Daftar bahan berbahaya kosmetik wajib dipahami setiap influencer yang ingin merilis produk sendiri. Zat yang paling sering disalahgunakan adalah merkuri, hidrokinon, dan pewarna rhodamin B. Steroid topikal dan asam retinoat juga termasuk bahan yang dilarang BPOM.
Reputasi Anda ikut dipertaruhkan di depan puluhan ribu pengikut (followers). Cukup 1 produk bermasalah untuk meruntuhkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun.
Catatan. Tokoh Kak Rara dalam artikel ini adalah persona komposit yang fiktif. Ia disusun dari pola umum beauty influencer yang berkonsultasi dengan tim ADEV.
Artikel ini memetakan bahan yang dilarang BPOM dan menuntun Anda memilih maklon (jasa produksi dengan merek sendiri) yang tepercaya. Panduan ini disusun dari pengalaman mendampingi lebih dari 300 merek sejak tahun 2007.
[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia]
Reputasi Brand Jadi Aset Utama Influencer
Reputasi adalah aset paling berharga yang dimiliki seorang influencer. Bagi brand influencer, penjualan bergantung pada rasa percaya audiens. Pengikut membeli produk karena meyakini pilihan Anda, bukan sekadar mengikuti tren. Ketika rasa percaya itu hilang, angka penjualan ikut turun.

Satu Produk Bermasalah Bisa Merusak Kepercayaan
Produk bermasalah merusak kepercayaan jauh lebih cepat daripada membangunnya. Satu ulasan kecewa dapat memicu diskusi panjang di kolom komentar. Pemulihan nama baik menuntut waktu yang jauh lebih lama daripada kerusakannya.
Pastikan setiap bahan yang masuk ke formula sudah aman dan sesuai regulasi.
Bahan Berbahaya Mengancam Karier dan Penjualan
Bahan berbahaya mengancam karier Anda, bukan hanya kesehatan kulit pengguna. Produk dengan bahan dilarang memicu ulasan (review) negatif dan tuntutan konsumen. Reputasi yang tercemar ikut menutup peluang kerja sama berikutnya.
Influencer yang terdampak bisa kehilangan pembeli setia dan tawaran promosi.
Bila Anda sedang menyusun rencana usaha dari nol, pelajari ide bisnis content creator pemula. Untuk memahami nilai reputasi dalam jangka panjang, baca investasi jangka panjang influencer kosmetik.
Bahan Berbahaya yang Paling Berisiko Merusak Reputasi Brand Influencer
Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 memuat daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetika. Aturan itu diubah oleh Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022.

Merkuri dan Hidrokinon sebagai Bahan yang Dilarang
Merkuri atau raksa adalah logam berat yang sering dicampur ke krim pemutih ilegal. Zat ini bersifat racun meski kadarnya sangat kecil. Pemakaian merkuri memicu bintik hitam, kerusakan ginjal, dan gangguan saraf.
Hidrokinon juga tidak diizinkan dalam sediaan kosmetik. BPOM hanya mengizinkan zat itu sebagai obat keras dengan resep dokter. Pemakaian tanpa pengawasan memicu iritasi, kulit terbakar, dan ochronosis.
Bahan | Bentuk Penyalahgunaan | Status Menurut BPOM |
|---|---|---|
Merkuri (raksa) | Krim pemutih berharga murah | Dilarang dalam kosmetik |
Hidrokinon | Krim pencerah dan pemutih kulit | Dilarang, hanya dengan resep dokter |
Steroid topikal (klobetasol) | Krim anti jerawat yang menjanjikan efek instan | Dilarang, termasuk deksametason |
Asam retinoat (tretinoin) | Produk peeling dan pencerah | Dilarang, tergolong obat keras |
Pewarna rhodamin B | Perona pipi dan lipstik | Dilarang, tercatat sebagai merah K10 |
Logam berat | Cemaran dari proses produksi | Dibatasi kadarnya |
[Sumber: Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika dan siaran pers BPOM Nomor HM.01.2.1.04.26.153 tanggal 29 April 2026]
Steroid, Asam Retinoat, dan Pewarna Berbahaya Lainnya
Steroid topikal seperti klobetasol propionat dan deksametason adalah bahan obat. Zat itu tidak boleh masuk ke dalam formula kosmetik. Pemakaian jangka panjang memicu kulit menipis dan jerawat steroid.
Asam retinoat atau tretinoin hanya boleh dipakai atas resep dokter. Bahan ini bersifat teratogenik sehingga berisiko bagi ibu hamil. BPOM menemukan asam retinoat pada produk temuan sepanjang tahun 2026.
Pewarna berbahaya juga masuk daftar bahan yang dilarang. Rhodamin B tercatat sebagai pewarna merah K10 dengan kode CI 45170. Pewarna merah K3 dan senyawa 1,4-dioksan turut ditemukan pada kosmetik ilegal.
Logam berat seperti timbal, arsen, dan kadmium dibatasi kadarnya sebagai cemaran. Zat itu berbahaya karena bisa terakumulasi di dalam tubuh.
Sepanjang triwulan I tahun 2026, BPOM mengidentifikasi 11 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Sebanyak 4 di antaranya merupakan produk hasil kontrak produksi. [Sumber: siaran pers BPOM Nomor HM.01.2.1.04.26.153 tanggal 29 April 2026] Perbandingan daftar bahan menurut BPOM bisa Anda baca di artikel bahan berbahaya dalam kosmetik menurut BPOM.
Cara Mengecek Bahan Lewat Notifikasi BPOM
Setiap produk kosmetik legal memiliki nomor notifikasi BPOM. Nomor itu menjadi kunci untuk memeriksa komposisi dan pemilik produk. Pengecekan sederhana ini mencegah Anda membawa produk bermasalah ke konten.

- Buka portal Cek BPOM di alamat cekbpom.pom.go.id.
- Masukkan nomor notifikasi yang tertera pada kemasan.
- Cocokkan nama produk, varian, dan pemilik notifikasi.
- Periksa status pendaftaran, masih aktif atau sudah kedaluwarsa.
Bila hasil pencarian tidak menemukan apa pun, jangan lanjutkan kerja sama. Produk tanpa nomor terdaftar tidak boleh diperdagangkan di Indonesia.
Tim Business Consultant ADEV melayani konsultasi gratis untuk menjelaskan alur pengecekan tersebut.
Risiko Hukum dan Reputasi akibat Bahan Berbahaya
Bahan berbahaya membawa konsekuensi hukum bagi pemilik brand dan influencer yang mempromosikannya.

Sanksi Regulasi untuk Produk yang Mengandung Bahan Dilarang
Produk yang tidak memenuhi standar keamanan bisa ditarik dari peredaran. Izin edarnya dicabut dan kegiatan produksi dihentikan sementara. Sanksi itu berlaku bagi pemilik merek maupun pihak yang mengedarkan produk.
Pasal 435 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengatur sanksi pidana bagi pelanggar. Hukumannya berupa penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.
Pada Oktober 2026, BPOM mengamankan sarana produksi kosmetik ilegal di Mojokerto. Barang bukti berupa bahan baku obat dan produk jadi bernilai lebih dari Rp16 miliar. Produknya dipasarkan ke klinik kecantikan dengan omzet Rp750 juta per bulan. Sarana itu bahkan beroperasi sejak tahun 2021 tanpa perizinan berusaha.
[Sumber: siaran pers BPOM Nomor HM.01.1.10.26.300 tanggal 19 Oktober 2026]
Dampak Sosial Media dan Review Negatif
Ulasan negatif menyebar jauh lebih cepat daripada ulasan positif. Satu unggahan viral bisa mencoreng nama brand selama bertahun-tahun.
Pemulihan reputasi menuntut biaya krisis komunikasi, klarifikasi publik, dan waktu panjang.
Cara Memilih Maklon Terpercaya untuk Brand Influencer
Maklon tepercaya adalah mitra produksi yang memenuhi legalitas dan terbuka soal formula. Panduan teknis memilih mitra produksi bisa Anda pelajari di checklist memilih pabrik maklon. 3 kriteria berikut menjadi urutan pemeriksaan yang paling praktis.

1. Cek Legalitas dan Sertifikasi Pabrik
Mulailah dengan meminta salinan izin usaha dan sertifikat pabrik. Pabrik maklon kosmetik wajib memegang sertifikat CPKB dari BPOM. Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 mengatur sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik tersebut.
Pabrik dengan legalitas lengkap menyiapkan berkas itu sejak percakapan pertama. Sebaliknya, pihak yang menghindari pertanyaan legalitas biasanya menyembunyikan masalah.
Dari pengalaman tim ADEV mendampingi lebih dari 300 merek, permintaan dokumen justru mempercepat kerja sama.
[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia]
2. Pastikan Formula Transparan dan Bebas Bahan Berbahaya
Minta daftar komposisi bahan secara terbuka sebelum produksi dimulai. Formula yang baik menjelaskan fungsi setiap bahan beserta kadarnya. Transparansi ini melindungi reputasi Anda sekaligus menjadi bahan edukasi bagi audiens.
Beberapa maklon menawarkan formulasi eksklusif agar produk Anda berbeda dari kompetitor. Pastikan keeksklusifan itu tidak diperoleh dengan menambah bahan obat terlarang. Mintalah hasil uji laboratorium sebagai bukti bahwa formula sudah sesuai persyaratan.
3. Verifikasi Izin Edar BPOM sebelum Produk Rilis
Produk wajib memiliki notifikasi BPOM sebelum dijual kepada konsumen. Notifikasi adalah bukti produk sudah dinilai aman dan sesuai persyaratan. Maklon tepercaya membantu proses pengurusan berkas tersebut.
Rilis tanpa notifikasi menempatkan brand Anda pada posisi ilegal. Untuk memahami tahapan produksi dari awal, baca panduan maklon untuk pemula online shop.
Cara Influencer Memverifikasi Maklon Sudah Patuh Regulasi BPOM
Regulasi BPOM menjaga keamanan produk sekaligus melindungi pelaku usaha yang patuh. Aturan ini bekerja pada 2 tingkat, yaitu pendaftaran produk dan pengawasan pabrik.

Notifikasi Kosmetik dan Izin Edar
Notifikasi kosmetik berbeda dari izin edar obat dan suplemen. Kosmetik cukup dinotifikasi, sedangkan obat memerlukan izin edar. Memahami perbedaan ini mencegah Anda menerima dokumen jenis yang salah.
Pendaftaran notifikasi dilakukan melalui portal notifkos.pom.go.id. Verifikasi produk dilakukan melalui portal cekbpom.pom.go.id. Panduan langkahnya tersedia di artikel panduan step by step mengurus notifikasi BPOM untuk produk kosmetik.
Standar CPKB, ISO, dan Halal sebagai Penanda Kualitas
Sertifikasi pabrik menunjukkan bahwa proses produksi berjalan di bawah kendali mutu. CPKB menjadi standar wajib bagi pabrik kosmetik di Indonesia. Sertifikat ISO 9001:2015 dan ISO 22716:2007 melengkapi jaminan mutu tersebut.
Mintalah salinan resmi semua sertifikat pabrik, bukan sekadar klaim lisan.
PT ADEV Natural Indonesia berdiri sejak tahun 2007 di Kota Bogor, Jawa Barat. Fasilitas kami memegang izin produksi kosmetik Golongan A dari BPOM. ADEV juga bersertifikat CPKB, Halal MUI, ISO 9001:2015, dan ISO 22716:2007. Hingga tahun 2025, kami memproduksi lebih dari 1.000 nomor notifikasi BPOM untuk lebih dari 300 merek.
[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia]
Pertanyaan yang Sering Diajukan Influencer
Pertanyaan berikut paling sering muncul saat influencer mulai memeriksa bahan dan mitra produksi. Jawabannya kami ringkas dari sesi konsultasi tim ADEV.

Merkuri, hidrokinon, steroid topikal, asam retinoat, dan pewarna rhodamin B paling sering ditemukan. Bahan itu dilarang atau dibatasi BPOM karena berisiko bagi kulit pengguna.
Produk bermasalah memicu ulasan negatif dan kehilangan kepercayaan pengikut. Reputasi yang sudah rusak sangat sulit dibangun kembali.
Cek nomor notifikasi pada kemasan lewat portal resmi Cek BPOM. Periksa juga daftar komposisi pada kemasan.
Pilih maklon bersertifikat CPKB, ISO, dan Halal dengan formula yang transparan. Pastikan mitra produksi Anda membantu pengurusan notifikasi BPOM sampai terbit.
ADEV memakai formula aman dan mematuhi daftar bahan yang diizinkan BPOM. Tim konsultan kami membantu memastikan produk lolos notifikasi BPOM.
Produk bisa ditarik dari peredaran dan pelakunya terkena sanksi hukum. Kepercayaan pembeli juga ikut hilang saat temuan itu terungkap.
Kesimpulan
Reputasi adalah aset terbesar seorang influencer, sehingga keamanan bahan wajib dijaga sejak awal. Poin berikut merangkum seluruh pembahasan di atas.

- Formula memakai bahan yang diizinkan BPOM dan bebas dari merkuri, hidrokinon, serta rhodamin B. ✅
- Maklon memiliki izin produksi Golongan A, sertifikat CPKB, ISO 9001:2015, ISO 22716:2007, dan Halal MUI.
- Notifikasi BPOM sudah terbit sebelum produk dijual luas.
- Hasil uji laboratorium tersimpan sebagai bukti keamanan formula.
- Dokumen legalitas pabrik diverifikasi langsung ke portal resmi BPOM.
Pilih maklon tepercaya dengan formula aman dan izin BPOM lengkap. Biaya pengujian produk jauh lebih murah daripada biaya pemulihan reputasi.
[Sumber: Data internal PT ADEV Natural Indonesia]
Siap membangun brand sendiri dengan aman? Baca artikel tentang cara influencer punya brand kosmetik sendiri. Untuk melihat layanan produksi kami, kunjungi halaman layanan maklon ADEV.
Tentang Penulis
Tim Konten ADEV adalah tim penulis dan editor di PT ADEV Natural Indonesia, pabrik maklon kosmetik di Kota Bogor yang berdiri sejak tahun 2007. Kami telah mendampingi lebih dari 300 merek dan mengurus lebih dari 1.000 nomor notifikasi BPOM.
Disclaimer. Artikel ini panduan umum. Daftar bahan berbahaya mengacu pada regulasi BPOM per Oktober 2026 dan dapat berubah. Setiap kosmetik wajib memiliki notifikasi BPOM. Konsultasikan detail produksi dengan Business Consultant ADEV. Semua studi kasus dan persona adalah KOMPOSIT dan FIKTIF.
Referensi
- BPOM RI, Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, jdih.pom.go.id (diakses 20 Oktober 2026)
- BPOM RI, siaran pers Nomor HM.01.2.1.04.26.153 tanggal 29 April 2026 tentang 11 kosmetik berbahan berbahaya triwulan I 2026, pom.go.id (diakses 20 Oktober 2026)
- BPOM RI, siaran pers Nomor HM.01.1.10.26.300 tanggal 19 Oktober 2026 tentang sarana produksi kosmetik ilegal di Mojokerto senilai Rp16 miliar, pom.go.id (diakses 20 Oktober 2026)
- BPOM RI, portal Cek BPOM untuk verifikasi nomor notifikasi kosmetik, cekbpom.pom.go.id (diakses 20 Oktober 2026)