fbpx

Lidah Buaya, Bahan Kosmetik Alami Kaya Manfaat

Manfaat lidah buaya untuk kesehatan & kecantikan kulit wajah telah dirasakan oleh pria dan wanita sejak dulu kala.

Bahan kosmetik yang satu ini sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit gatal, memperbaiki masalah pencernaan, perawatan rambut, penetralisir jerawat serta mengatasi masalah kulit seperti flek hitam, berjerawat dan bekas jerawat, dan kulit belang.

Kami akan uraikan tuntas tentang tanaman yang kaya manfaat ini.

Sejarah Pemanfaatan Lidah Buaya

lidah buaya

Tanaman lidah buaya telah digunakan selama berabad-abad untuk kesehatan, kecantikan, pengobatan dan perawatan kulit. Nama Aloe vera berasal dari bahasa Arab Alloeh yang bermakna bahan pahit yang bersinar, sedangkan vera berasal dari bahasa Latin yang bermakna sejati.

Ilmuwan bangsa Yunani menggolongkan Aloe vera sebagai obat mujarab (panacea) universal 2000 tahun yang lalu. Bangsa Mesir menganggap Aloe vera sebagai tanaman keabadian. Pada saat ini tanaman Aloe vera telah digunakan pada berbagai tujuan di dermatologi.

Lidah buaya telah digunakan untuk tujuan pengobatan di beberapa kebudayaan selama beberapa milenia. Sebut saja Yunani, Mesir, India, Mexico, Jepang dan Cina. Ratu Mesir, Nefertiti dan Cleopatra.

Bahkan, Aleksander Agung dan Columbus menggunakan lidah buaya untuk mengobati luka prajuritnya.

Rujukan pertama tentang Aloe vera dalam bahasa Inggris diterjemahkan oleh John Goodyew pada tahun 1655 sebelum Masehi (AD) bertajuk Dioscorides’ Medical treatise De Materia Medica.

Pada awal tahun 1800-an, Aloe vera digunakan sebagai laksatif (obat pencahar) di Amerika Serikat, selanjutnya pada pertengahan tahun 1930, terjadi titik balik dimana lidah buaya berhasil mengatasi dermatitis kronis dan parah.

Tanaman herbal yang dikenal untuk perawatan rambut dan kulit ini akan maksimal khasiat dan manfaatnya jika digunakan setiap hari.

Tanaman Lidah buaya

Gel Lidah Buaya +Kandungan & Manfaat +Rekomendasi Jasa Maklon

Botani

Nama botani lidah buaya adalah Aloe barbadensis miller. Tanaman ini termasuk keluarga Asphodelaceae (Liliaceae).

Tanaman Lidah buaya berbentuk semak-semak berwarna hijau pekat, tahan terhadap kondisi kering (xerofit), termasuk golongan sukulan.

Lidah buaya banyak dijumpai pada daerah kering di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Di India, lidah buaya ditemukan di daerah Gujarat, Rajasthan, Andhra Pradesh, Maharashtra dan Tamil Nadu.

Anatomi Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya memiliki daun berbentuk triangular, berdaging tebal dan bagian tepinya bergerigi. Setiap daunnya terdiri dari 3 lapis, yaitu:

  • Bagian dalam berupa jel bening, mengandung 99% air dan tersusun atas glukomanan, asam amino, lipid, sterol dan vitamin
  • Bagian tengah berupa latex, getah pahit kekuningan, mengandung antrakuinon dan glikosida
  • Bagian tebal terluar berupa 15-20 sel bernama rind yang berfungsi sebagai pelindung dan sintesis karbohidrat dan protein. Di dalam rin berupa bundle vaskuler yang bertanggungjawab pada trasportasi bahan seperti air (xilem) dan pati (floem).

Kandungan Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki nama ilmiah Aloe barbadensis (baca informasi lidah buaya di Wikipedia). Tanaman yang memiliki nama lain aloe vera ini telah terkenal untuk perawatan kulit. Lidah buaya memiliki banyak kandungan enzim, asam amino, gula alami, mineral, dan vitamin yang memiliki sifat anti inflamasi dan anti mikroba. Lidah buaya juga memiliki efek untuk melembabkan kulit.

Gel dan lateks lidah buaya

Penggunaan lidah budaya untuk kulit sudah banyak digunakan sejak dulu. Bagian-bagian lidah buaya yang bisa dimanfaatkan yaitu bagian gel dan lateks. Gel diperoleh dari sel-sel yang berada di bagian tengah kulit lidah buaya, sementara lateks diperoleh dari sel-sel yang tepat berada di bawah lapisan kulit lidah buaya.

Sebagai obat, gel lidah buaya yang berwarna bening seperti jeli ini sering digunakan sebagai salep, lation, krim, dan sebagainya. Lateks sendiri bisa diolah untuk membuat zat-zat kering, seperti suplemen. Tapi ada pula obat yang memakai keduanya. Zat aktif tersebut juga dapat dibuat menjadi bahan pembuatan sabun transparan dan Aloe vera gel.

Bahan Aktif dalam Lidah Buaya

Lidah buaya mengandung 75 komponen aktif potensial berupa vitamin, enzim, mineral, gula, lignin, saponin, asam salisilat dan asam amino.

Vitamin

Lidah buaya mengandung vitamin A (beta karoten), vitamin C dan vitamin E yang bersifat antioksidan. Selain itu, juga mengandung vitamin B12, asam folat dan kolin. Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas.

Enzim

Lidah buaya mengandung 8 jenis enzim seperti aliiase, alkalin fosfatase, amilase, bradykinase, karboksipeptidase, katalase, selulase, lipasa denga peroksidase. Enzim bradykinase mengurangi peradangan (inflamasi) berlebihan saat dioleskan ke kulit, sedangkan fungsi lainnya adalah membantu dalam pemecahan gula dan lemak

Mineral

Lidah buaya mengandung kalsium, kromium, tembaga, selenium, magnesium, mangan, potasium, sodium dan seng (zinc). Mineral tersebut berperan penting untuk berfungsinya berbagai sistem enzim pada jalur metabolisme yang berbeda. Beberapa mineral adalah antioksidan.

Gula

Lidah mengandung gula berupa monosakarida (glukosa dan fruktosa) dan polisakarida (glukomanan/polimanosa). Gula tersebut dihasilkan dari lapisan lendir (mucilage) tanaman yang dikenal sebagai mukopolisakarida. Monosakrida yang paling menonjol adalah manosa-6-fosfat, sedangkan polisakarida yang paling dominan disebut dengan glukomanan [beta-(1.4)-acetylated mannan]. Acemannan adalah glukomanan yang paling dominan juga telah ditemukan.

Baru-baru ini berhasil dilakukan isolasi gel dari lidah buaya berupa glikoprotein yg memiliki sifat anti alergi disebut dengan alprogen dan C-glucosyl chromone yg berupa senyawa anti-inflamasi baru.

Antrakuinon

Lidah buaya mengandung 12 antrakuinon yang berupa kompon fenolik dan telah dikenal dengan nama laksatif. Aloin dan emodin berfungsi sebagai analgesik, antibakteri dan antivirus.

Asam lemak

Lidah buaya mengandung 4 jenis steroid, yaitu kolesterol, kampesterol, β-sisosterol dan lupeol. Semua jenis steroid tersebut berfungsi sebagai anti-inflamatori, lupeol memiliki sifat antiseptik dan analgesik.

Hormon

Hormon auksin dan giberelin dalam lidah buaya berfungsi untuk menyembuhkan luka dan anti-inflamatori

Zat aktif lainnya

Lidah buaya mengandung 20 dari 22 asam amino yang diperlukan oleh manusia dan mengandung 7 dari 8 asam amino esensial. Lidah buaya juga mengandung asam salisilat dan memiliki sifat anti-inflamatori dan anti bakteri.

Lignin adalah bahan inert yg jika dimasukkan ke dalam sediaan topikal, maka bisa meningkatkan efek penetrasi bahan lainnya ke dalam kulit. Saponin adalah zat sabun yang membentuk sekitar 3% gel dan memiliki sifat membersihkan dan antiseptik.

Cara Kerja Zak Aktif Lidah Buaya

Sifat menyembuhkan

Polisakarida kaya manosa (glukomanan) dan hormon pertumbuhan (giberelin) berinteraksi dengan reseptor faktor pertumbuhan pada fibroblast, kemudian menstimulus aktivitas dan proliferasinya, yang seleanjutnya meningkatkan sintesis kolagen secara signifikan setelah lidah buaya dioleskan atau dikonsumsi (oral).

Gel lidah buaya tidak hanya meningkatkan kadar kolagen pada luka, tetapi juga mengubah komposisi kolagen (lebih ke tipe III) dan meningkatkan derajat crosslinking kolagen. Oleh karena itu, terjadi akselerasi kontraksi luka dan meningkatnya kekuatan putus pada jaringan yang terluka.

Sintesis asam hialuronat dan dermatan sulfat juga meningkat dalam jaringan granulasi pada penyembuhan luka.

Efek pada kulit yang terpapar UV dan radiasi gamma

Gel lidah buaya memiliki efek protektif terhadap kerusakan kulit karena radiasi. Setelah pemberian gel, maka protein antioksidan (metallothionein) akan mulai disintesis didalam kulit.

Zat ini mengikis radikal hidroksil dan mencegah supresi superoksida dismutase dan glutathione peroksidase di kulit. Mekanisme ini mengurangi produksi dan pelepasan keratinosit kulit yang diturunkan sitokin imunosupresif berupa interleukin-10 (IL-10) sehingga mencegah supresi induksi UV karena hipersensitivitas tertunda.

Kini anda tahu bahwa salah satu manfaat bahan kosmetik ini untuk kesehatan adalah menekan sel kanker.

Berperan sebagai anti-inflamatori

Lidah buaya menghambat jalur siklooksigenase dan mengurangi produksi prostaglandin E2 dari asam arakidonat. Belakangan ini telah diisolasi senyawa anti-inflamasi baru yang disebut dengan C-glucosyl chromone.

Efek pada sistem imun

Alprogen menghambat masuknya kalsium ke dalam sel mast, sehingga menghambat antigen-antibodi melepaskan histamin dan leukotriena dari sel mast.Dalam sebuah penelitian, pada tikus ditanamkan sel sarkoma murine, acemannan menstimulasi sintesis dan pelepasan interleukin-1 (IL-1) dan faktor necrosis tumor dari makrofag pada tikus, yang pada gilirannya mulai menyerang imun yang mengakibatkan nekrosis dan regresi sel kanker. Beberapa senyawa dengan berat molekul rendah juga mampu menghambat pelepasan radikal bebas oksigen reaktif dari neutrofil aktif manusia.

Efek laksatif

Antrakuinon yang ada dalam lateks memiliki potensi laksatif. Antrakuinon meningkatkan kadar air usus, merangsang sekresi lendir dan meningkatkan peristaltik usus.

Aktivitas anti tumor dan anti virus

Peranan anti tumor dan anti virus oleh lidah buaya muncul karena efek langsung dan tidak langsung. Efek tidak langsung terjadi karena stimulus sistem imun dan efek langsung terjadi karena antrakuinon. Aloin antrakuinon menginaktifkan beberapa virus seperti herpes simplex, varicella zoster dan influenza. Dalam penelitian baru-baru ini, terbukti bahwa sebuah gugus polisakarida menghambat pengikatan benzopiren ke hepatosit primer tikus, sehingga mencegah pembentukan adisi benzoprene-DNA sebagai awal kanker.

Efek anti-penuaan dan pelembab

Mukopolisakarida membantu mempertahankan kelembaban kulit. Lidah buaya turut merangsang fibroblast yg memproduksi serat kolagen dan elastin yang membuat kulit lebih elastis dan sedikit keriput.

Lidah buaya juga memiliki efek kohesif pada sel epidermis di permukaan kulit yang mengelupas dan melembutkan kulit. Asam amino melunakkan sel-sel kulit yang mengeras. Seng berperan sebagai astringen untuk mengencangkan pori-pori.

Efek pelembap lidah buaya juga telah dipelajari dalam perawatan kulit kering yang berhubungan dengan terjadinya paparan. Aloe vera gel dapat meningkatkan integritas kulit, mengurangi munculnya kerutan halus, mengurangi eritema dan memiliki efek anti jerawat (acne).

Efek antiseptik

Lidah uaya mengandung 6 jenis agen antiseptik, yaitu lupeol, asam salisilat, urea nitrogen, asam sinamat (cinnamonic acid), fenol dan sulfur. Kesemuanya berperan untuk menghambat jamur (fungi), bakteri dan virus.

Manfaat Lidah Buaya

Aloe vera dikenal sebagai tanaman yang memiliki manfaat menghaluskan dan merawat kulit, termasuk wajah, sehingga cantik dan sehat.

Kulit yang mengalami luka bakar, sengatan sinar matahari, iritasi, alergi dan jerawat dapat disembuhkan dengan menggunakan aloe vera gel.

Khasiat tanaman aloe vera lainnya adalah membantu memperbaiki sirkulasi darah dan pencernaan, sehingga sangat baik untuk detoksifikasi. Karena kegunaannya yang cukup banyak, orang banyak menanamnya di dalam pot atau pekarangan rumah.

Seiring dengan perkembangan jaman, lidah buaya juga mengalami evolusi. Banyak produk kecantikan atau kosmetik dibuat dari tanaman ini.

Khasiat Produk dengan Kandungan Lidah Buaya

  1. Membantu mengatasi masalah kulit seperti eksim, luka bakar, psoriasis
  2. Membantu dalam mengatasi keriput kulit
  3. Melembabkan kulit.
  4. Membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh gigitan serangga, lecet, dan luka bakar.
  5. Membantu menghilangkan pertumbuhan bakteri dan jamur

Pemanfaatan lidah buaya berdasarkan bukti ilmiah

Manfaat alove vera adalah untuk mengobati penyakit:

  • Seborrheic dermatitis
  • psoriasis vulgaris
  • genital herpes
  • skin burns
  • diabetes (type 2)
  • HIV infection
  • cancer prevention
  • ulcerative colitis
  • wound healing (results of aloe on wound healing are mixed with some studies reporting positive results and others showing no benefit or potential worsening)
  • pressure ulcers
  • mucositis
  • radiation dermatitis
  • acne vulgaris
  • lichen planus
  • frostbite
  • aphthous stomatitis
  • constipation

Pemanfaatan lidah buaya berdasarkan tradisi atau teori

Beberapa kondisi yang diobati dengan lidah buaya adalah:

  • Alopecia
  • Bacterial and fungal skin infections
  • Chronic leg wounds
  • Parasitic infections
  • Systemic lupus erythematosus
  • Arthritis
  • Tic douloureux

Efek Samping Lidah Buaya

Aplikasi aloe vera gel ke kulit dapat meningkatkan penyerapan krim steroid seperti hidrokortison. Ini mengurangi efektivitas dan dapat meningkatkan efek merugikan dari digoxin dan digitoxin, karena efeknya menurunkan potasium.

Gabungan penggunaan Aloe vera dan furosemide dapat meningkatkan risiko penipisan kalium. Ini menurunkan kadar gula darah dan berinteraksi dengan obat hipoglikemik oral dan insulin.

Penggunaan dengan olesan

Lidah buaya bisa mengakibatkan kemerahan, rasa terbakar dan sensasi menyengat pada seseorang yang sensitif. Terjadinya reaksi alergi sebagian besar disebabkan oleh antrakuinon, seperti aloin dan barbaloin. Cara terbaik untuk mengetes alergi kulit adalah dengan mengaplikasikannya pada area kecil terlebih dahulu.

Penggunaan dengan oral

Beberapa kondisi yang mungkin muncul adalah kram perut, diare, urin merah, hepatitis, dan makin parahnya konstipasi. Penggunaan lidah buaya dalam jangka panjang dilaporkan meningkatkan resiko munculnya kanker colorectal. Efek laksatif mungkin mengakibatkan ketidakseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh (rendahnya kadar potasium).

Penggunaan lidah buaya pada ibu hamil dan menyusui (busui)

Konsumsi daun aloe vera secara oral tidak direkomendasikan selama kehamilan karena stimulasi teoritis dari kontraksi uterus. Konsumsi pada ibu menyusui juga tidak dianjurkan karena terkadang dapat menyebabkan gastrointestinal distress pada bayi yang disusui.

Lidah buaya sebabkan iritasi pada kulit sensitif

Aloe vera gel mungkin akan menyebabkan iritasi pada anda yang memiliki kulit sensitif.

Cara mengetahui sensitifitas kulit dengan lidah buaya

Untuk mengetahui apakah anda alergi atau sensitif terhadap aloe vera, oleskan sejumlah kecil gel ke kulit dan tunggu reaksinya. Jika bereaksi, maka sebaiknya anda tidak menggunakannya lebih jauh.

Tidak seperti gel, mengonsumsi lateks dengan dosis tinggi berpotensi menyebabkan sakit perut dan kram. Tidak hanya itu, mengonsumsi lateks aloe vera dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan diare, penurunan berat badan, masalah ginjal, kelemahan otot, darah dalam urin, dan gangguan jantung.

Ciri-ciri Kulit yang Alergi dengan Lidah Buaya

  • Kemerahan
  • Ruam
  • sensasi terbakar
  • peradangan

Jika Anda alergi terhadap tanaman seperti tulip, bawang putih atau bawang merah, maka kulit Anda mungkin juga bereaksi terhadap penggunaan lidah buaya

Ada penemuan yang menyebutkan bahwa penggunaan lidah buaya topikal yang berkepanjangan dapat memicu perkembangan alergi kulit yang bermanifestasi dengan gatal-gatal dan eksim. Jika ini terjadi, segera cuci lidah buaya yang menempel di kulit anda dan ambil antihistamin sebagai penawarnya.

Produk Kosmetik yang Memanfaatkan Lidah Buaya

Aloe vera gel

PT. Adev Natural Indonesia telah membuat formulasi Produk Aloevera Gel dengan kekuatan extrak hingga 200 kali lipat dari khasiat alaminya. Aloevera Gel kami ciptakan khusus untuk perawatan kulit kering, seperti pecah-pecah pada tumit, membantu penyembuhan luka dan meringankan penyakit gatal pada kulit.

Gel lidah buaya memiliki manfaat yg baik untuk muka

Produk yang satu ini memiliki manfaat yg baik untuk muka. Anda bisa membelinya di apotik dg harga murah.

Masyarakat lebih memanfaatkan Aloe Vera Gel untuk melembabkan kulit kering

Masker wajah

Wajah adalah asset berharga bagi setiap manusia. Untuk melindunginya, wanita rela membayar mahal untuk merawatnya sehingga terhindar dari jerawat dan komedo. Namun, tidak semua wanita mempunyai dana yang cukup untuk melakukan perawatan wajah yang harganya mahal.

Bagi anda yang memiliki anggaran terbatas untuk melakukan perawatan wajah, anda dapat memanfaatkan bahan alami yang ada disekitar anda. Pada artikel yang terinspirasi dari visihow.com, akan diuraikan pemanfaatannya sebagai masker wajah.

Masker lidah buaya yang diperkaya dengan jus lemon ini berfungsi untuk mencerahkan kulit secara alami. Selain itu, juga membantu memudarkan bintik hitam dan bekas jerawat, sehingga kulit Anda akan terlihat lebih halus setelah beberapa kali menggunakan. Jika Anda tidak memiliki jeruk lemon, anda dapat menggunakan jeruk nipis (limes) atau jeruk bali (grapefruit) sebagai gantinya.

Cara membuat masker lidah buaya dan lemon

  1. Ambil helai daun lidah buaya yang tebal dan berukuran besar. Biasanya bagian tersebut berada di bagian dasar dari susunan daun dan memiliki jus paling banyak.
  2. Cuci daun di bawah air mengalir
  3. Belah helai daun menjadi dua bagian.
  4. Ambil gel yang bening dengan menggunakan sendok dan masukkan ke dalam mangkuk
  5. Siapkan 1/8 sdt (sendok teh) perasan jeruk lemon dan masukkan ke dalam mangkuk yang di dalamnya telah ada aloe vera gel. Jika lebih dari takaran, mungkin air jeruk lemon dapat menyebabkan iritasi pada kulit anda. Gunakan sewajarnya saja.
  6. Tumbuk lidah campuran tersebut sehingga halus. Anda dapat menggunakan bantuan blender jika menginginkan bentuk pasta.
  7. Usapkan ramuan tersebut ke seluruh wajah dan leher. Jangan sampai terkena mata anda
  8. Diamkan selama kurang lebih 20 menit.
  9. Basuh dan bilas dengan air hangat
  10. Keringkan wajah anda dengan handuk
  11. Oleskan pelembab di wajah anda
  12. Masker ini dapat anda simpan di kulkas untuk anda gunakan esok harinya
  13. Disarankan untuk melakukan perawatan ini secara teratur, setidaknya 3 kali dalam seminggu. Hal ini berguna untuk membersihkan kulit dan menghilangkan berjerawat, serta mencegah timbulnya jerawat baru.

Rekomendasi saat membuat masker lidah buaya

  1. Selalu bersihkan daun sebelum menggunakan atau mengolahnya
  2. Pakailah sarung tangan saat memotong daun. Aloin yang terdapat pada bagian bawah kulit lidah dapat menyebabkan iritasi pada orang dengan alergi lateks.
  3. Selalu gunakan jus lidah buaya segar saat membuat perawatan kecantikan

Hair Care Product

Lidah buaya juga dimanfaatkan untuk membuat produk perawatan rambut.

Selain diproduksi menjadi obat-obatan, aloe vera juga kerap dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk alami. Para wanita biasa menjadikannya sebagai teman baiknya dalam perawatan rambut dan kulit. Mereka percaya bahwa tanaman herbal satu ini bisa membuat rambut lebih indah dan kulit menjadi lebih halus.

Tulisan di atas sebagian dialihbahasakan dari karya Surjushe A, Vasani R, Saple DG. ALOE VERA: A SHORT REVIEW. Indian Journal of Dermatology. 2008;53(4):163-166. doi:10.4103/0019-5154.44785.

4.8/5 - (29 votes)

4 komentar untuk “Lidah Buaya, Bahan Kosmetik Alami Kaya Manfaat”

  1. Kak, saya udah nyaris setahun menggunakan masker lidah buaya sebagai cream malam dan baik-baik saja
    Tapi suatu hari saya menggunakannya lagi dan malah kulit wajah saya merespon reaksi alergi terhadap lidah buaya tsb
    Seperti yang dikatakan artikel ini, penggunaan berkepanjangan memungkinkan terjadi resiko alergi, sepertinya saya mengalaminya
    Setelah lepas penggunaan lidah buaya, kulit saya jadi mudah sekali jerawatan meski sudah memakai skincare apapun, apa yang harus saya lakukan ya 🙁

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau bisnis kosmetik merek sendiri?

WeCreativez WhatsApp Support
Business Consultant
Halo, dengan Damai sebagai Business Consultant di sini. Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top