasan dengan supplier untuk mendapatkan harga terbaik, misalnya dengan menaikkan volume pembelian sabun dasar, surfaktan, dan botol kemasan agar memperoleh diskon kuantitas.
- Efisiensi proses produksi melalui otomatisasi dan pelatihan tenaga kerja, seperti penggunaan filling machine semi otomatis untuk sabun cair dan pelatihan SOP bagi operator produksi.
- Memanfaatkan jasa maklon di PT Adev untuk mengurangi biaya investasi alat dan fasilitas, terutama jika Anda masih pada tahap validasi pasar dan belum ingin membangun pabrik sendiri.
- Pengelolaan persediaan bahan baku secara optimal agar tidak terjadi kelebihan stok yang menyebabkan biaya penyimpanan meningkat atau risiko kedaluwarsa bahan aktif dan parfum.
Peran Jasa Maklon PT Adev dalam Pengelolaan Biaya Produksi
Jasa maklon di PT Adev menawarkan keunggulan dalam membantu UMKM dan calon pebisnis skincare mengurangi biaya variabel.
PT Adev Natural Indonesia didirikan oleh dua akademisi IPB, Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, M.Sc. dan Dr. Ir. Ani Suryani, DEA, yang berpengalaman dalam riset minyak nabati dan produk turunan, sehingga kuat dalam pengembangan formulasi sabun berbasis minyak kelapa dan minyak sawit.
Dengan layanan produksi yang profesional dan fasilitas berstandar CPKB di kawasan Yasmin, Bogor, biaya jasa maklon dapat menekan total biaya produksi dan meningkatkan efisiensi operasional.
Proses kerja sama dilakukan secara transparan dan fleksibel sesuai kebutuhan bisnis, mulai dari konsultasi ide produk, pembuatan sampel oleh tim R&D, estimasi biaya per batch (misalnya sekitar Rp15.000.000–Rp25.000.000 untuk 1.000–2.000 pcs), hingga registrasi legalitas dan produksi massal.
Hal ini memungkinkan pengusaha fokus pada pengembangan produk, desain merek, dan strategi pemasaran, sementara aspek teknis produksi dan quality control ditangani oleh tim pabrik.
Kesimpulan
Pengelolaan biaya variabel yang baik akan berdampak langsung pada profitabilitas usaha, terutama ketika Anda bersaing di segmen sabun mandi cair global yang diperkirakan mencapai nilai puluhan miliar dolar dengan CAGR sekitar 5–6% hingga 2035.
Dengan memahami cara menghitung biaya variabel dan menerapkan strategi pengelolaan yang tepat, bisnis dapat menetapkan harga jual yang kompetitif sekaligus menjaga margin keuntungan.
Tips sukses meliputi melakukan analisis biaya secara rutin, memanfaatkan jasa maklon seperti PT Adev untuk efisiensi, dan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh rantai pasok, dari bahan baku hingga distribusi.
Memahami biaya variabel dalam usaha sabun adalah langkah penting untuk mengelola keuangan bisnis secara efektif di tengah pertumbuhan pasar sabun Indonesia dan global yang terus meningkat.
Dengan mengetahui macam-macam biaya variabel, cara menghitungnya, dan strategi pengelolaannya, calon pebisnis skincare dan UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar kosmetik.
Memanfaatkan jasa maklon di PT Adev juga menjadi solusi praktis untuk menekan biaya produksi, mempercepat peluncuran produk, dan memperkuat positioning brand di mata konsumen.
Jangan ragu untuk menghubungi PT Adev sebagai mitra terpercaya dalam jasa maklon kosmetik dan skincare di Bogor untuk konsultasi pengembangan merek, formulasi, hingga estimasi biaya produksi.
Bersama, kita wujudkan usaha sabun yang sukses dan berkelanjutan, baik untuk pasar lokal di Indonesia maupun pasar ekspor yang semakin terbuka bagi brand-brand kosmetik baru.



