whatsapp-adev
< Seluruh Topik
Navigasi:
Cetak

Bahan Pewarna Kosmetik

Saat ini, penggunaan bahan pewarna pada produk kosmetik sudah umum dilakukan. Hal itu karena bahan pewarna dapat meningkatkan penampilan kosmetik menjadi lebih baik dan menarik.

Penggunaan bahan pewarna tersebut tentunya harus tetap memperhatikan standar keamanan agar aman digunakan oleh konsumen.

Oleh karena itu, penting bagi pengusaha di industri kosmetik untuk memahami berbagai informasi terkait bahan pewarna.

Di dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap mengenai bahan pewarna kosmetik, mulai dari pengertian, manfaat, jenis, hingga berbagai produk kosmetik yang bisa dicampur dengan bahan pewarna.

Yuk, baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahuinya.

Apa Itu Bahan Pewarna Kosmetik?

bahan pewarna kosmetik

Bahan pewarna kosmetik adalah bahan yang digunakan untuk memberi atau memperbaiki warna pada kosmetik, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik untuk konsumen. Anda dapat membaca penjelasan lengkap dari Badan POM di dokumen ini.

Pewarna ini bisa berasal dari bahan alami, seperti akar, kayu, daun, buah, dan sayuran atau dibuat secara sintetis (buatan) di laboratorium. Penambahan bahan pewarna biasanya dilakukan selama proses produksi kosmetik dengan takaran tertentu tergantung dari jenis dan fungsi produk.

Selain itu, penggunaan bahan pewarna dalam industri kosmetik sudah menjadi sesuatu yang umum. Hal itu terlihat dari banyaknya produk kosmetik yang menggunakannya, mulai dari lipstik, eyeshadow, bedak, sabun, sampo hingga conditioner. 

Manfaat Bahan Pewarna pada Produk Kosmetik

Beberapa manfaat dari bahan pewarna pada produk kosmetik, yaitu:

  1. Meningkatkan daya tarik visual produk. Bahan pewarna dapat membuat tampilan kosmetik lebih menarik di mata konsumen dengan variasi warna yang dihasilkan. Beberapa contohnya, seperti pada lipstik, eyeshadow, hingga blush on.
  2. Menyempurnakan warna alami bahan. Beberapa bahan alami, seperti ekstrak buah berry dan sayuran memiliki pigmen warna yang kurang sempurna. Hal itu dapat diperbaiki dengan bahan pewarna agar dapat menghasilkan warna yang sesuai dengan keinginan.
  3. Menutupi warna yang tidak diinginkan. Bahan pewarna tertentu memiliki fungsi untuk menyamarkan warna asli bahan dalam formulasi kosmetik yang dianggap kurang menarik. Salah satu contohnya yaitu minyak atsiri yang berwarna gelap dapat ditutupi dengan bahan pewarna tanpa mengubah manfaatnya.
  4. Melindungi formula yang tidak tahan sinar matahari. Bahan pewarna dapat berfungsi sebagai sunscreen alami, sehingga dapat mencegah kerusakan bahan aktif akibat paparan sinar UV.
  5. Membuat kosmetik tampil lebih cerah dan segar. Bahan pewarna dapat meningkatkan tampilan kosmetik menjadi lebih cerah, berseri, dan terlihat baru. Dengan tampilan seperti itu, maka dapat memberikan kesan produk premium di mata konsumen.

Batas Toleransi Penggunaan Bahan Pewarna dalam Kosmetik

Peraturan teknis penggunaan bahan kosmetika telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022. Salah satu pembahasan dalam peraturan tersebut adalah tentang batas toleransi penggunaan bahan pewarna pada produk kosmetik agar aman untuk konsumen.

Berikut batas toleransi penggunaan beberapa bahan pewarna yang diizinkan dalam kosmetik sesuai peraturan tersebut, antara lain:

No.
CI Number
Nama Bahan
Warna
Area Penggunaan
Kadar Maksimum dan Persyaratan Lain
1.
10006
Pigment Green 8
Hijau
4
 
2.
10020
D&C Green No.1 Ext
Hijau
3
 
3.
10316
D&C Yellow No.7 Ext (2)
Kuning
2
 
4.
11680
Pigment Yellow 1
Kuning
3
 
5.
11710
Pigment Yellow 3
Kuning
3
 
6.
11725
Pigment Orange 1
Oranye
4
 
7.
11920
Solvent Orange 1
Oranye
1
 
8.
12010
Solvent Red 3
Merah
3
Kadar maksimum dalam Kosmetika sebesar 3%
9.
12085
D&C Red No. 35
Merah
1
 
10.
12120
Pigment Red 112
Merah
4
 

Selengkapnya mengenai batas toleransi bahan pewarna yang diizinkan dalam kosmetik dapat Anda lihat di dokumen BPOM pada bagian Lampiran II Daftar Bahan Pewarna yang Diizinkan dalam Kosmetika.

Penggolongan Kategori Bahan Pewarna Kosmetik

Jenis Bahan Pewarna Kosmetik Berdasarkan senyawa penyusunnya

Bahan Pewarna Organik

Berikut beberapa contoh bahan pewarna organik di kosmetik yaitu:

  • Anthocyanin merupakan jenis senyawa flavonoid yang tersusun dari antosianidin (aglikon) dan gula (glikosida). Bahan ini dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran seperti blueberry, stroberi, dan kubis merah. Anthocyanin dapat menghasilkan warna merah, ungu, dan biru. 
  • Klorofil adalah senyawa porfirin yang disusun dari cincin porfirin yang mengandung magnesium. Ia dapat ditemukan pada tumbuhan hijau, seperti bayam dan spirulina. Klorofil dapat menghasilkan warna hijau.
  • Karotenoid ialah senyawa triterpenoid yang memiliki struktur dasar isoprena. Pewarna ini dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran seperti wortel, ubi jalar, dan tomat. Karotenoid menghasilkan warna kuning, oranye, dan merah.
  • Karmin yaitu senyawa asam karminat yang diperoleh dari serangga cochineal berupa glikosida antrakuinon. Bahan pewarna ini dapat menghasilkan warna merah cerah.
  • Kurkumin merupakan senyawa diferuloylmethane yang dapat ditemukan pada kunyit. Bahan ini dapat menghasilkan warna kuning cerah.

Bahan Pewarna Anorganik

Beberapa contoh bahan pewarna anorganik di kosmetik yaitu:

  • Titanium dioksida berasal dari mineral rutile, anatase, dan brookit yang dapat menghasilkan warna putih. Bahan ini memiliki bentuk bubuk putih tidak berbau.
  • Seng oksida berasal dari mineral zincite dan smithsonite yang dapat menghasilkan warna putih. Pewarna ini memiliki bentuk bubuk putih tidak berbau.
  • Besi oksida berasal dari mineral hematit, goethite, limonit, dan magnetit. Jenis bahan ini dapat menghasilkan warna merah, kuning, coklat, dan hitam. Pewarna besi oksida memiliki bentuk bubuk berwarna sesuai dengan jenis warnanya.
  • Ultramarine blue berasal dari mineral azurite yang bisa menghasilkan warna biru tua. Jenis bahan ini memiliki bentuk bubuk biru tua.
  • Chrome oxide green berasal dari mineral kromit yang dapat menghasilkan warna hijau. Bahan chrome ini berbentuk bubuk hijau tua.

Jenis pewarna kosmetik berdasar proses pembuatannya

Bahan Pewarna Alami

Berikut beberapa contoh bahan pewarna alami untuk kosmetik yaitu:

  • Ekstrak Kayu Secang diperoleh dengan proses ekstraksi pelarut untuk mengeluarkan zat warna alami dari kayu. Bahan pewarna ini menghasilkan warna merah yang cerah dan tahan lama. 
  • Kuning Telur dapat menghasilkan warna kuning. Warna alami tersebut berasal dari pigmen karotenoid lutein dan zeaxanthin yang terkandung di dalamnya. 
  • Acai Berries mengandung antosianin yang diekstrak dengan pelarut etanol, kemudian diasamkan, lalu diencerkan hingga diperoleh warna ungu.
  • Buah Delima bisa menghasilkan warna merah. Warna tersebut berasal dari antosianin pada kulit buahnya yang diekstrak dengan air atau campuran pelarut.
  • Spirulina adalah ganggang biru yang difermentasi, lalu dipanen dan dikeringkan untuk diambil zat warna biru kehijauannya.
  • Wortel mengandung betakaroten yang diekstraksi menggunakan pelarut organik, seperti heksana dan etanol untuk mendapatkan pigmen warna oranye.
  • Akar Alkanet mengandung pigmen alkanin yang larut dalam pelarut lemak yang diekstrak dengan etanol atau minyak sayur untuk mendapatkan larutan berwarna merah keunguan.
  • Daun Centrosema mengandung antosianin yang berperan sebagai pewarna alami. Daun tersebut diekstrak dengan pelarut air atau alkohol, lalu dipekatkan hingga didapatkan pewarna hijau pekat. 

Bahan Pewarna Buatan

Beberapa contoh bahan pewarna buatan untuk kosmetik yaitu:

  • Tartrazine merupakan pewarna buatan berwarna kuning cerah yang diproduksi dari reaksi fenilhidrazin dan asetaldehida.
  • Sunset Yellow FCF diperoleh dari garam natrium benzena asam karboksilat melalui proses diazotasi dan reaksi kimia. Senyawa ini larut dalam air dan memberikan warna oranye cerah.
  • Brilliant Blue FCF dibuat dari senyawa triarilmetana dengan proses reaksi kimia garam diazonium dan triphenylmethane. Bahan pewarna ini menghasilkan warna biru cerah.
  • Erythrosine dibuat secara kimia dari iodinasi 3′,6′-dihydroxy psoralen. Jenis bahan ini menghasilkan warna merah muda cerah.
  • Azorubine diperoleh dari reaksi kimia natrium 2-hidroksi-1-naftalenkarboksilat dengan 3-hidroksi-2-naftalenkarboksilat. Azorubine menghasilkan warna merah.
  • Ponceau 4R dihasilkan dari reaksi kimia pada asam sulfanilat dan asam 2-naftol-6-sulfat. Pewarna ini menghasilkan warna merah.

Jenis bahan berwarna berdasar tingkat bahayanya

Bahan pewarna kosmetik yang aman digunakan

Dibawah ini ada beberapa contoh bahan pewarna yang diizinkan untuk kosmetik sesuai Peraturan BPOM No. 17 tahun 2022, yaitu:

  • Pigment Green 8 memiliki tingkat toksisitas yang rendah, sehingga aman digunakan untuk menghasilkan warna hijau.
  • Pigment Yellow 1 juga memiliki tingkat toksisitas yang rendah, sehingga aman dipakai untuk menghasilkan warna warna kuning. 
  • Pigment Orange 1 aman digunakan karena memiliki tingkat iritasi dan potensi alergi yang sangat kecil pada penggunaan normal. Oleh karena itu, bahan ini cocok digunakan untuk memperoleh warna oranye.
  • Solvent Red 3 masuk ke dalam kategori aman karena tingkat penyerapan melalui kulit sangat rendah, sehingga cocok dipakai untuk menghasilkan warna merah.
  • Solvent Orange 1 aman digunakan untuk menghasilkan warna oranye karena tingkat toksisitas dan iritasinya yang rendah. 
  • D&C Red No.36 dapat digunakan pada kosmetik untuk menghasilkan warna merah karena tingkat toksisitasnya yang rendah.
  • Acid Yellow 17 merupakan pewarna yang dapat digunakan untuk memperoleh warna kuning karena jarang menyebabkan iritasi pada kulit.
  • Brilliant Black 1 aman digunakan di dalam kosmetik karena sangat jarang menimbulkan iritasi kulit atau mata pada penggunaan normal. Pewarna ini cocok digunakan untuk menghasilkan warna hitam.
  • Acid Blue 3 yaitu bahan pewarna yang aman digunakan untuk menghasilkan warna biru karena tingkat iritasi pada kulit dan mata sangatlah rendah.
  • FD&C Green No.3 dapat digunakan untuk menghasilkan warna hijau karena telah lulus uji ekstensif keamanan BPOM dan memenuhi standar FDA.
  • D&C Violet No.2 memiliki tingkat toksisitas yang rendah, sehingga aman digunakan untuk menghasilkan warna ungu. 
  • Pigment White 24 yaitu bahan pewarna yang berasal dari mineral alam, sehingga aman digunakan untuk memperoleh warna putih.
  • Amaranth merupakan bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan untuk menghasilkan warna merah.

Bahan pewarna kosmetik yang berbahaya

Berikut beberapa contoh bahan pewarna yang tidak diizinkan untuk kosmetik berdasarkan Peraturan BPOM No. 17 tahun 2022, antara lain:

  • Pigment red 53 dapat menghasilkan warna merah. Namun, bahan pewarna ini mengandung arsen yang beracun, sehingga berbahaya. Sebagai alternatif bahan ini, Anda dapat menggunakan pigment red 7 dan D&C Red No. 36.
  • Rhodamin B merupakan jenis pewarna yang dapat menghasilkan warna merah, tetapi memiliki sifat karsinogenik dan mutagenik yang berbahaya untuk tubuh. Oleh karena itu, Anda dapat memilih bahan alternatif lainnya, seperti acid red 27 dan D&C red no. 21.
  • Metanil Yellow adalah bahan pewarna yang menghasilkan warna kuning, tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan sensitisasi untuk tubuh. Anda dapat menggunakan tartrazine dan solvent orange 1.
  • Ponceau 3R bisa menghasilkan warna cerah, akan tetapi penggunaannya telah dilarang karena bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan bahan pengawet, seperti Allura Red AC dan Brilliant Blue FCF.
  • Ponceau SX dapat memberikan warna merah. Namun, pewarna ini terdeteksi mengandung zat karsinogenik yang berbahaya untuk tubuh. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan bahan alternatif lainnya untuk memberikan warna merah tersebut, seperti amaranth dan D&C red no. 27.

Ragam Produk Kosmetik dengan Kandungan Bahan Pewarna

Beberapa produk kosmetik yang dapat Anda produksi dengan menambahkan kandungan bahan pewarna, antara lain:

  • Lipstik
  • Eyeshadow
  • Blush on
  • Bedak
  • Foundation
  • Lip liner
  • Sunscreen
  • Gel rambut
  • Kuteks
  • Hair mask

Jika Anda ingin berbisnis produk kosmetik, maka Anda dapat memanfaatkan layanan jasa maklon dari PT Adev Natural Indonesia untuk memproduksi berbagai produk tersebut.

Yuk lihat aneka macam produk maklon kosmetik di katalog Adev.

FAQ terkait Bahan Pewarna Kosmetik

Apa saja bahan yang digunakan untuk membuat pewarna?

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pewarna, yaitu anthocyanin, klorofil, kurkumin, titanium dioksida, seng oksida, kuning telur, spirulina, azorubine, pigment green 8 hingga amaranth.

Apa saja yang termasuk bahan pewarna alami?

Beberapa bahan yang termasuk ke dalam pewarna alami, antara lain ekstrak kayu secang, kuning telur, acai berries, buah delima, spirulina, wortel, akar Alkanet, dan daun Centrosema.

Apa saja contoh bahan pewarna buatan?

Contoh bahan-bahan pewarna buatan, seperti tartrazine, sunset Yellow FCF, brilliant blue FCF, erythrosine, hingga azorubine.

Apa dampak zat pewarna untuk kesehatan?

Beberapa zat pewarna dapat menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan jika digunakan secara berlebihan, seperti iritasi kulit, alergi, atau kanker. Oleh karena itu, pemilihan bahan pewarna yang aman sangatlah penting dalam produksi kosmetik.

Tinggalkan komentar


Daftar Isi
Index