fbpx

7 Tips Rebranding Produk Kosmetik Agar Bisnis Kian Dilirik

Rebranding produk kosmetik itu penting.

Kita setuju bahwa salah satu aset yang paling berharga dalam bisnis adalah brand. Tindakan pelanggan dipengaruhi besar oleh kekuatan brand, bagaimana sebuah brand dapat memenuhi kebutuhan, menjadi solusi dari masalah, dan terhubung dengan nilai-nilai yang dimiliki pelanggan.

Konsumen atau pelanggan yang merasa dimenangkan hatinya tentu akan dengan senang hati menunjukkan loyalitasnya, mereka akan lebih sering mengikuti dan berbelanja produk kosmetik dari brand kita.

Lalu pertanyaannya, sudahkah brand produk kosmetik kamu telah memenangkan hati konsumen? Masihkah relevan visi-misi yang melekat pada brand dengan perkembangan zaman? Apakah posisi brand saat ini jauh tertinggal dari kompetitor?

Jika hasil analisa pemasaran kamu menunjukkan perlu adanya perubahan ke arah yang jauh lebih baik, maka mungkin ini waktu yang tepat untuk melakukan rebranding.

Namun, kamu perlu melakukan strategi yang tepat dalam pelaksanaannya agar rebranding membuat bisnismu semakin dekat dengan kesuksesan. 

Mau tahu strateginya? Simak artikel ini sampai habis ya!

Apa itu Rebranding?

Rebranding
Sumber : Flickr.com

Rebranding adalah strategi bisnis yang dilakukan untuk mengubah atau memperbarui identitas brand sesuai tujuan pengembangan bisnis. Strategi ini dapat melibatkan perubahan citra, konsep, filosofi, tampilan, logo, atau desain kemasan brand.

Rebranding produk kosmetik adalah strategi bisnis yang dilakukan untuk mengubah atau memperbarui identitas brand produk kecantikan (kosmetik) sehingga lebih sesuai dengan tujuan pengembangan bisnis. Strategi ini dapat melibatkan perubahan citra, konsep, filosofi, tampilan, logo, atau desain brand.

Lalu, kapan rebranding dilakukan? Sebenarnya, tidak ada waktu pasti kapan sebuah perusahaan melakukan rebranding.

Namun, ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan melakukan rebranding. 

Alasan Rebranding

Ekspansi pasar

Produk kosmetik kamu sudah dikenal hingga ke luar Indonesia? Mungkin ini waktunya kamu berekspansi pasar dan melakukan rebranding. Pastikan produk kamu memiliki nama, tagline, atau atribut lainnya yang mudah dipahami oleh pasar yang lebih luas.

Akuisisi oleh Perusahaan Lain

Ketika brand diakuisisi oleh perusahaan lain, kegiatan rebranding menjadi salah satu hal utama yang perlu dilakukan. Selain untuk alasan agar perubahan terlihat, hal ini juga didasari persyaratan hukum.

Memperbaiki Reputasi

Dalam berbisnis tak selamanya damai tanpa masalah, adakalanya bisnis mengalami guncangan besar hingga berpengaruh pada reputasi brand. Salah satu solusi agar sebuah brand tidak tenggelam dan ditinggal pasar, rebranding dapat mengembalikan kepercayaan konsumen bahwa brand berupaya memperbaiki keadaan dan menjaga kepercayaan.

Namun, perlu diingat rebranding bukan dijadikan sebagai jalan untuk menghilangkan ingatan konsumen terkait reputasi yang buruk. Pemilik brand juga harus menunjukkan kepada konsumen bahwa pelayanan atau produk akan jauh lebih baik.

Memperjelas Identitas

Identitas brand menjadi suatu hal yang penting bagi konsumen, kejelasan identitas berperan dalam menunjukkan kredibilitas brand. Konsumen cenderung akan membeli pada brand yang memiliki identitas seperti logo, tipografi, pemilihan warna atau elemen-elemen lainnya yang jelas dan tidak memberikan kesan yang membingungkan. 

Logo, misalnya, kamu perlu memastikan bahwa logo dapat merepresentasikan sebuah brand, sesuai dengan nilai yang dibawa.

Pergantian Pimpinan (CEO) Perusahaan

Pemimpin memiliki peranan yang penting dalam perusahaan, saat terjadi pergantian pimpinan, biasanya akan ada beberapa perubahan yang terjadi. Tak terkecuali citra sebuah brand

Seorang CEO cenderung telah mempelajari perusahaan yang dipimpinnya, mempertimbangkan kinerja dari strategi yang selama ini dilakukan, mereka telah menyiapkan strategi baru yang lebih segar dan relevan yang dapat mengembangkan bisnisnya, contohnya dengan melakukan rebranding.

Modernisasi

Rebranding juga dilakukan ketika brand terkesan ketinggalan zaman dapat terlihat dari tampilan visual yang tampak usang dan kuno. Logo dengan bentuk yang berlebihan, warna yang tidak nyaman ditangkap mata, atau pemilihan tipografi yang sulit dimengerti. 

Saat ini, banyak brand yang mulai bertransformasi dengan logo atau kemasan yang lebih sederhana tetapi dapat dengan mudah diingat dan memberikan kenyamanan.

Elemen yang Bisa di-Rebranding

Produk

Pembaruan produk dapat meliputi tampilan visual produk seperti kemasan, penambahan fitur, atau perbaikan kualitas produk.

Rebranding produk kerap kali dilakukan karena beberapa hal antara lain penjualan perusahaan yang tidak mengalami perkembangan, adanya stigma negatif yang muncul di pasar dari produk yang diciptakan, atau untuk meningkatkan kepercayaan dan menarik perhatian lebih banyak konsumen.

Kami pun telah menyediakan beberapa contoh rebranding produk kosmetik di Indonesia pada bagian akhir konten ini.

Logo

Rebranding logo dilakukan saat logo brand saat ini kurang menarik, tidak mencerminkan brand image, atau penggunaan bentuk dan warna yang tidak sesuai dan tidak nyaman dipandang. 

Selain itu, rebranding logo juga dapat terjadi apabila ternyata ada kemiripan logo dengan brand yang lain dan dapat menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. 

Dengan demikian, dalam pembuatan logo, kamu perlu memperhatikan filosofinya, pemilihan bentuk, warna, tipografi, hingga HAKI. Pikirkan juga siapa target pasar, sesuaikan dengan karakter brand dan konsumen agar kamu dapat saling terkoneksi melalui logo. 

Pastikan juga kamu tidak meniru logo yang sudah ada, buatlah logo yang unik dan berbeda dari yang lainnya.

Tagline

Tagline merupakan salah satu senjata yang dapat menarik perhatian konsumen. Tagline dapat juga disebut sebagai slogan yang memiliki kaitan erat dengan sebuah brand.

Slogan ini dapat menjadi jurus jitu agar konsumen mudah mengingat brand, biasanya kalimat dibuat singkat dan berisi pesan yang kuat. Ketika konsumen atau audiens mendengar tagline tersebut, brand langsung terbayang di benak mereka.

Tagline dibuat untuk menunjukkan jati diri dan pembeda sebuah brand dengan yang lainnya. Lebih lanjut, tagline ini berhubungan dengan logo. Biasanya tagline ditempatkan di dekat logo untuk memperjelas dan memperkuat identitas brand.

Nama merek (brand)

Nama merupakan hal utama bagi sebuah brand. Wajib bagi perusahaan atau pebisnis memikirkan nama brand yang tepat. Tidak mudah memang, nama brand sudah semestinya dibuat dengan mempertimbangkan banyak hal, perlu adanya riset terlebih dahulu. 

Dalam bisnis, perubahan nama terkadang diperlukan untuk lebih memperjelas brand. Rebranding nama brand biasanya dilakukan karena perusahaan ingin memperjelas produk atau layanan yang ditawarkan kepada konsumen. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika rebranding nama antara lain kemudahan dalam mengucapkan dan mengeja nama, kesesuaian dengan bisnis (dapat mencerminkan bisnis), serta keunikan (mudah diingat, berbeda dengan nama brand lain).

Perusahaan

Perusahaan melakukan rebranding bertujuan agar tetap bisa bertahan dan berkembang dalam dunia persaingan. Perusahan dapat melakukan brand ulang citranya dengan membangun kembali konsep, visi misi, target perusahaan, identitas, atau pembaruan produknya.

Transformasi perusahaan biasanya terjadi akibat adanya perubahan struktur organisasi seperti pergantian pimpinan atau pengaruh tim marketing yang mendapat sinyal untuk melakukan rebranding.

Rebranding perusahaan dapat dilakukan secara keseluruhan atau sebagian tergantung alasan dan tujuan masing-masing pengembangan bisnis.

Kamu juga bisa memadupadankan rebranding dengan strategi pemasaran produk lainnya, seperti co-branding.

Bagi kamu yang ingin melakukan rebranding simak tips berikut agar strategi berjalan mulus dan tujuannya dapat tercapai.

7 Strategi Rebranding Kosmetik 

1. Mulai dengan Mengetahui Alasan

Alasan Strong Why
Photo by Ann H from Pexels

Setiap ingin melakukan strategi bisnis, kamu perlu mengetahui alasan mengapa kamu harus melakukannya. Rebranding tidak bisa dilakukan secara asal tanpa ada ‘Strong Why’. 

Apakah kamu melakukan rebranding didorong oleh keinginan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis? Apakah kamu ingin mengungguli pesaing yang lebih besar? Kamu tentu harus mengetahui alasannya.

Selain alasan yang telah disebutkan di atas, melansir Hinge, alasan sebuah bisnis melakukan rebranding di antaranya:

  • Brand perlu bersaing di tingkat yang lebih tinggi atau di pasar baru
  • Brand tidak lagi mencerminkan citranya
  • Adanya alasan hukum 
  • Brand ingin menyederhanakan dan memfokuskan pesan kepada konsumen
  • Adanya tim marketing baru (yang membawa nilai-nilai yang segar dan relevan dengan zaman)
  • Brand ingin meluncurkan layanan baru

2. Pilih Rebranding Parsial atau Total?

Rebrand Total or Partial
Photo by Eva Elijas from Pexels

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan agar strategi ini berhasil adalah mengidentifikasi terlebih dahulu brand kamu perlu branding ulang secara total atau parsial.

Rebranding parsial adalah perubahan brand yang dilakukan sebagian saja, misalnya kamu melakukan perubahan logo atau tagline dari brand kosmetik kamu.

Sementara itu, rebranding total adalah perubahan brand secara menyeluruh mencakup brand identity seperti konsep, value, visi dan misi.

3. Meriset Pasar dan Kompetitor

Riset Pasar
Photo by fauxels from Pexels

Melakukan rebranding tidak boleh hanya mengandalkan perspektif internal, kamu juga perlu melakukan riset pasar atau target audiens. 

Cari tahu apa yang konsumen butuhkan, bagaimana perilaku pembelian konsumen, seperti apa karakteristik konsumen.

Tujuannya untuk memiliki pemahaman yang objektif tentang persepsi dan kompetensi brand kamu saat ini. Riset juga membantu kamu untuk menemukan target pasar baru yang tepat dan mempertahankan loyalitas konsumen.

Selanjutnya, kamu perlu riset kompetitor. Jika ingin masuk ke dalam pasar milik kompetitor, kamu harus tahu apa kelebihan dan kekurangan kompetitor, siapa target konsumennya, bagaimana mereka memenangkan hati konsumen, strategi pemasarannya.

4. Posisi Brand Kamu di Benak Konsumen

Positioning
Photo by NIKLAS LINIGER on Unsplash

Kamu ingin menciptakan kesan seperti apa di benak konsumen? Brand kosmetik yang memimpin inovasi? Brand kosmetik yang menyediakan produk terjangkau?

Positioning bertujuan untuk menempatkan produk untuk mendapatkan posisi yang lebih unggul di benak konsumen. Nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah produk atau brand akan memengaruhi konsumen dalam mengartikan posisi produk.

Nilai-nilai ini mencakup kualitas, atribut, dan fitur produk. Apakah produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan, mengatasi masalah, dan memberikan kepuasan lebih terhadap konsumen?
Oleh karena itu, kamu perlu mendeskripsikan posisi brand kamu di ruang pasar. Pikirkan value apa yang akan kamu sampaikan dan membuat konsumen meletakan brand kamu di benak dan hati mereka.

5. Membangun Identitas Brand yang Lebih Segar

Membangun Identitas Baru
Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Sekarang, kamu akan mengembangkan elemen visual yang akan mengomunikasikan brand kamu. Pikirkan nama, logo, tagline, warna, desain, dan elemen-elemen lainnya yang menggambarkan brand kamu. 

Bangun identitas brand dengan dengan hati-hati, ingat brand adalah reputasi dan visibilitas kamu. Pastikan identitas brand kamu unik (berbeda dan eksklusif), lebih segar dari sebelumnya, mudah diingat oleh konsumen, serta pesan dan kesan tersampaikan.

6. Tunjukan Wajah Baru dari Brand Kamu

Promosi
Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash

Langkah selanjutnya agar strategi rebranding kamu berhasil adalah menunjukkan kepada pasar wajah brand kamu yang baru. Kamu perlu membuat rencana untuk mempromosikan dan memperkuat brand kamu. Pastikan semua orang tahu bahwa kamu membangun identitas brand yang lebih segar dan lebih unggul dari sebelumnya.

Hal ini juga bertujuan agar tidak menimbulkan kebingungan. Kamu perlu memperbarui website bisnismu sesuai dengan identitas yang baru, buat juga pengumuman di setiap sosial media bahwa brand kosmetik kamu hadir kembali dengan lebih banyak keunggulan. 

Pastikan kamu meningkatkan kepercayaan konsumen, beritahu mereka bahwa perubahan yang terjadi bertujuan untuk memberikan pelayanan atau produk yang lebih baik.

Ingat, kunci sukses branding adalah menjaga hubungan emosional dengan konsumen. Dengan memberikan pengalaman terbaik, konsumen akan mengungguli brand-mu dari yang lain.

7. Optimalkan dengan Peran Influencer

Influencer
Photo by Laura Chouette on Unsplash

Kamu dapat mengandalkan peran influencer untuk membantumu memperkenalkan tampilan baru dari brand kosmetikmu. Para influencer memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun kepercayaan audiens.

Mereka bahkan dapat menjangkau lebih luas target pasar baru, didukung brand identity yang saat ini semakin kuat, tentu akan menarik perhatian audiens lebih banyak. 

Mau tahu bagaimana cara mengoptimalkan influencer untuk produk kosmetik? Kamu bisa membacanya di sini.

Contoh Rebranding Produk Kosmetik

Wardah: Ubah Persepsi Cantik dengan ‘Feel The Beauty’ 

Salah satu brand kosmetik yang terkenal di Indonesia, Wardah, tahun 2019 lalu melakukan rebranding. Wardah mengubah tagline yang semula ‘Inspiring Beauty’ menjadi ‘Feel The Beauty’.  

Perubahan tagline ini berangkat dari perspektif bahwa kecantikan lebih dari sekadar penampilan. Wardah ingin mengajak masyarakat untuk lebih merasakan kecantikan yang ada di sekitar kita.

Putri Diah Paramitha, Marketing Director PT Paragon Technology & Innovation, mengatakan, “Lebih daripada penampilan, Wardah percaya kecantikan adalah perasaan positif yang mampu membawa perubahan yang dapat dirasakan dan berarti bagi sesama,” 

Dengan demikian, tagline ‘Feel The Beauty’ ini hadir untuk mengubah persepsi masyarakat akan kecantikan.

PIXY: Konsep Barunya Memberi Energi untuk Wanita Asia

Contoh Rebranding PIXY

Tahun 2018 lalu, PIXY mengubah konsep dan tagline menjadi “My Beauty, My Energy”.

Brand kosmetik ini mengubah citranya menjadi brand yang lebih feminin, sederhana, dan modern.

PIXY Director Domestic Sales & Advertising Mandom Indonesia, Masahiro Ozaki, menyampaikan, “Pembaruan ini kami lakukan untuk menyempurnakan PIXY dan mendukung kecantikan dan pesona perempuan Asia modern sehingga dapat membantu memunculkan energi positif yang mereka miliki,”

Ozaki mengungkapkan bahwa rebranding yang dilakukan PIXY meliputi perubahan tone dan manner, logo, tagline, produk, dan seluruh komunikasinya. 

Unilever: Fair & Lovely Resmi Bertransformasi Menjadi Glow & Lovely

Fair & Lovely

Transformasi produk kosmetik besutan Unilever, Fair & Lovely, dilatarbelakangi isu rasisme tentang standar warna kulit harus ‘putih’ yang meledak secara global.

Unilever tidak tinggal diam, “Kami membuat portofolio perawatan kulit kami lebih inklusif dan ingin memimpin perayaan penggambaran kecantikan yang lebih beragam. Merek ini tidak pernah dan bukan merupakan produk pemutihan,” terang Kepala Hindustan Unilever India, Sanjiv Mehta.

Transformasi menjadi Glow & Lovely adalah wujud komitmen Unilever dalam mendukung keberagaman dan inklusivitas yang dilakukan di tataran brand. Melalui nama baru ini, Unilever secara konsisten mendorong para perempuan muda meraih cerah mereka tidak hanya melalui outer glow, tetapi terus memberdayakan diri melalui pendidikan agar inner glow terpancar.

Dengan langkah cepat, Unilever mengumumkan rebranding-nya secara global, salah satunya melalui iklan di TV dan kemasan yang secara tegas memberi keterangan perubahan nama . Lebih lanjut, transisi Glow & Lovely diikuti dengan kembalinya diselenggarakan program pendidikan bernama “Glow & Lovely Bintang Beasiswa”. 

Nah, itulah strategi rebranding kosmetik. Kamu juga bisa lho menerapkan strategi ini jika dirasa brand kosmetikmu jauh tertinggal dari kompetitor atau kamu ingin meningkatkan jangkauan target pasar.

Pastikan setiap strateginya kamu lakukan secara presisi ya, jangan terburu-buru dan nikmati prosesnya. Jadikan dua contoh rebranding kosmetik Wardah dan PIXY sebagai inspirasi, brand kosmetikmu juga bisa kok melesat lebih tinggi!

Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya Sahabat ADEV, kunjungi artikel strategi marketing lainnya agar semakin banyak insight yang kamu dapatkan.

5/5 - (2 votes)