Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah atau cara membuat sabun cuci piring yang menguntungkan untuk dijual, mulai dari formulasi, proses produksi, legalitas PKRT, hingga strategi pemasaran di Indonesia.
Dengan memahami proses produksi dan strategi pemasaran yang tepat, peluang usaha ini dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, baik untuk usaha rumahan di Jakarta dan kota-kota lain maupun untuk skala UMKM yang memasok ke ritel modern.
Simak penjelasan lengkapnya untuk memulai bisnis sabun cuci piring yang sukses dan berdaya saing tinggi, bersaing dengan merek-merek besar seperti Sunlight (Unilever) dan Mama Lemon (Lion Corporation) yang sudah lebih dulu menguasai pasar nasional.
Pendahuluan

Mengapa bisnis sabun cuci piring menjanjikan
Bisnis pembuatan sabun cuci piring merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena kebutuhan akan sabun cair dishwashing soap yang efektif dan aman terus meningkat di segmen rumah tangga dan horeka (hotel, restoran, katering).
Berdasarkan analisis pasar, industri sabun cuci piring di Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 4,9% per tahun dengan potensi pendapatan mendekati 794 juta dolar Amerika pada 2025, menunjukkan permintaan yang konsisten untuk produk pembersih dapur.
Menurut jurnal UNMER disebutkan bahwa pasar produk pencuci piring secara global diperkirakan bernilai sekitar 14,5 miliar dolar Amerika pada 2024 dan berpeluang mencapai lebih dari 23,5 miliar dolar Amerika pada 2032, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 6,25%.
Konsumen semakin sadar akan pentingnya menggunakan produk yang ramah lingkungan dan aman untuk kulit sensitif, sehingga permintaan terhadap sabun cuci piring yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan pun semakin besar, termasuk varian biodegradable dan rendah iritan.
Selain itu, peluang usaha ini cocok untuk dijalankan secara rumahan maupun skala industri kecil menengah, dengan potensi keuntungan yang cukup menggiurkan karena rata-rata rumah tangga mengeluarkan sekitar Rp30.000–Rp50.000 per bulan untuk sabun cuci piring cair.
Potensi pasar dan peluang pengembangan usaha
Pasar sabun cuci piring sangat luas, mulai dari rumah tangga, warung makan, restoran, kafe, hotel berbintang di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga toko bahan kimia laundry dan distributor besar di sentra industri seperti Tangerang dan Bekasi.
Data survei di kalangan ibu rumah tangga menunjukkan bahwa sabun cuci piring cair mengalami peningkatan konsumsi yang cukup pesat, dan merek seperti Sunlight digunakan hingga sekitar 65% responden dalam salah satu studi lapangan di Indonesia.
Tabel 1. Merek Sabun Cuci Piring dengan Nilai Konsumen Tinggi (2021)
| Peringkat | Nama Merek | Nilai Konsumen (Indeks) |
| 1 | Sunlight | 52,9 |
| 2 | Rinso (Perawatan Rumah) | 42,3 |
| 3 | Molto (Perawatan Rumah) | 40,1 |
| 4 | Downy (Perawatan Rumah) | 38,5 |
Dalam konteks konsumsi sabun cair, data Badan Pusat Statistik pada salah satu daerah (Kota Malang) menunjukkan pertumbuhan jumlah pengguna sabun cair cuci piring dari sekitar 480.413 pengguna pada 2019 menjadi 575.856 pengguna pada 2021, menggambarkan tren penggunaan yang meningkat.
Tabel 2. Estimasi Pengguna Sabun Cair Cuci Piring (Per Kapita)
| Tahun | Tren Penggunaan | Sumber Data |
| 2019 | Tinggi (480-951 unit) | BPS Malang Kota/Jurnal UMM |
| 2020 | Meningkat (413-575 unit) | BPS Malang Kota/Jurnal UMM |
| 2021 | Terus Meningkat (500-856 unit) | BPS Malang Kota/Jurnal UMM |
Dengan strategi pemasaran yang tepat, pengusaha dapat memperluas jaringan distribusi melalui toko kelontong, minimarket lokal, marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, hingga kerja sama dengan distributor FMCG berskala nasional.
Pengembangan usaha juga bisa dilakukan melalui inovasi formulasi, memperkenalkan varian ramah lingkungan, antibacterial untuk dapur restoran, atau menambah produk lain seperti sabun cuci piring khusus kulit sensitif dan berbahan alami yang bisa diproduksi melalui jasa maklon PKRT.
Tujuan dan manfaat panduan ini bagi pengusaha dan pemilik merek
Panduan ini dirancang untuk membantu pengusaha, pemilik merek, dan entrepreneur muda memahami langkah-langkah pembuatan sabun cuci piring dari awal hingga pemasaran, termasuk gambaran kebutuhan izin edar PKRT dari Kementerian Kesehatan.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan mampu menghasilkan produk yang efisien biaya, aman, dan sesuai standar PKRT, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui diferensiasi formula, kualitas, dan branding.
Panduan ini juga bermanfaat bagi pemilik merek yang ingin bekerja sama dengan pabrik maklon sabun cuci piring di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, sehingga dapat fokus pada pemasaran dan pengembangan brand.
Formulasi Sabun Cuci Piring yang Efektif dan Aman

Komposisi utama sabun cuci piring: surfaktan, bahan pengemulsi, dan bahan tambahan
Pembuatan sabun cuci piring membutuhkan bahan dasar yang mampu membersihkan lemak dan kotoran secara efektif, terutama sisa minyak goreng dan noda makanan di peralatan dapur.
Komposisi utama meliputi:
- Surfaktan: bahan aktif utama yang bertanggung jawab mengangkat lemak dan kotoran, misalnya sodium lauryl sulfate (SLS), sodium laureth sulfate (SLES), alkyl benzene sulfonate (ABS), atau surfaktan berbahan nabati berbasis minyak sawit yang banyak tersedia di Indonesia.
- Bahan pengemulsi: membantu mencampurkan bahan-bahan yang tidak larut, menjaga stabilitas sistem air–minyak dan memastikan tekstur sabun cair tetap homogen selama masa simpan.
- Bahan tambahan sabun: seperti pelembap (gliserin), pewangi (aroma jeruk nipis, lemon, atau apel), pewarna makanan yang aman, pengawet yang terdaftar, serta antibacterial agent yang diizinkan regulasi untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan produk.
Kriteria formulasi yang mampu mengangkat lemak tinggi dan aman digunakan
Formulasi sabun cuci piring harus mampu menghasilkan daya angkat lemak tinggi tanpa menyebabkan iritasi kulit, terutama pada pengguna yang mencuci piring tanpa sarung tangan.
Pilih surfaktan yang telah teruji dan tercantum dalam pedoman bahan yang diizinkan untuk PKRT, serta hindari bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kulit atau berpotensi meninggalkan residu berbahaya pada peralatan makan.
Selain itu, formulasi sebaiknya ramah lingkungan dan biodegradable agar sesuai tren pasar yang semakin peduli lingkungan, misalnya dengan meminimalkan fosfat dan menggunakan bahan baku dari sumber terbarukan seperti turunan minyak kelapa sawit.
Tips memilih bahan baku berkualitas dan bersertifikasi
- Pastikan bahan pembuat sabun cair dan surfaktan berasal dari produsen terpercaya dan memenuhi ketentuan bahan untuk produk PKRT, serta usahakan bersertifikasi halal dari lembaga resmi.
- Gunakan bahan dasar yang berkualitas tinggi untuk memastikan produk akhir memiliki daya angkat lemak maksimal dan aman digunakan, karena kualitas bahan akan berpengaruh pada aroma, busa, dan kelembutan di tangan.
- Perhatikan tanggal kadaluarsa dan proses penyimpanan bahan baku agar tetap dalam kondisi optimal, terutama untuk surfaktan cair dan esensial oil yang sensitif terhadap panas dan cahaya.
Langkah-Langkah Pembuatan Sabun Cuci Piring Skala Industri

1. Persiapan alat dan bahan produksi sabun cuci piring
- Alat: mixer industri, timbangan digital, wadah stainless steel berkapasitas sesuai target batch (misalnya 100–500 liter per proses), pengaduk mekanik, alat pengemasan semi otomatis atau otomatis, dan termometer untuk mengukur suhu campuran.
- Bahan: surfaktan utama, bahan pengemulsi, bahan tambahan seperti pewangi dan pewarna, air bersih (sebaiknya air hasil filtrasi atau demineralisasi), bahan pengawet, dan additive opsional seperti antibacterial agent.
2. Proses pencampuran bahan sabun cuci piring secara efisien dan higienis
- Siapkan wadah stainless steel yang bersih dan pastikan area produksi memenuhi prinsip good manufacturing practice sederhana, termasuk kebersihan lantai dan perlengkapan.
- Campurkan bahan dasar seperti surfaktan dan bahan pengemulsi dalam wadah, lalu aduk dengan mixer pada kecepatan sedang hingga homogen.
- Tambahkan air secara bertahap sambil diaduk hingga merata untuk mencegah pembentukan busa berlebih dan menjaga viskositas yang diinginkan.
- Masukkan bahan tambahan seperti pewangi, pewarna, dan bahan pengawet sesuai formulasi yang telah disetujui dan didaftarkan saat pengajuan izin edar PKRT.
- Pastikan proses pencampuran berlangsung higienis dan sesuai prosedur standar, termasuk penggunaan APD dasar seperti sarung tangan dan masker untuk operator.
3. Pengendalian suhu dan waktu reaksi untuk hasil optimal
- Jaga suhu campuran antara 40–50°C untuk memastikan bahan mudah larut dan reaksi pencampuran berlangsung sempurna tanpa merusak stabilitas pengawet atau pewangi.
- Waktu pencampuran minimal sekitar 30 menit atau sesuai skala batch agar semua bahan tercampur merata dan stabil sebelum dilakukan pengemasan.
- Setelah proses pencampuran selesai, lakukan pengujian viskositas, pH, dan uji daya angkat lemak sederhana sebagai kontrol kualitas awal sebelum produk didistribusikan.
4. Pengemasan dan penyimpanan produk akhir
- Gunakan alat pengemasan otomatis atau semi otomatis untuk hasil yang rapi dan efisien, misalnya mengisi botol 250 ml, 500 ml, hingga 1 liter sesuai segmen pasar.
- Pastikan kemasan kedap udara dan label lengkap sesuai ketentuan PKRT, mencantumkan komposisi, nomor izin edar, tanggal produksi, kedaluwarsa, dan identitas produsen.
- Simpan produk di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung, untuk menjaga stabilitas warna, aroma, dan kekentalan selama masa simpan.
Strategi Efisiensi Biaya Produksi Sabun Cuci Piring untuk Meningkatkan Keuntungan
Pemilihan bahan baku dengan harga kompetitif namun berkualitas
- Cari pemasok bahan baku yang menawarkan harga bersaing namun tetap menjaga kualitas, misalnya distributor surfaktan di kawasan industri Cikarang, Tangerang, atau Surabaya.
- Beli bahan dalam jumlah besar (drum atau pallet) untuk mendapatkan diskon volume dan mengurangi biaya per unit, dengan tetap memperhitungkan kapasitas gudang penyimpanan.
Penggunaan teknologi dan mesin otomatisasi untuk efisiensi
- Investasi pada mesin pencampur dan pengemas otomatis dapat mempercepat proses produksi dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja langsung sehingga biaya per botol bisa lebih rendah.
- Otomatisasi juga membantu menjaga konsistensi kualitas produk dari batch ke batch, yang penting untuk membangun kepercayaan merek di mata konsumen dan distributor.
Pengelolaan limbah dan energi selama proses produksi sabun
- Terapkan sistem pengolahan limbah cair dan padat untuk memenuhi standar lingkungan setempat, terutama jika pabrik berlokasi di kawasan industri dengan regulasi ketat.
- Gunakan energi secara efisien, misalnya dengan menjadwalkan produksi pada jam tertentu dan mempertimbangkan penggunaan peralatan hemat energi untuk proses pemanasan atau pemompaan.
Skala produksi sabun cuci piring yang tepat untuk mengurangi biaya per unit
- Analisis kelayakan usaha dan tentukan skala produksi yang optimal agar biaya tetap efisien, misalnya mulai dari kapasitas 100–300 liter per hari untuk UMKM dan meningkat seiring pertumbuhan permintaan.
- Mulailah dari skala kecil dan tingkatkan secara bertahap sesuai permintaan pasar, sehingga arus kas tetap sehat dan risiko stok menumpuk dapat diminimalkan.
Legalitas dan Standar PKRT untuk Produk Sabun Cuci Piring
Pengurusan izin dan pendaftaran PKRT secara resmi
- Ajukan permohonan izin edar PKRT untuk sabun cuci piring ke Kementerian Kesehatan melalui sistem daring seperti OSS dan Regalkes, sesuai mekanisme yang berlaku saat ini.
- Pastikan produk memenuhi standar keamanan, mutu, dan label sesuai regulasi, termasuk uji laboratorium dan penyusunan dokumen teknis formula.
Persyaratan legal dan dokumen yang diperlukan
- Dokumen utama meliputi legalitas perusahaan, surat izin produksi, formula produk, hasil uji laboratorium, spesifikasi bahan baku (CoA), desain label, dan data pendukung lainnya.
- Untuk memperkuat kepercayaan konsumen, pengusaha juga dapat mengajukan sertifikasi halal dan sertifikat sistem produksi seperti CPPKRTB yang diakui oleh regulator.
Proses pengujian dan sertifikasi keamanan produk
- Lakukan pengujian laboratorium di lembaga terakreditasi untuk memastikan produk aman dan sesuai standar, termasuk parameter pH, stabilitas, dan keamanan bahan aktif.
- Dapatkan sertifikat keamanan, nomor izin edar PKRT, dan bila perlu sertifikat halal sebagai bukti legalitas produk sebelum dipasarkan secara luas di toko dan marketplace.
Manfaat memiliki izin usaha resmi untuk memperluas pasar
- Memiliki izin edar resmi meningkatkan kepercayaan konsumen dan distributor modern trade, sehingga produk lebih mudah masuk ke jaringan ritel besar dan kanal penjualan korporat.
- Legalitas yang lengkap juga memudahkan proses ekspor produk ke negara lain di kawasan Asia Tenggara yang mensyaratkan dokumen resmi mengenai keamanan dan mutu.
Kerjasama Produksi Sabun Cuci Piring dengan Pabrik Maklon PKRT
Keuntungan bekerja sama dengan pabrik sabun profesional
- Dengan bekerja sama dengan pabrik sabun cuci piring yang sudah memiliki fasilitas dan izin lengkap, Anda dapat memperoleh produk berkualitas tinggi tanpa perlu investasi awal peralatan produksi yang besar.
- Kerja sama maklon dapat mempercepat proses produksi dan distribusi, sehingga pemilik merek bisa fokus pada pengembangan brand, pemasaran digital, dan membangun jaringan penjualan.
Proses maklon PKRT dan layanan yang tersedia
- Pabrik maklon biasanya menawarkan jasa pembuatan sabun cuci piring sesuai formulasi dan standar yang Anda tentukan, mulai dari pengembangan formula, uji lab, hingga pendaftaran PKRT.
- Anda bisa memilih layanan mulai dari pembuatan formulasi, pengadaan bahan baku, pengemasan dengan merek sendiri (private label), sampai layanan logistik dan distribusi.
Tips memilih mitra produksi yang terpercaya dan berpengalaman
- Periksa portofolio dan pengalaman pabrik dalam memproduksi sabun cair dan produk kebersihan rumah tangga lain, termasuk referensi klien yang sudah pernah mereka tangani.
- Pastikan mereka memiliki sertifikasi dan izin lengkap seperti izin edar PKRT, fasilitas yang memenuhi standar, serta proses dokumentasi yang rapi untuk keperluan registrasi produk baru.
- Jalin komunikasi yang baik dan buat kontrak tertulis yang mengatur formulasi, harga, minimal order, jadwal produksi, dan standar kualitas produk.
Menjaga kualitas dan konsistensi produk melalui kerja sama
- Lakukan pengawasan proses produksi secara rutin melalui laporan batch, kunjungan pabrik berkala, atau audit sederhana untuk memastikan standar selalu terpenuhi.
- Minta laporan kualitas dan uji coba sampel secara berkala sehingga jika ada perubahan bahan baku atau formula, dampaknya dapat dikendalikan sebelum produk masuk ke pasar.
Tips Sukses Memasarkan Sabun Cuci Piring
Strategi branding dan penetapan harga kompetitif
- Bangun merek yang kuat dan tampilkan keunggulan produk seperti ramah lingkungan, wangi segar, lembut di tangan, atau klaim antibacterial yang sesuai regulasi, sehingga bisa bersaing dengan brand besar seperti Sunlight dan Mama Lemon.
- Tetapkan harga bersaing sesuai segmentasi pasar dan struktur biaya, misalnya bersaing di bawah merek multinasional di ritel modern atau menawarkan kemasan ekonomis isi ulang untuk warung dan UMKM kuliner.
Distribusi dan promosi produk secara efektif
- Jalin kerja sama dengan toko bahan kimia laundry, grosir di pasar tradisional, distributor besar di kota-kota utama, serta toko online di marketplace untuk memperluas jangkauan.
- Gunakan promosi melalui media sosial, website, iklan lokal, dan pameran industri seperti expo UMKM dan pameran produk rumah tangga untuk meningkatkan brand awareness.
Membangun relasi dengan toko dan distributor besar
- Berikan penawaran menarik seperti diskon pembukaan, free display, atau program insentif penjualan kepada distributor dan pemilik toko agar mereka tertarik membawa merek Anda.
- Jaga hubungan baik melalui komunikasi rutin, respon cepat terhadap komplain, dan dukungan materi promosi sehingga kepercayaan mitra bisnis terus meningkat.
Memanfaatkan platform digital dan media sosial
- Buat konten edukatif dan promosi menarik di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang menunjukkan keunggulan produk dalam mengangkat lemak dan hemat pemakaian.
- Manfaatkan marketplace dan platform e-commerce untuk menjangkau pasar lebih luas, termasuk menyediakan paket bundling dan voucher ongkos kirim yang disukai konsumen.
Penutup
Memulai bisnis pembuatan sabun cuci piring skala industri membutuhkan formulasi yang tepat, efisiensi biaya, legalitas yang lengkap, dan strategi distribusi yang jelas agar mampu bersaing dengan merek besar.
Dengan memilih bahan berkualitas, mengikuti proses produksi higienis, mengurus izin edar PKRT, dan memasarkan secara efektif melalui kanal offline dan online, peluang usaha ini sangat menjanjikan untuk digarap jangka panjang.
Jangan ragu untuk memulai dari kecil, manfaatkan peluang usaha rumahan, dan kembangkan secara bertahap sambil belajar dari respon konsumen dan mitra distribusi.
Dengan tekad dan strategi yang tepat, bisnis sabun cuci piring Anda berpotensi menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan dan berkelanjutan, serta membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitar.
Saran lanjutan untuk Anda
- Konsultasikan formulasi dan proses produksi dengan ahli kimia industri atau konsultan produk PKRT yang memahami regulasi Kementerian Kesehatan.
- Cari supplier bahan baku bersertifikasi dan terpercaya yang dapat menyediakan surfaktan dan bahan tambahan dengan spesifikasi jelas dan dokumen CoA lengkap.
- Jalin kerja sama dengan pabrik maklon PKRT terpercaya yang sudah berpengalaman menangani produk sabun cuci piring dan memiliki fasilitas registrasi.
- Ikuti pelatihan dan seminar industri, program pemberdayaan UMKM, atau pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang sering diadakan kampus maupun lembaga pemerintah untuk memperluas wawasan dan jaringan bisnis.
Sudah tahu cara bikin sabun cuci piring dan kepikiran untuk memulai bisnis? Konsultasikan ide bisnis cuci piring Anda dengan kami.



